<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238</id><updated>2012-02-03T08:16:09.723+01:00</updated><category term='Retret'/><category term='Architecture'/><category term='Deutsch lernen'/><category term='Special Friends'/><category term='World Greatest Mountain'/><category term='My School'/><category term='Seri Perkembangan Arsitektur'/><category term='Funny stories and Jokes'/><category term='Culture'/><category term='Astronomy'/><category term='my family'/><category term='My daily'/><category term='Juventus'/><category term='ADS'/><category term='Soccer'/><category term='Famous Persons'/><category term='Australia'/><category term='Myths'/><category term='Interesting Places'/><category term='A Trip To'/><category term='Special events'/><category term='Astrology'/><category term='Songs'/><category term='Building Utility'/><category term='Social life'/><category term='Lowongan pekerjaan dan kuliah'/><category term='Laws in Architecture'/><category term='Culinary'/><category term='Interesting Books'/><category term='Interior'/><category term='Movies'/><category term='BMKG'/><category term='Religion'/><category term='Wisdomes'/><title type='text'>..What a Wonderful Life..</title><subtitle type='html'>This blog is about what I think, what I feel, and what I want.. It is about my life, my colourful, special, beautiful and exceptional life.. My wonderful life..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>269</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2582932947363083023</id><published>2012-01-31T10:21:00.007+01:00</published><updated>2012-01-31T10:51:16.940+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Australia'/><title type='text'>Australia Day vs Lazy Day</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SfiSmPMe-Rk/Tye0CFnMB3I/AAAAAAAAEiM/cO3S9Htji8k/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703725401047304050" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-SfiSmPMe-Rk/Tye0CFnMB3I/AAAAAAAAEiM/cO3S9Htji8k/s400/6.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Gambar dari: &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.australiaday.com.au/havingfun/wallpaper.aspx"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;http://www.australiaday.com.au/havingfun/wallpaper.aspx&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanggal 26 Januari kemarin itu kelas kami diliburkan karena ada Australia Day, yang adalah tanggal merah alias hari libur nasional bagi seluruh penduduk Australia. Hari ini beda dengan 17-an Agustusnya Indonesia... Bukannya dirayakan untuk memperingati kemerdekaan, Australia Day ini merayakan hari kedatangan armada pertama Inggris di Sidney pada tanggal 26 Januari 1788.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi sedikit cerita tentang Australia: dulunya benua ini dihuni oleh suku Aborigin saja. Tapi sekitar tahun 1770 Kapten James Cook mulai membuat peta pantai Timur, menyatakannya sebagai wilayah Inggris, dan menjadikan Australia dikenal di Eropa; bahkan lebih dikenal lagi karena setelah itu diketahui bahwa Australia memiliki kekayaan tambang, berupa emas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, benua menarik ini kemudian dimanfaatkan oleh Inggris. Fungsi pertamanya adalah sebagai tanah tempat tawanan karena tanah di Inggris makin sempit untuk menampung para narapidana. Jadi sebagai koloni terhukum, tanggal 26 Januari 1788, Australia (pertama kali yang didatangi adalah Sidney) kedatangan 11 kapal Inggris yang berisikan 1.500 orang (setengahnya narapidana). Menurut Barbara, belakangan penjara di Sidney juga penuh dan mereka membangun yang baru di Brisbane, tapi sampe sekarang aku belum ketemu tempatnya dan belum berkunjung ke sana. Nanti kalo sudah, akan kutulis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, tanggal 26 Januari inilah yang jadi hari peringatan Australia. Sayangnya bagi suku Aborigin, hari ini dikenang dengan sangat pahit, sebagai &lt;em&gt;Invasion Day&lt;/em&gt; karena sejak saat kedatangan armada Inggris itu, mereka mulai tergusur dan diperlakukan tidak adil, oleh sekelompok orang yang mengakuisisi benua mereka tanpa perjanjian tertulis dengan kepala suku manapun. Bahkan, aku dengar berita di Australian Day kemaren Julia Gillard harus diamankan karena ada sekelompok Aborigin yang mengamuk. Ya, kayanya putih dan hitam di sini belum begitu harmonis saudara-saudara. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-7lLQTyXRDlg/Tye0BxLRJNI/AAAAAAAAEiE/bp-TQxft5qE/s1600/370387930_5c2ed77374.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703725395561489618" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-7lLQTyXRDlg/Tye0BxLRJNI/AAAAAAAAEiE/bp-TQxft5qE/s400/370387930_5c2ed77374.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Suasana Australia Day kalo malam meriah seperti ini, foto dari &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.brisbaneishome.com/photoblogging-australia-day-at-brisbanes-southbank-over-100-photos-for-you-to-browse/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;http://www.brisbaneishome.com/photoblogging-australia-day-at-brisbanes-southbank-over-100-photos-for-you-to-browse/&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa Hari Proklamasi di Indonesia ga seramai Tahun Barunya ya? Maksudku, kalo pas proklamasi ada kembang api emang kenapa gitu? Hehehe... Nah, kalo di Australia Day, kembang api kayanya acara wajib deh. Bahkan salah seorang teman di Canberra si empunya blog sebelah itu udah posting acara Australia Day di ACT dan kembang apinya sejak 25 Januari. Katanya sih di Canberra acaranya dibuat 2 hari. Ga tanggung-tanggung: 2 hari saudara-saudara. Sayang si teman itu vegetarian, kan jadi ga bisa menikmati bacon hasil BBQ-nya yah Teng? Xixixi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Barbecue juga jadi acara wajib. Ga afdol kalo ga ada kembang api dan BBQ. Jadilah taman-taman di seluruh tempat kumpul orang banyak di Oz dihiasi perangkat BBQ ituh dan semua orang datang bawa bumbu saosnya masing-masing. Mungkin ada yang bawa daging sendiri kali ya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sendiri rencananya waktu itu akan ke South Bank malam hari dan ke kampus sore harinya (sebelum batal). South Bank itu tempat Brisbaners biasanya merayakan AD. Biasanya ada kembang api, hiburan-hiburan, dan tentunya daging hasil BBQ. Kalo di kampus, kebetulan ada acara BBQ juga yang diadakan salah satu kelompok mahasiswa, dan kami semua diundang untuk berpesta. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1yP0kN6zLAc/Tye0Bs4rLxI/AAAAAAAAEh8/hY1krCwDrW0/s1600/BBQ.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 301px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703725394409762578" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-1yP0kN6zLAc/Tye0Bs4rLxI/AAAAAAAAEh8/hY1krCwDrW0/s400/BBQ.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Mestinya suasana BBQ di kampus itu begini, foto dari: connect.qut.edu.au&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi acara yang udah disusun mateng-mateng berantakan euii.. Tanggal 25 malam aku buka email dan internet lagi untuk ngecek, dan ternyata ada pemberitahuan kalo seluruh acara di South Bank akan dibatalkan. Setali tiga uang, acara di kampus juga dibatalkan. Semuanya karena ada pemberitahuan dari badan meteorologi-nya Brisbane gitu, kalo tanggal 26 malam itu bakal ada &lt;em&gt;bad weather&lt;/em&gt;, alias kemungkinan besar ujan. Huhuhu, ujan deh di hatiku, hiks hiks... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai gantinya aku jalan-jalan ke City dan ngintip-ngintip South Bank, siapa tau tetep ada pesta, xixixi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku pergi ke ANZAC Memorial di Ann Street. Monumen ini dibuat untuk memperingati para pahlawan Australia yang gugur di medan perang. Bukan perang untuk merebut Australia sih, tapi lebih kepada perang-perang yang dilakukan saat Australia membela Inggris atau Amerika. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rqXStsA0dXg/Tye0BcuvIFI/AAAAAAAAEhs/oxqP0yLHs5w/s1600/DSC01415.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703725390073110610" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-rqXStsA0dXg/Tye0BcuvIFI/AAAAAAAAEhs/oxqP0yLHs5w/s400/DSC01415.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Monumen ANZAC ditopang 18 tiang yang melambangkan tahun-tahun damai setelah Perang Dunia I (1918). Lihat itu langitnya mendung kan, dan ternyata emang bener loh, malamnya hujan, badan meteo-nya bener-bener oke nih ;P&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah monumen itu ada api abadinya loh. Dan ada rekaman suara juga, yang bisa diakses dengan menempelkan telapak kanan di pilar kecil di sebelah monumen. Rekaman suara akan menjelaskan tentang sejarah monumen dan perjuangan para pahlawan kala itu. Monumen ini juga berada di kawasan taman yang tertata sangat rapi, cocok deh buat rekomendasi tugas lansekap semester 5, hahaha... (coba dari dulu udah ke sini, pasti ga pusing2 dulu bikin taman yah)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh ya, ada satu lagi yang menarik untuk dilakukan di Brisbane kalo Australia Day: pergi nonton balapan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, tahun ini balapannya dilakukan di hotel Story Bridge di Kangoroo Point, Brisbane. Balapan kuda? Bukan! Unta? Kangoroo? Domba? Bukan, bukan, bukan... Balapan yang satu ini adalah: balapan kecoa!&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fikjXmqiB3c/Tye0BL4-AYI/AAAAAAAAEhg/_upiA6DG71g/s1600/brisbane-cockroach-races3.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 371px; DISPLAY: block; HEIGHT: 251px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703725385552626050" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-fikjXmqiB3c/Tye0BL4-AYI/AAAAAAAAEhg/_upiA6DG71g/s400/brisbane-cockroach-races3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Roach Racin’ atau Cockroach Race, cukup ramai disaksikan para Brisbaners, foto dari &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.2camels.com/world-championship-cockroach-racing.php"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;http://www.2camels.com/world-championship-cockroach-racing.php&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi siapa saja bisa ikutan lomba balap kecoa ini. Bisa bawa kecoanya sendiri dari rumah, atau beli di tempat seharga $5. Biaya ikut lomba $5, jadi keluar modal sekitar $10, murah kog... Ga akan kehabisan kecoa karena panitia udah nyiapin banyak banget kecoa, khusus didatangkan dari Melbourne (serius ini, dari Melbourne loh, xixixi). Nah, juaranya akan dapat hadiah dari sponsor atau uang tunai.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lomba aneh ini dimulai sejak tahun 1982 gara-gara dulu ada 2 orang mabuk yang saling membanggakan kalo kecoa dari daerahnya pasti lebih cepat berlari daripada kecoa dari daerah temannya. Karena berantem mereka akhirnya adu kecoa beneran dan rupanya penonton senang ngeliatnya. Besok-besoknya perlombaan ini terus berlangsung dan sampe sekarang jadi perlombaan khas Australia Day gitu, xixixxi...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain liat kembang api, makan daging BBQ, nonton balapan, orang Australia juga suka minum-minum pas 26 Januari. Jangan-jangan itu tanggal 26 diperingatin juga cuma supaya mereka punya tanggal merah dan bisa santai-santai ke pub kali ya... hehehe... tapi, ga ada kelas IAP juga bikin aku santai kaya di pantai hari itu. Well, aku ga merayakan Australia Day, tapi kalo Lazy Day, &lt;em&gt;I’m in&lt;/em&gt;, dan ngerasain juga barbecue akhirnya di acara gereja memperingati Australia Day. Sukur deh, daripada ga ada kesan apa-apanya, hehehe... By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2582932947363083023?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2582932947363083023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2582932947363083023&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2582932947363083023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2582932947363083023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2012/01/australia-day-vs-lazy-day.html' title='Australia Day vs Lazy Day'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SfiSmPMe-Rk/Tye0CFnMB3I/AAAAAAAAEiM/cO3S9Htji8k/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-1286797822579154725</id><published>2012-01-29T02:16:00.007+01:00</published><updated>2012-01-29T02:58:57.846+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Interesting Places'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Toraja, Menuju Kuburan Batu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-U94vXpUlTiY/TySftZ6UwkI/AAAAAAAAEg4/6Vd3GcIOizc/s1600/DSC00785.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 225px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702858630556336706" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-U94vXpUlTiY/TySftZ6UwkI/AAAAAAAAEg4/6Vd3GcIOizc/s400/DSC00785.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; Balik ke beberapa bulan yang lalu, Mr. A dari ADS mengirimkan email kepadaku bahwa keberangkatan ke Brisbane akan diundur dari tanggal 9 ke tanggal 18 Januari. Aq sudah coba lobi beliau, tapi beliau tetep &lt;em&gt;keukeuh&lt;/em&gt; tuh dan pada akhirnya aq tetap berangkat di 18 Januari. Kecewa memang, karena itu berarti petualangan di tempat baru akan tertunda selama sebelas hari, tapi agak bersyukur juga, karena artinya aku bisa ikut Natal BMKG lagi (aku ditunjuk jadi ketua seksi dekorasi lagi karena ketua panitia males membentuk kepanitiaan baru, xixixi). Natal berlangsung tanggal 13, jadi aku bisa ikut dalam persiapannya, secara aktif.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sambil menunggu dalam kebetean yang luar biasa, aku dan Jos akhirnya sepakat untuk mengadakan bulan madu (yang ke berapa ya?) yang ke sekian kalinya, dan kali ini perjalanannya dilakukan untuk menunaikan salah satu &lt;em&gt;wish&lt;/em&gt;-ku di Toraja. &lt;em&gt;Very supportive ya, my husband&lt;/em&gt; itu, hehehe...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh ya, aku coba menuliskan biaya perjalanan juga, khusus untuk Paula yang katanya akan melakukan perjalanan yang sama kelak. Tulisan2 tentang Toraja ini kudedikasikan khusus buatmu Ul, hehehe...&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LsVVBHLZ9Lk/TySftGxHfXI/AAAAAAAAEgw/awK_XIBtqXE/s1600/IMG02232-20120110-1449.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702858625417444722" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-LsVVBHLZ9Lk/TySftGxHfXI/AAAAAAAAEgw/awK_XIBtqXE/s400/IMG02232-20120110-1449.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Di Makasar kami makan Coto Makasar. Nah, coto bukan soto loh, dan yang namanya coto itu penuh daging kaya begini niihhh...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sampai di Makasar (tiket pesawat+&lt;em&gt;boarding pass&lt;/em&gt; Rp 40.000,-), kami langsung pergi ke terminal Daya. Ada beberapa cara untuk mencapai terminal ini: dengan taxi (Rp 60.000,-), dengan DAMRI (Rp 15.000,-), atau dengan &lt;em&gt;shuttle bus&lt;/em&gt; bandara ke &lt;em&gt;plengkongan&lt;/em&gt; (gratis), lalu dari situ cari angkot ke terminal (Rp 3.000,-an). Dari terminal Daya kami naik bus Litha (Rp 110.000,-/orang) yang cukup nyaman karena datang tepat waktu dan langsung berangkat meskipun penumpangnya belum penuh. Dan bus ini mau mengantarkan kita sampai hotel tujuan, baek itu di Rantepao, atau di Makale. Aku dan Jos diantarkan langsung ke hotel Indra Toraja (sekitar Rp 250.000,-/ malam) tempat kami menginap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang luaaarrr biasa indah. Sawah-sawah terhampar luas, dengan latar belakang tebing dan kerbau-kerbau sebagai cameonya. Kayanya kamera &lt;em&gt;ica-icaan&lt;/em&gt; kaya punyaku ini ga pantas buat mengabadikan alam yang mempesona itu... kamu pergi sendiri dan lihat langsung, pasti akan terkagum-kagum dengan keindahannya :)&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-izvWvjfbrjU/TySfsg2CAtI/AAAAAAAAEgk/UtjFwyEXKlE/s1600/DSC00856.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702858615237509842" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-izvWvjfbrjU/TySfsg2CAtI/AAAAAAAAEgk/UtjFwyEXKlE/s400/DSC00856.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Sawah luas membentang dengan kerbau sebagai tokoh utama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-52giCIM38yQ/TySfsSxW3uI/AAAAAAAAEgY/oQIjee0r0dA/s1600/DSC00783.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702858611459808994" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-52giCIM38yQ/TySfsSxW3uI/AAAAAAAAEgY/oQIjee0r0dA/s400/DSC00783.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ini salah satu foto favoritku, gereja dengan latar belakang tebing dan langit biru. Seperti gambar-gambar yang suka ada di buku panduan sulam kruistik itu loh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; :p&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di kawasan sekitar Makasar, kita akan menjumpai pemandangan sawah dengan latar belakang rumah panggung tradisional Makasar. Sementara di Toraja, kita akan menjumpai hamparan sawah berlatar belakang rumah berbentuk Tongkonan dan tebing batu. &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Se_3XNO5g7o/TySfD5joirI/AAAAAAAAEgQ/d9h9a0q2lHk/s1600/DSC00857.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702857917496593074" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-Se_3XNO5g7o/TySfD5joirI/AAAAAAAAEgQ/d9h9a0q2lHk/s400/DSC00857.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Just beautiful, ga ada kata lain. Jauh lebih indah lagi kalo mata ga dibatasi dengan frame kaya foto ini... &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hQAgH8sMISo/TySfDSmpYjI/AAAAAAAAEgA/b5ZWy6bvumg/s1600/DSC00924.JPG"&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702857907040248370" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-hQAgH8sMISo/TySfDSmpYjI/AAAAAAAAEgA/b5ZWy6bvumg/s400/DSC00924.JPG" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Kalo ini pemandangan dari atas, kuambil di perjalanan menuju Loko’ Mata, Batutumongga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perjalanan bus mulai pukul 1 siang itu berlangsung terus sampai malam harinya. Yang paling membuat menderita adalah kami harus menahan pipis sepanjang perjalanan. Belakangan aku baru tau, kalo sudah kebelet, kita bisa aja &lt;em&gt;coel&lt;/em&gt; supir dan dia akan mengusahakan berhenti di pom bensin atau restoran terdekat, hehehe... pukul 9 malam, aku menoleh ke luar dan pemandangan mulai berganti.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meskipun gelap, aku bisa melihat bahwa di sekitar kami, rumah panggung beratap pelana sudah hilang, digantikan dengan rumah panggung yang mirip dengan rumah adat Batak itu, rumah adat khas Toraja: tongkonan. Wah, kami sudah sampai Makale.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku dan Jos turun di Rantepao sesuai dengan titah Amel. Karena sudah malam, kami berjanji akan bertemu Amel besok harinya saja, sekalian pergi ke gereja sama-sama. Oya, mayoritas agama suku Toraja adalah Kristen, sebagian lagi beragama Islam atau menganut kepercayaan Aluk Todolo yang menyembah leluhur. (Aku masih merasa agak aneh dengan kepercayaan menyembah leluhur ini. Hari Rabu yang lalu, saat seorang teman baru dari Vietnam mengaku kalo dia tidak memiliki agama, tapi berdoa kepada nenek moyangnya, aku bengong!) &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wSowAeUFN2M/TySfDBgUW5I/AAAAAAAAEf0/2FSo5p-A460/s1600/DSC00596.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702857902450301842" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-wSowAeUFN2M/TySfDBgUW5I/AAAAAAAAEf0/2FSo5p-A460/s400/DSC00596.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Gereja Toraja di kota Rantepao&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Besoknya kami berangkat ke gereja bersama Amel. Gerejanya lumayan jauh, di Rantelemo, hampir sampai ke Makale. Untungnya kebaktiannya berbahasa Indonesia, dengan sedikit-sedikit lelucon pak pendeta yang berbahasa Toraja. Kayanya leluconnya lucu karena semua orang tertawa, tapi karena ga ngerti, aku dan Jos cuma bengong aja... ditambah dengan kostum &lt;em&gt;casual&lt;/em&gt; kami, sementara orang2 lain berpakaian rapi khasnya mau ke gereja, jadilah kami makhluk2 aneh dari dunia lain, xixixi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pulang dari gereja kami mencari makan untuk Jos. Kalo dikatakan ‘untuk Jos’ di sini, berarti menunya harus berprotein dan lemak tinggi dan harus banyak. Amel membawa kami ke warung yang menjual menu Pa’piong khas Toraja. Warung ini penampilannya parah, tapi menurut Amel dan Jos, rasa makanannya enak, dan warung ini pernah masuk di salah satu acara kuliner televisi swasta. Berarti memang bagus dong ya? &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nzLjmCYeISw/TySfCmpnp0I/AAAAAAAAEfo/FE4KICGUDEA/s1600/DSC00593.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702857895241557826" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-nzLjmCYeISw/TySfCmpnp0I/AAAAAAAAEfo/FE4KICGUDEA/s400/DSC00593.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Amel, ibu pemilik toko, dan Jos memilih menu untuk dibungkus&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang unik, seperti pernah diulas Mba Nana juga, Toraja memiliki bumbu-bumbu khusus yang susah ditemukan di tempat lain. Ada &lt;em&gt;lada katokkon&lt;/em&gt;, cabe berbentuk paprika yang katanya pedas sekali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atau daun berwarna ungu ini, yang menurut Amel menjadi bumbu untuk memasak Pa’piong yang dimakan Jos. Semak ini tumbuh liar di Toraja, tapi tidak di tempat lain&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RN80JJ0o9Po/TySfCXGMxZI/AAAAAAAAEfc/Wa-ta8xvTbw/s1600/DSC00585.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702857891066463634" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-RN80JJ0o9Po/TySfCXGMxZI/AAAAAAAAEfc/Wa-ta8xvTbw/s400/DSC00585.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Daun miana, tumbuh liar di Lemo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekilas cerita di balik perjalanan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh iya, dulu waktu aku lulus tahap pertama ADS dan menunggu hasil wawancara (tahap kedua), aku pernah bermimpi begini: Aku naik pesawat yang mengantarkanku ke Australia. Ketika pesawat mendarat, aku turun dan melihat pemandangan alam yang mirip Indo, dengan penduduk yang mirip2 juga parasnya dengan orang Indo, tapi dengan bahasa yang tidak kumengerti. Aku terus berjalan melihat dunia yang baru bagiku, sampai tiba-tiba aku mendengar suara pemberitahuan kalo saat itu, di bandara, sebuah pesawat ke Australia akan melanjutkan penerbangan. Itu pesawatku! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Loh? Bukannya udah sampai? Padahal aku sudah berjalan jauuuhhh banget. Aku berlari-lari ke bandara tapi pesawatnya sudah hilang. Ternyata pesawat ke Australianya transit di Makasar, gila ga sih? Dan aku dengan bodohnya mengira bahasa Makasar sebagai bahasa Australia, wkwkwkwkk... Bahkan di dalam mimpi pun aku bisa ketinggalan pesawat, hahaha... dan di dalam mimpi aku gagal berangkat ke Oz, gara-gara jalan-jalan di Makasar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalo dipikir sekarang, mimpi itu kayanya manifestasi perasaan cemasku saat itu. Aku takut kalo ga lolos di tahap keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa transit di Makasar? Karena setiap pesawat ke arah Timur Indo transit di sana, hahaha... Karena kadung udah jadi mimpi, biar mirip, sekalian aja pergi ke Sulawesi sebelum berangkat, hehe... Waktu kuceritakan ke Jos sebelum kami berangkat ke Toraja, dia sempat melarang pergi (takutnya itu firasat buruk gitu). Tapi mimpi kan cuma bunga tidur ya? Aku memang tertunda berangkat ke Oz dan jalan-jalan di Sulawesi, tapi toh aku sudah sampai Brisbane, xixixi...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petualangan di Toraja berlanjut di postingan berikutnya... By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-1286797822579154725?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/1286797822579154725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=1286797822579154725&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1286797822579154725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1286797822579154725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2012/01/toraja-menuju-kuburan-batu.html' title='Toraja, Menuju Kuburan Batu'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-U94vXpUlTiY/TySftZ6UwkI/AAAAAAAAEg4/6Vd3GcIOizc/s72-c/DSC00785.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-5487517148007635720</id><published>2012-01-22T08:19:00.010+01:00</published><updated>2012-01-25T15:22:20.524+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Australia'/><title type='text'>Posting Pertama di Benua Lain</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JpdJOInvPU4/TyAD8Nnoe2I/AAAAAAAAEfQ/By-u9xp-Ubk/s1600/DSC01227.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-JpdJOInvPU4/TyAD8Nnoe2I/AAAAAAAAEfQ/By-u9xp-Ubk/s400/DSC01227.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561461233974114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Matahari terbit di perjalanan menuju Sidney. Barbara benar, cantik, sayang gurun di bawahnya ga kelihatan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya sampe juga di Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, kota tempat aku akan menghabiskan kurang lebih 1 tahun ke depan untuk menuntut ilmu. Brisbane adalah kota paling padat ketiga di Australia (setelah Melbourne dan Sidney) meskipun kota ini hanya berpenduduk sekitar 2 juta orang (coba bandingkan dengan Indonesia, jauh banget deh) saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 18 Januari, setelah luntang-lantung ke sana kemari menghabiskan waktu penantian keberangkatan, akhirnya malam itu pukul 21.00 WIB, Qantas mengantarkanku ke benua lain. Termasuk telat kalo dibandingkan dengan anak ADS lainnya memang, karena mereka sudah jauh lebih dulu berangkat, mungkin malah ada yang sekarang sudah akan memasuki masa perkuliahan, sementara aku baru mendarat tanggal 19 Januari dan masih harus menjalani masa IAP (Introductory Academic Program) yang kurang lebih isinya tentang persiapan sebelum masuk perkuliahan yang sebenarnya. Di IAP kami diberi gambaran situasi kuliah, bagaimana seminar, bagaimana tutorial,&lt;i&gt; culture shock&lt;/i&gt;, presentasi, &lt;i&gt;enroll &lt;/i&gt;mata kuliah, dll deh.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nt5_KoriRRE/TyAD7uo7pfI/AAAAAAAAEfE/HR_sNV5n4Dk/s1600/DSC01259.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nt5_KoriRRE/TyAD7uo7pfI/AAAAAAAAEfE/HR_sNV5n4Dk/s400/DSC01259.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561452917925362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Brisbane dari atas pesawat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pesawat Qantas yang kami naiki sampai di Sidney jam 3 pagi waktu Jakarta, yang di Sidney ternyata sudah jam 7-an, wew, beda 4 jam... badan masih dalam &lt;i&gt;mode &lt;/i&gt;tidur malam, tapi seluruh indera lain sudah merasakan nuansa pagi hari. Agak bingung juga sih (dan ini perlu ditebus tidur panjang sampai jam badanku normal lagi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah &lt;i&gt;transit &lt;/i&gt;di Sidney 3 jam, dan perjalanan lewat udara lagi selama 1,5 jam, akhirnya sampai juga di SUNSHINE STATE, alias Queensland, dan menginjakkan kaki di Brisbane, horaaayyyyy...&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-snlSuN0Qshg/TyAD7bFA1HI/AAAAAAAAEe4/WO1kJVPv4Ew/s1600/DSC01265.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-snlSuN0Qshg/TyAD7bFA1HI/AAAAAAAAEe4/WO1kJVPv4Ew/s400/DSC01265.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561447666996338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Dijemput di bandara oleh perwakilan dari ISS (International Student Service) QUT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami dijemput di bandara oleh perwakilan dari ISS QUT, dan aku minta diantar ke alamat 4 temanku yang lain karena senior kami yang baik hati (Mas Dwi dan Mas Beli) memutuskan untuk menyambut kami dengan makan siang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri mas Dwi pinter masak deh, dan untuk pertama kalinya aku mencicipi nasi Australia, hehehe... dan ayam gulai Australia, dan bolu Australia, dan sirup Aus... sudah cukup. Intinya masakan Indonesia tapi bahannya dibeli di sini, xixixi... aku pikir, kalo menunya begitu terus, aku pasti tahan hidup di sini sampe kapan pun :p (pertanyaannya: sanggup ga bikin menu yang begitu?? Hayooo...)&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zuaQEq7IE78/TyADiq60bKI/AAAAAAAAEes/o_Fj5Kbk_cU/s1600/DSC01280.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zuaQEq7IE78/TyADiq60bKI/AAAAAAAAEes/o_Fj5Kbk_cU/s400/DSC01280.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561022422477986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Rumah salah satu senior tempat kami di-drop&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para senior itu (terutama yang bawa keluarga) lebih memilih sewa rumah yang punya 1 atau 2 kamar, trus menyewakan kamar yang kosong ke orang lain. Foto di atas itu gambaran rumah yang disewa senior yang berkeluarga. Atau sewa rumah besar yang didalamnya ada beberapa unit, trus tiap unitnya disewakan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Enaknya sewa rumah tipe seperti ini: kita bisa merasa bebas karena kitalah sang tuan rumahnya kan? Tapi ga enaknya, apa2 mesti urus sendiri: bersihin dapur, taman, cuci kain. Belum lagi kalo ga ada yang sewa unit kita yang lain, nah, malah jadinya nombok kan?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara ini aku menyewa kamar dari senior yang menyewa 1 rumah. Tapi, mungkin nanti aku pindah untuk coba tinggal di tempat lain buat ganti suasana kalo bosan. Sementara ini, belum bosen sih :p&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UUDn7Z3dvT4/TyADiDgYJII/AAAAAAAAEeg/9fNP8JhHT8M/s1600/DSC01292.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UUDn7Z3dvT4/TyADiDgYJII/AAAAAAAAEeg/9fNP8JhHT8M/s400/DSC01292.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561011842589826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Lingkungan sekitar rumah tempat tinggalku di East Brisbane, dekat dengan shelter bus &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JA7Ev27shHU/TyADhz37vqI/AAAAAAAAEeU/4DLhRWQ0Hvo/s1600/DSC01294.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JA7Ev27shHU/TyADhz37vqI/AAAAAAAAEeU/4DLhRWQ0Hvo/s400/DSC01294.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701561007646424738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Bersih dan tertata rapi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Brisbane itu biru dan indah deh... Harusnya dapet julukan &lt;i&gt;Sunshine City&lt;/i&gt; juga. Tapi asal ga datang musim banjir aja, hedeh, &lt;i&gt;image&lt;/i&gt; birunya bisa hancur berantakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat menunjukkan betapa biru dan indahnya Brisbane, khusus posting yang ini aku tunjukin foto-foto dulu deh... kameranya kamera Sony biasa dan bukan DSLR jadi harap maklum akan kualitasnya :p Foto-fotonya kuambil di sepanjang perjalananku menuju kampus.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-g3wcKTUDEc4/Tx_5nBtbH1I/AAAAAAAAEcE/9W_wFg9ukUA/s1600/DSC01300.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-g3wcKTUDEc4/Tx_5nBtbH1I/AAAAAAAAEcE/9W_wFg9ukUA/s400/DSC01300.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701550102143508306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Gereja ... (lupa namanya, nanti kalo sudah tahu kutambahkan deh)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xBVE7unU_Ds/Tx_5ktK-0PI/AAAAAAAAEb8/Yz9R9UhTrok/s1600/DSC01303.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xBVE7unU_Ds/Tx_5ktK-0PI/AAAAAAAAEb8/Yz9R9UhTrok/s400/DSC01303.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701550062270599410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Jalan setapak menuju Goodwill Bridge &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KWZSvLHbf6I/Tx_5kJmuPsI/AAAAAAAAEbs/2K7w0jEQBEY/s1600/DSC01307.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KWZSvLHbf6I/Tx_5kJmuPsI/AAAAAAAAEbs/2K7w0jEQBEY/s400/DSC01307.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701550052723277506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; Goodwill Bridge, begitu sampai di seberang jembatan, aku sudah berada di kompleks kampus QUT &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-s35ljGqrARo/Tx_5j6iBgRI/AAAAAAAAEbc/ZH9NVNyn-6g/s1600/DSC01323.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-s35ljGqrARo/Tx_5j6iBgRI/AAAAAAAAEbc/ZH9NVNyn-6g/s400/DSC01323.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701550048677036306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span &gt; QUT terlihat dari jembatan, di tepian sungai Brisbane &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fUZntceMMkk/Tx_5jpVGoUI/AAAAAAAAEbU/GaesILCcxOQ/s1600/DSC01325.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-fUZntceMMkk/Tx_5jpVGoUI/AAAAAAAAEbU/GaesILCcxOQ/s400/DSC01325.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701550044059443522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemandangan kampus di dekat gedung A dan B. Di samping kiri ada Botanical Garden.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well, 1 tahun ke depan mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar. Lulus dengan nilai baik, dan memenuhi &lt;i&gt;wishing lists&lt;/i&gt; yang menanti. &lt;i&gt;Hey, I’m Brisbaners now&lt;/i&gt;... :p By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-5487517148007635720?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/5487517148007635720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=5487517148007635720&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5487517148007635720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5487517148007635720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2012/01/posting-pertama-di-benua-lain.html' title='Posting Pertama di Benua Lain'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JpdJOInvPU4/TyAD8Nnoe2I/AAAAAAAAEfQ/By-u9xp-Ubk/s72-c/DSC01227.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-5335184074222037546</id><published>2012-01-06T03:44:00.008+01:00</published><updated>2012-01-06T04:21:50.208+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>To Kill Two Birds with A Stone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejujurnya, beruntung sekali Jos datang, jadi aku punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;partner &lt;/span&gt;untuk mewujudkan beberapa keinginan lagi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wishlist&lt;/span&gt;ku. Sebenarnya dua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wishes &lt;/span&gt;yang ini ga susah-susah banget, malah kaya ngebalik jempol deh gampangnya, dan aku sudah punya kesempatan ini dulu waktu pergi ke Taman Safari bareng Raizan dan teman2 gempa, tapi waktu itu pake acara jaim kayanya jadi ga pede deh nunjukkin ke mereka kalo aku sebenarnya kepengen bangeeetttt... naik  gajah...! (ya elah Mba, haree gini baru naek gajah, telat amat) (w.l. no. 126) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9Z7QIY3BY-M/TwZkczBTg6I/AAAAAAAAEbM/dsprNJEw8rY/s1600/DSC00410.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9Z7QIY3BY-M/TwZkczBTg6I/AAAAAAAAEbM/dsprNJEw8rY/s400/DSC00410.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694349224751367074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Naek gajah... gajahnya namanya Suci, dan dia manut banget sama instrukturnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suci bawa aku puter-puter lapangan sekitar. Cuma jarak dekat aja sih, karena yang ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trip &lt;/span&gt;irit :p. Tapi klo mau, kita bisa dapet perjalanan panjang keliling Taman Safari naik gajah lain yang lebih terlatih, dengan trip khusus seharga Rp 250.000, 00 dan bener-bener bisa puas ngabisin waktu berayun-ayun di punggung si hewan besar bertelinga lebar ini. Khusus tripku cuma kena Rp 15.000, 00 per orang (bukan per gajah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara keseluruhan, pergi ke Taman Safari rasanya sama dengan pergi ke kebun binatang mana pun juga yang koleksi hewannya lengkap: kagum. Iya, kan jarang-jarang bisa lihat hewan buas yang biasanya ada di rimba dan membawa teror itu dengan jarak yang begitu dekat tanpa takut kena terkam :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Selalu paling kagum deh sama singa, apalagi yang gayanya kaya gini: &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0qrt1ZmD4Zs/TwZkcvl95ZI/AAAAAAAAEa8/gcZWELVDHqg/s1600/DSC00356.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0qrt1ZmD4Zs/TwZkcvl95ZI/AAAAAAAAEa8/gcZWELVDHqg/s400/DSC00356.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694349223831397778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Songong banget ya gayanya kaya yang punya Taman Safari aja... hehe…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pernah baca/ nonton dimana gitu, katanya antara singa jantan itu ada persaingan kekuasaan dan siapa yang paling raja gitu deh... jadi akan ada singa yang superior (yang gayanya kaya si singa di atas itu) dan yang lain jadi inferiornya, biasanya sendirian dan menjauh dari gerombolan. Tanpa singa betina juga karena yang betina biasanya ada di sekitar singa jantan jagoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi waktu di Taman Safari ini aku liat ada dua singa duduk deket-deketan tuh, sama singa-singa betinanya sekalian malah. Mungkin hukum rimbanya udah ga berlaku di kebun kali ya, (jadi hukum kebun gitu, hehe), secara mereka udah senasib sepenanggungan dari jaman kapan. Trus mana kita tau kalo itu singa yang tadi duduk sampingan ternyata kakak adik, sodaraan, ato malah sodara kembar (mulai ngelantur). Ya, dan sebagai sesama singa perantauan kan memang harus akur (ngelanturnya keterusan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eh, kami beruntung loh, kali ini ikut bus yang dibawa oleh orang yang lama jadi pelatih harimau, auuummm.. Si Bapak ngerti banget tentang Taman Safari dan hewan-hewannya, jadi kami tanya-tanya aja terus, daripada si Bapak bosen bawa mobil keliling 5 kali sehari muterin yang itu-itu juga, hehehe... &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-o7wUeAp4Po4/TwZkbxOIhhI/AAAAAAAAEa0/3uzuI-6ziWc/s1600/Dewa%2BIndia.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-o7wUeAp4Po4/TwZkbxOIhhI/AAAAAAAAEa0/3uzuI-6ziWc/s400/Dewa%2BIndia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694349207088432658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt; Sapi India, kata si Bapak sih, ini sapi yang jadi perlambang dewa di India itu... Sapi yang sebelah kanan, adalah sapi jantan, ketahuan karena dia punya tanduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si Bapak jelasin macam-macam, hewan yang melintas, kebiasaan di Taman Safari, bahkan gaji beliau. Si Bapak digaji per hari, jadi bebas mau masuk kapan aja. Kalo masuk dapat gaji, kalo ga masuk ya ga dapet gaji, gitu doang… tapi kalo dihitung-hitung gajinya, dibanding dengan resiko pekerjaannya aku rasa ga cukup laahh... Si Bapak ini pernah kena gigit harimaunya loh, dan masih tertinggal bekas di kakinya… salah satu rekannya malah tewas saat dikeroyok hewan2 rimba dulu sekali, dan hanya 1 lengannya saja yang masih dalam kondisi tidak tercabik, hiiii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai pihak Taman Safari, kiranya kalian mau menaikkan gaji para pelatih hewan berbakat ini supaya mereka tetap betah dan tidak berpikir untuk mencari mata pencaharian lain… &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nKuPklQK7oM/TwZkbvJqpUI/AAAAAAAAEak/8wuFgGV_BkQ/s1600/Gajah%2BPemulung.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nKuPklQK7oM/TwZkbvJqpUI/AAAAAAAAEak/8wuFgGV_BkQ/s400/Gajah%2BPemulung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694349206532826434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gajah petugas kebersihan, dilatih untuk memungut sampah, xixixi, lucu banget yaa… sampah yang dipungut otomatis masuk keranjang. Nah, kalo yang dipungut uang kertas, kira2 masuk keranjang ato saku pawangnya ya?&lt;/span&gt; :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, si Bapak pengantar kami juga menjelaskan bagaimana dia bisa menjinakkan hewan-hewan buas itu… dia bilang ada triknya loh, dan ini rahasia. Dia punya benda khusus yang bisa membuat si hewan buas takut padanya. Benda yang dipakai sebagai jimat untuk harimau, akan berbeda dengan yang dipakai untuk gajah. Tapi idenya sama, hewan-hewan itu takut dengan benda itu dan akhirnya jadi penurut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, dan setelah tur tentu saja aku akan menunaikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish &lt;/span&gt;nomor selanjutnya, yang sama-sama tentang menunggang hewan. Dan hewan yang kurang beruntung itu adalah: unta &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ZRtowoiZUCs/TwZhVtHHm_I/AAAAAAAAEaY/0bNf-i2jFm0/s1600/DSC00407.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZRtowoiZUCs/TwZhVtHHm_I/AAAAAAAAEaY/0bNf-i2jFm0/s400/DSC00407.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694345804371172338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Keinginanku di daftar nomor 127, menunggang unta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wish di nomor 128 juga tentang menunggang hewan, tapi aku pikir kalian ga akan bisa menebak hewan apa yang ingin kutunggangi itu, hehehe… jangan sebut zebra ya, karena ternyata menurut si Bapak pengantar kami, zebra itu ga bisa ditunggangi karena tulangnya rapuh (dan untungnya aku ga sembarang me-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;list &lt;/span&gt;hewan apa saja dan memasukkannya ke daftar, hahaha, kalo tiba-tiba dulu kudaftarin si zebra gimana cara memenuhinya coba :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan si Bapak juga memberitahu kami kalo ternyata hewan-hewan yang muncul di kandang yang bisa dilihat penonton tur mobil, ternyata belum semua hewan yang ada di taman safari. Ada kandang besar yang melintang di bawah jalan, atau yang ada di belakang kandang, yang isinya hewan-hewan lain dari spesies yang sama di kandang si hewan. Makanya jika kamu melihat ada 1 atau 2 hewan (yang dapat giliran untuk dilepas) yang ngotot sekali pengen masuk kandang, kira-kira mereka ingin bertemu teman-temannya, atau pengen makan siang di kandang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi malah ada satu hal yang kulakukan yang menurutku lebih menyenangkan daripada sekedar menunaikan daftar keinginan, yaitu yang satu ini: &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Fy_eytPn79Q/TwZhVaMvHUI/AAAAAAAAEaM/CHFG_hnQWZw/s1600/381863_2609326645306_1619162354_32335924_1932572772_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Fy_eytPn79Q/TwZhVaMvHUI/AAAAAAAAEaM/CHFG_hnQWZw/s400/381863_2609326645306_1619162354_32335924_1932572772_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5694345799294459202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mangku harimau, ya ampuuuunnn, senang banget, kaya ketemu Enjoy lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku senang sekali bisa memangku si harimau, sampe tanpa sadar aku belai kepalanya dan aku tepuk-tepuk seperti biasanya aku menidurkan Enjoy di pangkuanku, xixixi… sempat kena marah pawangnya, karena kata si pawang, si harimau ga suka kalo tangannya ditepuk-tepuk, eee… maaf… dan apesnya lagi batere kamera habis, batere BB habis, dan akhirnya harus bergantung pada kamera HP Jos, hasilnya kurang bagus meskipun masih bisa dilihat. Yah, yang penting ke Taman Safari senang-senang deh, dan daftar di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wishlist &lt;/span&gt;beres sekali 2 buah, hehehe… FYI, aku sedang antusias untuk menunaikan 2 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wishes &lt;/span&gt;lagi minggu depan, semoga semua lancar deh :) By: Lady Clara &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-5335184074222037546?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/5335184074222037546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=5335184074222037546&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5335184074222037546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5335184074222037546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2012/01/kill-two-birds-with-stone.html' title='To Kill Two Birds with A Stone'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9Z7QIY3BY-M/TwZkczBTg6I/AAAAAAAAEbM/dsprNJEw8rY/s72-c/DSC00410.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-5284083143591513661</id><published>2011-12-04T11:09:00.006+01:00</published><updated>2011-12-04T12:53:11.575+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Myths'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special Friends'/><title type='text'>Perjalanan ke Pantai Selatan Jogjakarta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qWlc4zZi41M/TttIRbLvHRI/AAAAAAAAEYI/9nmvjAsB4Ms/s1600/Parang%2BTritis.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 225px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682214819049970962" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-qWlc4zZi41M/TttIRbLvHRI/AAAAAAAAEYI/9nmvjAsB4Ms/s400/Parang%2BTritis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Perjalanan ke Selatan Jogjakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Aku kembali ke Parangtritis setelah sekian lama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir ke pantai ini saat aku SMA. Aku sepertinya sudah pernah cerita, kalo saat SMA aku ikut &lt;em&gt;study tour&lt;/em&gt; yang diadakan sekolah kami ke Jogja dan kami mengunjungi beberapa objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan intinya adalah kunjungan ke SMU 3 Jogja, dan kami berjalan-jalan mengunjungi keraton, Malioboro (pastinya), Museum Jogja Kembali, Candi Borobudur (&lt;em&gt;a must&lt;/em&gt;!), Candi Prambanan, Kota Gede (iya, sampai ke sini dan kami melihat para pengrajin meski aku tidak beli apa-apa), Kudus, dan yang ga akan lupa kusebut, Pantai Parangtritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini aku berkesempatan ke Parangtritis lagi, dan hmm.. sepertinya kurang lebih sama dengan yang bisa ku-&lt;em&gt;recall&lt;/em&gt;. Puluhan kios &lt;em&gt;souvenir&lt;/em&gt; berdiri menyambut wisatawan di tepi pantai, menjual banyak sekali barang, dari baju sampai kaca mata. Tidak lupa ada warung-warung makan yang menghadap ke pantai, dan kita bisa menyaksikan ombak besar Samudera Hindia berdebur di pasir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TDI3-nK3N5Y/Tttd4cSkKzI/AAAAAAAAEaA/c9Ko9rp2JlM/s1600/bertiga.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682238579106130738" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-TDI3-nK3N5Y/Tttd4cSkKzI/AAAAAAAAEaA/c9Ko9rp2JlM/s400/bertiga.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;Bersama Atta dan Bu Tuti, dengan latar belakang pantai bertebing, dan ombak besar pantai Selatan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentu semua sudah pada tau, kalo pantai ini salah satu yang paling terkenal di pulau Jawa.. salah satu yang membuatnya makin terkenal adalah mitos angkernya yang bilang kalo pantai ini jadi tempat pertemuan raja-raja Jawa dengan Nyi Roro Kidul, sang penguasa pantai Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya sih, dulunya Nyi Roro Kidul itu salah satu putri Prabu Siliwangi yang bunuh diri karena buruk rupa, yang belakangan justru malah menjelma menjadi seorang wanita yang cantik luar biasa dan menguasai kerajaan khayalan di Pantai Selatan, dan sering menampakkan diri dengan kereta kencana, dan baju warna hijau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang warna hijau ini, ada mitosnya lagi. Kabarnya siapa yang berani-beraninya datang ke pantai Parangtritis dengan baju hijau, akan ditelan oleh ombak, dan mungkin, akan dibawa Nyi Roro Kidul ke kerajaannya untuk dijadikan hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga mitos, jadi ceritanya beredar di masyarakat begitu saja tanpa ada bukti apalagi penjelasan ilmiah tentang orang-orang berbusana hijau yang hanyut di pantai dan tidak ditemukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamaku sendiri yang lama tinggal di Jogja, pernah mengalami kehilangan seorang teman yang bermain di Parangtritis dan mengenakan baju hijau. Temannya terseret ombak dan tidak pernah ditemukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu mitosnya... kalo logikanya mungkin karena warna hijau di dalam air memang lebih susah ditemukan tim pencari ketimbang warna mencolok seperti pink atau merah kali ya... hehe.. yah, percaya ga percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GofdzHNJ--w/Tttd4G-CL9I/AAAAAAAAEZ0/5e6KFyr6fHw/s1600/Imel%2Bloncat.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 225px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682238573382873042" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-GofdzHNJ--w/Tttd4G-CL9I/AAAAAAAAEZ0/5e6KFyr6fHw/s400/Imel%2Bloncat.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Imel dengan baju pinknya, kelihatan menikmati sekali bermain di pantai ya, hehehe...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berempat menikmati pemandangan di pantai yang basah sehabis hujan, dan tentu saja menyalurkan bakat narsis masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Parangtritis memang kita tidak boleh berenang, tapi masih bisa melakukan hal lain yang asik. Salah satunya nyoba naek ATV (All-terrain Vechile), motor yang beroda seperti gokart dan bisa dipakai berkeliling di pasir pantai. Kalo ga, kita bisa naek bendi yang muat 2 orang plus pak pengemudi yang mengendalikan kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalo sore &lt;em&gt;sunset&lt;/em&gt;nya kabarnya indah sekali loh, sayang kami ga sampe sore di sana... yang mau nikah foto &lt;em&gt;prewed&lt;/em&gt; di sini juga oke, hehe... cari &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;site&lt;/em&gt; yang ada tebing-tebing batunya, pasti oke punya. Temen SMA-ku dulu bikin satu foto seperti ini dan bagus banget, dia kelihatan seperti pendekar dari laut Kidul gitu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-o0OViGq40oQ/Tttd3xiOl0I/AAAAAAAAEZo/QcEbXavz9Us/s1600/ATV.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682238567629100866" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-o0OViGq40oQ/Tttd3xiOl0I/AAAAAAAAEZo/QcEbXavz9Us/s400/ATV.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Coba naek ATV (All-terrain Vechile), wohoho, pasti asik...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melihat-lihat Parangtritis, kami kemudian menuju pantai sebelah, Pantai Depok. Di tengah jalan bu Tuti menunjukkan gumuk-gumuk pasir yang terhampar dengan kontrasnya di tengah-tengah pemukiman penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumuk-gumuk itu sangat unik. Jadi ada timbunan pasir, yang warnanya agak abu-abu, mungkin pasirnya pasir vulkanik, dan tiupan angin di gundukan pasir itu lalu membentuk alur-alur dan pola-pola yang teratur, bergelombang atau menyirip. Nah, kata bu Tuti sih, gumuk yang kami lewati sering dipakai untuk lokasi foto &lt;em&gt;prewed&lt;/em&gt; dan juga tempat belajar fotografi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mampir, karena sudah hampir waktunya sholat, dan kami langsung ke gerbang pantai Depok dan mereka kemudian menunaikan sholat di salah satu masjid sana. Aku langsung menuju pantai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pantai Depok juga ada banyak ATV, dan jauh lebih banyak orang yang bermain di sini karena hujan sudah lama berhenti. Selain itu juga ada penjual layang-layang dan aku mengamati layangan mereka terbang tinggi dan digoyang-goyang oleh angin kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang anginnya terasa lebih kencang di sini, dan pantainya lebih curam di daerah sekitar gerbang utama pantai... tapi makin ke Barat pantainya kembali landai dan aku lihat anak-anak bermain bola tangkap dan sepak bola. Beberapa malah minta berfoto bareng aku dan Imel, halah halah... berasa jadi turis banget, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pmLxda1EDWw/Tttd3bfDNqI/AAAAAAAAEZc/o_BLprDYxqU/s1600/Kapal%2BPantai%2BDepok.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682238561710192290" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-pmLxda1EDWw/Tttd3bfDNqI/AAAAAAAAEZc/o_BLprDYxqU/s400/Kapal%2BPantai%2BDepok.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Kapal nelayan di sepanjang pantai Depok...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak kulihat di Parangtritis, yaitu kapal-kapal nelayan ini. Kapal-kapal ini sedang dilabuhkan karena belum saatnya beroperasi. Herannya para nelayan yang punya kapal kelihatan berkeliaran di sekitar kapal mereka juga.. hmm, kapan mereka istirahatnya ya? Kan malam harus melaut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Depok ini sepertinya memang tempat untuk transaksi/ jual beli ikan. Dengan fungsi ini, wajar saja kalo aroma di pantai ini agak kurang sedap karena bercampur dengan bau amis ikan dan hasil laut lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, Imel menghampiri salah satu nelayan dan mereka menjual... &lt;strong&gt;HIU&lt;/strong&gt;!!! Hehehe... hiunya berbadan mini, tapi aku ga yakin itu anak hiu. Kemungkinan sih, memang spesies hiu lokal yang berbadan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebelum pulang, kami makan di salah satu rumah makan yang menghadap ke pantai, dengan menunya: tentu saja&lt;em&gt; sea food&lt;/em&gt;, hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FTcDfzQFLTo/Tttd3GE1iMI/AAAAAAAAEZQ/AuA3OuRlKMo/s1600/DSC00190.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682238555963099330" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-FTcDfzQFLTo/Tttd3GE1iMI/AAAAAAAAEZQ/AuA3OuRlKMo/s400/DSC00190.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;Ampun DJ, kerangnya banyak sekaliiiiii...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pesan kerang 1 porsi dan percaya deh... porsinya banyak sekali sampai kami terpaksa membawanya pulang. Tapi rasanya lumayan lah, meskipun jauh jika dibandingkan dengan saus tiramnya warung &lt;em&gt;sea food&lt;/em&gt; langgananku di Kemayoran :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang, kami pun bersiap-siap untuk pulang dan mungkin akan mampir ke kota untuk membeli bapia. Hmm, aku mau beli 5 kotak untuk teman-temanku di kantor. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-5284083143591513661?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/5284083143591513661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=5284083143591513661&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5284083143591513661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5284083143591513661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/12/perjalanan-ke-pantai-selatan-jogjakarta.html' title='Perjalanan ke Pantai Selatan Jogjakarta'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qWlc4zZi41M/TttIRbLvHRI/AAAAAAAAEYI/9nmvjAsB4Ms/s72-c/Parang%2BTritis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-1816057235805094961</id><published>2011-11-26T14:23:00.004+01:00</published><updated>2011-11-26T15:25:08.805+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special Friends'/><title type='text'>Mengintip Caty’s House</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ZhvpHt_7q8c/TtDsUrOdCvI/AAAAAAAAEXA/gIrOtJJRygE/s1600/Caty%2527s%2BHouse%2B6.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679298970059082482" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-ZhvpHt_7q8c/TtDsUrOdCvI/AAAAAAAAEXA/gIrOtJJRygE/s400/Caty%2527s%2BHouse%2B6.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;Pucuk dicinta ulam tiba..&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bulan Agustus kemaren aku baca tulisan bu Tuti tentang Caty’s House yang &lt;em&gt;go public&lt;/em&gt;, dan berharap bisa menginap di sana kalau saja ada perjalanan dinas ke Jokja, ehhh.. kesampaian, huhuyy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari beberapa waktu yang lalu, aku dapat undangan untuk mengikuti konfrensi di Jokja dari IHS Rotterdam via email. Acaranya sendiri akan berlangsung di kampus UGM, dan tentunya semuanya sudah pada tau kalo UGM ada di Jokja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu dan yang pertama terpikir adalah: bisakah aku mengintip Caty’s House untuk satu dan dua hari, hahaha.. kesampaian, kesampaian, bener-bener deh.. ;) (loncat-loncat senang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak pesimis juga waktu meng-sms bu Tuti sebelum datang ke Caty’s House, karena homestay yang satu ini terus-terusan penuh tamu dan aku takut saat kami pesan kamar ke sana semua kamar sudah penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Dewi Fortuna sedang baik hati, waktu itu bu Tuti bilang masih ada kamar untuk kami, horeee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahhh, kesampaian juga menginap di Caty’s House dan yang lebih mengejutkan dan menyenangkan lagi, kami mendapat diskon harga kamar khusus bulan promo dan sekaligus ‘harga teman’, hehehe.. harganya bener-bener memuaskan, jadi ga akan rugi menginap di Caty’s House.. ini belum menyebutkan pelayanannya yang luar memuaskan, bener-bener berasa di rumah ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home Sweet Home, Far Away From Home --&amp;gt;; Itu bukan hanya slogan loh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama aku tunjukkan kamar kami:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TS7UW8GoiRs/TtDsU3LykQI/AAAAAAAAEXM/exhkc2taVtk/s1600/Caty%2527s%2BHouse%2B5.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679298973269135618" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-TS7UW8GoiRs/TtDsU3LykQI/AAAAAAAAEXM/exhkc2taVtk/s400/Caty%2527s%2BHouse%2B5.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;Sebenarnya sejak awal sudah mengincar kamar ini, hehe, dan benar-benar cantik secantik di homepage-nya&lt;/em&gt; (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kamarnya bersih, nyaman banget (bikin pengen tidur lebih cepat), sejuk dengan AC, dengan handuk tersedia layaknya di hotel, perlengkapan mandi lain di kamar mandi (kamar mandi yang lengkap dengan &lt;em&gt;shower&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;heater&lt;/em&gt; itu), air mineral, lemari dengan banyak laci yang tentunya cukup buat menampung barang-barangku dan Imel yang seabrek-abrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang tempat favoritku di dalam rumah tentunya adalah sofa ini:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-l0kvkLy2N3I/TtDsVfYV7ZI/AAAAAAAAEXY/3cuG26KUeuQ/s1600/Caty%2527s%2BHouse%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 252px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679298984059202962" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-l0kvkLy2N3I/TtDsVfYV7ZI/AAAAAAAAEXY/3cuG26KUeuQ/s400/Caty%2527s%2BHouse%2B4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Sofa favoritku di Caty’s House, persis di depan TV, jadi pas banget buat nonton Sea Games&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kalo sedang di UGM, pikiranku berkali-kali melayang ke sofa ini.. berharap bisa cepat pulang dan duduk melingkar-lingkar (&lt;strike&gt;kaya ular di pagar di pagar pak Umar&lt;/strike&gt;) dan menonton Sea Games. Tau aja kan waktu itu tim Garuda Muda sedang bagus-bagusnya, belum lagi para pebulutangkis kita yang oke-oke berjuang menaklukkan lawan-lawannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih mantap lagi, di depan tivi sini bisa nonton sambil maen internetan (WIFI &lt;em&gt;on&lt;/em&gt; looohhh) dan juga sambil ngobrol dengan Ka Chef Atta.. &lt;em&gt;Multitasking&lt;/em&gt; banget ga sih? Huahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kalo sofa udah berantakan dan ga muat lagi didudukin, pindah ke karpet yang ga kalah empuk. Imel malah pake acara &lt;em&gt;sit-up&lt;/em&gt; pagi di karpet inih, hahaha, harusnya aku foto buat jadi barang bukti :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WeBq31f2-4U/TtDsVv-s4II/AAAAAAAAEXk/pBGI23g9bGM/s1600/Caty%2527s%2BHouse%2B3.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679298988515057794" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-WeBq31f2-4U/TtDsVv-s4II/AAAAAAAAEXk/pBGI23g9bGM/s400/Caty%2527s%2BHouse%2B3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;em&gt;Saat-saat makan yang menyenangkan.. bersama bu Tuti sang owner dan Atta Ka Chef&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang ga bisa ga disebut tentunya dan pastinya adalah si koki handal kita Ka Chef Atta (baca: Kasep Atta --&amp;gt; kami di bawah ancaman ga dimasakin sarapan jadi terpaksa panggil Atta dengan sebutan ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka Chef Atta akan selalu siap dengan menu sarapan pagi yang beragam. Kalo ga mau menu nasi goreng coba di&lt;em&gt;request&lt;/em&gt; aja menu lain pake panggilan Kasep, mungkin Atta juga mau masakin sarapan aneka rupa kalo rayuannya maut, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka Chef juga siap memasakkan makan siang dan makan malam ala Prancis atau Italia (tergantung tamunya mau panggil Kasep apa ga, xixixi), sebab Ka Chef kita ini berpengalaman memasak di restoran-restoran taraf internasional jadi menunya pasti variatif, mantep deh pokoke... Tarif makan pagi &lt;em&gt;include&lt;/em&gt; tapi tarif makan malam/ siang &lt;em&gt;exclude&lt;/em&gt;, tapi jangan kuatir harganya juga memuaskan pelanggan (ya kan Bu?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EmvdxXzDtIc/TtDsWMkrZQI/AAAAAAAAEXw/Uehbm-Sgn6U/s1600/Caty%2527s%2BHouse%2B2.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 225px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679298996190536962" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-EmvdxXzDtIc/TtDsWMkrZQI/AAAAAAAAEXw/Uehbm-Sgn6U/s400/Caty%2527s%2BHouse%2B2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Liat gaya Ka Chef masak, wohoho, kalo kamu mau masak juga katanya bisa loh masak bareng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Itu di atas foto Ka Chef kita. Tapi maaf fotonya lagi cengar-cenger gitu soalnya saya fotonya sambil ngomel-ngomel protes, habis saya lagi duduk manis tapi dipaksa buat motoin Ka Chef-nya lagi &lt;em&gt;in action&lt;/em&gt;.. jadi dengan berat hati, jepreeeetttt... baru kali ini saya tau ada koki narsis #menghela nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas lain adalah: foto-foto kapan pun Anda mau.. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2qydFsUkREs/TtDuOb9gWVI/AAAAAAAAEX8/P3m3mD0ogEM/s1600/Caty%2527s%2BHouse.JPG"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679301061905504594" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-2qydFsUkREs/TtDuOb9gWVI/AAAAAAAAEX8/P3m3mD0ogEM/s400/Caty%2527s%2BHouse.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; Bareng Imel dan Ka Chef, bergaya jadi James Bond ala Jokja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang ini....... ehh.. (tiiiiiitttttt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf saudara-saudara, ternyata yang ini bukan bagian dari fasilitas, tapi memang kebetulan tamunya, &lt;em&gt;owner&lt;/em&gt;nya, maupun Ka Chefnya semua punya penyakit akut yang sama yaitu narsis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semua selalu siap kamera dimana pun mereka berada, kecuali Atta yang keliatannya sengaja ga bawa kamera supaya bisa terus ada di dalam foto. Ya iya kan? Yang tukang jepret mana mungkin ada di dalam foto juga (ngomel-ngomel protes tiap jadi tukang jepret, wkwkwk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang bener-bener ini nih: antar jemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalo kamu nginep di Caty’s House, kamu akan dijemput waktu datang dan juga akan diantar kalo pulang nanti. Enak ga sih??? Padahal pesawat kami waktu pulang pagi banget jam 5 berangkat dari &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt;, tapi tetep dianter looohhh... (Senang juga ga jadi jelangkung, datang ga dianter pulang ga dijemput)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo perlu sewa kendaraan untuk jalan-jalan, sang &lt;em&gt;owner&lt;/em&gt; juga mau memfasilitasi untuk mencarikan mobil yang sesuai yang bisa kamu pakai untuk jalan-jalan keliling Jokja yang indah. Asik ya.. yah, kalo ga mau sewa kendaraan juga bisa pake angkutan umum dan juga &lt;em&gt;trans&lt;/em&gt; Jokja yang keliling2 ke banyak tempat wisata menarik, jadi ga masalah buatku dan Imel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sebelnya waktu itu aku dan Imel keliling-keliling Jokja cari &lt;em&gt;laundry&lt;/em&gt;, ehhh.. ternyata di Caty’s House juga ada, dan cepet banget. Dalam 1 hari kita bisa terima baju kita kering, bersih, dan wangi.. hmmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoke &lt;em&gt;well-recommended&lt;/em&gt; deh &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt; yang satu ini, cocok buat kamu yang ingin kenal lebih dekat dengan Indonesia, dan khususnya Jokja. Buat tau lebih banyak tentang &lt;em&gt;homestay&lt;/em&gt; ini kamu bisa kunjungi &lt;a style="COLOR: rgb(0,153,0)" href="http://catyshome.wordpress.com/"&gt;Caty's House&lt;/a&gt; atau buka-buka blog Bu Tuti Nonka yang jadi &lt;em&gt;friend link&lt;/em&gt; blogku, &lt;em&gt;scroll down&lt;/em&gt; aja ke bawah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren udah cerita-cerita tentang Caty's house ke Micha juga dan sepertinya dia juga tertarik (Saya tukang promosi yang bagus kan Bu ;P). Info lain, Caty's House juga sudah kedatangan kru Trans TV dan mudah-mudahan bisa tayang di TV dan yang kebetulan nonton, saya sarankan buat jangan ragu-ragu mencoba ke Caty's House, pasti ga menyesal deh, hehehe.. By: Lady Clara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-1816057235805094961?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/1816057235805094961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=1816057235805094961&amp;isPopup=true' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1816057235805094961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1816057235805094961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/11/mengintip-catys-house.html' title='Mengintip Caty’s House'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ZhvpHt_7q8c/TtDsUrOdCvI/AAAAAAAAEXA/gIrOtJJRygE/s72-c/Caty%2527s%2BHouse%2B6.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-30605086836408349</id><published>2011-11-09T12:07:00.007+01:00</published><updated>2011-11-27T17:24:06.902+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Australia'/><title type='text'>Surat Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kapan ya pertama kali dapet surat cinta? Ah, inget deh, waktu SD, kalo ga salah kelas IV atau V, dapet surat cinta dari adik kelas satu tingkat, namanya Ian, orang Batak juga dan rumahnya di BLK. Kenapa coba ingat hal-hal kecil seperti itu? Hmm, mungkin karena itu surat cinta yang pertama, dan yang pertama selalu yang paling berkesan ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat cinta’ku’ sendiri, yang pertama kutulis itu kutulis gara-gara ospek, sudah pernah kuceritakan di “http://clararch02.blogspot.com/2010/07/masa-orientasi-kejam-pisaaann.html”, senior yang kutulisin surat cinta belakangan ternyata menjadi pacar dari teman baikku, dan surat maut itu berubah jadi bahan olok-olok sepanjang kelas III, hahaha, malang bener deh nasibku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat cinta dari pacar pertama, sangat romantis karena kemasannya satu paket, gabungan cerita-cerita romantis koleksi si dia (yang ga boleh disebut namanya karena Jos pasti marah), dengan lagu-lagu paling romantis masa itu, hmm, salah dua contohnya: &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Accidentally in Love &lt;/span&gt;plus &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;She Will be Loved&lt;/span&gt;-nya Maroon Five. Langsung ketahuan kan sekitar tahun berapa surat cinta yang ini dibuat ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacar yang jadi suamiku sekarang tidak pernah tulis surat cinta… ^%@^*(@^#*)@#&amp;amp;*@^% karena jarinya jempol semua, semua yang di pikirannya ‘diucapkan’ dan tidak ditulis… (-_-‘) Jadi ya susah kalo ingkar janji ga ada buktinya :l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, 1 minggu terakhir ini jadi saat yang menegangkan karena aku menunggu surat cinta versi yang berbeda.. hehehe.. surat cinta dari kampus tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke bulan Agustus yang lalu, tepatnya sampai tanggal 26 Agustus 2011, seluruh penerima beasiswa ADS tahun ini (baik itu 8Weekers, 3Monthers, 6Monthers) terkena &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;deadline &lt;/span&gt;dan wajib memasukkan pilihan kampus masing-masing kepada pihak ADS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, saat kami pertama kali membuat proposal untuk mendapatkan beasiswa, kami dianjurkan sudah memiliki kampus tujuan. Aku sendiri waktu itu memilih QUT (Queensland University of Technology) karena ada satu jurusan master yang sangat tepat untuk kondisiku sebagai orang dengan jurusan teknik arsitektur yang bekerja untuk BMKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qENvcN8zsVI/TrpgnDsbrLI/AAAAAAAAEW0/pIHBbI0h69A/s1600/qut-building.png"&gt;&lt;img style="WIDTH: 170px; HEIGHT: 191px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672952904749395122" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-qENvcN8zsVI/TrpgnDsbrLI/AAAAAAAAEW0/pIHBbI0h69A/s200/qut-building.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic; COLOR: rgb(255,255,51); FONT-WEIGHT: bold"&gt;QUT, kampus idaman ;) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jurusan ini normalnya tidak boleh berubah tapi kampusnya boleh berubah (di tanggal &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;deadline &lt;/span&gt;yang kusebut itu) kalo &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;awardee &lt;/span&gt;merasa dia memiliki pertimbangan yang lebih baik akan universitas tujuan di kemudian hari. Wajar banget karena kami memasukkan proposal pertama di akhir tahun 2010, hampir setahun yang lalu, dan sampai pada tanggal yang tersebut pasti banyak hal berubah dan banyak pertimbangan baru muncul dan mengubah keputusan beberapa orang di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berubah pikiran karena kota tujuan, contoh: Melbourne masih tetap yang paling favorit untuk belajar, mungkin seperti Jokjanya Australia, atau Canberra yang kurang cocok untuk orang yang senang keramaian :D (kayanya Alberth ga masuk kategori ini, jadi cocok lah masuk salah satu kampus di Canberra, ANU, yang terkenal sangat bagus dan Alberth b&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;elongs to that kind of university&lt;/span&gt; ;) pendapatku pribadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang memilih kampus berdasarkan terkenal atau tidaknya, masuk &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;big&lt;/span&gt;-8 atau tidak, ada senior atau teman yang dikenal atau tidak, banyak mahasiswa Indonesia atau tidak :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang memilih kampus berdasarkan musim. Contoh: seorang teman mau bersekolah dimana saja asal empat musim, hahaha... jadi kampus di Queensland tidak masuk hitungan karena musimnya relatif mirip dengan Indonesia. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xii1eHAN2cI/TrpfsCa7NQI/AAAAAAAAEWo/S8OHJVukjLQ/s1600/bonbon-600x400.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 267px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672951890795246850" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-xii1eHAN2cI/TrpfsCa7NQI/AAAAAAAAEWo/S8OHJVukjLQ/s400/bonbon-600x400.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic; COLOR: rgb(255,255,51); FONT-WEIGHT: bold"&gt;Brisbane is back to business, with its future tallest building ‘Bon-bon” which will be there by the end of 2012 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang memilih kampus berdasarkan tempat wisatanya, uh oh, semoga aku bukan termasuk tipe yang ini (x_x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyaknya pertimbangan ini, ADS kemudian memberikan even khusus bagi kami sekitar tanggal 18 Agustus 2011, dimana ada sekitar 40-an kampus dan representatif2nya datang ke Grand Melia di Kuningan dan menyediakan diri untuk menampung semua pertanyaan dari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan acara ini jelaslah bagi kami kampus mana yang akan kami pilih. Beberapa teman berubah kampus karena jurusan yang sama di kampus lain ternyata menyajikan detail yang lebih menarik dari pada kampus pilihan awal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Information Day&lt;/span&gt; ini kami punya waktu sekitar 2 minggu untuk menimbang-nimbang pilihan 1 dan 2 kami, kampus yang kelak akan diproses begitu nilai IELTS kami yang terbaru keluar. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ixa8qE9xUkU/Trpfr68un6I/AAAAAAAAEWc/S6-ICYdIIwU/s1600/Information%2BDay.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672951888789544866" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-ixa8qE9xUkU/Trpfr68un6I/AAAAAAAAEWc/S6-ICYdIIwU/s400/Information%2BDay.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic; COLOR: rgb(255,255,51); FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kira-kira begini suasana ‘Information Day’ &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap dengan pilihan pertama QUT, karena jurusan yang sama di dua kampus lain kurang ‘sreg’ dengan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;background&lt;/span&gt;-ku. Kampus ke-2 setelah QUT (yang kemudian jadi pilihan ke-2ku) lebih fokus ke teknik sipil, sedang kampus ke-3 lebih fokus di ekonomi. QUT satu-satunya yang mengarahkan mahasiswa masternya di &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;field &lt;/span&gt;arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula dengan fasilitas yang lengkap, terutama dalam hal IT-nya, aku yakin QUT bisa sangat membantu mahasiswanya dalam belajar. Satu kali Barbara pernah menunjukkan perpustakaan QUT dalam salah satu kelas &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Cross Culture&lt;/span&gt; kami dan sistemnya memang baik sekali (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;not to mention&lt;/span&gt; desain ruangnya yang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;cozy &lt;/span&gt;dan bikin aku jatuh cinta, hehehe). Belum lagi menurut silabusnya kelas kami akan terdiri atas seminar-seminar dan tentunya tutorial-tutorial, kelas dengan grup kecil, sekitar 10 orang, yang memungkinkan kami belajar lebih intensif. Semoga saja sebaik yang dipromosikan… :) Uh, sangat berharap juga bisa ikut banyak praktek lapangan, mumpung sedang ada di Brisbane yang terkenal punya infrastruktur yang sangat baik, sama baiknya dengan Melbourne. Catatan kecilku: iklimnya Brisbane lebih mirip dengan Indonesia jadi mudah-mudahan lebih relevan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 26 Agustus aku memasukkan pilihan dan deg-degan apakah akan mendapat surat penerimaan atau tidak. Deg-degan karena takut status universitas S1-ku dipermasalahkan, sebab beberapa hari sebelum &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;submit &lt;/span&gt;aku mendengar seorang kawan yang ditolak bahkan sebelum memasukkan dokumen, hanya karena universitas S1-nya swasta dan tidak terdaftar di kampus Australia pilihannya. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Well&lt;/span&gt;, kampusku negeri tapi tetap saja rasa deg-degan itu menghantui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tanggal 13 September 2011 surat cinta itu tiba: aku dapet &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Conditional Offer&lt;/span&gt; dari QUT, horeee… semua rasa cemas sirna, karena surat cinta yang pertama ini cuma berarti satu hal: aku diterima jika IELTS-ku cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal IELTS saat itu aku ga begitu khawatir, karena EAP sendiri program yang sangat bagus sehingga aku merasa aku mendapat banyak kemajuan, terutama dalam &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;listening part&lt;/span&gt;. QUT meminta nilai IELTS 6,0 dengan tidak ada band yang kurang dari 6,0 (menurut web dan booklet) dan aku merasa aku optimis bisa mendapat overall 6,5 (target ADS sendiri adalah angka ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 20 Oktober kemaren kami ikut tes dan sampai tanggal 2 November 2011 kami deg-degan menanti hasil tes yang menentukan lulus tidak lulusnya kami ke kampus impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai menunggu tanggal 2 Nov, beberapa dari kami sadar kalo mimpi-mimpi yang kami bangun berantakan… Tanggal 1 Nov web IELTS sudah bisa diakses dan hampir 50% dari total seluruh peserta ADS 3monthers dan 6monthers gagal meraih target dan harus tes ulang. Benar-benar rekor buat ADS. Kebanyakan kami jatuh di nilai &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;writing&lt;/span&gt;, tidak bisa mencapai &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;band&lt;/span&gt; 6, yang bagi kebanyakan kampus adalah nilai mutlak. Kampus ANU contohnya, mentolerir nilai 5,5 untuk &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;band &lt;/span&gt;lain, tapi ada &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;term&lt;/span&gt;: &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;ielts band score 5,5 for writing is not acceptable&lt;/span&gt;, wew, serem banget… katanya sih ANU itu basisnya emang riset jadi mungkin ketat banget di &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;band&lt;/span&gt; yang itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku? Huhu, sama apesnya, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;writing &lt;/span&gt;5,5, terselamatkan oleh &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;listening &lt;/span&gt;tuh makanya masih bisa dapet overall 6,5. Waktu dapet hasil ielts dan melirik angka 5 berderet dengan koma dan lima lagi yang ga cantik itu, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;down &lt;/span&gt;bener deh rasanya… rasanya rusak berantakan bayangan jalan-jalan di sepanjang Brisbane River, fotoan ama koala, huhu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah tau rasanya diputus pacar? Nah, aku balik ke masa-masa itu… perasaannya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;equal&lt;/span&gt;! Dasar aku ini &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;mellow &lt;/span&gt;betul kayanya, apa-apa diasosiasikan dengan romens. Kayanya sekolah di QUT itu udah jadi keinginan dalam hati, bukan lagi soal akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi aku coba kontak si kampus idaman dan ADS juga, barang kali ada &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;excuse &lt;/span&gt;buat kasus ini. Di &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;conditional offer&lt;/span&gt;-ku sendiri bunyinya: &lt;span style="FONT-STYLE: italic; FONT-WEIGHT: bold"&gt;obtain appropriate ielts score 6,0&lt;/span&gt;, ga berbunyi soal syarat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;minimal band&lt;/span&gt; itu, jadi ada harapan baru buatku. Aku ga tau kenapa &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;offer&lt;/span&gt;-ku beda dengan offer teman QUT-ku yang lain, kemungkinan karena hanya jurusanku yang sama sekali tidak ada tesisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan surat cinta yang terbaru pun datang… :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADS menginformasikan bahwa IELTS yang kudapat memenuhi syarat, dengan kata lain &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;writing&lt;/span&gt; 5,5 tidak dipermasalahkan (konsisten dengan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;conditional offer&lt;/span&gt; dan bukan web). Btw, nanti juga ada IAP 1 bulan yang akan memungkinkanku belajar &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;writing &lt;/span&gt;sebelum masuk perkuliahan. Aku janji akan menebus nilai ini di IAP itu. (janji pada diri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas aku dan QUT akhirnya berjodoh, hehehe… dan rencana mau mengeksplor seluruh sudut-sudut QUT yang ditunjukkan Michael, teman Jermanku, bisa terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Micha itu produk QUT dan dia menunjukkan kualitas QUT sebagai kampus yang berkualitas. Sampe tahun lalu Micha jadi IT &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;expert &lt;/span&gt;di BMKG, sangat bisa diandalkan karena BMKG menggunakan salah satu program (yang hubungannya dengan tsunami) buatan Micha. Dan dia bercerita bagaimana susahnya lulus dari QUT sampai menjadi seperti itu. Hmm.. harus belajar keras pastinya, dan mudah-mudahan tahun depan juga bisa lulus dan jadi satu almamater bareng Micha, aku udah lihat satu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;spot &lt;/span&gt;tempat Micha fotoan dengan toga-nya dan aku akan pastikan aku punya foto yang sama di tempat yang sama kalau aku lulus nanti, hehehe… Aminnnn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setelah ketegangan tentang kampus mana lewat, saatnya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;prepare &lt;/span&gt;buat berangkat dan kontak senior yang akan jadi induk semangku kalo aku positif menginap di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mesti dibereskan, tapi akan kulakukan dengan senang hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic; FONT-WEIGHT: bold"&gt;QUT, I love you.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Brisbane, I’m cooommmiiiiigg&lt;/span&gt;. By: Lady Clara, foto: website kampus QUT dan koleksi pribadi &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jJtoqkJE2-o/Trpfrjg2dbI/AAAAAAAAEWQ/4YGVmVtdstM/s1600/n45675940303_3127889_9374.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 179px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672951882498602418" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-jJtoqkJE2-o/Trpfrjg2dbI/AAAAAAAAEWQ/4YGVmVtdstM/s400/n45675940303_3127889_9374.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-30605086836408349?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/30605086836408349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=30605086836408349&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/30605086836408349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/30605086836408349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/11/surat-cinta.html' title='Surat Cinta'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qENvcN8zsVI/TrpgnDsbrLI/AAAAAAAAEW0/pIHBbI0h69A/s72-c/qut-building.png' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-4540588937506243381</id><published>2011-10-30T15:30:00.005+01:00</published><updated>2011-10-30T16:00:34.091+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Myths'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><title type='text'>Lain Dunia (edisi Halloween)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-dVdomwmHC5w/Tq1f6YfViJI/AAAAAAAAEWE/xWpejLXffuM/s1600/ariefsetiawancom.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 285px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669292962540259474" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-dVdomwmHC5w/Tq1f6YfViJI/AAAAAAAAEWE/xWpejLXffuM/s400/ariefsetiawancom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Aku ga suka film horor Indonesia, lebih karena ceritanya kadang-kadang ga masuk akal, dan kostum serta &lt;em&gt;make up&lt;/em&gt; nya terkesan dibuat-buat. Tapi aku suka film &lt;em&gt;thriller&lt;/em&gt;, hehe, film seperti “Scream”, atau “Panic Room”, atau “The Ring”, serem-serem bikin penasaran gituu... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya aku ga takut hantu, atau makhluk lain dunia. Tapi soal percaya mereka ada atau ga, hmm.. gimana ya? Kalo ga mengalami sendiri ya mungkin susah. Tapi kalo mengingat-ingat di Indonesia sendiri ada banyak jenis makhluk lain dunia, susah buat ga mengantongi cerita-cerita ‘miring’ tentang mereka-mereka itu. Di tanah Banjar sendiri, tempat aku besar, ada beberapa ‘jenis’ mereka, sebut aja: genderuwo dan kuyang. Belum lagi menyebut makhluk gaib dari daerah lain, sebut aja: wewek gombel, buto ijo, hantu blau (?), kuntilanak, hantu jeruk purut, suster ngesot, pocong, tuyul &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentang kuyang sendiri, bukan hanya ada di Banjar tapi juga di Bali dan Thailand. Di Bali kuyang lebih terkenal dengan nama leak, dan kalo aku ga salah ingat kuyang ada di Thailand dengan nama &lt;em&gt;Kra-sue&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kuyang terkenal karena makhluk ini berwujud wanita normal di siang hari, tapi di malam hari ia pergi mencari mangsa janin bayi, jadi biasanya mengincar ibu-ibu hamil. Jadi, si wanita kuyang ini, pada siang hari akan berwujud seperti kamu atau aku, kecuali satu: ada garis melingkari lehernya. Mitosnya, kuyang akan melepas kepalanya di malam hari dan pergi mencari mangsa, terbang dengan ‘hanya’ kepala dan rambut panjang tergerai dan usus terburai-burai, sementara badannya akan dia tinggal di rumah. Hiii... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku ga percaya dengan cerita tentang kuyang, sejujurnya, tapi seorang teman mengaku benar-benar pernah bertemu dengan makhluk yang satu ini. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, waktu temanku masih sangat kecil, ibunya sedang hamil adik pertamanya. Malam hari itu dia dan ibunya sendirian di rumah, karena ayahnya dinas di kantor, dan tengah malam temanku dan ibunya terbangun karena ada bayangan putih mengintai dari balik kelambu. Bayangan putih itu berbentuk bulat, seperti kepala orang, dan... berambut. Ketakutan, temanku berteriak. Makhluk itu hilang, suasana kembali hening, tapi anehnya, adik pertamanya meninggal... Malam itu juga, ibu temanku itu keguguran. Dan temanku meyakinkanku bahwa kuyang memang benar ada, dan akan tetap ada sebab kuyang biasanya tidak akan mati sampai ilmunya diturunkan kepada wanita lain, yang tentunya akan menjadi kuyang juga. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QfbI-jEj-QQ/Tq1f6DNdKMI/AAAAAAAAEV0/mSmzZqeyqrQ/s1600/bayibekascom.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669292956828117186" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-QfbI-jEj-QQ/Tq1f6DNdKMI/AAAAAAAAEV0/mSmzZqeyqrQ/s400/bayibekascom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; &lt;strong&gt;Kelambu putih, ada yang mengintai??&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Yah, aku tentu tidak percaya karena ibuku selalu mengajarkanku untuk tidak percaya pada hantu. Jadi waktu temanku membawa-bawa gunting kecil/ silet kemana saja dia pergi (untuk menangkal kuyang) saat dia sendiri sedang hamil, aku tidak berkomentar apa-apa. Kupikir kejadian banyaknya wanita keguguran mungkin hanya karena ‘miscarriaged’ aja, tidak ada faktor mistis.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada juga cerita miring tentang ‘genderuwo” yang suka menculik anak yang main sampai senja di kampungku. Mereka bilang, anak-anak yang diculik, kepalanya akan diletakkan di bawah jembatan Barito, sebagai tumbal supaya jembatan tetap kuat dan awet, weewww.. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, aku ga percaya... aku pikir itu pasti akal-akalan orang besar aja supaya anak-anak kecil ga maen sampe senja, gelap-gelap... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu pindah ke Jawa, aku hidup di kota &lt;em&gt;modern&lt;/em&gt; yang bernama Jakarta. Kupikir di sini ga ada cerita-cerita mistis seperti di Banjar, tapi toh aku salah juga. Seperti cerita yang dulu pernah kutulis tentang pembangunan gedung kantor kami: ada beberapa tukang yang jatuh dan patah tulang karena mencoba memotong dahan pohon sebelum ‘selamatan’. Kata orang ada yang ‘main-main’ dengan para tukang dan membuat mereka jatuh dan patah tulang. Atau cerita tentang eksavator yang &lt;em&gt;mandeg&lt;/em&gt; sendiri padahal powernya ada dan ga da satupun bagian mesin yang rusak, tapi entah kenapa mesin tersebut tetap macet, dan beberapa saat setelah itu kondisinya baik sendiri, tanpa direparasi atau dikutak-atik. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang sih itu ada hubungannya dengan dirubuhkannya gedung lama kami yang memang sudah sangat tua dan berumur. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut mereka, si ‘penungggu’ gedung lama terusik, dan ga suka ada yang mengutak-atik ‘wilayah’nya. Saking takutnya, pihak kontraktor sampe memanggil ‘paranormal’ untuk mencoba memindahkan para ‘penunggu’ ke tempat lain... Well, silahkan &lt;em&gt;‘rolling eyes’ mode&lt;/em&gt; deh karena aku pun waktu itu ga begitu percaya. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Si paranormal mencoba ‘membujuk’ si makhluk untuk pindah dari wilayah gedung yang akan dibangun, ke kolam ikan yang ada di tengah-tengah kompleks kantor. Kata si paranormal, makhluk gaib di kantor itu wujudnya wanita cantik berbadan ular. Uhh... Ceritanya kemudian berkembang makin aneh karena ada pegawai yang mengaku melihat yang aneh-aneh, atau satpam yang melihat lift turun sendiri, ga ada orangnya... Hii... Macam-macam cerita deh...&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku boleh terus ga percaya kalo ceritanya dari orang luar. Tapi suatu hari yang cerita keluarga-ku sendiri, jadi gimana dong? &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kejadian Sampit berdarah, kota Sampit yang biasa damai jadi mencekam karena ada konflik sangat panas antar suku Dayak dan satu suku pendatang di Sampit. Pamanku bersama istri dan 2 sepupuku ada di sana, terjebak di antara kerusuhan: pembunuhan dan pembakaran. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bapak menempuh banyak bahaya untuk menjemput keluarga kami dan membawa mereka ke Banjar. Keadaan sangat kacau, bibiku sangat ketakutan. Pamanku melihat sendiri mayat-mayat bergelimpangan, darah berceceran, dan suara-suara pisau (mandau) berkelebat. Kesaksian dari warga Sampit sendiri, maut menyambar orang-orang dengan sangat cepat, dalam waktu yang sangat singkat, dan mitos berkembang tentang ‘mandau yang terbang’ dengan kekuatan gaib (atau dengan makhluk gaib) yang pada akhirnya menyelesaikan perselisihan dengan tidak berimbang, kemenangan di pihak suku Dayak. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengaku melihat sendiri mandau berkilat dan menebas, secara gaib memilih korbannya tanpa bertanya sang korban berasal dari suku apa atau anaknya siapa, tapi yang anehnya membidik orang yang tepat, orang dari ‘suku lain’ tersebut.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang percaya kalo ada leluhur-leluhur yang turun gunung dan ikut membantu berperang. Leluhur? Orang yang sudah mati? Arwah? &lt;em&gt;I don’t bite it!&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi Bapakku bercerita menurut pengalamannya sendiri, kalo ilmu gaib yang dihebohkan orang-orang itu ‘mungkin’ memang ada. Sepanjang perjalanan dari dan ke Banjar memboyong bibiku dan 2 sepupuku (pamanku tinggal karena turut membantu warga sekitar menjaga keamanan kompleks mereka), Bapak melihat rumah-rumah warga yang terbakar. Kata orang itu rumah warga ‘suku lain’ yang berperang dengan orang Dayak itu. &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fakta anehnya: ada deretan rumah, yang mendempet satu ke yang lainnya (bahkan hampir jadi satu dinding), rumah yang satu terbakar, tapi yang lainnya tidak. Yang sebelahnya lagi terbakar, yang satu lagi tidak, tergantung dari siapa yang tinggal di dalam rumah tersebut.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Logikanya kalau rumah terlalu berdempetan, akan ikut terbakar jika rumah sebelahnya terbakar kan? Tapi ga, rumah yang berpenghunikan orang Dayak tetap aman, tidak terbakar meskipun rumah sebelahnya hancur lebur dimakan api. Sangat aneh... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan Bapak berulang kali dicegat oleh orang yang menjaga perbatasan. Bapak takut, pastinya, karena orang-orang itu membawa-bawa senjata tajam, dan berperilaku sangat buruk. Bagaimana kalo mereka mengira Bapak bukan orang Batak, tapi orang ‘suku lain’ itu?? Bagaimana kalo ‘ilmu gaib’ mereka salah mendeteksi Bapak?? Takut, pasti!! &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi percaya ga percaya, ‘ilmu mereka’ memang sakti. Bapak ditanyai dan dibaui. Mobil Bapak diendus-endus untuk mendeteksi apakah ada orang ‘suku lain’ di dalam yang berusaha kabur. Bayangkan betapa tegangnya Bapak dan bibiku pada saat itu.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang di mobil lain di belakang Bapak tidak bernasib baik, mereka dibaui dan ditangkap oleh penjaga perbatasan, nasibnya entah bagaimana Bapak tidak pernah tahu.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hororrr... tapi aku mulai terusik... jangan-jangan sesuatu yang ‘gaib’ itu memang ada. Sesuatu yang ga ada penjelasan ilmiahnya sampai saat ini... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu pengalaman Bapak, bukan aku. Aku masih susah percaya sampai aku ikut acara pemuda ke daerah di sekitar Pegunungan Meratus, beberapa tahun sesudah kejadian Sampit... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami pergi ke Loksado... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Loksado itu daerah perkampungan, dekat dengan sungai Amandit yang jernih, di kaki pegunungan Meratus. Kampung itu dihuni oleh orang-orang Dayak, yang cukup modern lah, karena sudah ada tv, dan warung. Sudah ada banyak motor juga di sana.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kami menginap di rumah warga. Homestay, karena ga ada hotel. Memang ada vila, tapi sebagai remaja beruang saku pas-pasan, kami hanya bisa menginap di rumah penduduk, lebih murah. Jadi kami tidur di ruang tamu penduduk, beramai-ramai.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak anjing di Loksado, karena penduduk sana sayang anjing dan anjing tidak haram bagi mereka (mayoritas penduduk beragama Kristen atau Kaharingan). Satu hal tentang anjing: mereka bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia, kata orang sih...&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar anjingmu melolong di tengah malam disusul lolongan anjing lain di kejauhan? Nah, mungkin mereka melihat sesuatu... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qhMtBUUmsF4/Tq1f6KjKjWI/AAAAAAAAEVs/HoNw_LQ62PM/s1600/vivaborneocom.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 251px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669292958798220642" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-qhMtBUUmsF4/Tq1f6KjKjWI/AAAAAAAAEVs/HoNw_LQ62PM/s400/vivaborneocom.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Dan malam itu sepertinya anjing-anjing di Loksado melihat sesuatu...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam sangat dingin, angin bertiup kencang sampai jendela-jendela berderak. Pukul 2 tengah malam aku terbangun, karena aku mendengar anjing-anjing di Loksado melolong aneh. Lolongan dimulai dari kejauhan, dari ujung kampung, cepat disusul lolongan berikut dari anjing lain, anjing lain lagi, anjing lain lagi, makin mendekat ke arah rumah yang kami tinggali. Lolongan terus bersambung sampai giliran anjing di rumah kami melolong menyambung lolongan temannya, terus disambung lolongan anjing tetangga kami, terus anjing di rumah sebelahnya, dan sebelahnya lagi, dan sebelahnya lagi, sampai seluruh anjing di sepanjang jalan kampung pun mengambil gilirannya melolong... Melolong! Melolong seakan-akan melihat sesuatu...&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lolongan yang beruntun itu sahut-menyahut seakan mengiringi sesuatu yang bergerak dari ujung kampung sampai ke ujung lain kampung melewati rumah yang kami tinggali. Yang membuat bulu kudukku berdiri, kecepatan gerak ‘sesuatu’ yang dilolong oleh para anjing itu bukan kecepatan sesuatu yang ‘berjalan’ tapi sesuatu yang ‘terbang’... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ngeri... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Benda atau makhluk apa yang datang malam hari melintasi rumah kami, terbang dan bukan berjalan... tanpa suara, hanya membawa desir angin... dan tidak cukup jahat sampai anjing-anjing tidak menggonggongnya...&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu pertama kalinya logikaku tidak punya penjelasan terhadap apa yang terjadi.&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Burung? &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Angin?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Atau.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;Oke, kalo anjing-anjing menggonggong karena terpengaruh temannya, kenapa anjing lain tidak serempak menggonggong saat anjing yang paling ujung mulai melolong?&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harus melolong berurutan sampai anjing terdekat melolong? Aneehhhhh... &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paginya aku dan 2 orang temanku yang lain yang juga terbangun terbangun karena lolongan misterius itu bercerita kepada pemilik rumah kami tentang kejadian aneh itu. Si empunya rumah berkata: “Tenang saja, ‘yang lewat’ tadi malam cuma mau melihat-lihat saja, karena dia merasakan ada orang baru di wilayahnya” &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku dan temanku hanya terdiam. Sejak saat itu aku mulai mencari-cari... mungkin, mungkin saja ada penjelasan yang logis tentang apa yang kualami... tapi yang jelas sekarang aku ga punya satu pun, dan sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, apa mungkin, mungkin... memang dunia lain itu berhubungan langsung dengan dunia kita?? Happy Halloween Day yaahhh.. By: Lady Clara Foto: &lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;arief.estiawan.com&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;, &lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;u&gt;bayibekas.com&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;vivaborneo.com&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-4540588937506243381?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/4540588937506243381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=4540588937506243381&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4540588937506243381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4540588937506243381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/10/lain-dunia-edisi-halloween.html' title='Lain Dunia (edisi Halloween)'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-dVdomwmHC5w/Tq1f6YfViJI/AAAAAAAAEWE/xWpejLXffuM/s72-c/ariefsetiawancom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-6742366560468879025</id><published>2011-10-28T02:50:00.004+02:00</published><updated>2011-10-28T03:10:14.335+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special Friends'/><title type='text'>Akhir Masa EAP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-b9qtdVe5D-I/Tqn9oPJaU7I/AAAAAAAAEVU/ks4JMCiNk0A/s1600/With%2Ball%2B6M%2Bstudents%2Band%2Bteachers.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-b9qtdVe5D-I/Tqn9oPJaU7I/AAAAAAAAEVU/ks4JMCiNk0A/s400/With%2Ball%2B6M%2Bstudents%2Band%2Bteachers.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668340473725080498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Eh, terakhir posting tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cross Culture&lt;/span&gt;, kog tau-tau udah habis aja ya EAP-nya? Hehe.. Hmm, sejak triwulan kedua masa EAP aku mulai hiatus di dunia perbloggeran nih. Sebagai orang yang mengaku-aku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real blogger,&lt;/span&gt; agak memalukan sih, apalagi pengertian ‘blogger’ versi beberapa orang bisa sangat berbeda, ada yang mengatakan harus ikut perkumpulan blogger, ada yang bilang harus menghasilkan uang dari tiap tamu di blognya, macam-macam (terbawa2 tulisan temen2 yang ngebahas tentang Hari Blogger nih :p). Kalo versiku sendiri sih, yang penting keinginan buat menulisnya ada dan tetep kuat, dan isi blognya bermanfaat, sudah cukup :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, yang membuatku hiatus ini lebih gara-gara: di 3 bulan terakhir masa EAP itu, atmosfer belajar di tempat kursus makin kenceng. Lebih-lebih lagi karena kami kemudian banyak menjalani tes-tes uji coba yang hasilnya sering membuat kami sadar bahwa kami masih banyak kekurangan. Nah, sejak dapet nilai yang jauh dari permintaan kampus idaman kami itu, kami jadi makin getol latihan sendiri deh, bawa-bawa bahan dari resource centre IALF dan ngetes diri sendiri di rumah. Kadang-kadang kerja kelompok, meskipun belakangan lebih banyak kerja sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang pernah kutulis di posting yang lebih dulu, kami harus mendapatkan nilai IELTS yang bagus di akhir masa EAP ini, kalo ingin memastikan posisi di kampus idaman kami aman. Kebanyakan kampus meminta nilai total IELTS 6,5, dengan band tertentu seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaking &lt;/span&gt;atau bahkan semua bandnya tidak kurang dari angka 6. Angka 6,5 ini juga merupakan angka target IALF sendiri sih sebagai penyelenggara EAP, meskipun ada juga kampus yang hanya menuntut skor IELTS 6,0 atau setara dengan TOELF 550. Kampus idamanku contohnya, meminta total band 6,0 dengan tidak ada band yang kurang dari 6,0. Ini berlaku hanya untuk beberapa jurusan master, salah satunya jurusan yang kuambil, tapi untuk jurusan lain seperti bisnis tuntutan IELTSnya standar: 6,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;IELTSku sendiri sangat memprihatinkan, kebanyakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;band &lt;/span&gt;5, dengan hanya 1 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;band &lt;/span&gt;7. Buatku sendiri cukup repot sih, karena dengan skor itu jelas aku lemah di segala bidang bahasa Inggris. Ya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;listening&lt;/span&gt;, ya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reading&lt;/span&gt;, apalagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing&lt;/span&gt;. Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing &lt;/span&gt;ini jadi masalah tersendiri buatku. Dulu waktu kuliah cuma sekali dapet kuliah penelitian, itupun kelompok, kemampuan menulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;essay&lt;/span&gt;ku jelas-jelas meragukan. Lebih parah lagi karena selama skripsi aku tidak mengambil jalur penelitian, tapi jalur perancangan, yang lebih menegaskan lagi kalo kemampuan menulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;essay&lt;/span&gt;ku pasti parah, hahaha… Skripsi kami yang tebal ampun-ampun itu, isinya melulu analisis akses gedung dan gambar-gambar; prinsipnya: makin banyak gambar makin favorit buat dosen ataupun yang empunya skripsi :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang teman di EAP yang akhirnya tau aku seorang blogger, pernah bertanya: “Eh, Clara itu penulis ya?” Hehe.. setelah mendengar komen yang seperti itu, aku baru bercermin dan sadar kalo tulisan di blogku (sebenarnya) jauh bener dari struktur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;essay &lt;/span&gt;eui. Tidak ada introduksi, tidak ada badan tulisan, tidak ada konklusi, hehehe.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong &lt;/span&gt;blog itu tempatnya curhat kog :p Yah, tapi jadi ngaca deh, kalo ‘hal tulis-menulis’ ini merupakan kelemahan besar yang sebenarnya ga bole aku punya kalo pengen ambil master. Jadinya selama EAP sebisa mungkin aku melatih kemampuan di bagian ini. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5igz9G_lJuo/Tqn9ozP2XFI/AAAAAAAAEVg/Yfg26GEceUQ/s1600/IMG_0556.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5igz9G_lJuo/Tqn9ozP2XFI/AAAAAAAAEVg/Yfg26GEceUQ/s400/IMG_0556.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668340483415759954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dan aku juga lemah dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;listening &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaking&lt;/span&gt;. Untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;listening &lt;/span&gt;ternyata lebih mudah dikejar, karena dengan latihan dan tips-tips canggih dari para instruktur kami yang jagoan: David dan David, aku mulai mengalami peningkatan di bagian ini. Yang lebih susah adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaking&lt;/span&gt;, karena ini juga ada hubungannya dengan sifat asli kita sendiri. Lah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong &lt;/span&gt;aku orangnya ga suka ngobrol panjang, apalagi sama orang luar yang ‘menurutku’ belum tentu bener-bener tertarik mendengar apa yang kukatakan. Tapi lagi-lagi, tips-tips dari David dan David (karena kedua instruktur kami bernama sama) sangat menolong. Setidaknya aku jadi punya cara berlatih sendiri: dengan tembok, atau di dalam bus, komat-kamit sendirian sampai dilirik orang-orang se-kopaja, xixixi… Yah, toh sekarang aku ga harus bolak-balik pake kopaja lagi dan mungkin ga akan bertemu mereka lagi, jadi gapapa deh mereka pikir aku sedikit aneh. Ini demi kampus idaman loohhh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya yang ironis justru gara-gara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reading&lt;/span&gt;ku yang nilainya udah 7, aku ga begitu fokus lagi di bagian itu, dan berlatih sekedarnya (dibanding dengan 3 band lain) sampai sebelum tes dan sepertinya aku kena batunya. Soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reading &lt;/span&gt;di final test kami menurutku cukup mudah di part 1 dan 2 tapi benar2 susah di part 3. Apesnya, part 3 punya jumlah soal yang paling banyak, dan ada kemungkinan besar kalo aku akan mendapat nilai yang kurang dari skor reading pertamaku. Agak pesimis di bagian ini sih.. Tapi… banyak berdoa deh biar nilai reading IELTSku ini selamat. Asal jangan kurang dari 6 aja (hiks). Bisa batal ke Brisbane :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan… kami akan menantikan hasil kerja keras kami selama 6 bulan sampai tanggal 2 November 2011 nanti, saat nilai kami bisa diakses melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;website &lt;/span&gt;IELTS. Terus-terang aku agak tegang. Takut kalo hasilnya jelek dan aku akan menyalahkan diriku sendiri karena tidak belajar keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kalo separah-parahnya skorku kurang dari yang diminta kampus, aku  punya sedikit waktu untuk tes ulang dan memperbaiki skorku. Hmm, tujuan sekolahku sudah mantap dan bulet telor, ke tepian sungai Brisbane, ngekos di bagian Timur kota cantik dan hijau itu. Semoga terkabul, Amin :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saat-saat terakhir di EAP itu pun datang. Setelah tes yang menguras tenaga dan ketahanan mental, dengan 3 paket tes ‘listening-reading-writing’ di pagi harinya, kami pun harus menutup hari Kamis di IALF kami saat itu dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaking test&lt;/span&gt;. Aku ga tau aku apes atau beruntung, tapi aku mendapat Joel sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interviewer&lt;/span&gt;-ku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a handsome gentleman&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;with unpredictable generosity level&lt;/span&gt;), yang penuh senyum tapi terus memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaan susah seputar hidup sehat. Huuuffff… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Que sera-sera&lt;/span&gt; aja lagi deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari yang berat itu kami tutup dengan makan malam perpisahan bersama David K, karena esok harinya dia tidak bisa bersama kami sebab akan ada rapat instruktur. Makan malam yang berkesan sekali karena David K seperti biasa mengatakan hal-hal yang ngaco dan lucu, yang kadang-kadang memberikan gambaran padaku tentang ‘akan seperti apa aku kalo udah jadi mature person’, wkwkw… aku juga kadang ngerasa aku sering mengucapkan atau melakukan apa yang David K bilang dan apa yang dia lakukan. Tapi bedanya aku pasti akan terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on line&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social network&lt;/span&gt;, sedang David bahkan tidak suka punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt;. Itu satu hal yang membuat sedih, karena aku tahu orang yang sangat menarik itu, mungkin tidak akan pernah kutemui lagi.. mungkin… &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thanks God&lt;/span&gt; David A (David yang pertama) punya akses ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook &lt;/span&gt;dan mudah-mudahan tidak akan hilang kontak dengan kami semua. Tapi untuk David K, aku ga yakin… mungkin setelah kembali ke Sidney dia pun akan lupa dengan kami semua, dan itu membuatku sangat sedih :(&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YaIeginkIfs/Tqn9nybdf9I/AAAAAAAAEVE/-xWJTrlPdrw/s1600/With%2BBarbara.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YaIeginkIfs/Tqn9nybdf9I/AAAAAAAAEVE/-xWJTrlPdrw/s400/With%2BBarbara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668340466016157650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kelas Barbara terakhir, setelah game Family 100&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas terakhir dengan Barbara dilakukan dengan game relaksasi sebelum tes: Family 100! Tentu saja kelompok kami menang, dan tentu saja heboh minta ampun karena 6M4 bergabung dengan 6M3 yang terkenal paling (hiper)aktif, xixixi… ga bisa ga ngakak-ngakak kalo ada 6M3 di ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelas kami memberikan syal untuk Barbara, karena beliau suka sekali memakai syal dalam kesehariannya. Aku akan sangat merindukan wanita cantik yang satu ini, karena sifatnya yang blak-blakan dan guyonannya yang lucu, hampir selalu membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Oh ya, aku makin menyukainya tentu saja karena aku mendapatkan kaos saat menang undian di kelasnya, xixixi… kaosnya sih kegedean, pasti nanti akan jadi punya Jos. Tapi mumpung orangnya belum ada, tak pake dulu gapapa lah… &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-SoThV9F4NF8/Tqn9n2CSffI/AAAAAAAAEU8/ZlFGVIthg14/s1600/With%2BDavid%2Bdan%2BBarbara.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-SoThV9F4NF8/Tqn9n2CSffI/AAAAAAAAEU8/ZlFGVIthg14/s400/With%2BDavid%2Bdan%2BBarbara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668340466984320498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dan puncak acara perpisahan adalah hari Jumat itu, tanggal 21 Oktober 2011, saat kami semua dikumpulkan, baik itu kelas 3M ataupun juga 6M. Beberapa speeches menggugah diberikan oleh teman-teman kami. Yang pertama dari Diaz, seorang alumni ADS yang berbicara sangat fasih dalam bahasa Inggris, weeehh, mungkin IELTSnya 8 atau 8,5 kali yah, dan isi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speech&lt;/span&gt;-nya sangat inspiratif dan cerdas, dan lucu di saat yang bersamaan. Kombinasi yang layak menjadikan dia favorit di antara para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;awardee &lt;/span&gt;cowo, hahaha… sampe banyak yang melakukan standing applause setelah Diaz selese berbicara, bener-bener deh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Speech &lt;/span&gt;perwakilan dari 6M dibawakan oleh Deden, sangat lucu, dan dari 3M dibawakan Ruby. Ruby menangis saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speech&lt;/span&gt;, yang otomatis memancing tangis teman-temanku yang lain juga. Pada dasarnya aku gampang sekali terpancing menangis, tapi saat itu aku berada dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mode&lt;/span&gt;: kantung air mata terkunci. Gara-garanya David dan Simone memberiku tugas mewakili 6M4 mengambil sertifikat bersama 7 teman lain yang mewakili kelas mereka masing-masing. Jadi mata ga bole sembab, xixi… Jujur, rasanya sangat terhormat, karena aku merasa kerjaanku di kelas cuma ngerusuh, huhuhu, tapi boleh dipercaya menjadi wakil. Tentu saja ga bisa berharap jadi murid teladan karena nilaiku sepanjang kursus selalu tidak konstan (fluktuatif g jelas) dan aku juga tidak terlalu aktif jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ice breaker &lt;/span&gt;di kelas. Tapi kenyataan bahwa bang Ian dari kelas kami menjadi yang terbaik di antara seluruh anak 6M tentu saja membuat kami semua bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kantung air mataku kuncinya baru terlepas saat kami berfoto-foto dengan Barbara dan David lagi di akhir acara. Sedih sekali kalo ingat tidak akan bertemu mereka lagi. Sepanjang pengetahuanku, Barbara juga tidak punya facebook. Tapi aku akan menyuratinya, terutama kalo aku menemukan sesuatu yang unik di Brisbane (yang pastinya akan banyak sekali), barangkali Barbara tertarik dan mau membalas emailku. Yang pasti mereka akan tetap jadi bagian dari kenangan, Barbara dengan ‘Perth’nya, David A dengan ‘ga nyampung’nya, David K dengan ‘teh India’nya, hahaha… semoga aku akan banyak bertemu dengan orang-orang seperti mereka di Oz, di Brisbane, dengan keajaiban hasil tanggal 2 nanti. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wish us luck&lt;/span&gt;! By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-6742366560468879025?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/6742366560468879025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=6742366560468879025&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6742366560468879025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6742366560468879025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/10/akhir-masa-eap.html' title='Akhir Masa EAP'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-b9qtdVe5D-I/Tqn9oPJaU7I/AAAAAAAAEVU/ks4JMCiNk0A/s72-c/With%2Ball%2B6M%2Bstudents%2Band%2Bteachers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2478995214960072311</id><published>2011-09-08T15:55:00.011+02:00</published><updated>2011-09-08T17:43:40.919+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My daily'/><title type='text'>Tentang Orang Gila</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sekitar tahun 2007, si Emak (Mamaku) pergi pukul 4 pagi ke kawasan Landasan Ulin (sekitar 15 menit dari Banjarbaru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih subuh memang, tapi itulah si Emak, ga takut pergi sendiri subuh-subuh, karena percaya Banjarbaru itu aman dan bebas penjahat --&amp;gt; sesuatu yang kuragukan setelah kejadian jatuh dari sepeda motor (tulisanku sebelumnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di rumah sih percaya saja, tapi waktu itu jadi kaget juga, karena si Emak tiba-tiba telepon dan bilang kalau motornya gembos. Hmm.. jalanan menuju Landasan Ulin itu sepi banget kalo siang, apalagi kalau subuh... dan gembosnya si motor tercinta entah kenapa mesti terjadi di depan rumah sakit jiwa (aku lupa namanya) di sekitar situ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya... ketika kami akhirnya datang menyamperinya, si Emak sudah tidak sendiri lagi... beliau sudah ber-empat... Ups... Di situ aku baru tahu, kalo beberapa pasien rumah sakit jiwa itu diperbolehkan keluar kalau subuh, dan mungkin dipanggil lagi menjelang pagi... dan Emak mendapat kenalan baru, tidak tanggung-tanggung, 3 orang... aku yakin beliau benar-benar ketakutan saat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kami datang sih, kami kira orang-orang itu penduduk sekitar, yang membantu si Emak menggiring motor, atau sukur-sukur menambalkan sekalian (^_^) Tapi setelah dilihat baik-baik, 3 orang itu cuma berjalan menguntit saja, tidak berbicara, tidak toleh-toleh... semua memandang si Emak yang susah payah &lt;strike&gt;lari&lt;/strike&gt; menggiring motor menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami datang, si Emak terlihat lega, kami berhenti, dan 3 orang itu pun berhenti. Tentu saja mereka tidak berkata apa-apa... Satu orang yang paling depan, berambut panjang putih, tampaknya sudah paling sepuh dan jadi panutan yang lain. Panutan? Iya, soalnya waktu si Bapak melipat tangan ke depan dadanya, yang dua lagi ikut melipat tangan ke dada... Waktu si Bapak hadap kanan, yang lain ikutan hadap kanan... wew...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deskripsikan perasaanku saat itu, gonjang-ganjing... apalagi imej orang gila bagiku selalu imej yang jelek-jelek saja, suka merusak, memukul, cari masalah.. untungnya khusus pertemuan di Landasan Ulin ini, kami bertemu tipe yang berbeda, yang relatif sudah terkontrol...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mungkin itu juga yang membuat pihak rumah sakit berani melepas mereka saat subuh ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yakin ga sih mereka memang dilepas saat subuh? Jangan-jangan mereka waktu itu kabur?? Hiii... Suatu hari aku mau tanya langsung deh ke pihak rumah sakitnya... (&lt;em&gt;&lt;u&gt;penasaran yang terlambat dot com&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Emak dan motornya berakhir dengan &lt;em&gt;happy ending&lt;/em&gt;, tapi kisahku masih berlanjut...&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sb7DB7YV4Js/TmjPSX6-H5I/AAAAAAAAEU0/nO-u8VxB9Fg/s1600/orang_gila.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 340px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649993647102238610" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-sb7DB7YV4Js/TmjPSX6-H5I/AAAAAAAAEU0/nO-u8VxB9Fg/s400/orang_gila.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Foto dipinjam dari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.febbyayupermatasari.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;www.febbyayupermatasari.blogspot.com&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namanya Boy, sering lihat dia sedang duduk di depan kos kami, sendirian. Pertama kali ketemu sih, cuek aja.. kupikir dia anak muda sekitar kos yang nongkrong bareng temannya, seperti anak-anak kampung lain di sekitar kos kami. Tapi aku kaget waktu itu karena dia tiba-tiba tertawa kencang dan melihat ke arahku... Aku sempat bingung. Apa baju yang kukenakan aneh? Apa rambutku berantakan? Atau yang lebih parah lagi: jangan-jangan aku kenal dengannya dan aku lupa? Tapi setelah kuamati terus-terusan, ternyata Boy tertawa lagi dan tertawa lagi tanpa henti, dan anehnya, tertawanya ga alami, seperti dibuat-buat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dia menegurku: “Neng, Neng... minta seribu dong...” Biasanya aku hanya menoleh sedikit dan lewat begitu aja. Dibegitukan, Boy bakal tertawa-tawa kencang lagi, aneh banget... setelah beberapa kali ditertawakan oleh Boy, aku baru sadar kalau ada yang aneh dengannya, kalau dia sebenarnya sudah gila... Sedih juga, ga orang gila, ga orang sehat, banyak orang di Jakarta bertingkah seperti pengemis (T_T)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang lagi yang kutemui adalah wanita ini... aku ga tahu namanya, tapi dia punya kasus yang sama seperti Boy, dia juga gila... &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0PyEjNlgkpc/TmjPSBXWC_I/AAAAAAAAEUs/Zg5bZr6_71M/s1600/Orang%2BGila.jpg"&gt;&lt;/p&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649993641047231474" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-0PyEjNlgkpc/TmjPSBXWC_I/AAAAAAAAEUs/Zg5bZr6_71M/s400/Orang%2BGila.jpg" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;Wanita bersarung berambut pendek&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tiap aku bertemu wanita ini, dia pasti meminta uang, kadang seribu, pernah juga lima ribu rupiah, wew.. lebih tinggi kelasnya daripada si Boy (-_-) Si wanita gila itu, selalu memakai sarung dan berkeliaran meminta uang dari orang ke orang... Kabar yang kudengar, dia dulu pernah hampir menikah, tapi lalu diputusin oleh pacarnya. Waktu dia sedang patah hati itu, kabarnya dia pulang ke rumah, naik kendaraan umum, dan mengalami kecelakaan. Dia terpeleset saat turun bus, kepalanya terbentur, dan sejak saat itu, dia kehilangan kesadaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali dia kumat, aku bisa mendengarnya mengunpat-umpat: "Dasar laki-laki Anj*ng, dasar laki-laki Anj*ng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasian sekali wanita itu... dan kasian juga si Boy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga Bapak lain, yang relatif sudah tua, dan sering kulihat tidur di trotoar, dengan sepatunya sebagai bantal... Awalnya kupikir si Bapak itu pengemis, tapi kemudian aku sadar dia juga - sama seperti Boy dan si wanita bersarung - adalah orang gila...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak sering mengomel-ngomel di pinggir jalan, dan mengomelnya tidak berhenti sama sekali dan kelihatannya dilakukannya sepanjang dia &lt;strong&gt;tidak tidur.&lt;/strong&gt;.. suaranya sampai hampir hilang tapi dia terus saja mengoceh tanpa henti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga punya ide, apa yang dulu menimpanya... mungkin penipuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, seperti yang kuperhatikan, ada orang-orang yang menjaga mereka tetap hidup. Kabar yang kudengar, pemilik warung makan sering memberi Boy sebungkus nasi, dan keluarga si gadis bersarung memandikannya, meskipun katanya sih tidak mau merawatnya di rumah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih beruntung deh, kalau ga, aku ga tahu bisa jadi apa mereka di jalanan... mungkin mati kelaparan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih mereka jadi gila? Hmm... aku bukan ahli kejiwaan, jadi ga bisa secara profesional menjelaskan kenapa orang bisa jadi gila, atau sejauh apa seseorang bisa dikategorikan gila dan sebaliknya seberapa jauh kegilaan bisa ditolerir sebagai normal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dipikir-pikir, apa orang-orang yang rebutan kursi di DPR sana jauh lebih 'tidak gila' daripada Boy? Setidaknya Boy ga pernah menyengsarakan orang lain loh... (^_^) By: Lady Clara&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2478995214960072311?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2478995214960072311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2478995214960072311&amp;isPopup=true' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2478995214960072311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2478995214960072311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/09/tentang-orang-gila.html' title='Tentang Orang Gila'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sb7DB7YV4Js/TmjPSX6-H5I/AAAAAAAAEU0/nO-u8VxB9Fg/s72-c/orang_gila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2882768603614764016</id><published>2011-09-05T04:55:00.001+02:00</published><updated>2011-10-30T15:55:14.735+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deutsch lernen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special Friends'/><title type='text'>Enjoy, Mein Hund</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sein name ist Enjoy, er ist mein Hund. Mein lieber Hunde. Meine Mutter nennt ihn Enjoy, weil sie hofft, dass der suesse Winzigerhund wird (das) vergnuegen bringen in unser Haus.. und dass ist der Enjoy hat bringen.. Er ist ein suesser Hund..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Enjoy hat 2 Brueder, und tatsaechlich hat er das gebracht. Enjoys Vater hat einen langen Schwanz, Enjoys Mutter hat keinen Schwanz. Nach den Regeln von Mendel, hat Er einen kurzen Schwanz :D Enjoy ist ein suesser, witziger Hund, aber Er ist auch ungezogen (-_-).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Er mag unsere wertvollen Dinge scnell aus dem Haus wegtragen, wie zum Beispiel Geldbeutel, Taschentuch, handy (!!!), um uns staerker zu aergern und ihm dann nachzustellen.. und Er wird Spielfreunde haben.. Yup, Enjoy mag sehr gerne mit einem von uns Fangen spielen, entweder mit mir oder meinen Geschwistern.. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Wir moegen auch mit Enjoy spielen, aber nicht wenn Wir Hausaufgaben, alltaeglich Aufgaben, oder Nachmittaghobby machen. Wenn wir nicht bescheftigt sind, werden wir sicherlich mit Enjoy spielen, und ihn festhalten wenn wir ihn gefangen haben, und dabei lachen.. vor allem wenn Wir geschaeftig sind, ist dieser Enjoy Ungezogen, und macht uns aengerlich.. erst recht, wenn Wir muede sind, gerade gerne andere Dinge machen, aber.. gerade in Stimmung sind. Hmm.. wer win nicht boese sein, wenn das Handy in Enjoys Maul ist, nass ist, und manchmal fallen gellasen wird und wegspringt?? *sigh*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Aber obgleich, Enjoy sehr nichtsnutzig ist, lieben Wir Ihn.. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ja, natuerlich, manchmal wird Enjoy von Uns eingefangen, und wird im Gegenteil von uns bestraft: kneifen ihn, sperren ihn auf meinem Zimmer ein, oder stecken ihn einem Karton, hahaha..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;at Enjoy genug? Hhh.. natuerlich nicht.. im andere tag, wird Er die selben Sachen machen: Unseren Geldbeutel nehmen, oder Unser handy, und es nach draussen bringen, und dann beginnt das Fangen spielen wieder..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Enjoy Aja Sihotang, geboren: Juli 2008, sternzeichen: Krebs, der name Seiner Mutter: die verlorener Schwanz, der Name Seiner Vater: der Langer Schwaenz, der Name Seines Herrn: Clara, hobby: Fangen spielen, fresen, Meine Geschwester beissen&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oh ja, naechsten Monat wird Enjoy Geburstag haben.. Ich vermisse Enjoy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2882768603614764016?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2882768603614764016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2882768603614764016&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2882768603614764016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2882768603614764016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/09/enjoy-mein-hund.html' title='Enjoy, Mein Hund'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-1301580280253155547</id><published>2011-08-03T01:51:00.007+02:00</published><updated>2011-08-05T07:40:59.254+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special Friends'/><title type='text'>Kopdar Blogger dan Pembaca TE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-GK99-XFQaXI/TjjzJveW4iI/AAAAAAAAEUM/7ZgteZfEPeI/s1600/Foto%2BSesi%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GK99-XFQaXI/TjjzJveW4iI/AAAAAAAAEUM/7ZgteZfEPeI/s400/Foto%2BSesi%2B1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636522282342343202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kopdar blogger di Pasific Place, rame dan seru :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini kopdar blogger yang kedua buatku (kopdar pertama ada di sini). Hari Jumat kemarin, 29 Juli 2011, aku dan Reza datang ke Pasific Place untuk bertemu dengan teman-teman blogger yang berkumpul atas undangan &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://imelda.coutrier.com/"&gt;Mba EM&lt;/a&gt;, seorang blogger dari Jepang. Yup, Mba EM sedang pulang kampung (ke Jakarta --&amp;gt; err, pulang kota mungkin lebih tepat :D) dan menyediakan waktunya untuk berkumpul bersama kami di Urban Kitchen, sebuah area makan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cozy &lt;/span&gt;sekali, di lantai 5 gedung Pasific Place.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Well, ini pertama kalinya aku ke tempat ini (Urban Kitchen, dan juga Pasific Place), kaget juga karena ternyata di dalam gedung tinggi yang sering kulewati ini ternyata ada pusat perbelanjaan. Awalnya kupikir PP itu hanya hotel mewah karena terlanjur mentok di petunjuk nama Ritz Carlton di sebelahnya, tapi aku salah.. Pasific Place terdiri atas 3 bagian berbeda: mal Pacific Place bertingkat enam, pusat perkantoran One Pacific Place, dan tiga menara hotel The Ritz-Carlton Pasific Place. Hmm.. kayanya mesti lebih sering jalan-jalan, tambah wawasan :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_gh60cLIVNw/TjjwkyZsPcI/AAAAAAAAET8/HzWh4TYEE6A/s1600/Sailing%2BHome.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_gh60cLIVNw/TjjwkyZsPcI/AAAAAAAAET8/HzWh4TYEE6A/s400/Sailing%2BHome.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636519448449662402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Salah satu sisi tata ruang Pasific Place, segar dengan perahu dan kolam air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xSG5jATvqTY/TjjwksMl6mI/AAAAAAAAETs/UxGKGYFQHOE/s1600/Floating%2BRestaurant.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xSG5jATvqTY/TjjwksMl6mI/AAAAAAAAETs/UxGKGYFQHOE/s400/Floating%2BRestaurant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636519446784109154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Rumah makan terapung/melayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mba EM mengalokasikan waktu sekitar 4,5 jam untuk acara ini, mulai pukul 11.30-16.00 WIB hari itu. Berhubung IALF berada di sekitar Kuningan, jadi tidak terlalu jauh untuk sampai ke PP, itu pikiran awalku. Nyatanya perjalanannya makan waktu hampir 1/2 jam, karena angkutan kota berjalan di rute memutar dan lalu lintas agak macet (berbarengan dengan waktu sholat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ga sulit mencari Urban Kitchen, tapi bukan aku namanya kalo ga pake acara nyasar, hehe.. Puter-puter keliling lantai 5, akhirnya terbaca juga sign Urban Kitchen yang ternyata bukan sebuah single restoran seperti yang kupikir sebelumnya, tapi lebih seperti food court, kompleks stan-stan makanan yang berkumpul jadi satu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asik juga karena pilihan makanannya pasti lebih banyak, tapi jadi susah karena para blogger teman-temanku ini jadi tersembunyi di balik sekian banyak orang. Nah, yang lebih gawat lagi adalah: orang yang pernah kutemui langsung hanya Mba EM dan &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://blognyakrismariana.wordpress.com/"&gt;Mba Krismariana&lt;/a&gt; saja, sementara yang lain hanya kukenali dari blog-nya, dan kadang-kadang foto di blog dengan di kenyataan ini agak beda loohh.. kemungkinan besar karena pengaruh kamera (hanya asumsi, kayanya perlu juga nih baca2 buku tentang efek kamera :D).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih membuatku panik lagi, aku lupa meminta kontak mba EM dan Mba Kris, ck ck.. akhirnya hanya mengandalkan FB/twitter saja buat mengontak mba EM, aku asumsikan Mba EM akan online seperti kopdar kami sebelumnya.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kejadian deh, di Urban Kitchen, aku berputar-putar, berkali-kali sampai akhirnya (untungnya) bertemu mba EM dan berhenti panik (thanks God). Ternyata, eh ternyata.. mereka duduk di sisi paling pojok Urban Kitchen, di area yang ga sempat kuputari, jauh di sisi kaca jendela menghadap ke Electronic City.. mestinya nyarinya pake kacamata (-_-), bisa melihat jarak jauh..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-G4-zd_axiFw/TjjwkWhUUJI/AAAAAAAAETk/lmUJTSmOg7U/s1600/bu%2BEnny.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 299px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-G4-zd_axiFw/TjjwkWhUUJI/AAAAAAAAETk/lmUJTSmOg7U/s400/bu%2BEnny.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636519440965456018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Bu Enny, akhirnya bisa bertemu langsung :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, di tempat mereka berkumpul ternyata sudah ada &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://edratna.wordpress.com/"&gt;bu Enny&lt;/a&gt;, salah satu pemilik blog yang rutin kukunjungi.. Blog bu Enny isinya sangat mendidik, terutama kalo sudah berhubungan dengan urusan manajemen keuangan dan perbankan. Senang sekali akhirnya bisa bertemu bu Enny secara langsung. Bu Enny membesarkan putera-puterinya sampai sekolah tinggi, menjadi istri yang bisa mengerti suami dengan baik sekali, dan tetap sukses di karirnya. Aku pasti berbohong kalo bilang aku ga pengen jadi seperti bu Enny :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sana juga sudah ada mba Kris, pemilik salah satu blog favoritku yang lain. Mba Kris banyak menulis hal-hal di sekitarnya, kebanyakan sangat kritis, dan sering kali aku sependapat dengan apa yang ditulis mba Kris ;). Lucunya mba Kris itu teman kecil rekan sekantorku di BMKG, hehe, dunia kan memang sempit sekali.. (mungkin memang ga se-daun kelor, se-daun kuping gajah lah, gedean dikit, tapi tetep juga apa-apa bisa aja ada koneksi-nya :D)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://www.pendopotatito.com/"&gt;bu Indah&lt;/a&gt; juga di sana, &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://mylitleusagi.wordpress.com/"&gt;Puteri Usagi&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://isnuansa.com/"&gt;mba Isnuansa&lt;/a&gt;, Riku, dan Kai. Aku belum pernah bertemu 3 blogger wanita ini. Ini pertemuan pertama dengan mereka, dan pastinya ke depan aku jadi punya alamat blog baru buat jalan-jalan (^_^). Kalo Kai, sudah pernah sekali bertemu, ga tau juga apa dia masi ingat ato ga, hahaha.. tapi Kai tetep sama lucunya seperti taun lalu :p. Riku, pertama kali bertemu.. Riku ternyata mengerti bahasa Indonesia loh, tapi karena masih malu-malu, jadi aku agak takut menyapanya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-o0s_KwEtl2M/TjjwkymqMII/AAAAAAAAEUE/D6jCJ3x1-kw/s1600/267253_2076723770567_1619162354_31979726_1586989_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-o0s_KwEtl2M/TjjwkymqMII/AAAAAAAAEUE/D6jCJ3x1-kw/s400/267253_2076723770567_1619162354_31979726_1586989_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636519448504053890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mba EM, Riku dan Kai yang ngambek :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara kopdar makin meriah setelah kemudian makin banyak yang berdatangan, mulai dari &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://makanlagilagimakan.wordpress.com/"&gt;pak Iksa&lt;/a&gt; dengan blog makanannya (hmm, mesti sering berkunjung kalo lagi cari selera makan nih), &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://yudhistira31.wordpress.com/"&gt;mba Devi&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://sentilan.blogspot.com/"&gt;Pak Necky&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://amaliaonearth.com/"&gt;Yoga&lt;/a&gt;, &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://tulisannugroho.wordpress.com/2011/07/31/kopdar-lageee/"&gt;pak Nug&lt;/a&gt;, dan akhirnya &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://itikkecil.wordpress.com/"&gt;si Itik Ketjil (Ira)&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://doppelgangerishere.wordpress.com/2011/08/03/kopdar-kencan-impian/"&gt;Witcha&lt;/a&gt;..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka semua orang2 yang menarik, terus terang aku jadi penasaran dengan isi blog mereka satu per satu, jadi pe er besar nih buat minggu-minggu ke depan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang lagi yang kutunggu-tunggu kedatangannya adalah bu Monda.. bu dokter gigi yang satu ini juga punya blog yang jadi tempat nongkrongku kalo lagi bete, hehehe.. Senang akhirnya bisa melihat dengan mata sendiri kalo bu Monda dan aslinya benar-benar serupa, hehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percakapan ngalor-ngidul mulai dari makanan, kuliah, kerja, rumah tangga, sampai isi blog masing-masing. Saat aku bercerita ke teman-temanku di IALF tentang kopdar ini, salah seorang dari mereka bertanya: Apa yang bisa kalian obrolkan waktu kopdar? Kalian kan ga pernah ketemu? Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejujurnya kalo kita bener-bener berusaha mengenali seseorang melalui tulisan-tulisannya, kita jadi merasa dekat dengan orang itu.. dan selama mengikuti blog beberapa orang blogger ini juga membuatku berpikir, kadang-kadang seorang blogger lain bisa mengeluarkan pikirannya persis seperti apa yang ada di jalan pikiran kita, dan hal itu bagiku cukup menjadi alasan untuk menyukai kepribadiannya sekaligus ;P&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terkesan simple, tapi sebenarnya ga sesederhana itu :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-02ciFLe8NTM/TjjwkpSVb3I/AAAAAAAAET0/17uHb5MeNcg/s1600/Miring%2Bke%2Bbelakang.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-02ciFLe8NTM/TjjwkpSVb3I/AAAAAAAAET0/17uHb5MeNcg/s400/Miring%2Bke%2Bbelakang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636519446002888562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Yah, setidaknya kalo kita ga punya kesamaan pikiran dengan blogger lain, kita minimal punya satu ciri khusus yang kayanya hampir dimiliki semua blogger eksis, yaitu: NARSIS!! Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara ngerumpinya terus berlangsung sampe lewat jam 16.00 wib, sekitar pukul 16.30 kami berpamitan pulang karena Reza masih harus ke kantor. Reza sebelumnya sangat ingin bertemu mba EM, karenanya dia begitu senang (campur terkejut) saat tiba-tiba mendapat undangan kopdar di FB. Hehe.. kami semua berharap suatu hari Reza juga akan menjadi blogger :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kopdar kali ini menjadi salah satu pengalaman kumpul blogger tak terlupakan buatku. Tapi masih banyak lagi makhluk dari dunia perbloggeran yang blognya cukup rutin kukunjungi tapi penampakannya belum pernah sekalipun kulihat.. semoga suatu saat nanti bisa bertemu. By: Lady Clara &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-setmLdGUajw/TjjzJjeLrxI/AAAAAAAAEUU/JwrwGJ5WuO0/s1600/Foto%2Bsesi%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-setmLdGUajw/TjjzJjeLrxI/AAAAAAAAEUU/JwrwGJ5WuO0/s400/Foto%2Bsesi%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636522279120383762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-1301580280253155547?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/1301580280253155547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=1301580280253155547&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1301580280253155547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1301580280253155547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/08/kopdar-blogger-dan-pembaca-te.html' title='Kopdar Blogger dan Pembaca TE'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GK99-XFQaXI/TjjzJveW4iI/AAAAAAAAEUM/7ZgteZfEPeI/s72-c/Foto%2BSesi%2B1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-6149419152372625214</id><published>2011-07-19T03:54:00.010+02:00</published><updated>2011-07-28T07:31:28.892+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Penulis Tamu: A Trip to Bangka</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oke, atas dasar ancaman dari kakak terkasih &lt;em&gt;(ntar gak dimodalin lagi buat pergi2)&lt;/em&gt;, maka aku pun meluangkan waktuku untuk menulis cerita perjalananku ketika pergi ke Bangka. Rencana untuk pergi ke Bangka sebenarnya sudah dikumandangkan sejak liburan semester genap tahun lalu ketika sahabatku Luke Sekar Andari (&lt;em&gt;1081001***&lt;/em&gt;) mengajakku untuk pergi berkunjung ke rumahnya yang tentunya ada di Bangka, tetapi pada saat itu, aku masih memiliki tanggung jawab yang mesti aku bereskan di Jakarta, jadi rencana tertunda.. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu, pada liburan semester ganjil di awal tahun 2011 ini, aku memutuskan untuk mengisi liburanku dengan pergi ke Bangka, kampung halaman yang dibangga-banggakan teman sekosku ini. -_- Tadinya mau pergi bertiga: Aku, Luke, dan Seri Valentin &lt;em&gt;(1081002***)&lt;/em&gt;, tapi sayang sekali temanku ini (Seri) tidak bisa ikut serta karena beberapa alasan. Nanti akan kuceritakan mengapa dia tidak bisa pergi bersama dengan kami.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naaah.. agar liburan pada saat itu terasa lebih menegangkan, aku dan Luke memutuskan untuk pergi ke Bangka dengan menggunakan kapal. Naaah, inilah yang menjadi satu alasan mengapa Seri tidak bisa ikut serta, sebab orang tuanya tidak mengizinkan dia untuk pergi menggunakan kapal mengingat pada bulan itu ombak di lautan sedang tidak bersahabat dan ada banyak isu2 mengenai kecelakaan kapal. Tapi alasan lain, Seri gak ikut karena pada saat itu dia mendapat tawaran magang, hehe.. Jadi gak semata-mata gara2 ombak. Maaf ya ombak, kami tidak bermaksud menyalahkanmu.. #apa coba? Seperti apakah nampaknya kapalnya? Ini dia.. &lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-8Tn4Tlm3wOg/TiUROYQUryI/AAAAAAAAES8/2-P3h9F5vV0/s1600/Image0134.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 300px; display: block; height: 400px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630925847823429410" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-8Tn4Tlm3wOg/TiUROYQUryI/AAAAAAAAES8/2-P3h9F5vV0/s400/Image0134.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Persiapan pun dilakukan, aku dan Luke mencari-cari informasi mengenai harga tiket kapal dan dimana kami dapat memperolehnya. Dengan dibantuk Om Sutoyo (Papanya Luke) dan beberapa kolega lainnya (cailah), akhirnya kami menemukan bahwa tiket kapal dapat diperoleh di PT Pelni yang ada di wilayah kemayoran, atau TEPAT di dibelakang KOS-KOSAN kakakku. Hahaha… &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena ombak yang sedang besar pada saat itu, maka Tante Ike (Mamanya Luke) menyarankan kami agar pergi dengan menggunakan kapal besar. Satu-satunya kapal besar yang berlayar ke Bangka adalah Bukit Raya. Bukit Raya berlabuh di daerah Belinyu, 1 jam dari Bangka. Sebenarnya ada kapal yang langsung berlabuh di Bangka, yaitu Cisadane dan Mahakam, namun karena alasan keselamatan tadi, kami lebih memilih menggunakan Bukit Raya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Harga tiketnya cukup murah, Rp 170.000,00, untuk kelas ekonomi. Sementara untuk kelas 2, tentu harganya lebih mahal, sekitar Rp 300.000,00 – Rp 350.000,00, sementara kelas 1 sekitar Rp 550.000,00 – Rp 600.000,00. Karena kami anak kuliah dengan penghasilan pas-pasan (pas cuma ngarep or-tu), maka kami membeli tiket kelas ekonomi. Hehehe…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perlu teman-teman ketahui bahwa Bangka dan Belitung adalah dua pulau yang berbeda, bisa dilihat di peta. Tapi keduanya adalah satu provinsi. Dan juga dulu, Bangka Belitung ini merupakan gabungan dari provinsi Sumatera Selatan. Lalu karena tidak begitu diurus (mungkin), akhirnya Bangka Belitung membentuk provinsi baru yang beribukotakan Pangkal Pinang. Dan alasan lain yang menguatkan Bangka Belitung untuk membentuk provinsi sendiri adalah karena kegiatan tambang timah yang sangat berkembang di sana. Papanya Luke juga bekerja di Timah. Kalau gak salah (berarti benar), Bangka Belitung adalah daerah penghsil timah terbesar di Indonesia. Bahkan kantor pusatnya, PT Timah Indonesia, terletak di Bangka. Aku sempat berkunjung ke kantornya Papanya Luke, cukup besar dan kayaknya bangunannya baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali ke masalah perkapalan. Jadi, akhirnya pergilah kami pada tanggal ke Bangka pada tanggal 28 Januari dengan menggunakan kapal Bukit Raya. sekitar pukul 7 pagi (sampai 30 jam kemudian pukul 12-an malam keesokan harinya). Waktu awal mau berangkat semangatnya minta ampuun! Secara ini pengalaman pertama naik kapal setelah belasan tahun gak naik kapal, udah gitu tanpa ortu lagi. Hihi.. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tauu gak sihh? Aku dan Luke yang semalaman antusias karena gak sabar pengen banget naik kapal, begitu masuk kapal, sungguh-sungguh kaget karena keadaan di dalam kapal tidak seperti yang kami harapkan. Jorok, bau rokok, banyak kecoa.. Iyuh! Uda gitu isinya bapak bapak dan abang abang semua. Ceweknya jarang banget. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wah, kami dag dig dug banget tuh, mau turun jelas gak mungkin. Akhirnya kami mencoba mencari-cari tempat yang sekiranya aman buat kami. Puji Tuhan, kami akhirnya mendapat tempat di sebelah abang-abang yang kerja di kapal Bukit Raya, dia bersama dengan istrinya, dan burung peliharaannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ekiRYgsCvbI/TiUROn-ycZI/AAAAAAAAETE/fn8iEiNHLNk/s1600/Image0151.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 400px; display: block; height: 300px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630925852044849554" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-ekiRYgsCvbI/TiUROn-ycZI/AAAAAAAAETE/fn8iEiNHLNk/s400/Image0151.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Suasana kelas ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting yang harus kamu bawa ketika naik kapal adalah hiburan. Entah itu hape, entah buku, karena kamu akan mengalami masa-masa bosan. Jalan-jalan kapal kadang bisa mengobati. Tapi besarnya kapal seberapa sih? 2 jam aja udah puas kali ngiterinnya. Walaupun ada bioskop dan café di dalam kapal, tapi kadang males juga masuk ke sana, soalnya filmnya dan lagunya gak jelas. Oya, sekedar informasi, ternyata di laut bisa sms-an dan telfonan tapi hanya untuk beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;provider&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena ombak yang besar, kami yang seharusnya tiba jam ??? jadi tiba jam ???. Saking bosannya, aku berhasil menyelesaikan membaca buku &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Surga Itu Nyata&lt;/span&gt; hingga tuntas. Padahal aku tergolong orang yang lama kalo baca buku. Si Luke juga pake acara mabok, untung sebelum berangkat beli obat anti mabok dulu. Puji Tuhan, kami boleh sampai dengan selamat ke Pelabuhan Belinyu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di Belinyu, mas Rangga, abangnya Luke, dan kami pun segera di antarkan ke rumah Luke di Pangkal Pinang. Perjalanan dari Belinyu ke Pangkal Pinang ditempuh selama 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, aku menyapa Tante Ike yang sudah bangun untuk bersiap-siap memasak. Kami tiba di rumah Luke sekitar pukul 3 pagi. Aku disambut dengan sangat baik oleh keluarga Luke. Sarapan pagi yang enyaaaakk.. Berhubung mamanya Luke pinter masak, jadi selama di sana aku dihidangkan makanan2 yang mak nyooosss.. wkwkw.. Dan juga, mamanya Luke punya warung makan di depan rumah. Tapi bukanya cuma pagi hari doang. Hihihihi.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat rekreasi yang kukunjungi di Bangka adalah Pemandian air panas. Ada apa di dalamnya? Ada air panas tentunya! Tapi airnya gak dimasak. Airnya panas secara alami karena ada kandungan belerangnya langsung dari sumber mata air panas. Uuuw.. Gak nyangka ka nada tempat seperti itu di Bangka? &lt;/div&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 300px; display: block; height: 400px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630925863116957954" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-l9t1JxDjPzI/TiURPROlaQI/AAAAAAAAETM/W1Y6JXX9gmY/s400/Image0172.jpg" border="0" /&gt;Naaah.. Kata Luke sih, cara berendamnya juga jangan sembarangan, nanti kulit kamu kaget. Pertama-tama kita harus berendam di kolam yang hangat, lebih hangat, n paling hangat (panas). Tapi kemaren aku gak melalui kolam yang kedua. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata papanya Luke, berendam di kolam yang panas ini dapat melancarkan peredaran darah. Dia juga menyarankan untuk merendamkan diri sampai ke kepala. Wuiiihh.. Hot bangettt! Tapi setelah keluar jadi segeeer.. Hehehehe.. Teman2 kudu coba. :D &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, di dalam tempat wisata ini ada wahananya juga kayak di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waterboom&lt;/span&gt;, tapi masih sederhana sih. Tapi tetep aja seru. Ini pertama kalinya aku selucuran dari tempat tinggi. Hihihihi… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oya, ada kejadian lucu loh waktu kita main di wahana. Si Luke kan gak berani terjun dari atas (walopun akhirnya terjun juga setelah aku n mas rangga desak), tapi dia pengen punya foto lagi terjun. Akhirnya fotonya kita rekayasa, dia kita suruh manjat dari bawah n pura2nya berekspresi lagi terjun. Wkwkwkw.. capee deeeh.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari pemandian, keluarga Luke mengajakku makan di waroeng tung tau. Hmm.. Apaan tuh? Waroeng Tung Tau itu berisi roti bakar isi..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-s_OTQm6mmoA/TiURPhVBq4I/AAAAAAAAETU/z1RsrFffW_g/s1600/Image0185.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 300px; display: block; height: 400px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630925867438943106" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-s_OTQm6mmoA/TiURPhVBq4I/AAAAAAAAETU/z1RsrFffW_g/s400/Image0185.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Warung tampak depan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waroeng ini udah tua banget loh umurnya, berdiri sejak 1938 oleh Mr. Fung Tung Tau dan istri dan bertahan sampai sekarang. Aku kurang tau apa ada cabang di kota lain. Waroeng ini aja Cuma ada di sungai liat, baru2 ini aja cabangnya dibuka di Pangkal Pinang. Sekarang yang meneruskan adalah cicitnya kayaknya, namanya Tedy SE sejak tahun 2010. (sebelumnya Mr. Budjang Bunawan, diteruskan oleh Mrs. Maria Mat Ali) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari minggunya setelah pulang dari gereja, aku diajak lagi menyicipi makanan yang bahasa bangkanya disebut Jam Mian dengan tambahan kuah Teu Fu Kok. Rasanya nikmat sekali. Aku gak bisa menggambarkannya hehe.. mending liat fotonya aja yaa..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sorenya aku diajak ke pantai dong. Soalnya keluarganya mamanya Luke ngajakin piknik di pantai. Hehe.. seru kaan? Walaupun pantai Bangka gak sebagus pantai belitong, tapi cukup bisa merilekskan pikiran lah. Nama pantainya, pantai Batavia&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mHQqk9g8MAU/TiURPwv2EMI/AAAAAAAAETc/uBQF03rctUQ/s1600/Image0210.jpg"&gt;&lt;img style="text-align: center; margin: 0px auto 10px; width: 400px; display: block; height: 300px;" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630925871577960642" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-mHQqk9g8MAU/TiURPwv2EMI/AAAAAAAAETc/uBQF03rctUQ/s400/Image0210.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malamnya, aku dikasi menu makan malam udang saus tiram buatan mama Luke. bener2 perbaikan gizi. :D &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu keesokan harinya lagi, Luke mengajakku sarapan bakso. Nama tempatnya Bakso Muncul. Ini bakso favorit Luke dan sepupu2nya. Sesuai dengan namanya, haha, kata Luke, warung ini suka semena-mena menetapkan jadwal jualan. Bisa kadang2 buka pagi, malamnya tutup. Buka malam, paginya tutup. Hari ini buka, besok tutup. Kadang libur buka, kadang-kadang tutup2. Suka-suka mereka lah. Hehee.. tapi yang herennya, pelanggannya gak kabur, buktinya masih bertahan aja tuh warung. Mungkin ini strategi penjualan si abang kali ya. :D &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada martabak special yang sangat terkenal di Bangka, namanya Martabak Acau. Martabak ini sangat terkenal di Bangka. ini khasnya Bangka. orang-orang yang ke Bangka musti beli martabak ini buat oleh2. Tersedia martabak biasa n martabak manis. Kata Luke, martabak ini sering dipesan buat nikahan (unik ya hahaha)..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kata Luke, dulu si pemilik memulai menjual martabak dengan menggunakan mobil. Tapi sekarang mereka sudah punya toko yang tetap di Jl. Mayor Syafrie Rachman PK. Pinang deretan Bank BRI (depan ELJOHN plaza) Hp. 08127366139. Di depan tokonya juga ada jual es lilin. Hehe.. mantap! Slrrrpppp.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. berhubung aku gak tega membuat kalian semua ngiler berkepanjangan. Cerita tentang Bangkanya aku stop sampai sini dulu ya. Ntar aku sambung lagi dengan kuliner2 lain yang tentunya tidak kalah serunya. Wkwkwk..&lt;br /&gt;GBU, By: Nita, mahasiswi Bakrie University, hobinya makan dan main dengan dogi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-6149419152372625214?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/6149419152372625214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=6149419152372625214&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6149419152372625214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6149419152372625214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/07/penulis-tamu-trip-to-bangka.html' title='Penulis Tamu: A Trip to Bangka'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8Tn4Tlm3wOg/TiUROYQUryI/AAAAAAAAES8/2-P3h9F5vV0/s72-c/Image0134.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-3407949225575585703</id><published>2011-07-04T03:47:00.004+02:00</published><updated>2011-09-05T07:32:07.174+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laws in Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><title type='text'>House Office Building and Ethics Code Violations</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FxCXXnj3_Lg/ThEcNUiKKLI/AAAAAAAAES0/zXSUHkTer3g/s1600/Gedung%2BDPR%2Bweb.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FxCXXnj3_Lg/ThEcNUiKKLI/AAAAAAAAES0/zXSUHkTer3g/s400/Gedung%2BDPR%2Bweb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625308424738318514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; House of Representatives office building lays as one of the infrastructure in Indonesia. Careful planning, sufficient funds, procedural building realization and meticulous monitoring are major aspects which determine state-building success in supporting the performance of board members as representatives of the people. On the other hand, construction of buildings that should be done for the benefit of the people can lead to some ethical problems when the implementation is ridden by certain interests, such as for private profit, or when it doesn't refer to the proper goal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;In its official site, House (2011) states that the Nusantara I building, that is still used now, is no longer suitable to accommodate the parliament members activities. One of the House members Setya Novanto (2011) in Forum Bebas said that a representative room for the House members is urgently required because the existing building isnot enough to accommodate 1300 members and 350 experts. Setya expects that the building will be carried out. He sings the same tune as one of House of Representatives’ member in BURT, Michael Wattimena (2010) who insisted that the construction will go ahead whatsoever, because the funding is available.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The funds, according to team leader of building construction projects, Budi Sukada (Kompas, 2010), will be used to facilitate the capitol with a 120 m2 working area per person as well as luxurious amenities such as spa, swimming pool and fitness center: "Because they are people’s representative, not (common) office workers", he explained. This statement, of course, invited fierce responses from various parties. The Chairman of the National Mandate Party (PAN) Tjatur Sapto Edy (Kompas, 2011) assumes that the workspace area for each member of the House (120 m2) is too large because it is equivalent to first-echelon standard room according to the Minister of Public Works Regulation. His opinion is supported by Illian Deta Sari from Indonesia Corruption Watch (2010). Illian believes those luxurious facilities show that The House does not pay attention to people's needs, and only pay attention to their own interests.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apart from the issue of whether or not to have a new building, many parties also are critical of the process of procurement of Building Design Consultant and Construction Management Consultant that turned out to be avoiding tender processes or prize contests. According to the House (2011), the Procurement process in 2009 and 2010 was carried out by direct-appointment. This method is contrary to state regulations, in this case is the Presidential Decree Number 80/ Perpres 54, where direct appointments are made only under certain conditions such as during the "emergency treatment that can’t be predicted in advance and the completion time of job should has to be completed immediately/ not to be delayed, ... concerning in the interest of national defense... or if the work can only be done by one (1) Provider of Consultancy Services, or if the job ... can only be done by one (1) copyright holder ...". However, those conditions do not apply to the building. But, the Parliament does not seem to pay attention whether they were doing the right procedure or not. The House insisted on carrying out a direct appointment. This gives impression that the Procurement of Building Design Consultant and Construction Management Consultant was just a fake and seemed to have certain tendencies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Still according to Presidential Decree 80/ Perpres 54, the appropriate procurement for building construction are either by a general selection or through a prize contest. In its official site (2010) IAI (Indonesian Institute of Architects) also stated that a prize contest is the most appropriate way to do it because it would implement an open and democratic system and also would allow people to express some aspirations. A prize contest would also allow a team of competent judges to bring some objective assessments to selected designs, those will obtain a beautiful and functional building design and of course an affordable design. One of most appropriate candidate sto be on the judging team is the IAI itself as it is a professional organization in the field of architecture. But the House does not seem to want IAI to be involved in the capitol building procedure.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;On May 18, 2009, the House was holding a hearing between the Steering Committee Re-Structuring by IAI, INKINDO (National Association of Indonesian Consultants) and PT. Yodya Karya (as the Building Design Consultant) and decided to hold a workshop in June in order to obtain some input regarding the Building Complex MPR / DPR / DPD (House, 2010). In the workshop, IAI submitted proposals for organizing a prize contest, but the contest was never realized by the House. The next year, instead of accepting IAI’s proposal, the House continued the planning process by using old capitol design that had appeared first in 2008 and then re-appeared in 2009.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Darul Siska (2011), a former parliament member (2004-2009) who was involved in the process of planning the building explains that the design of the building had previously been rejected by his team. Darul also confirms that his team had suggested a prize contest to be held in 2009 so that they would create a building that could be useful for the next 50-100 years. Darul was quite surprised because the rejected design suddenly reappears after a change of board members, and the old idea of running a contest was then forgotten. A surprising statement was made by Nining Indra Saleh (2011), General Secretary of Parliament representing the House who assumes that the contest does not need to be held. She explained that the workshop in July 2009 in Pustaka Loka was in place of a contest. According to her, the workshop would adequately represent the process of competition because it also involved IAI and architecture practitioners of famous colleges. It later turned out to clarify the position of the House who did not want to accept the aspirations of IAI, even though IAI was also involved in the workshop.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Related to that, IAI had responded the House in the 2010 workshop, and actually had proposed a postponement to the project because there were many things that needed to be re-examined. IAI wanted a transparent, accountable and participatory design process through a design contest mechanism. IAI would 100% support the procurement of the contest. In fact, IAI input just 'entered one ear and out the other’, was ignored by the House of Representatives. On March 14, 2011, through the House’ LPSE portal, they kept carrying out the multi year construction project of the capitol with a total amount of Rp 1,138,228,000,000.00, as if they had never got any input, or had never been told by anyone. The House seemed to look after a formality, pretending to consult with IAI or any other professional institutions as a mask to justify the controversial procurement process of capitol building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The issues of ethics code violation were compounded by the involvement of some architects of IAI in the design process of capitol. Rizal Syarifuddin (IAI Mailing list, 2010) who worked personally on behalf of PT Yodya Karya, gave statements through a letter in the mailing list IAI, that although he is indeed the Secretary General of the IAI, but as the architect of the Capitol, he worked on behalf of the Yodya Karya, not as a representative of IAI "... Auction winner Consultant, PT Yodya Karya, got a letter of employment agreement by September 18, 2008. I got the assignment from PT. Yodya Karya by 19 September 2008.", he wrote. The House seemed to carry Rizal in the process, and used his name to make it looks like IAI was involved, and used the name of IAI to cover up their behavior.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;On the other hand Rizal’s comment raised a new question. Did Rizal also violate the ethics code of architects? Rizal was appointed PT Yodya Karya on 19 September 2008, but why did his design appeared since 2007? According to ethics code of professional architects, of course, he must understand his responsibility to put the interests of the state and nation. He could not put interests in any cases first which proved contrary to the laws and regulations.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Even though the capitol bidding process had been discontinued by the date of May 23, 2011, there will still be some tendencies to ethics code violations in the future. Strict supervision by government should be strengthened. In the midst of poverty in this country, luxurious buildings really are not a genius idea. Development must be carried out in accordance to the proper portion, and must be according to a regulatory filing. And as the capitol is a building of people's representatives, it would be better if people also were involved in the design process. A transparent and integrated planning process will create a masterpiece and also will be a source of pride for everyone.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bibliography:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 August 2009 &lt;http: id="" searched="etika&amp;amp;advsearch=oneword&amp;amp;highlight=ajaxSearch_highlight+ajaxSearch_highlight1"&gt;.&lt;/http:&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  &gt;&lt;http: id="" searched="etika&amp;amp;advsearch=oneword&amp;amp;highlight=ajaxSearch_highlight+ajaxSearch_highlight1"&gt;.&lt;/http:&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:view&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;   &lt;w:trackformatting&gt;   &lt;w:punctuationkerning&gt;   &lt;w:validateagainstschemas&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:saveifxmlinvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:ignoremixedcontent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:alwaysshowplaceholdertext&gt;   &lt;w:donotpromoteqf&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:lidthemeother&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemeasian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:lidthemecomplexscript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables&gt;    &lt;w:snaptogridincell&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct&gt;    &lt;w:useasianbreakrules&gt;    &lt;w:dontgrowautofit&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx&gt;    &lt;w:word11kerningpairs&gt;    &lt;w:cachedcolbalance&gt;   &lt;/w:cachedcolbalance&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;14 March 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://lpse.dpr.go.id/eproc/app"&gt;&lt;/a&gt;http://lpse.dpr.go.id/eproc/app&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;31 August 2010 &amp;lt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/08/31/10201248/Wow..Ada.Ruang.Rekreasi.di.Gedung.Baru.DPR"&gt;&lt;/a&gt;http://nasional.kompas.com/read/2010/08/31/10201248/Wow..Ada.Ruang.Rekreasi.di.Gedung.Baru.DPR.&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;1 September 2010 &amp;lt;&lt;a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/174855-wakil-rakyat-yang-selalu-ingin-mewah"&gt;&lt;/a&gt;http://fokus.vivanews.com/news/read/174855-wakil-rakyat-yang-selalu-ingin-mewah&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;1 September 2010 &amp;lt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/13235532/Stop.Pembangunan.Gedung.DPR"&gt;&lt;/a&gt;http://nasional.kompas.com/read/2010/09/01/13235532/Stop.Pembangunan.Gedung.DPR&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;3 September 2010 &amp;lt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/09/03/1018422/Desain.Gedung.DPR.Mesti.Disayembarakan"&gt;&lt;/a&gt;http://nasional.kompas.com/read/2010/09/03/1018422/Desain.Gedung.DPR.Mesti.Disayembarakan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;29 March 2011&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;4 September 2010 &amp;lt;&lt;a href="http://www.iai.or.id/pandangan-iai-atas-rencana-pembangunan-gedung-dpr.html"&gt;&lt;/a&gt;http://iai.or.id/pandangan-iai-atas-rencana-pembangunan-gedung-dpr.html&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;4 September 2010 &amp;lt;http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/09/04/28057/BURT-Gedung-Baru-DPR-Tak-Bisa-Ditunda/&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;13 January 2011 &lt;http: com="" news="" read="" lagi=""&gt;.&lt;/http:&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;18 January 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://us.wap.vivanews.com/news/read/199974-sekjen-dpr-buka-bukaan-soal-gedung-baru"&gt;&lt;/a&gt;http://us.wap.vivanews.com/news/read/199974-sekjen-dpr-buka-bukaan-soal-gedung-baru&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;21 January 2011 &amp;lt;http://forumbebas.com/thread-154761.html&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;30 Maret 2011 &lt;http: com="" read="" 2011="" 03="" 30="" 16294815=""&gt;. &amp;lt;&lt;/http:&gt;&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/05/23/17320271/Proses.Tender.Gedung.Baru.DPR.Dibatalkan"&gt;&lt;/a&gt;http://nasional.kompas.com/read/2011/05/23/17320271/Proses.Tender.Gedung.Baru.DPR.Dibatalkan&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;April 2011 &amp;lt;http://perpustakaandpr.files.wordpress.com/2011/04/kliping-20110402-03.pdf&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;5 April 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://bataviase.co.id/node/629174"&gt;&lt;/a&gt;http://bataviase.co.id/node/629174&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;May 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://iai-architect.yahoogroups.com/"&gt;&lt;/a&gt;http://iai-architect.yahoogroups.com&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;24 May 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://berita.liputan6.com/read/335808/tender_gedung_dpr_dibatalkan"&gt;&lt;/a&gt;http://berita.liputan6.com/read/335808/tender_gedung_dpr_dibatalkan&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;1 July 2011 &amp;lt;&lt;a href="http://www.dpr.go.id/id/sosialisasi-gedung/kronologi"&gt;&lt;/a&gt;http://dpr.go.id/id/sosialisasi-gedung/kronologi&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;29 Maret 2011 &lt;http: com="" read="" 2011="" 03="" 29="" 12025486="" baru=""&gt;.&lt;/http:&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&amp;lt;&lt;a href="http://scribd.com/doc/54112301/Skeptisme-Berbagai-Pihak-Dalam-Pembangunan-Gedung-DPR-Baru"&gt;&lt;/a&gt;http://scribd.com/doc/54112301/Skeptisme-Berbagai-Pihak-Dalam-Pembangunan-Gedung-DPR-Baru&amp;gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Republik Indonesia. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;_______________ . Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;_______________ . Peraturan Menteri PU Nomor 45/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;Picture: (www.dpr.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;http: id="" searched="etika&amp;amp;advsearch=oneword&amp;amp;highlight=ajaxSearch_highlight+ajaxSearch_highlight1"&gt;&lt;http: id="" eproc="" app=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2010="" 08="" 31="" 10201248=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" news="" read="" mewah=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2010="" 09="" 01="" 13235532="" dpr=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2010="" 09="" 03="" 1018422="" disayembarakan="" 29="" march="" 2011=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: id="" html=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" php="" metromain="" news="" 2010="" 09="" 04="" 28057="" ditunda=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" news="" read="" lagi=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" news="" read="" baru=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" html=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2011="" 03="" 30="" 16294815=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2011="" 05="" 23="" 17320271="" dibatalkan=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" 2011="" 04="" pdf=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: id="" node="" 629174=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 335808="" tender_gedung_dpr_dibatalkan=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: id="" gedung="" kronologi=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" read="" 2011="" 03="" 29="" 12025486="" baru=""&gt;&lt;/http:&gt;&lt;http: com="" doc="" 54112301="" baru=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/http:&gt;&lt;/http:&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/m:brkbinsub&gt;&lt;/m:brkbin&gt;&lt;/m:mathfont&gt;&lt;/m:mathpr&gt;&lt;/w:word11kerningpairs&gt;&lt;/w:dontvertalignintxbx&gt;&lt;/w:dontbreakconstrainedforcedtables&gt;&lt;/w:dontvertaligncellwithsp&gt;&lt;/w:splitpgbreakandparamark&gt;&lt;/w:dontgrowautofit&gt;&lt;/w:useasianbreakrules&gt;&lt;/w:wraptextwithpunct&gt;&lt;/w:snaptogridincell&gt;&lt;/w:breakwrappedtables&gt;&lt;/w:compatibility&gt;&lt;/w:donotpromoteqf&gt;&lt;/w:validateagainstschemas&gt;&lt;/w:punctuationkerning&gt;&lt;/w:trackformatting&gt;&lt;/w:trackmoves&gt;&lt;/w:worddocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-3407949225575585703?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/3407949225575585703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=3407949225575585703&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/3407949225575585703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/3407949225575585703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/07/house-office-building-and-ethics-code.html' title='House Office Building and Ethics Code Violations'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FxCXXnj3_Lg/ThEcNUiKKLI/AAAAAAAAES0/zXSUHkTer3g/s72-c/Gedung%2BDPR%2Bweb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-4965466209767170201</id><published>2011-06-07T03:40:00.004+02:00</published><updated>2011-06-07T07:03:10.111+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Culture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Australia'/><title type='text'>Cross-Cultural Study</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu bagian yang menarik dari masa persiapan kami adalah pelatihan yang satu ini: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cross-Cultural Study&lt;/span&gt;. Jadi selain dipersiapkan dari segi bahasa dan persiapan menghadapi proses pembelajaran di Australia nanti, kami juga dilengkapi dengan pengenalan terhadap perbedaan budaya yang mungkin sekali akan terjadi kelak ketika kami sampai ke Australia, khususnya dalam hal ini adalah hal-hal umum tentang penduduk Australia, dan lebih khusus lagi terhadap keanekaragaman yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami diberi arahan, bahwa apa yang mungkin di Indonesia merupakan hal yang biasa dan lumrah, mungkin saja di sana merupakan suatu hal yang tidak bisa diterima dengan baik. Ujung-ujungnya memang kita bisa saja menjelaskan bahwa di budaya kita hal itu memang biasa (dan sebagainya sepanjang mungkin kita bisa menjelaskan dengan bahasa kita yang terbatas), tapi kan jauh lebih baik jika kita bisa menghindari hubungan buruk dengan seseorang hanya gara-gara kesalahan sepele yang bertemakan ‘ga tau adat’, gara-gara kurang menaruh perhatian terhadap kebiasaan orang lain..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hRWY9PgqdKE/Te2wPKqOdzI/AAAAAAAAESk/sP89yLmWjWs/s1600/jabat%2Btangan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hRWY9PgqdKE/Te2wPKqOdzI/AAAAAAAAESk/sP89yLmWjWs/s400/jabat%2Btangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615338085006866226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Bahkan dari cara berjabat tangan pun, bisa saja kita melukai perasaan seseorang (^_^), gambar dari sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Instruktur pelatihan Lintas Budaya ini adalah Barbara. Wah, beliau orang yang sangat menyenangkan dan lucu dan ‘ngaco’ juga dan cantik juga sih kalo menurutku (^_^). Barbara mengajar kami dengan bahasa Inggris aksen Australia-nya yang cepat banget, dan dengan olokan-olokan yang sarkastik yang “kadang-kadang” membuat kami tertawa simpul tapi “sering” membuat kami tertawa ngakak sampai perut sakit.. hehe.. Barbara: TOP banget deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelas Barbara biasanya kami dapat sekali dalam seminggu. Kalo kelas David biasa dilakukan di ruang kelas 9 yang hanya cukup untuk 16 orang perusuh seperti kami, maka kelas Barbara biasanya dilakukan di auditorium. Apa yang asik dengan auditorium ini? Tentu saja karena di auditorium Barbara bisa menggabung 2 atau 4 kelas sekaligus dan membuat kami bisa mencari teman rusuh lain. Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup, aku senang dengan kelas gabungan ini karena kami akhirnya bisa mengenal teman-teman lain dari 6M1, 6M2, atau 6M3 (aku masuk 6M4) dan mendapat tambahan info dari teman-teman tersebut. Karena sistem belajar dan bahan yang diberikan masing-masing instruktur berbeda, maka sharing dari teman-teman lain kelas itu jadi masukan yang berharga juga buatku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya satu hal lagi yang membuatku senang dengan kelas gabungan ini adalah: aku bisa mencari teman senasib sepenanggungan yang kira-kira juga akan mengambil kuliah di kampus yang sama denganku. Tapi sampai sekarang aku belum bertemu seorang pun. Mayoritas teman-teman memilih untuk kuliah di Melbourne, entah itu UniMelb, ataupun Monash. Sebagian besar lain mengambil ANU di Canberra. Mereka ‘nyaris’ menggiringku untuk ikut memilih Melbourne juga sebagai kota tujuan, tapi.. sampai sekarang aku masih jatuh hati dengan Queensland.. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barbara tentunya mencoba menjerumuskan kami semua untuk pergi ke Perth, dan beliau tentunya akan mengatakan bahwa kampus paling TOP di Australia adalah Curtin dan kota paling indah di Australia adalah Perth. Sebabnya? Yak, tepat sekali! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ITU KAMPUSNYA BARBARA&lt;/span&gt;.. *sigh*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi Barbara juga sudah meracuniku dengan segala macam keindahan yang bisa kulihat di Queensland kelak.. Barbara mengajari kami tentang ‘national emblem’ dari setiap negara bagian dan teritori yang ada di Australia. Queensland sendiri punya ‘koala’ dan ‘brolga’ sebagai hewan khasnya, dan anggrek Cooktown sebagai flora khas. Ahh.. ngerti deh.. pasti masih ada kaitannya dengan tempat penangkaran koala yang sangat luas yang ada di sana itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-x0YtFFvC-vY/Te2wPRVVquI/AAAAAAAAESs/Ph--HAsM4og/s1600/lone-pine-koala-sanctuary-australia-brisbane.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-x0YtFFvC-vY/Te2wPRVVquI/AAAAAAAAESs/Ph--HAsM4og/s400/lone-pine-koala-sanctuary-australia-brisbane.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615338086798306018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 204);"&gt;Queensland, dengan koala sebagai salah satu fauna khasnya. Tempat penangkaran koala ini pasti jadi salah satu tempat yang kukunjungi di bulan-bulan pertamaku, jika sudah sampai di sana :p, gambar dari sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barbara juga memperkenalkan kepada kami tentang hewan-hewan dan tumbuhan lain yang sebagian malah namanya saja bahkan aku ga pernah dengar. Ada Royal Bluebell (ACT), Kookaburra (New South Wales), Tasmanian Tiger dan Tasmanian Blue Gum (Tasmania), wombat (South Australia), Numbat dan Kangoroo Paw (Western Australia), posum (Victoria) atau platipus dan emu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, sebelum lupa, tentu saja Barbara memberi tahu kami tentang fakta umum Australia. Australia adalah sebuah negara-benua, dengan 6 negara bagian dan 2 teritori. Mungkin semua juga sudah tau yang ini, tapi buat yang belum tau, negara bagian di Australia a.l: New South Wales, Queensland, South Australia, Tasmania, Victoria dan Western Australia. Dua teritorinya adalah: ACT (Australian Capital Territory dan Northern Territory. Ibukota negara adalah Canberra di ACT, tapi anehnya pusat populasinya justru Sidney dan Melbourne. Populasi total Oz sekitar 22.300.000 orang, dimana sekitar 350.000-nya adalah suku asli yang adalah orang-orang Aborigin. Hei, orang-orang Aborigin ini mirip banget sama orang Papua/ Timor loh.. dan cerita tentang kehidupan suku ini di Australia juga sangat sangat sangat panjang dan luas, suatu hari pengen menulis khusus tentang suku Aborigin (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini aku mengira suku Aborigin di Australia hidup layaknya suku-suku pedalaman di Indonesia.. tapi ternyata ga begitu.. ceritanya kebanyakan malah negatif. Dan semuanya baru aku tau gara-gara selama 1 bulan terakhir ini terus membaca artikel tentang Aborigin, menonton film tentang Aborigin, dan yang terakhir gara-gara tugas yang diberikan Barbara, mendengar cerita dari teman yang membaca novel tentang suku Aborigin di Australia.. tentang Aboriginnya nanti dulu, sampai aku dapat sumber-sumber yang memadai dan cerita yang cukup lengkap tentang itu, tapi tentang tugas pertama Barbara kira-kira seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi pada minggu pertama kami ikut EAP, kami mendapatkan tugas yang menyenangkan (tapi menyebalkan bagi sebagian orang) ini: tugas membaca novel! Novelnya tentunya dalam bahasa Inggris, dan dalam 3 minggu kami akan diberi instruksi untuk menceritakan kembali tentang novel itu kepada teman lain di kelas. Huhuyy!! Sebenarnya tugas ini menyenangkan, tapi bagi sebagian teman kami yang ‘bahkan’ belum pernah membaca 1 novel bahasa Indonesia sekali pun, tugas itu jadi mimpi buruk, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku memilih 1 buku berjudul Carrie’s Song karya salah satu pengarang Australia bernama: Bronwyn Blake. Ya ya ya, pasti ga pernah dengar novelnya karena memang tidak banyak pengarang Australia yang menghasilkan novel-novel best seller internasional, dan tugas dari Barbara adalah membaca “buku karangan penulis Australia” dan bukan buku karangan Stieg Larrson yang hampir saja kupilih gara-gara aku udah pernah baca dan memang isinya bagus, xixixi.. (hei, kan harus direkomendasikan, jadi harus pilih yang bagus dong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang unik adalah buku lain yang dibaca temanku. (Tentu bukan bukuku karena bukunya ternyata ceritanya seperti pilem sinetron di Indonesia, si Ibu menyelamatkan temannya, si anak menyelamatkan temannya, yang ternyata adalah anak dari teman Ibunya, yang ternyata mereka lahir dari 1 ayah, alias sodaraan, yang ternyata kemudian ibunya jadi artis terkenal dan mencari anaknya yang kemudian juga terkenal gara-gara nemu tikus langka yang dikira sudah punah, bla bla bla..) &amp;lt;-- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyiyir&lt;/span&gt;.. Tapi bagus kog via baca bukuku aku jadi tau banyak tentang gambaran padang pasir di Oz, atau biru lautnya Flinders Island.. berpikir positif, ok! :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kembali ke bukunya teman-temanku, jauh lebih unik karena kebanyakan buku mereka berdasarkan cerita nyata. Beberapa orang membaca buku yang ditulis seorang ‘creamy’ (setangah Aborigin-setengah Australia) tentang kehidupan masa lalunya yang diperlakukan tidak adil karena statusnya sebagai setengah Aborigin. Bahkan salah seorang teman bercerita tentang bukunya, dimana di masa lalu bahkan orang Aborigin itu diburu untuk dibunuh, uuhhh.. serem ga sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku dari seorang teman yang lain bercerita tentang kehidupan seorang Australia di Jakarta.. eee.. iya, Jakarta yang adalah tempat aku menulis postingan ini. Jadi ceritanya buku si teman itu berkisar pada zaman pemerintahan Sukarno, kurang lebih pada masa komunis, dan soal politik di Indonesia. Aku ga begitu suka politik sih, tapi gara-gara itu jadi penasaran dengan hubungan politik Indoenesia-Australia dulu dan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teman yang lain lagi menceritakan bukunya dengan meminta maaf sebelumnya pada kami, karena ternyata bukunya kurang lebih bertemakan perlakuan yang berbeda terhadap seorang yang wanita menggunakan jilbab. Benar-benar membuka wawasanku tentang sisi lain dari negeri seberang itu, yang jarang terekspos media. Kalo ga salah judul buku teman itu: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ten things I hate about Me&lt;/span&gt;. Besok pasti tak pinjam :p Penasaran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Nah, mana pelajaran budayanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini.. Barbara mengajarkan kami mulai dari cara bersalaman. Kami diingatkan supaya jangan berlebihan dan menyamakan dengan budaya di Indonesia. Ga perlu pake membungkuk segala kalo bertemu, hehe.. cukup mengangguk kecil dan jangan lupa ‘senyum’ :p Kalo bersalaman, jangan terlalu KENCANG!! Tapi jangan juga terlalu lembut sampai-sampai cuma ujungnya aja yang kena.. (-_-) Ayun 3 kali cukup, tapi jangan kebanyakan, dia bisa kira kita orang aneh.. :D Barbara menambahkan juga: ga usah pake menyentuhkan tangan ke dada setelah salaman.. haduh, ini mah kebiasaan buruk saya *sigh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, salah seorang teman bertanya: bagaimana jika saya tidak bersalaman dengan ‘non-muhrim’? Barbara bilang supaya cukup menutup tangan di dada dan tersenyum, dan kemudian menjelaskan bahwa kita tidak bersalaman dengan non-muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tiga minggu kemudian, aku berkenalan dengan teman yang mengajukan pertanyaan itu, dan kami tidak bersalaman.. *&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’d got the point&lt;/span&gt;, jadi tidak tersinggung* :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barbara mengingatkan kami untuk tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ‘TABU’ bagi kebanyakan orang di Oz, terutama pada pertemuan pertama. Salah satunya adalah tentang umur orang (apalagi jika yang ditanya seorang wanita). Yang lain adalah tentang gaji, status pernikahan, agama/suku, orientasi sosial, cacat tubuh. Bahkan Barbara bilang tidak perlu menanyakan nomor telepon di pertemuan pertama. Maksudnya jelas: untuk apa menanyakan hal itu jika maksudnya hanya untuk jadi teman ngobrol. Apa kalo hal itu tidak dibicarakan lalu percakapan umum sudah habis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan seorang dosen pun tidak selalu memberikan nomor HP-nya pada mahasiswanya. Jika ingin membuat janji, tentu bisa dilakukan via email. Kalo ingin ijin atau tidak masuk, tentu bisa dengan bagian administrasi kampus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang cewe anak 6M4 yang berisik bertanya tentang bagaimana kalo kita ingin menanyakan sesuatu pada dosen di malam hari di luar waktu kuliah tentang materi tesis kita yang dibimbing oleh dosen itu? Barbara lalu menyarankan agar si anak yang cerewet itu ‘tidak menelpon’ dosen di luar jam kuliah. Karena dosen juga manusia.. ehhh.. salah.. maksudnya karena dosen tidak jadi dosen di luar jam dosennya, jadi jenis telpon seperti tadi tentu tidak ditanggapi. Si anak cerewet sebaiknya tidak menyimpan pertanyaan sampai malam, atau menunggu saja sampai besok paginya baru bertanya pada dosen. Si anak 6M4 yang cerewet itu pun diam.. Anak cerewet itu adalah aku.. (T_T)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal yang Barbara arahkan, seperti cara bertanya, cara berperilaku dalam kelas, cara berperilaku di jalan. Barbara berkomentar tentang cara kami semua berperilaku saat terlambat masuk kelas. Kebanyakan anak masuk dan berkata: Maaf saya terlambat.. tapi sambil tersenyum! Maksudnya: hei, kamu terlambat, kamu mengganggu kuliah, kenapa malah senyam-senyum, apa kamu ga merasa bersalah.. Hmm.. benar juga sih, mesti diingat-ingat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang unik adalah semua hal tentang pesta, undangan makan dan traktir-mentraktir. Ternyata ‘TRAKTIR’ itu adalah budaya Indonesia loh teman-teman.. Sebab di Australia mereka tidak memahami mengapa orang Indonesia selalu harus membayar makanan yang dimakan teman-temannya saat mereka berulang tahun, baru naik pangkat, baru dapat perjalanan dinas, dan so on..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin kita memahami kalo di sini kita berprinsip: kita mendapat berkat, maka kita membagi berkat dengan orang lain dengan mentraktir mereka makan dan begitu juga sebaliknya. Tapi prinsip itu tidak berlaku di sana. Kalo temanmu ulang tahun dan dia mengajak makan.. yah, kamu sendiri yang bayar makananmu. Malah kalo dia mengajakmu datang ke rumahnya untuk berpesta, ya, kamu harus bawa sendiri makananmu.. kecuali memang dia bilang di rumahnya akan ada makanan, tapi.. biasanya kita menyiapkan makanan kita sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kapan pun ada pesta atau kapan pun ada ajakan makan, pastikan kita tidak pergi dengan tangan kosong, selalu bawa dompet, karena di sana prinsipnya tidak ada satu orang pun yang jauh lebih kaya dari yang lain sehingga harus membayarkan makanan teman2nya. Bahkan jika ditraktir bosmu pun, jangan langsung mau, lebih baik menolak dan bayar sendiri di awal-awal makan bareng :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan mereka punya istilah slang sendiri soal ini: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let’s go Dutch&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dutch treat&lt;/span&gt; yang artinya makan bayar masing-masing alias be es es, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang anak 6M4 lain bertanya (yang ini bukan saya) kenapa sih disebut traktiran ala Belanda.. Barbara cuma nyeletuk, heeiii.. YOU TELL ME!!! Xixixi.. secara yang pernah dijajah 350 tahun siapa :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sih hal lain yang diajarkan Barbara seperti: jangan datang terlalu cepat ke pesta (Heii.. yang punya rumah masih mandi kaleee..), jangan ngebungkus makanan pulang (halooo.. bukan arisan Batak Bu.. xixixi), jangan pee berjongkok di closet duduk (!), jangan buang tisunya di bak sampah tapi buang di lubang WC (WC-nya sudah didesain untuk tisu), jangan bolak-balik keluar ruangan saat ada dosen mengajar atau ada presentasi, dan sebagainya, dan sebagainya.. Mendengarkan langsung dari Barbara akan jauh lebih lucu, karena beliau kocak sekali dan santai.. jadi kami menikmati setiap kelas bersama Barbara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nanti aku posting lagi hal lain tentang masa pelatihan EAP kami ini, sekarang mau bersiap-siap dulu untuk ujian hari Jumat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Course Evaluation Workshop&lt;/span&gt;) tahap I, wish me luck yaa.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-4965466209767170201?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/4965466209767170201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=4965466209767170201&amp;isPopup=true' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4965466209767170201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4965466209767170201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/06/cross-cultural-study.html' title='Cross-Cultural Study'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hRWY9PgqdKE/Te2wPKqOdzI/AAAAAAAAESk/sP89yLmWjWs/s72-c/jabat%2Btangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2616970727067185738</id><published>2011-05-24T02:48:00.007+02:00</published><updated>2011-05-25T02:10:57.597+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Evolusi Piramida Mesir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gara-gara tugas dari David ini, kami harus membuat sebuah presentasi tentang satu topik yang kami sukai untuk disajikan di depan kelas hari Senin kemaren. Berhubung aku suka sekali dengan budaya Mesir, aku membawakan cerita tentang evolusi piramida ini, sesuatu yang masih akrab sekali dengan materi kuliahku dulu banget waktu tahun pertama S1 :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Presentasi ini harus kami bawakan dalam waktu 30 menit, 5 menit presentasi dan sisanya tanya jawab. Penyajiannya dalam bahasa Inggris, yang versi sumber lengkapnya bisa dibaca juga di sini: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;www.touregypt.net&lt;/span&gt;, dan khusus untuk tulisan blog kali ini, aku mau tulis versi Indonesianya aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, ada ga yang pernah kepikiran, gimana caranya si piramid itu muncul? Muncul dalam waktu satu malam? Jatuh dari langit? Atau seperti candi Prambanan, dibangun dengan kekuatan gaib, sebelum ayam jago berkokok? Weeiiiiss..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata salah semua, karena piramid itu sebenarnya dibangun dengan serangkaian tahapan evolusi, dimulai dari awal peradaban Mesir Kuno, jauh sebelum raja-raja (Firaun Mesir) bertahta di Mesir.. &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RyqTslAeSSg/Tds3HRXA4iI/AAAAAAAAESE/KgkvPiCHUVU/s1600/Ancient.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 388px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RyqTslAeSSg/Tds3HRXA4iI/AAAAAAAAESE/KgkvPiCHUVU/s400/Ancient.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610138358878626338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mesir dengan permukaan tanah berpasir.. bangsa ini menganggap sebuah kehidupan muncul dari sebuah gundukan, karena setelah musim banjir berhenti, tunas-tunah pohon muda akan tumbuh dari puncak gundukan pasir di tanah-tanah Mesir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangsa Mesir Kuno, biasanya membuat makam bagi orang yang meninggal di dalam lubang di pasir. Mereka menggali lubang, biasanya bentuknya oval, meletakkan jenazah, lalu menutupnya dengan pasir. Dalam perkembangan berikutnya, mereka menyempurnakan lubang menjadi segi empat, menutup lubang dengan pasir, lalu menutupnya dengan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi pada dinasti pertama di Mesir, saat Mesir dipimpin oleh Hor-Aha, sang raja rupanya menginginkan bentukan yang  lebih baik untuk dijadikan makam baginya kelak. Beliau menginginkan sebuah makam dengan bentukan yang kokoh, kuat, dan aman sebagai tempat bagi sarkofagusnya nanti, harta-hartanya, serta benda-benda kesayangannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena rekues khusus dari sang raja inilah kemudian muncul sebuah bentukan makam yang dikenal dengan nama: Mastaba &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Z3WwB76xcLc/TdsCFGy0KxI/AAAAAAAAER0/qCDUWJSpzxg/s1600/mastabashepseskaf10.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Z3WwB76xcLc/TdsCFGy0KxI/AAAAAAAAER0/qCDUWJSpzxg/s400/mastabashepseskaf10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610080047566433042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mastaba, sebuah makam untuk raja. Disebut mastaba yang berarti bangku, karena menyerupai bentukan bangku-bangku khas penduduk Mesir. Mastaba dibangun dengan bahan ‘mud brick’ (batu bata yang dibuat dari lumpur sungai Nil)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentukan mastaba ini kemudian dipakai sampai beberapa dinasti, dan masih terus dipakai di kemudian hari untuk orang-orang penting atau orang-orang kepercayaan raja. Tapi untuk makam raja sendiri, bentukan ini mulai ditinggalkan sejak masa dinasti ketiga, saat Raja Djoser (dikenal juga dengan sebutan Huni) memerintah di Mesir. Djoser menginginkan sebuah makam yang lebih besar baginya sendiri, lebih megah, dan juga memiliki teknologi yang lebih baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena saat itu teknologi pembangunan menggunakan batu mulai dikenal, maka bangsa Mesir mulai membangun piramid dengan menggunakan batu gamping/kapur, yang banyak ditemukan di tambang di sekitar sungai Nil. Mereka mulai membangun bentukan makam baru dari bentukan dasar mastaba yang dilebarkan, dan juga ditinggikan.. dan muncullah bentukan baru makam raja yang kemudian dikenal dengan nama: Piramida Tangga &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-I_3wuXnMZ64/TdsA2pTO7OI/AAAAAAAAERM/nvQAs7lUX_A/s1600/080505step_pyramid.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-I_3wuXnMZ64/TdsA2pTO7OI/AAAAAAAAERM/nvQAs7lUX_A/s400/080505step_pyramid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610078699619544290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Piramida Tangga, disebut demikian karena bentukkannya bertingkat-tingkat menyerupai anak tangga. Dibangun dengan menggunakan batu gamping dari sekitar sungai Nil. Piramida tangga ini memiliki ruangan-ruangan yang jauh lebih banyak bagi barang-barang berharga raja dibandingkan dengan yang ada di Mastaba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sejak masanya Djoser ini, bentukan piramida mulai dikenali.. Dan bentukan ini kemudian cukup banyak digunakan oleh raja-raja lain selain Djoser. Mungkin bisa dikatakan, inilah cikal bakal sesungguhnya bentukan piramida yang ada di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, kalopun banyak raja lain yang menyukai bentukan ini, ternyata Sneferu, putra dari Raja Djoser, sang calon penerus kepemimpinan di Mesir, tidak begitu senang dengan ‘Si Tangga’. Sneferu menginginkan sebuah bentukan makam yang jauh lebih baik lagi. Dia menginginkan bentukan yang sempurna! Dia menginginkan bentukan PIRAMIDA sesungguhnya, dengan dasar persegi, ujung meruncing, sudut yang lurus, tanpa tangga-tangga seperti yang ada pada Piramida Tangga.. maka Sneferu pun kemudian membuat beberapa percobaan piramida, untuk membuat sebuah piramida sempurna bagi dirinya sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia memulai pembangunan piramida baru di Meydum, di sekitar Oasis. Percobaannya menghadirkan piramida 3 Tangga ini: &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6zr1l6xyASg/TdsCEMCta_I/AAAAAAAAERc/i5lyJgvfqEo/s1600/3%2Bsteps%2Bpyramid.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 370px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6zr1l6xyASg/TdsCEMCta_I/AAAAAAAAERc/i5lyJgvfqEo/s400/3%2Bsteps%2Bpyramid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610080031795407858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Piramida Tiga Tangga.. memiliki 3 tingkatan piramid, masih jauh dari bentukan piramida sempurna yang diinginkan oleh Sneferu..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelihatannya sudut yang dibuat Sneferu terlalu curam, piramidanya masih jauh dari sempurna karena masih memiliki 3 tingkatan dan dengan demikian tidak membentuk sudut yang lurus. Meskipun begitu pemilihan bahan bangunan dan desain interior piramida tetap merupakan karya terbaik yang bisa dibuat oleh sang arsitek bagi sang raja yang tengah berkuasa (Sneferu menggantikan ayahnya). Tapi karena masih tidak puas dengan eksperimen pertamanya, Sneferu kemudian membangun piramida keduanya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-AOGh-Pk9xCQ/TdsCEe_xy2I/AAAAAAAAERk/wX-4VCx-WBM/s1600/bent%2Bpyramid.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 359px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-AOGh-Pk9xCQ/TdsCEe_xy2I/AAAAAAAAERk/wX-4VCx-WBM/s400/bent%2Bpyramid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610080036883385186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Piramida Bengkok, di wilayah Dashour. Sudutnya tidak lurus, karena terjadi perubahan selama masa konstruksi, di tengah-tengah masa pembangunan piramida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percobaan kedua ini dibuat di wilayah Dashour. Pada awalnya Sneferu ingin membuat piramida dengan sudut kemiringan 53 derajat. Tapi pada saat pembangunan sudah mencapai setengah dari keseluruhan masa pembangunan, Sneferu harus mengubah sudut kemiringan piramida, dan kemudian menggantikannya dengan sudut yang lebih landai, sekitar 45 derajat. Hal ini terjadi karena dengan sudut semula dan luasan dasar yang ada ternyata kestabilan strukturnya terganggu. Daripada piramida hancur dan roboh, perubahan sudut ini terhitung alternatif yang sangat baik menurut sudut pandang Sneferu. Maka lahirnya si piramida dengan sudut patah: Si Piramida Bengkok di Dashour..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sneferu menyerah? Wah, ga dong.. beliau pun mulai merancang-rancang untuk membuat percobaan piramida ketiganya, kali ini di lokasi yang sama dengan “Si Bengkok”, di Dashour.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-y_p6OwcQX4Y/Tds3G-861jI/AAAAAAAAER8/X6SSqO4Rx2w/s1600/Red%2BPyramid.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 390px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-y_p6OwcQX4Y/Tds3G-861jI/AAAAAAAAER8/X6SSqO4Rx2w/s400/Red%2BPyramid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610138353937339954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Si Piramida Merah, hasil karya Sneferu, piramida sempurna pertama di sepanjang sejarah Mesir dan juga di sepanjang sejarah peradaban dunia..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Merah ini sempurna sekali, dengan sudut lurus tanpa patahan dengan kemiringan sekitar 43 derajad, tanpa tangga-tangga, sempurna dengan pilihan batu gamping terbaik yang ada di Mesir, dengan interior ruangan yang dirancang sempurna dan dengan bahan-bahan bangunan yang terbaik juga.. Si Merah memiliki tinggi sekitar 104 meter, yang tertinggi di masa itu, yang sayangnya ternyata tidak menjadi yang terbesar di dunia beberapa tahun berikutnya.. karena putra Sneferu sendiri, kemudian memecahkan rekor piramida ayahnya tersebut. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-sgdzjB9GFLU/TdsCE0u4D0I/AAAAAAAAERs/ZaMWDhqBckk/s1600/Giza%2BPyramid.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 192px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-sgdzjB9GFLU/TdsCE0u4D0I/AAAAAAAAERs/ZaMWDhqBckk/s400/Giza%2BPyramid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610080042718072642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Piramida di Giza, terbesar di seluruh Mesir dan juga di dunia..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Sneferu meninggal, dia digantikan oleh putranya, yaitu Khufu (dikenal juga dengan sebutan Cheops di Yunani) dan Khufu menginginkan sebuah piramida yang jauh lebih megah daripada piramida milik ayahnya (wedeh, ga mau kalah). Jika si Piramida Merah tingginya sekitar 104 meter, maka piramida milih Khufu ini tingginya sekitar 146,5 meter, jadi memang jauh lebih tinggi, dan lebih megah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Piramida Giza menjadi piramida termegah dan terbesar yang pernah ada di Mesir dan di seluruh dunia, dan piramida ini menjadi satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Masa Lalu. Para turis biasanya mengenal Giza, jauh lebih baik ketimbang piramida-piramida lainnya, yang jumlahnya sebenarnya ada ratusan, sampai sekitar 138 piramida menurut survey tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi meskipun piramida Giza merupakan yang termegah sepanjang masa, tetap saja bapak piramida-nya bukan Raja Khufu tetapi sang ayah, Raja Sneferu, sang penemu piramida yang telah mengolah bentukan piramida dari bentukan piramida tangga sampai pada bentukan piramida sempurna yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang setelah masa Khufu, piramida-piramida besar lain terus dibangun oleh penerusnya, maupun oleh raja-raja kecil lain pada masa Mesir, namun tidak ada yang bisa menandingi kemegahan Giza. Dan sampai beberapa dinasti setelah Khufu kemudian pembangunan piramida dihentikan, kemungkinan terjadi karena material pembangun piramida yang mulai semakin berkurang, dan ada dugaan juga untuk lebih melindungi jenazah-jenazah raja-raja selanjutnya yang jika diletakkan di piramida kemudian menjadi terlalu mencolok bagi para perampok makam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, hasil kerjaku untuk David ternyata membuatku tahu satu hal lagi, kalau ternyata piramida itu tidak hanya ditemukan di Mesir, tapi juga ada di China, dan juga ada di Australia.. aww.. malah Australianya itu tepatnya di Queensland. Kalo kata Alberth sih, kemungkinan itu punyaan orang-orang Free Mason, hehe.. ga tau deh, tapi kalo memang merupakan tempat wisata, hmm.. cataatttt.. :p By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2616970727067185738?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2616970727067185738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2616970727067185738&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2616970727067185738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2616970727067185738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/05/evolusi-piramida-mesir.html' title='Evolusi Piramida Mesir'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RyqTslAeSSg/Tds3HRXA4iI/AAAAAAAAESE/KgkvPiCHUVU/s72-c/Ancient.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-507301222333101664</id><published>2011-05-18T11:34:00.004+02:00</published><updated>2011-05-19T03:43:24.023+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Ubud-Sukawati-Sanur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pH9dkhdokUw/TdOTo9bXxxI/AAAAAAAAERE/g0u4vpC0F1w/s1600/IMG01287-20110116-1625.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pH9dkhdokUw/TdOTo9bXxxI/AAAAAAAAERE/g0u4vpC0F1w/s400/IMG01287-20110116-1625.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607988292899817234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dalam tulisan sebelumnya telah kujelaskan, bahwa kami sempat menginap di Ubud sebelum pergi ke Kintamani kan? Yup, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;postingan &lt;/span&gt;yang ini khusus tentang Ubud. Dan gambar pertama yang jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;primary foto&lt;/span&gt; postingan ini, adalah foto penginapan kami saat di Ubud, benar-benar khas Bali. Kalau pernah nonton filmnya BCL yang judulnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saus Kacang&lt;/span&gt; itu, kelihatan juga rumahnya mirip-mirip wisma kami ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan penginapan di Bali memang melebar ke samping dan tidak ke atas. Penginapan kami di Sanur juga demikian, kamar-kamar yang bersusun dari depan sampai ke belakang, dan hanya berlantai satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yup, yang pernah kupelajari tentang peraturan daerah di Bali sih, kabarnya bangunan di Bali memang diatur dengan ketinggian tertentu, biasanya tidak lebih dari 15 meter, atau tidak lebih tinggi dari pohon kelapa. Peraturan ini berlaku khususnya bagi kawasan di sekitar pantai. Kudengar wilayah di pegunungan tidak terkena peraturan ini tapi tetap saja para pengambil kebijakan tidak serta merta membangun setinggi-tingginya karena mempertimbangkan kekuatan tanah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ngomong-ngomong tentang ‘harus lebih tinggi dari pohon kelapa’, aku terpikir: bagaimana kalo setelah membangun gedung, trus di atasnya dikasih aja ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;roof garden&lt;/span&gt;’ dan ditanami 1 pohon kelapa aja, jadi kan pasti ga lebih tinggi ya? :D #dilempar orang se-Bali# &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WNUeNQpnFJg/TdOTovR_8KI/AAAAAAAAEQ8/VXgmeFsqoOU/s1600/IMG01276-20110116-1553.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WNUeNQpnFJg/TdOTovR_8KI/AAAAAAAAEQ8/VXgmeFsqoOU/s400/IMG01276-20110116-1553.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607988289102409890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pasar Sukawati, salah satu tempat yang tepat untuk berburu oleh-oleh khas Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat berjalan-jalan di sekitar Ubud, kami sempat melewati Pasar Sukawati. Pasar ini juga direkomendasikan oleh Yanti karena terkenal sebagai tempat yang menawarkan oleh-oleh khas Bali dengan harga yang sangat miring. Tapi aku sendiri percaya dimana saja belanjanya harganya ya bisa miring asal pintar memilih dan menawar, hehe.. buktinya harga yang paling memuaskan bagiku justru kudapat waktu berbelanja di Tanah Lot hari sebelumnya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-90SznLUdm9c/TdOTS8H6f7I/AAAAAAAAEQ0/MQwYdhy5_dc/s1600/IMG01334-20110117-1419.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-90SznLUdm9c/TdOTS8H6f7I/AAAAAAAAEQ0/MQwYdhy5_dc/s400/IMG01334-20110117-1419.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607987914592649138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Sesaji, di depan rumah setiap pagi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi yang kuperhatikan di Bali, penduduk sana memiliki kebiasaan meletakkan sesaji di depan rumah mereka setiap pagi. Awalnya kupikir hanya pedagang yang melakukan hal itu karena saat di Tanah Lot dan di Kintamani, kulihat di setiap kios para penjual melakukan hal yang sama. Berdoa sedikit, lalu meletakkan sesaji mereka di depan kios. Aku percaya ritual itu dilakukan untuk memohon rejeki..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesaji itu segar di pagi hari dan biasanya terinjak-injak di sore hari.. aku sempat berpikir apa tidak apa-apa kalo sesaji terinjak begitu? Tapi setelah kupikir dua kali semakin rusak terinjak sesajinya bukankah semakin laris toko itu hari itu? Ya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, baru setelah berjalan-jalan dengan Jos berkeliling Bali, aku mengamati lagi kalau ternyata tidak hanya kios yang meletakkan sesaji di depan mereka, tapi juga rumah-rumah tinggal.. sangat menarik.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hx_ndz3Vjno/TdOTSvk8opI/AAAAAAAAEQs/lvYO3VsfmHY/s1600/IMG01351-20110117-1441.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hx_ndz3Vjno/TdOTSvk8opI/AAAAAAAAEQs/lvYO3VsfmHY/s400/IMG01351-20110117-1441.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607987911224763026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pasar Ubud, di sini aku dan Jos singgah lama dan berbelanja..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, efek lain dari sesaji tadi akan terlihat di sore harinya. Saat aku dan Jos keluar dari Pasar Ubud, hari sudah sangat sore, dan aku melihat seorang petugas kebersihan kota membawa satu buah gerobak sampah besar, yang isinya seluruhnya adalah sisa-sisa sesajen.. (-_-‘)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, pastinya membersihkan sesajen jadi tupoksi khusus dinas kebersihan di Bali ya, melihat begitu banyaknya sesaji yang dikeluarkan masyarakat setiap harinya.. dan tugas membersihkan sesaji harus selesai sore karena keesokan subuh sesaji yang baru akan diletakkan lagi di tempat yang sama, demikian seterusnya, hari demi hari.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-u1rcf4Ehe6I/TdOTSdUwsgI/AAAAAAAAEQk/Hf3lIsKpOus/s1600/IMG01354-20110117-1445.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-u1rcf4Ehe6I/TdOTSdUwsgI/AAAAAAAAEQk/Hf3lIsKpOus/s400/IMG01354-20110117-1445.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607987906325033474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pasar Ubud dengan beraneka ragam barang-barang khas Bali untuk oleh-oleh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku membeli kain bercorak Bali khusus untuk dipakai kembaran bersama Mba Ajeng dan Reza di kantor. Jos sibuk menyapa bule-bule, hahaha, gokil bener anak itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian yang lucu terjadi ketika kemudian di Ubud hujan, dan kami terjebak tidak bisa langsung pulang.. karena bete, Jos kemudian iseng berpura-pura menjadi penjual payung. Dia menawarkan payungnya sendiri pada bule-bule seharga 50ribu, hahaha.. harga asli payungnya sih 15ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang bikin kaget ketika kemudian seorang pasangan bule Perancis benar-benar membeli payung Jos, jiaaahhhh.. si bule perempuan cantik sekali, makanya awalnya Jos menawarinya payung.. (Jos hanya menawari bule yang cantik-cantik saja) Awalnya si bule cantik dan pacarnya tidak mau, tapi kemudian karena hujan ternyata lama sekali berhenti mereka berubah pikiran dan menanyakan pada Jos harga payungnya.. Hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos yang ditanya kelimpungan, hehe.. niat isengnya kog ya bener-bener ditanggapin bule.. mungkin tampang Jos sedikit mirip penjual payung, xixixi.. akhirnya si bule cantik dirujuk oleh Jos ke toko terdekat yang menjual payung.. si pacar bule cantik diam saja, semoga tidak marah pada Jos :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan setelah hujan berhenti, kami memutuskan untuk pulang ke Selatan, sambil tidak henti menikmati pemandangan toko-toko karya seni yang berhamburan di sepanjang jalan Ubud, mulai kesenian ukiran, pahat, lukisan, baik itu melukis di kanvas ataupun di atas kulit telur, waww.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-S8oyrXGA9og/TdOTSAvMuTI/AAAAAAAAEQc/mBgKXLP5Cek/s1600/IMG01340-20110117-1429.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-S8oyrXGA9og/TdOTSAvMuTI/AAAAAAAAEQc/mBgKXLP5Cek/s400/IMG01340-20110117-1429.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607987898651294002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Salah satu toko kesenian di sepanjang jalan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami terus berjalan menanjak ‘?’ sampai kami tiba di kawasan yang bernama Tegal Alang. Heh? Padahal kami rencananya mau ke Selatan, mencari penginapan di Sanur supaya bisa melihat matahari terbit esok harinya. Tapi makin ke atas pemandangan yang kami lihat justru hamparan sawah yang bertingkat-tingkat (sepertinya kami masuk kawasan persawahan yang mempergunakan sistem subak itu). Udaranya juga semakin dingin dan tiba-tiba kabut terlihat makin jelas dan jalanan makin sepi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai curiga, Jos akhirnya bertanya pada penduduk sekitar, kemana jalan menanjak yang akan kami tuju itu? Dan tahulah kami bahwa kami ternyata kembali menuju Kintamani, wedew.. Rupanya mau mengulangi lagu Ebiet G. Ade lagi nih?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos akhirnya memutar arah dan mengomel2 atas navigasiku yang buruk, sampai akhirnya kami tiba di Sanur dan menemukan penginapan untuk bermalam.. #Maaf Beb :p#&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi harinya, sekitar pukul 4 kami bangun dan berjalan menuju pantai.. sayang langit mendung, dan yang kami peroleh hanya foto matahari mengintip dari balik awan ini.. ahh.. sayang banget ya.. padahal kabarnya matahari terbit di Sanur indah sekali.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wn-71-ng5A4/TdOTR_7OYqI/AAAAAAAAEQU/gAJ0JZU5qpg/s1600/IMG01364-20110118-0552.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wn-71-ng5A4/TdOTR_7OYqI/AAAAAAAAEQU/gAJ0JZU5qpg/s400/IMG01364-20110118-0552.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607987898433299106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mataharinya malu-malu eiy.. ya sudah deh, mungkin memang harus balik lagi :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dari pantai, kami mempersiapkan diri untuk perjalan kami ke Uluwatu (yang sudah kuposting sebelumnya), dan dengan demikian cerita perjalanan ke Balinya sudah selesai.. jadi bisa posting lagi tentang perjalanan/ kegiatan yang lain lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PS: ternyata beberapa minggu setelah bulan madu kami, aku mendapat perjalanan dinas ke Bali lagi, hahaha.. ternyata memang dikasi kesempatan untuk balik lagi, tapi saat itu ga kemana-mana, karena masih puas. Bahkan kulitku yang berubah warna belum sempat kembali ke warna semula.. masih ada 3 hal yang belum tercapai di pulau indah ini, suatu saat akan kutebus. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bye &lt;/span&gt;Bali.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca juga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pantai-dreamland-uluwatu-dan-garuda.html"&gt;Pantai Dreamland dan Garuda Wisnu Kencana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/kintamani.html"&gt;Kintamani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/tanah-lot_18.html"&gt;Tanah Lot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/03/kuta-legian.html"&gt;Kuta-Legian&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-507301222333101664?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/507301222333101664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=507301222333101664&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/507301222333101664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/507301222333101664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/05/ubud-sukawati-sanur.html' title='Ubud-Sukawati-Sanur'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pH9dkhdokUw/TdOTo9bXxxI/AAAAAAAAERE/g0u4vpC0F1w/s72-c/IMG01287-20110116-1625.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-1903780162792928908</id><published>2011-05-09T03:04:00.005+02:00</published><updated>2011-05-19T03:42:38.905+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Pantai Dreamland Uluwatu, dan Garuda Wisnu Kencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7sqsv2sEtRA/TcdAK4fSz7I/AAAAAAAAEQM/h0-8PG5ZSuM/s1600/1.%2BDreamland%2BUluwatu%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7sqsv2sEtRA/TcdAK4fSz7I/AAAAAAAAEQM/h0-8PG5ZSuM/s400/1.%2BDreamland%2BUluwatu%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518816992382898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah, ini tujuan terakhir kami di Bali (cerita tentang Ubud belum selesai ditulis, jadi diposting belakangan saja, hehe..), pergi ke Uluwatu dan juga mengunjungi Garuda Wisnu Kencana. Karena GWK menyajikan acara yang menarik pada malam hari, maka kami memutuskan untuk bersenang-senang di Uluwatu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos tentunya langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nyemplung &lt;/span&gt;ke dalam air, malah berencana pake acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surfing &lt;/span&gt;segala.. Pantai di kawasan Uluwatu sangat banyak, tapi kali ini kami pergi ke Pantai Dreamland.. Pantai Dreamland sendiri kabarnya merupakan pantai buatan, yang dibuat eksklusif untuk memanjakan para turis di kawasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;elite &lt;/span&gt;sekitar Pecatu. Terlepas dari itu pantai buatan atau tidak, aku sungguh menikmati pemandangan pantainya yang luar biasa indah, khas pantai-pantai di Bali..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena berada di ujung selatan pulau Bali, ombak di pantai ini sangat besar, dan pemandangannya sangat lepas, mengarah ke Samudera Hindia.. wehh.. airnya biru, dengan tebing-tebing karang yang mengelilingi pantai.. karena kami datang di pagi hari, langit juga masih belum berawan dan terlihat tidak kalah birunya dibandingkan air laut.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fsjYpfTgqWc/TcdAE74sQoI/AAAAAAAAEQE/ZAZ9CdaGjoI/s1600/2.%2BPantai%2BDreamland%252C%2BUluwatu%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fsjYpfTgqWc/TcdAE74sQoI/AAAAAAAAEQE/ZAZ9CdaGjoI/s400/2.%2BPantai%2BDreamland%252C%2BUluwatu%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518714824999554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pantai Dreamland, Uluwatu, Bali, sangat indah, khas pantai-pantai Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Jos sangat menikmati berenang di antara turis-turis lain yang mengunjungi Dreamland.. Jos juga tentu saja menikmati acara sesi foto dan videonya.. (-_-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain berenang, para turis juga banyak yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surfing&lt;/span&gt;, atau hanya sekedar berjemur di tepi pantai.. kabarnya lapak di tepian pantai Dreamland disewakan 300ribu per meternya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puas bermain air, aku dan Jos pergi mengunjungi Garuda Wisnu Kencana. GWK adalah sebuah taman budaya di kawasan Unggasan Jimbaran Bali yang dibuat sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;icon &lt;/span&gt;wisata Bali.  Sangat terkenal karena kerap mempertunjukkan kesenian-kesenian khas Indonesia, khususnya kesenian tradisional Bali. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XxbA4IkmrRE/TcdAEgpS-VI/AAAAAAAAEP8/wQ2J__CvvIA/s1600/3.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XxbA4IkmrRE/TcdAEgpS-VI/AAAAAAAAEP8/wQ2J__CvvIA/s400/3.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518707512670546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aku di depan patung Wisnu dan panggung terbuka tempat pertunjukan tari-tarian Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya pengen sekali mencari pertunjukan khas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fire walking&lt;/span&gt; Bali di GWK, sayang kami pergi di hari yang salah, mestinya Minggu/ Senin, sehingga kami mencoba menikmati pertunjukan yang lain&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami sampai di GWK sekitar pukul 14.00 WITA, masih sangat siang, dan pertunjukan belum dimulai. Untuk menghabiskan waktu, aku dan Jos mencicipi makanan tradisional di warung yang ada di GWK.. wah, aneka masakan Indonesia ada di sana, ada makanan khas Bandung dan juga makanan khas Surabaya, bermacam-macam, hehe.. dan di pojok bangunan, tersedia restoran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;all you can eat &lt;/span&gt;dan juga kios yang menjual aneka barang seni khas Bali untuk oleh-oleh para pengunjung.. (per orang kena biaya hanya Rp 75.000, 00 dan bisa makan apa saja yang dia inginkan sampai mabok.. :p)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa jam menunggu sambil mengisi perut, kami pun akhirnya melihat iring-iringan gadis kecil dan pemuda-pemuda berjalan dari arah dalam gedung menuju ke arah Plaza Kura-kura. Ada gadis-gadis cantik dengan baju Bali, pemuda pembawa panji-panji, pemuda pembawa alat musik, pemuda pembawa sesaji, dan juga barong. Ada juga pasangan boneka besar mirip ondel-ondel, yang aku tidak tahu namanya apa. Terpesona melihat kedatangan mereka, aku dan Jos pun menyelesaikan makanan dan minuman lalu bergegas mengikuti iring-iringan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata iring-iringan penari dan pembawa panji-panji pergi menuju panggung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outdoor &lt;/span&gt;Wisnu. Di sana mereka mulai menari, para pemuda memainkan alat musik, dan barong pun mulai bergerak mengikuti irama.. sangat menarik.. kulihat banyak turis mulai mengambil foto dan rekaman video untuk mengabadikan momen itu.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vchjyTO63x8/TcdAEIYKmMI/AAAAAAAAEP0/E2sbZIuTypE/s1600/4.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vchjyTO63x8/TcdAEIYKmMI/AAAAAAAAEP0/E2sbZIuTypE/s400/4.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518700998367426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt; Aku bersama 2 penari dan barong..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di akhir pertunjukkan musik, tari dan barong, para pemain dan penari berdiri menghormat, dan kemudian pengunjung pun diijinkan untuk berfoto dengan salah satu atau serombongan mereka.. Tentu saja aku dan Jos langsung menyerobot untuk mendapatkan giliran pertama, hahaha.. aku berfoto dengan barong, dengan penari, pemain musik, sampai ondel-ondel.. Jos tentunya juga tidak mau kalah, tapi dia paling menikmati berfoto dengan para penari tentunya, hahaha.. dasar genit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, di Plaza Wisnu ini juga kita bisa pergi ke tempat teropong, dan dengan uang Rp 5000, 00 bisa membeli koin yang kemudian digunakan untuk mengaktifkan teropong. Dari teropong itu kita bisa melihat pemandangan Bali dari atas.. pemandangan kota, dan juga bandara Ngurah Rai terlihat dari atas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melihat pertunjukan tari dan barong, aku dan Jos pun pergi melihat patung Garuda Wisnu Kencana, yang namanya digunakan sebagai nama tempat wisata kali ini. Patung GWK sangat besar, aku pernah melihatnya dijadikan salah satu objek dalam acara televisi.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-N745aPPzPUM/TcdADxEQ3bI/AAAAAAAAEPs/vH6Fz5Q717M/s1600/5.%2BJos%2Bdan%2BBule%252C%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-N745aPPzPUM/TcdADxEQ3bI/AAAAAAAAEPs/vH6Fz5Q717M/s400/5.%2BJos%2Bdan%2BBule%252C%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518694740876722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Jos bersama salah satu bule yang dia paksa untuk berfoto bersamanya, hehe.. anak ini masih sangat muda dan datang bersama keluarganya ke GWK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Garuda Wisnu Kencana memiliki ceritanya tersendiri.. kabarnya garuda adalah burung yang menjadi tunggangannya Dewa Wisnu.. Wisnu sangat mempercayainya dan karenanya Garuda memiliki tempat yang spesial di antara para dewa..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kompleks GWK sebenarnya ada tempat lain yang juga sangat menarik untuk dikunjungi, yaitu kawasan kolam teratai dan kawasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;outbond&lt;/span&gt;. Tapi karena pada saat itu dua area tadi tengah mengalami perbaikan, maka tidak dibuka untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Garuda Wisnu kami pun kemudian langsung menuju ampiteater. Menurut jadwal yang terpampang, kami bisa menyaksikan pertunjukan tari kecak di malam harinya. Aku dan Jos masuk begitu pintu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ampi &lt;/span&gt;terbuka supaya kami bisa memilih posisi duduk yang strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam itu kami menyaksikan pertunjukan tari kecak yang sangat menarik. Kali ini pertunjukan kecaknya dibawakan oleh kelompok anak muda yang ternyata adalah para tuna rungu. Yup, para anak muda yang menarikan tarian kecak ini hampir seluruhnya tidak bisa mendengar. Apa dengan tidak mendengarkan musik mereka bisa menarikan kecak dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata ya.. meskipun tuli, anak-anak ini sangat terlatih untuk bisa menarikan kecak tanpa musik. Bagaimana mereka bisa menari dengan kompak dan sesuai dengan tempo? Ternyata pelatih mereka kemudian berperan ganda di panggung sebagai pemberi kode.. dan anak-anak itu menarikan kecak dengan memperhatikan kode dari pelatih mereka.. dengan begitu mereka bisa menari dengan seragam tanpa kesalahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi jika dipikir-pikir, dengan kondisi tuna rungu, menterjemahkan kode menjadi sebuah tarian seragam sekelompok anak masih merupakan sesuatu yang luar biasa bagiku.. salut dengan para tim pelatih anak-anak ini, yang kemudian bisa menjadikan mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entertainer &lt;/span&gt;yang luar biasa.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-pJZm4BA7Fmk/TcdADgESJ1I/AAAAAAAAEPk/_gUFWfzMeuw/s1600/6.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-pJZm4BA7Fmk/TcdADgESJ1I/AAAAAAAAEPk/_gUFWfzMeuw/s400/6.%2BGaruda%2BWisnu%2BKencana%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604518690177558354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Para pemuda tuna rungu dengan tarian kecak mereka.. hebat.. dengan keterbatasan mereka, mereka tidak menyerah begitu saja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos menyelesaikan pertunjukan sampai malam, setelah itu kemudian kembali lagi ke Selatan untuk persiapan pulang..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir ceritaku dan Jos di Bali, Uluwatu dan GWK tidak ada di daftar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list&lt;/span&gt;-ku, tapi dengan keseluruhan cerita bulan madu kami di Bali, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish&lt;/span&gt;-ku yang ke-160 ini, tercapai.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca juga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/ubud-sukawati-sanur.html"&gt;Ubud-Sukawati-Sanur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/kintamani.html"&gt;Kintamani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/tanah-lot_18.html"&gt;Tanah Lot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/03/kuta-legian.html"&gt;Kuta-Legian&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-1903780162792928908?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/1903780162792928908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=1903780162792928908&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1903780162792928908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1903780162792928908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pantai-dreamland-uluwatu-dan-garuda.html' title='Pantai Dreamland Uluwatu, dan Garuda Wisnu Kencana'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7sqsv2sEtRA/TcdAK4fSz7I/AAAAAAAAEQM/h0-8PG5ZSuM/s72-c/1.%2BDreamland%2BUluwatu%2BBali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-7094025901041606328</id><published>2011-05-02T03:43:00.005+02:00</published><updated>2011-09-21T17:18:00.217+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan pekerjaan dan kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Australia'/><title type='text'>Pre-departure Training Program</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Posting ini terkait postinganku sebelumnya yaitu: &lt;a style="COLOR: rgb(0,153,0)" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/02/akhirnya-aku-sekolah-lagi.html"&gt;Akhirnya Sekolah Lagi&lt;/a&gt; dan &lt;a style="COLOR: rgb(0,153,0)" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/02/tahapan-menjalani-beasiswa-ads.html"&gt;Tahapan-tahapan Beasiswa ADS&lt;/a&gt;. Mulai tanggal 25 April 2011 kemarin, aku mulai menjalani salah satu tahapan persiapan kami sebelum berangkat ke Australia. Ya, meskipun kami sudah mendapatkan beasiswa ADS, tapi kami masih berpeluang kehilangan beasiswa jika kami gagal dalam masa persiapan ini.. jadi memang harus bersungguh-sungguh dan serius..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, untuk mendapatkan ADS kami harus memiliki IELTS &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;overall &lt;/span&gt;minimal 5,5 dengan tidak ada salah satu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;band &lt;/span&gt;yang kurang dari 5. Nah, selama masa persiapan ini kami akan meningkatkan IELTS kami agar dapat memenuhi standar ADS yaitu IELTS overall 6,5 dengan tidak ada satu band-pun yang kurang dari 6. Wew.. benar-benar beban berat bagiku, sekaligus tantangan yang menarik.. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Satu minggu pertama sudah kami lalui, dan aku sudah menyadari sedikit demi sedikit, kenapa IELTS-ku kemaren hanya dapat nilai pas-pasan, 5 – 5,5 – 7 - 5.. hehe.. Selama 1 minggu ini kami mendapatkan beberapa tes-tes kecil yang menunjukkan betapa seringnya aku salah menjawab soal.. hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pre Departure Class&lt;/span&gt;-nya sendiri dibuka dengan sebuah &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Opening Ceremony&lt;/span&gt; pada tanggal 25 April 2011, Senin minggu yang lalu. Upacara pembukaan training ini berlangsung pada pukul 9am dan kami semua para 6 Monthers Jakarta (60 orang) dibagi menjadi 4 kelas. Aku sendiri masuk di kelas terakhir, kelas 6M4, dengan pengajar kami pa David. Tidak hanya kelas kami (6 Monthers Jakarta) yang mulai hari ini, kelas 6 Monthers Bali juga mulai di saat yang bersamaan tapi di IALF Bali. Rekan-rekan kami yang 6 Weekers sudah mulai lebih dulu dan bahkan akan siap berangkat pada bulan Juni nanti.. sementara para 2 monthers akan memulai &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Pre-departure training&lt;/span&gt; pada bulan Agustus nanti..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-e8WVzNhUWc4/Tb4Mxo07bxI/AAAAAAAAEPU/wtuPuPNrsjs/s1600/IMG01615-20110501-1058.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601929033408016146" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-e8WVzNhUWc4/Tb4Mxo07bxI/AAAAAAAAEPU/wtuPuPNrsjs/s400/IMG01615-20110501-1058.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic; COLOR: rgb(255,255,51); FONT-WEIGHT: bold"&gt;Name card-ku, harus selalu dibawa setiap masuk ke dalam gedung IALF, agar tetap bisa mendapatkan akses dan fasilitas di sana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Training &lt;/span&gt;ini sendiri tujuannya tentunya mempersiapkan kami semua dalam hal bahasa, kemampuan akademis dan sosial agar nantinya dapat tinggal dan belajar di Australia dengan baik. Jadi dalam training nanti kami akan dibekali untuk berbagai hal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;1. Kami dibekali kemampuan bahasa dan keterampilan berkata-kata kritis sehingga nanti bisa berpartisipasi aktif dalam perkuliahan di Australia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;2. Kami dibekali supaya bisa mendapatkan nilai bagus dalam IELTS tes nanti, hehe.. ini penting karena kemungkinan kampus favorit yang kami pilih tidak akan menerima kami jika kemampuan bahasa Inggris kami tidak sesuai persyaratan mereka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;3. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan belajar, khususnya dalam strategi belajar yang efektif kelak saat mengambil master, sebab sangat dituntut kemampuan belajar mandiri, yang mungkin kurang dimiliki sebagian besar mahasiswa Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;4. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan budaya di negeri seberang, dan memiliki keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dari budaya dan negara lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;5. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan kami dalam interaksi sosial sehari-hari, kelak jika hidup di Australia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;6. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan dan mengerti lebih lagi tentang tujuan pengembangan yang diemban ADS sendiri sebagai pemberi beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam pembelajaran kami akan diberi pendekatan-pendekatan dengan beragam metode. Yang pertama tentunya kami diharuskan menggunakan bahasa Inggris semaksimal mungkin selama masa pembelajaran, untuk membiasakan kami menggunakan bahasa Inggris. Dengan menggunakan Bahasa Inggris sesering mungkin, kami akan menjadi lebih percaya diri dalam berbicara, dan juga akan makin fasih dalam pengucapannya.. Selain itu dengan koreksi-koreksi dari pengajar, kami juga bisa menggunakannya dengan lebih akurat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Catatan buatku: meskipun dikatakan begitu, tetap saja kalo pa David berada di sekitarku saat aku sedang mengoceh, aku &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;stop automatically&lt;/span&gt;, jiaahhh.. *ternyata masih ga pede juga*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kami juga diberikan tugas-tugas yang tipenya mirip soal-soal dalam tes IELTS dan juga kelak tugas-tugas yang tipe-tipenya akan kami terima selama masa perkuliahan di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada minggu pertama belum sampe tahapan ini sih, tapi kelak kami akan diminta membuat paper, presentasi tugas, dan kalo aku ga salah tangkap beradu argumen dengan kelompok lain.. Weh, bakal berasa &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;de javu&lt;/span&gt; ke jaman skripsi dulu nih.. udah lama banget.. kira-kira 4 tahun yang lalu eh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tentu saja kami juga diberi tugas-tugas yang sifatnya sebagai persiapan untuk tes IELTS. Dalam minggu pertama saja, rasanya sudah banyak yang dicocolkan, dimasukkan, dan disumpelkan ke kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sekali waktu kami mendapat tugas &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;writing&lt;/span&gt;, kami diminta menulis 250 kata dan menceritakan tentang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;weakness &lt;/span&gt;dalam tugas atau pekerjaan kami. Aku menuliskan tentang kekurangmampuanku bekerja di tengah banyak orang, aku lebih senang bekerja sendiri. Dan besoknya pa David memberikan topik tentang metodologi belajar yang berbeda bagi setiap orang.. ada yang suka belajar sendiri, ada yang senang berkelompok, ada yang senang bekerja dengan musik, ada yang lebih senang kesunyian total. Aku tidak mengatakan hal ini berkaitan secara langsung, tapi dalam training ini, pengajar akan mengakomodir apa yang perlukan. Jadi jika mayoritas kelas meminta materi tentang bagaimana menulis yang baik, pengajar akan memberikannya. Jika mayoritas kelas sudah cukup baik dalam keterampilan menulis dan lemah dalam &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;listening&lt;/span&gt;, maka pengajar akan memberikan lebih banyak lagi tugas &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;listening&lt;/span&gt;. Dan jika mayoritas kelas kurang mampu belajar secara berkelompok, maka pengajar mungkin saja memberikan tugas kelompok lebih banyak untuk membekali kami kelak dalam kemampuan bekerja tim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Yang paling penting adalah, biarkan pengajar tahu kebutuhan kita apa, dan jika mayoritas kelas memang membutuhkan hal yang sama, maka permintaan kita akan diakomodir. Jika ternyata hanya kita yang tidak bisa di antara seluruh orang di kelas, maka kita harus berjuang mati-matian mengejar ketertinggalan, atau bisa juga dipindahkan ke kelas lain yang memiliki kekurangan yang sama dengan kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ada beberapa kali tugas listening juga diberikan kepada kami. Pa David memberikan situs-situs yang menarik serta kaset, dan meminta kami mendengarkan dan kemudian menjawab pertanyaan beliau begitu you tube atau kaset selesai diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Satu hal yang menarik dari &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;listening test &lt;/span&gt;kami, ternyata tidak hanya menguji kemampuan kami mendengarkan bahasa Inggris dengan baik, tapi juga kemampuan kami beradaptasi dengan bahasa Inggris yang dituturkan oleh pembicara yang bukan native bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kami mendengarkan kalimat-kalimat Inggris dari penutur seorang Italia, atau seorang Jepang, dan tentunya juga penutur berkewarganegaraan Australia. Yang lucu, logat dan penuturan orang Australia itu agak berbeda dengan pengucapan bahasa Inggris asli inggris atau bahasa Inggris Amerika. Aduh, sudah &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;vocabulary &lt;/span&gt;terbatas, masih harus menebak-nebak kata-kata yang dimaksud adalah kata apa, hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pengucapan yang berbeda itu seperti pada huruf e pada depend (dipen, di Australia dibaca dipin), atau Seven (seven, di Oz dibaca sivin), atau pada kombinasi er di akhir kalimat, contohnya comer (kamer-r-nya tipis, di Oz dibaca kamaa.. weleh weleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Latihan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;speaking &lt;/span&gt;tentunya dilakukan setiap waktu, kebanyakan tugasnya adalah berpasangan dan kami diminta saling mengajukan pertanyaan dengan partner kami dan juga sebaliknya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada kami, beberapa kali pa David akan menyimak setiap pasangan bergantian, dan setelah sesi selesai mencatatkan kesalahan-kesalahan kami dan bagaimana memperbaikinya di percakapan berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Yang menarik kelas kami itu sangat hangat dan setiap orang merasa langsung dekat dengan yang lainnya cepat sekali, jadi tidak masalah siapa berpasangan dengan siapa, tetap saja cocok, sampai-sampai pa David bingung: “Saya merasa seakan-akan kelas ini sudah menjalani beberapa bulan kursus, karena tidak ada satupun dari kalian yang merasa canggung satu dengan lainnya”.. hehe..&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; it’s a compliment&lt;/span&gt;, dan terima kasih pa David (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Reading&lt;/span&gt;, adalah bagian yang paling susah menurutku, karena aku belum memiliki kemampuan skimming atau skipping sebaik yang dimiliki mba Ajeng, dan menurutku perlu banyak waktu untuk menterjemahkan sebuah paragraf, terutama jika aku kurang familiar dengan kosa katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Tapi aku juga merasa aneh kenapa bagian yang paling sulit menurutku ini justru mendapat nilai paling tinggi dari keseluruhan hasil tes IELTSku, angka 7, ck ck ck.. *apa hasil tes itu akurat? Gedubraakkk!!*&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jl-TDTmN06E/TcPbcO3urvI/AAAAAAAAEPc/IrZ5PpVuhvw/s1600/Image006.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 300px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603563639453691634" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-jl-TDTmN06E/TcPbcO3urvI/AAAAAAAAEPc/IrZ5PpVuhvw/s400/Image006.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic; COLOR: rgb(255,255,51); FONT-WEIGHT: bold"&gt;Kelas komputer pertama kami, perkenalan dengan laboratorium komputer dan pemberian email..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kelak kami akan dilatih cara penyusunan tesis yang baik, dan rapi, dan standar, dan juga diberikan akses ke Student Share point di computer IALF. Di sana kelak akan ada jadwal2, pemberitahuan, materi, dan juga tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kami juga mendapatkan alamat email khusus dan bergabung dengan milis ADS kelas kami. Alamat email-ku sendiri adalah: rsihotang@adsjkt6m4.ialf.edu. R- adalah nama pemberian-ku, Sihotang nama belakangku, 6m4 adalah nama kelasku. Email ini akan berguna kelak jika tugas-tugas sudah banyak sekali (katanya sekitar minggu ke-3), dan juga ketika kelak menjadi alumni. Oya, email ini juga digunakan untuk pemberitahuan mengenai &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;allowance&lt;/span&gt;, jadi sebaiknya kami menceknya dengan teratur (-_-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Kami juga mendapat akses ke mesin fotocopy dan internet yang tentunya gratis. Folder penyimpanan pribadi di database, dan akses ke printer yang dijatah Rp 120.000, 00 (kira-kira 2 lembar per hari). Lebih dari itu kami harus bayar kekurangannya, hehe.. Hemat deh, hemat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dan ada sebuah perpustakaan yang penuh dengan segala informasi tentang Australia dan budayanya, beberapa buku-buku referensi untuk subyek-subyek tesis yang beragam, jurnal, dan majalah baru, aneka buku latihan IELTS yang sebagian juga dilengkapi dengan CD untuk pelajaran listening, dan novel-novel keren, walah, surganya para kutu buku deh.. sayang untuk meminjam hanya diperbolehkan maksimal 3 buku, dan waktu perpanjangannya hanya 2 kali. Yang seram punishment untuk pengembalian buku yang telat adalah: tidak boleh pinjem buku selama seminggu, hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Aku baru menghabiskan 1 buah buku, dan itu juga kusantap sepanjang perjalananku dari dan ke IALF, antara Kemayoran-Kuningan. Perjalanan pulangku lumayan lama, sekitar 1 jam, dan 2 jam jika pulang pergi. Rasanya ingin menginap di kos Nita saja, supaya ga capek, mungkin nanti kalo tugas-tugas sudah banyak dan menuntut ke perpustakaan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pekerjaan kantor juga makin riweh, membuatku jadi lebih cepat emosi beberapa hari belakangan ini. Harus bisa membagi prioritas dengan lebih pintar dan cantik, semoga bisa menjadi 6 bulan yang memuaskan.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-7094025901041606328?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/7094025901041606328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=7094025901041606328&amp;isPopup=true' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7094025901041606328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7094025901041606328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pre-departure-training-program.html' title='Pre-departure Training Program'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-e8WVzNhUWc4/Tb4Mxo07bxI/AAAAAAAAEPU/wtuPuPNrsjs/s72-c/IMG01615-20110501-1058.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-824157508096583499</id><published>2011-04-24T05:02:00.005+02:00</published><updated>2011-05-19T03:41:55.065+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Kintamani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hKghWh8vMC8/TbOUfBUS43I/AAAAAAAAEPE/8HZmx0MezbA/s1600/1.%2BBukit%2BKintamani%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hKghWh8vMC8/TbOUfBUS43I/AAAAAAAAEPE/8HZmx0MezbA/s400/1.%2BBukit%2BKintamani%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598982022402073458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalo kamu penggemar Ebiet G. Ade sepertiku.. pasti sangat kenal atau bahkan suka dengan lagu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“Gemuruh ombak di Pantai Kuta.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sejuk lembut angin di Bukit Kintamani..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Gadis-gadis kecil, menjajakan cincin, tak mampu mengusir kau yang manis…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, judul lagunya adalan Nyanyian Rindu.. salah satu lagu favoritku di antara kumpulan lagu-lagu Ebiet G. Ade.. Kenapa lagu ini jadi relevan dengan postingan kali ini? Sebab.. gara-gara lagu ini muncul keinginanku untuk me-list Kuta ke dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list &lt;/span&gt;no.7 dan Cincin Kintamani di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list&lt;/span&gt; ke-10..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya.. pengetahuanku tentang Bali ternyata sebatas lagu Ebiet, hahaha.. untung saat itu Ebiet ga buat lagu tentang gemuruh ombak di pantai Uluwatu, atau di Danau Batur.. waaahhh.. pasti aku jadi pusing harus sampai ke bawah danau dengan cara bagaimanapun.. :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kintamani terletak di kabupaten Bangli, Bali, kalau dari Kuta kami harus pergi ke arah Utara.. Setelah pulang dari Tanah Lot hari sebelumnya, aku dan Jos memutuskan untuk menginap di sekitar Ubud, dan melanjutkan wisata ke Kintamani keesokan harinya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami memulai perjalanan sepagi mungkin, karena takut medannya terlalu jauh dan kami bisa kemalaman di jalan. Maksud kami akan jauh lebih efisien jika selesai dari Kintamani kami langsung menuju tujuan berikutnya, dan menginap di wilayah terdekat, dan tidak berdiam di satu hotel yang sama terus-menerus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan ke Kintamani sangat jauh, kami harus melewati Denpasar, melewati Ubud, Sukawati, sampai akhirnya sampai ke Bangli, dan perjalanan menanjak masih terus berlanjut..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena satu dan lain hal, aku dan Jos bergantian menyetir.. apesnya, giliranku menyetir justru malah ke arah pebukitan Kintamani yang dingiiiiiinnnn minta ampun, brrrr.. jadilah sepanjang perjalanan aku menggigil kedinginan dan gemetaran, hehe.. (Jos tidak mengizinkanku membawa motor di kota, karena takut aku menabrak asisten gubernur yang lain, hahaha, baca &lt;a href="http://clararch02.blogspot.com/2010/05/masuk-koran-karena-jatuh-dari-sepeda.html"&gt;Masuk Koran karena Jatuh dari Sepeda Motor&lt;/a&gt;) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7qVOPDoYxJ8/TbOTD9_7hEI/AAAAAAAAEO8/SSUiv4-1nHY/s1600/2.%2BKopi%2BBali%252C%2BKintamani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7qVOPDoYxJ8/TbOTD9_7hEI/AAAAAAAAEO8/SSUiv4-1nHY/s400/2.%2BKopi%2BBali%252C%2BKintamani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598980458143253570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Jos minum kopi Bali, yang menurutnya sangat enak.. hmm.. kalo Jos merasakan kopi luak Bali, mungkin menurutnya juga enak, xixixi.. Jos kan pemakan segalanya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan panjang dalam udara dingin akhirnya berakhir juga.. aku dan Jos sampai di Bukit Kintamani.. waaahhh.. memang pemandangannya sangat hijau dan membuat mata segar.. Di kejauhan bisa kami lihat Gunung Batur yang berdiri tinggi menjulang menantang awan, dan seakan-akan melindungi Danau Batur yang ada di kakinya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CLSmqhRdYJg/TbOTDQRftRI/AAAAAAAAEO0/K2gseofCXa8/s1600/3.%2BDanau%2Bdan%2BGunung%2BBatur%252C%2BKintamani%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CLSmqhRdYJg/TbOTDQRftRI/AAAAAAAAEO0/K2gseofCXa8/s400/3.%2BDanau%2Bdan%2BGunung%2BBatur%252C%2BKintamani%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598980445868897554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur di kejauhan.. begitu hijau dan indah.. maaf kalo pemandangannya ketutupan ama foto narsis yang punya foto ya.. (^o^’)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita berdiri sambil menikmati kejauhan seperti ini, maka lama-lama akan terasa sepoi angin yang meniup lembut dan sejuk dari arah bukit.. kalo saja aku pergi sendirian ke Bukit Kintamani, aku pasti menyenandungkan lagu Ebiet persis seperti saat beliau menyanyikannya.. aku pasti merindukan Jos yang pernah pergi ke sini bersamaku (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kamu belum tau, di Danau Batur juga terdapat objek wisata lain yang tidak kalah seru untuk dikunjungi, yaitu Desa Trunyan.. desa yang begitu mempesonaku sejak SD ini, sangat unik.. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;note&lt;/span&gt;: cerita Trunyan muncul di buku Bahasa Indonesia SD jamanku dulu)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Desa Trunyan terkenal karena di desa itu tumbuh pohon Menyan yang berbau sangat wangi.. saking wanginya, penduduk desa setempat merasa perlu mengurangi bau wangi tersebut dengan meletakkan mayat-mayat orang desa yang meninggal di bawah pohon tersebut. DI BAWAH POHON, tanpa dikubur, atau dipetikan.. wew.. mirip dengan di Toraja ya, tapi kalo di Toraja kan mayat dimasukkan dalam gunung batu, nah, kalo di Trunyan ya digeletakkan saja.. dan konon kabarnya, memang tidak ada bau busuk.. Ajaib kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kuceritakan hal itu kepada Jos, dia tidak percaya.. aku terus terang jadi bingung.. apa buku SD yang aku baca dan yang Jos baca berbeda?? Tapi setelah kuperlihatkan artikel tentang Trunyan di internet, Jos baru mau percaya.. (fiuuhh)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ingin pergi ke sana, tapi waktunya tidak memungkinkan, dan cukup mahal juga. Kabarnya kami harus turun dulu ke danau, lalu menyewa perahu (sekitar 200ribuan) untuk menyeberang ke Desa Trunyan. Perjalanan dengan perahu itu makan waktu sekitar 20 menit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Question &lt;/span&gt;1: Kami harus menitip kendaraan dimana coba? Nah, setelah sampai di desa dengan perahu, biasanya masih harus berjalan kaki sampai tiba ke daerah pemakamannya.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Question &lt;/span&gt;2: Kalo kami kemalaman, bisa nginap dimana, informasi yang kudapat belum jelas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lagipula karena kami sudah punya jadwal sampai hari terakhir, jadi kali ini Desa Trunyan mesti mengalah, mungkin lain kali.. (^_^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TN3ZdS2amKs/TbOTDcHRpbI/AAAAAAAAEOs/j6s6V4XaYVU/s1600/4.%2BUpacara%2BAdat%2BBali%252C%2BPeresmian%2BTrotoar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TN3ZdS2amKs/TbOTDcHRpbI/AAAAAAAAEOs/j6s6V4XaYVU/s400/4.%2BUpacara%2BAdat%2BBali%252C%2BPeresmian%2BTrotoar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598980449047258546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Acara selamatan warga di sekitar Tempat Wisata Kintamani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berjalan kembali ke sekitar Tempat Wisata Kintamani, kami melihat upacara adat lagi. Kali ini dilangsungkan di pinggir jalan di sepanjang tempat wisata Kintamani..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bertanya dengan polisi yang menjaga di sekitar tempat wisata, apa yang sedang terjadi.. ternyata masyarakat Bali sekitar Kintamani sedang mengadakan upacara adat selamatan atas peresmian trotoar baru.. waahh.. keren sekali mereka, apa saja dilakukan sambil tidak lupa mengingat yang di atas (^o^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Ym5v1aahrTU/TbOTDEjF9VI/AAAAAAAAEOk/SoYf4VQ9mGc/s1600/5.%2BUpacara%2BAdat%2BBali%252C%2BPeresmian%2BTrotoar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ym5v1aahrTU/TbOTDEjF9VI/AAAAAAAAEOk/SoYf4VQ9mGc/s400/5.%2BUpacara%2BAdat%2BBali%252C%2BPeresmian%2BTrotoar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598980442721482066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Para wanita Bali dengan kain kuning.. bermain alat musik dan berdoa..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepanjang acara terlihat salah seorang Bapak memimpin upacara, dan para wanita dengan terampil memainkan alat musik tradisional Bali yang dipukul seperti kolintang.. ada sesaji juga di dalam janur kuning.. sepanjang waktu banyak turis berdatangan dan upacara ini menjadi objek foto tersendiri bagi mereka :) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-elgKquu1a8Y/TbOTC3TXpCI/AAAAAAAAEOc/5aRFMMW5Csk/s1600/6.%2BCincin%2Bdi%2BKintamani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-elgKquu1a8Y/TbOTC3TXpCI/AAAAAAAAEOc/5aRFMMW5Csk/s400/6.%2BCincin%2Bdi%2BKintamani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598980439165871138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Cincin.. ini dia.. cincin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ini dia yang kutunggu-tunggu sepanjang waktu.. para penjual cincin.. aku dan Jos datang terlalu pagi, sehingga pada saat kami datang, belum ada satupun penjual kecuali penjual buah-buahan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seorang gadis kecil menawarkan gelang kepadaku, namun kutolak karena aku ‘harus’ membeli cincin.. well, bunyi wish-nya kan Membeli Cincin di Kintamani, bukan membeli gelang..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya si penjual gelang memanggil rekannya si penjual cincin, dan jadilah aku memilih salah satu cincin di sana, yang sebenarnya tidak ada bedanya dengan cincin di Banjarbaru atau Jakarta.. uhhh.. Ebiet G. Ade telah memperdayaku.. tapi untung juga beliau ga berbohong karena memang ada yang jual cincin di Kintamani.. coba kalo Ebiet bilang beli koteka di Kintamani, walah dalah.. bisa jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish&lt;/span&gt;-ku yang ini ga kesampean..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puas ke Kintamani, aku dan Jos mencari tempat makan siang yang sesuai selera (taulah selera Jos yang ‘seperti apa’, yang banyak lemak dan mirip-mirip menu Batak itu, xixixi), dan kemudian mengincar tujuan wisata selanjutnya.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca juga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/ubud-sukawati-sanur.html"&gt;Ubud-Sukawati-Sanur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pantai-dreamland-uluwatu-dan-garuda.html"&gt;Pantai Dreamland dan Garuda Wisnu Kencana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/tanah-lot_18.html"&gt;Tanah Lot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/03/kuta-legian.html"&gt;Kuta-Legian&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-824157508096583499?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/824157508096583499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=824157508096583499&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/824157508096583499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/824157508096583499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/04/kintamani.html' title='Kintamani'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hKghWh8vMC8/TbOUfBUS43I/AAAAAAAAEPE/8HZmx0MezbA/s72-c/1.%2BBukit%2BKintamani%252C%2BBali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-5969862474472929386</id><published>2011-04-18T03:11:00.009+02:00</published><updated>2011-05-19T03:39:59.246+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Myths'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Tanah Lot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-yuANXN_eXW8/TauQULmN9II/AAAAAAAAEOM/dWfkjCaR8wU/s1600/1.%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-yuANXN_eXW8/TauQULmN9II/AAAAAAAAEOM/dWfkjCaR8wU/s400/1.%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725638322844802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari kedua di Bali, aku dan Jos mengepak seluruh perbekalan kami dan check out dari Tune untuk menuju ke destinasi berikutnya: Tanah Lot.. kalo lihat di peta sih, lokasinya ga begitu jauh dari Kuta.. masih menyusuri sepanjang pantai Selatan Bali. Aku dan Jos memutuskan untuk menginap di sekitar sana, sepulang kami dari Tanah Lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami menyusuri jalan dan berbekal papan petunjuk jalan.. Yang menyenangkan dari Bali, papan petunjuknya jelas sekali sehingga sangat mudah menemukan tempat tujuan kami tanpa tersesat. Dan jika perlu bertanya pun, kita tidak perlu sungkan-sungkan karena penduduk Bali yang ramah pasti dengan senang hati akan membantu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak begitu lama, kami sampai juga.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UGfHB0JMhk0/TauQT9vdImI/AAAAAAAAEOE/KZZTswiNgIo/s1600/2.%2BGerbang%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UGfHB0JMhk0/TauQT9vdImI/AAAAAAAAEOE/KZZTswiNgIo/s400/2.%2BGerbang%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725634603491938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Gerbang Tanah Lot.. sangat bernuansa Bali, tapi yang ini tanpa warna bata loh.. jadi inget gerbang penyambut di jalan bandara Soekarno Hatta.. Mirip kan? Ya iyalah, sama-sama gaya Balinya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah Lot adalah sebuah situs yang terbentuk karena formasi batu karang di salah satu pantai Bali. Lokasinya di Tabanan, sekitar 20 km dari kota Denpasar. Bentuknya yang menarik menjadikannya salah satu objek wisata fotografi yang eksotis, terutama di saat matahari terbenam. Aku dan Jos sendiri tidak sempat menunggu sampai matahari terbenam di Tanah Lot, tapi kami mengakui bahwa tanpa sunset pun tempat ini sudah luar biasa eksotis (^o^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkenalan pertamaku dengan Tanah Lot tentunya karena Made.. hehe.. sebagai orang yang berkampung di Bali, dia dulu sering menunjukkan pada kami foto-foto Tanah Lot saat dia pulang di hari libur.. pemandangan di foto Made begitu menarik, sampai aku menjadikan Tanah Lot sebagai salah satu item dari daftar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list&lt;/span&gt;-ku saat itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;list &lt;/span&gt;nomor 8, berurutan dengan Kuta yang ada di nomor 7.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7Nkdu1Prf6w/TauQTQ2Y3tI/AAAAAAAAEN8/KqaIY4oB4GQ/s1600/3.%2BGugus%2BKarang%252C%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7Nkdu1Prf6w/TauQTQ2Y3tI/AAAAAAAAEN8/KqaIY4oB4GQ/s400/3.%2BGugus%2BKarang%252C%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725622552977106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--ro6Y4cuSqg/TauP9YMLhrI/AAAAAAAAEN0/AqecVzUygVU/s1600/4.%2BGugus%2BKarang%2BTanah%2BLot%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--ro6Y4cuSqg/TauP9YMLhrI/AAAAAAAAEN0/AqecVzUygVU/s400/4.%2BGugus%2BKarang%2BTanah%2BLot%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725246566303410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Tanah Lot, di saat air pasang.. jika air sedang surut, kita bisa berjalan kaki dan naik ke dalam bangunan di tengah karang itu.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dongeng tentang Tanah Lot ini, menurut Wikipedia begini: jadi dulu kala di abad ke-15, ada seorang pendeta Hindu yang bernama Nirartha.. beliau berjalan sepanjang pantai selatan Bali, lalu melihat gugusan karang yang indah. Nirartha pergi ke sana, beristirahat dan kemudian merasa terpanggil untuk membangun kuil di sana demi memuja dewa-dewa laut Bali.. maka terbangunlah Pura Tanah Lot. Nirartha meninggalkan syalnya di Tanah Lot, syal itu dipercaya kemudian hari menjelma menjadi seekor ular laut besar beracun yang menjaga kuil dari roh-roh jahat dan pengganggu.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-oLKNKYQ8CwU/TauP9Oa1SxI/AAAAAAAAENs/_NxSrYdgoG8/s1600/5.%2BRamai%2BPengunjung%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-oLKNKYQ8CwU/TauP9Oa1SxI/AAAAAAAAENs/_NxSrYdgoG8/s400/5.%2BRamai%2BPengunjung%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725243943406354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Turis-turis yang memenuhi Tanah Lot, bahkan di hari kerja seperti saat kami datang, waw.. dan mengambil foto tentunya menjadi agenda yang tak boleh terlewatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku menghabiskan waktu bersama Jos berkeliling wilayah sekitar Tanah Lot, sambil melihat-lihat pemandangannya yang sangat cantik.. sebagian besar wilayahnya memang di tepi pantai, dan air beberapa kali muncrat mengenai kami, sampai semi berbasah-basahan deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik ternyata dulunya, sekitar tahun 1980, pernah dilakukan restorasi di Tanah Lot ini.. Saat itu ditemukan bahwa batu-batu karang yang menyusun pulau Tanah Lot mulai keropos dan rusak. Karena tidak ingin aset wisata ini kemudian menghilang, restorasi kemudian mendatangkan batu-batu buatan untuk perbaikan Tanah Lot, menjadikan Tanah Lot seperti sekarang.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8gjLjCLmgd4/TauP89XHtgI/AAAAAAAAENk/2jn7_k2pO8U/s1600/6.%2BPura%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8gjLjCLmgd4/TauP89XHtgI/AAAAAAAAENk/2jn7_k2pO8U/s400/6.%2BPura%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725239364433410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Pura Tanah Lot, saat kami ke sana, tampak umat Hindu tengah bersembahyang di sana..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang aku salut dengan orang Bali, mereka sangat rajin bersembahyang, kelihatannya sembahyang menjadi bagian yang tak lepas dari kehidupan sehari-hari mereka.. mungkin itu juga kali ya yang menjadikan Bali tempat yang tenang dan damai bagi wisatawan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos beristirahat di bangunan besar di belakang Pura beberapa saat, baru memutuskan untuk berjalan-jalan ke Pasar Tanah Lot..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos membeli ikat kepala khas Bali, hahaha.. rupanya dia ingin menjadi bli Jos untuk beberapa waktu.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-W96Ur378wAk/TauP8tuULYI/AAAAAAAAENc/4BTZRNNa8zY/s1600/7.%2BMade%2Bdi%2BBali%252C%2BTanah%2BLot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-W96Ur378wAk/TauP8tuULYI/AAAAAAAAENc/4BTZRNNa8zY/s400/7.%2BMade%2Bdi%2BBali%252C%2BTanah%2BLot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725235166752130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51); font-style: italic;"&gt;Coba perhatikan tulisan di belakang Jos.. kupikir awalnya itu tulisan Made in Bali, tapi ternyata.. hahaha.. Barang made in Bali buatan Made di Bali, jiaahhh.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos sangat menikmati berjalan-jalan di Pasar Tanah Lot.. berbelanja pakaian dan aksesoris, melihat-lihat karya seni ukiran orang Bali, lukisan dari seniman Bali yang indah.. Lukisan Bali di Tanah Lot kebanyakan menggambarkan gugusan karang Tanah Lot tentunya, tapi objek lain juga tidak luput menjadi bahan lukisan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada juga penjual catur ukiran ala Bali, dan juga pawang ular untuk berfoto.. ada satu ukiran Bali yang banyak sekali dijual, yang bentuknya kalo menurutku agak “^@%(^$@”. Jadi salah satu ukiran Bali itu berbentuk Mr. P (alat kelamin pria) dan dijual dengan aneka ragam bentuk: asbak, gantungan kunci, hiasan meja, dalam berbagai ukuran pula..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang aku bingung: siapa yang beli, dan untuk apa? (ga habis pikir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin yang beli para turis kulit putih, tapi tetep saja ga masuk dalam akalku buat apa mereka membeli barang seperti itu.. haduh.. haduh.. *gelen-geleng*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih mengerikan lagi, cara penjualnya menjajakan barang dagangan yang satu itu.. “K****L-nya Pak.. K****L-nya Bu..” Jiaaaaaaahhhhhh.. *tutup muka* NB: Gambar tidak disertakan, karena dilarang oleh Jos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agak siang sedikit, sambil makan es krim di kios di sepanjang jalan pasar, kami mengamati turis-turis berlalu lalang.. banyak turis Asia, tapi tidak sedikit juga turis Eropa.. setelah itu kami pun mencari tempat untuk makan siang, sambil memperkirakan waktu untuk tujuan jalan-jalan berikutnya. By: Lady Clara &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BgaGXdU9UcU/TauP8V-OJaI/AAAAAAAAENU/6XWW2km8pk4/s1600/8.%2BBayar%2BKarcis%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BgaGXdU9UcU/TauP8V-OJaI/AAAAAAAAENU/6XWW2km8pk4/s400/8.%2BBayar%2BKarcis%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596725228791014818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca juga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/ubud-sukawati-sanur.html"&gt;Ubud-Sukawati-Sanur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pantai-dreamland-uluwatu-dan-garuda.html"&gt;Pantai Dreamland dan Garuda Wisnu Kencana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/kintamani.html"&gt;Kintamani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/03/kuta-legian.html"&gt;Kuta-Legian&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-5969862474472929386?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/5969862474472929386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=5969862474472929386&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5969862474472929386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/5969862474472929386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/04/tanah-lot_18.html' title='Tanah Lot'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yuANXN_eXW8/TauQULmN9II/AAAAAAAAEOM/dWfkjCaR8wU/s72-c/1.%2BTanah%2BLot%252C%2BBali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-7395699753131854264</id><published>2011-03-28T16:00:00.005+02:00</published><updated>2011-05-19T03:41:05.752+02:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Kuta-Legian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gIHXmicOAro/TZxJPuJgx2I/AAAAAAAAENM/fXdtyMwDCy4/s1600/1.%2BJos%2Bdi%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gIHXmicOAro/TZxJPuJgx2I/AAAAAAAAENM/fXdtyMwDCy4/s400/1.%2BJos%2Bdi%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592425371722106722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini rangkaian dari masa bulan madu aku dan Jos di Bali bulan Januari yang lalu. Setelah beres dengan segala urusan tes ADS-ku, dan juga segala macam urusan Natal kami di kantor, aku dan Jos akhirnya menaiki pesawat pagi menuju ke bandara Ngurah Rai, Bali&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini pertama kalinya aku ke Bali, dan sebagai catatan, aku adalah orang terakhir di keluargaku yang akhirnya kebali, karena baik Mama, Bapak, Nita ataupun Yanti, mereka semua sudah pernah ke sana dan aku harus menunggu 26 tahun baru bisa menyamai mereka, hmm..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluar dari bandara, aku dan Jos bingung mau kemana, hahaha.. satu hal yang membuat kami kaget, ternyata di Bali tidak ada angkot, wew.. kami berjalan di sepanjang jalan raya bandara, dan tidak menemukan 1 pun angkot yang lewat. Maksud awalnya adalah naik ke angkot dan melihat do sepanjang jalan apakah ada hotel yang cukup bagus, tapi rencana terpaksa diubah, kami langsung naik taxi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika naik taxi, sang supir menanyakan hotel tujuan kami, spontan saja aku menjawab Tune Hotel, thanks tu ATTA, yang telah merekomendasikan hotel yang ternyata memang sangat bagus ini.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bXaUCjK1kBY/TZxJPmwfYdI/AAAAAAAAENE/F-3ZOfua88k/s1600/2.%2BTune%2BHotel%252C%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bXaUCjK1kBY/TZxJPmwfYdI/AAAAAAAAENE/F-3ZOfua88k/s400/2.%2BTune%2BHotel%252C%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592425369738109394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Tune Hotel, ada di dekat jalan pantai Kuta, sehingga kami bisa berjalan kaki ke pantai kapan saja kami mau.. Hotelnya sangat bersih dan nyaman, memang kami tidak mendapatkan harga promosi seperti yang Atta tulis (karena kami tidak booking dari jauh hari), tapi kami mendapatkan harga yang tidak berat :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu meletakkan ransel di hotel, aku dan Jos langsung menuju jalan pantai Kuta. Benar-benar daerah yang sangat menarik, Kuta ini, sepanjang jalan penuh dengan toko-toko cendera mata yang beraneka ragam, mulai dari baju pantai, patung, pahatan, lukisan, tas, kaca mata, warung makan, tempat spa/ pijat, dan toko-toko itu penuh dengan turis-turis mancanegara, kebanyakan berkulit putih, tapi tidak jarang juga turis Asia pun muncul.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2DKHXR0YSGw/TZxINPOQ8GI/AAAAAAAAEM8/29vWeWr9Ulc/s1600/3.%2BJalan%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2DKHXR0YSGw/TZxINPOQ8GI/AAAAAAAAEM8/29vWeWr9Ulc/s400/3.%2BJalan%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592424229549174882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Jalan Raya Pantai Kuta yang rapi dan penuh dengan wisatawan, rasanya seperti tidak sedang berada di Indonesia :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan aku dan Jos bertemu turis mabuk saat itu, dia sempoyongan, tidak memakai alas kaki, dan tidak tahu arah.. beberapa kali kami bertemu dengannya hanya berputar-putar di tempat yang sama, mungkin kehilangan arah atau lupa letak hotelnya, hmm..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos berjalan menuju pantai, sudah ada banyak orang di pantai, hanya sayang, cuaca sedang buruk, angin bertiup kencang dan awan hujan memenuhi langit.. langin tidak berwarna dan ombak pun kencang sekali.. Jos yang awalnya ingin berenang mengurungkan niat, dan kami memutuskan untuk bermain air saja, dan mengumpulkan pasir untuk Yanti..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasir? Yup, Yanti perlu pasir dari Kuta untuk mengisi meja kacanya di rumah, sehingga koleksi kerang-kerangnya bisa memiliki alas yang cukup 'pantai'..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dE3enZyvbUQ/TZxIM2vLwQI/AAAAAAAAEM0/GtCAA3MmSV0/s1600/4.%2BPasir%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dE3enZyvbUQ/TZxIM2vLwQI/AAAAAAAAEM0/GtCAA3MmSV0/s400/4.%2BPasir%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592424222976360706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pasir buat Yanti, yang kiri pasir yang agak besar, sebesar biji cabai, yang kecil pasir lembut, yang ada di lapisan bawah pantai..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yanti menginginkan pasir yang pertama, yang besar seukuran biji cabe dan mengandung pecahan-pecahan karang.. ahh.. aku sebenarnya menganggap sama saja, mau besar atau kecil, toh sama-sama pasir, tapi berhubung ini rekues khusus, jadi yahh.. dan Yanti minta pasirnya 1 liter, boleh lebih tidak boleh kurang.. kadang-kadang memang punya adik itu merepotkan.. ck ck..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai dari Kuta aku dan Jos kembali berjalan-jalan di sekitar toko-toko cendera mata.. kami mencari rental kendaraan di sekitar Kuta, dan kami menemukannya. Sayang Jos belum bisa membawa mobil, jika bisa tentu lebih enak membawa semua barang-barang kami.. Tapi karena bawaan kami juga cuma 1 ransel, bepergian dengan motor juga pilihan yang baik, selain lincah, harganya juga irit..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, untuk menyewa motor ini, biasanya hanya terkena biaya Rp 60.000, 00, tapi karena hari itu aku dan jos menawar, kami bisa dapat harga Rp 40.000, 00 per hari, dan kami menyewa motor tersebut untuk 4 hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tidak tahu kalau untuk mobil, tapi syarat untuk meminjam motor hanyalah KTP salah satu dari kami, membayar di muka, dan menyebutkan nama hotel tempat menginap. Sebelum kami menyewa motor, kami memberitahu si empunya bahwa kami sedang menginap di Tune. Si empunya motor menanyakan apakah kami akan terus di Tune sampai kami kembali, kami menjawab ya, tapi kemudian di tengah jalan kami ternyata berpindah-pindah hotel, 1 hari di Ubud, 1 hari di Sanur, dan semua itu tidak menjadi masalah.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7R-lasYiqP4/TZxIMgKBMZI/AAAAAAAAEMs/YmCFmHNVmpE/s1600/5.%2BRental%2BMotor%2BPantai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7R-lasYiqP4/TZxIMgKBMZI/AAAAAAAAEMs/YmCFmHNVmpE/s400/5.%2BRental%2BMotor%2BPantai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592424216914899346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Rental motor di tengah jalan raya pantai Kuta..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ga tahu, mungkin karena budaya di Bali mengajarkan akan karma, jadi mereka percaya bahwa orang jahat akan mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.. nilai yang sangat berbeda dan unik, dan membuatku yakin kalo kejahatan di Bali malah justru lebih banyak dilakukan oleh para pendatangnya ketimbang oleh orang lokalnya sendiri, hehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keesokan harinya aku dan Jos berjalan-jalan menuju Legian, masih di sekitar Kuta.. hanya bedanya, jika di Kuta banyak turis lokal, di Legian kebanyakan diisi oleh turis asing.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xU555uP_Org/TZxIMQ1kWZI/AAAAAAAAEMk/K2Ia8Z97poY/s1600/6.%2BPantai%2BLegian%2BTuris.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xU555uP_Org/TZxIMQ1kWZI/AAAAAAAAEMk/K2Ia8Z97poY/s400/6.%2BPantai%2BLegian%2BTuris.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592424212802591122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pantai Legian, sangat indah dengan ombak yang sangat cocok untuk surfing..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai Legian sangat indah dengan langitnya yang biru dan ombaknya yang tinggi.. hari itu memang sangat cerah, langit hampir tidak berawan, namun angin cukup kencang bertiup.. Jos sangat menikmati turis-turis asing yang ada di pantai, tapi lama-lama ga tahan juga dengan busana mereka yang vulgar.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa turis terlihat sedang berjemur di tenda-tenda yang memang disewakan, beberapa terlihat sedang dipijit oleh tukang pijit lokal, beberapa tentunya sibuk berenang, dan beberapa lagi mengejar ombak untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surfing&lt;/span&gt;.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aJCRDo4hgXE/TZxIMG38kmI/AAAAAAAAEMc/MTYShq4J28Q/s1600/7.%2BPantai%2BLegian%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aJCRDo4hgXE/TZxIMG38kmI/AAAAAAAAEMc/MTYShq4J28Q/s400/7.%2BPantai%2BLegian%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592424210128212578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pemandangan tenda-tenda di tepi pantai Legian, disewa oleh turis-turis asing yang ingin menepar kulit dan mewarnai kulit mereka di bawah matahari tropis :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos si anak air, tentu langsung merasa terpanggil dengan pantai seindah ini.. tapi dia juga tidak bisa menahan diri dari bujukan para tukang tatoo Bali yang terus mengejarnya.. hmm.. para seniman itu tidak tahu, suamiku itu cerewet minta ampun.. :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si tukang tatoo menawari Jos tatoo di Legian, dan Jos ingin mencoba satu tatoo yang tidak permanen. Dia meminta gambar kepala harimau, dan kebetulan sekali di buku tatoo si penato, tidak ada gambar harimau, nah loooo.. padahal Jos sudah sepakat harga dengan si penato, sekitar Rp 50.000, 00 dan itu harga yang lumayan bagi si penato :D (kami menyesali harga itu karena kemudian dapat harga tatoo yang sama, jauh lebih murah, sekitar setengahnya Rp 20.000, 00 *sigh)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos akhirnya puas dengan gambar kepala singa, dan tatoo itu tidak hilang sampai kami kembali ke Jakarta, xixi..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami juga pergi ke Pantai Sanur di subuh buta, khusus untuk mengejar matahari terbit yang kabarnya sangat indah jika dilihat di sana. Sanur ada di sisi yang berseberangan dengan Kuta dan Legian, jika di Kuta kita bisa melihat matahari terbenam, di Sanurlah matahari terbitnya. Sayang   kami cuma mendapatkan foto matahari mengintip pagi buta dari balik awan, hmmmm.. perjalanan mengunjungi pantai di Bali sepertinya tidak begitu sukses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish number 7-ku&lt;/span&gt; terpenuhi, yang lain ga jadi soal.. :D By: Lady Clara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baca juga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/ubud-sukawati-sanur.html"&gt;Ubud-Sukawati-Sanur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/05/pantai-dreamland-uluwatu-dan-garuda.html"&gt;Pantai Dreamland dan Garuda Wisnu Kencana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/kintamani.html"&gt;Kintamani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2011/04/tanah-lot_18.html"&gt;Tanah Lot&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-7395699753131854264?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/7395699753131854264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=7395699753131854264&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7395699753131854264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7395699753131854264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/03/kuta-legian.html' title='Kuta-Legian'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gIHXmicOAro/TZxJPuJgx2I/AAAAAAAAENM/fXdtyMwDCy4/s72-c/1.%2BJos%2Bdi%2BPantai%2BKuta%252C%2BBali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2645720613026181210</id><published>2011-03-21T01:50:00.000+01:00</published><updated>2011-03-21T01:51:02.650+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Pekanbaru, Riau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kunjungan ke Riau ini punya cerita sendiri, karena tidak direncanakan sebelumnya. Awalnya aku telah memesan tiket pulang ke Sumut dari pertengahan tahun, dan juga tiket pulangnya ke Jakarta, keduanya via Medan: Soeta-Polonia. Polonia-Soeta. Tapi karena di dekat hari H aku mendapat pemberitahuan dari pihak ADS bahwa aku harus pulang ke Jakarta pada tanggal 5 Januari untuk melakukan tes IELTS, sementara tiketku adalah tanggal 6 Januari, karenanya kami harus melakukan perubahan tiket. Aku membeli tiket pulang kami: Polonia-Soeta di tengah tahun dengan harga Rp 400an ribu, dan tebak harga tiket yang yang sama saat kuincar di akhir tahun: Rp 1,5 jutaan, 3 kali lipatnya, huks huks huks.. aku ga tau, mungkin seluruh orang Batak pulang kampung saat Natal, karenanya kami harus memikirkan alternatif lain untuk pulang ke Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan solusinya datang dengan diskusi bersama Jos. Waktu tempuh Rantau ke Medan, ternyata sama dengan waktu tempuh Rantau ke Pekanbaru. Dan tebak harga tiket Pekanbaru-Jakarta: Rp 500an ribu, hmm hmm hmm.. dan aku belum pernah ke Pekanbaru, dan aku sangat ingin ke Pekanbaru, dan Jos mau mendukungku, maka tiket pun dibeli dan here I am, menulis tentang sebuah kota yang luar biasa rapi dan teratur, di Provinsi Riau (^_^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-eSLDx-w-_hw/TYXSqsoU1XI/AAAAAAAAEMU/UfYUKYbIR3U/s1600/Tugu%2BAdipura%2BPekanbaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eSLDx-w-_hw/TYXSqsoU1XI/AAAAAAAAEMU/UfYUKYbIR3U/s400/Tugu%2BAdipura%2BPekanbaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586102543799604594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Monumen Adipura di tengah-tengah kota Pekanbaru, seperti habit aja, kota ini memperoleh adipura setiap tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat sampai di kota ini, aku takjub.. semua yang bisa kupikirkan tentang bagaimana merancang tata kota yang baik dan teratur, kota ini seakan memiliki semuanya.. jalan yang bersih, papan tanda yang rapi dan kondisinya baik, pedestrian yang bersih dan berfungsi, dan lalu lintas yang teratur.. waahh.. coba semua kota di Indonesia seperti ini, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tidak heran kota ini mendapatkan penghargaan adipura setiap tahun, aku agak lama memandang tugu peringatan di tengah kota mereka dan membaca: adipura 2010, adipura 2009, adipura 2008, adipura 2007, adipura 2006, dst.. weeewwww.. agak angkuh sih, tapi kota mana sih yang ga begitu kalo dapet penghargaan kebersihan kota setiap tahun (I definitely would do the same as the governor :D)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos (yang memutuskan untuk ikut serta) kemudian melanjutkan berjalan-jalan, kami persisnya menggunakan busway untuk melihat seluruh kota Pekanbaru, mumpung sedang ada di sana.. dan ternyata busway Pekanbaru sama juga dengan busway Jakarta: padet, penuh orang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TDHLgjhMQ7k/TYXSqcSlegI/AAAAAAAAEMM/QOQN6C045IU/s1600/Busway%2BPekanbaru-Riau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TDHLgjhMQ7k/TYXSqcSlegI/AAAAAAAAEMM/QOQN6C045IU/s400/Busway%2BPekanbaru-Riau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586102539413453314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Busway di kota Pekanbaru, sama juga dengan busway di Jakarta, penuh dengan penumpang yang rela berdiri-diri sampai tiba di tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang berbeda dengan busway di Pekanbaru ini, shelter penumpangnya hanya untuk dinaiki 1 arah, untuk naik ke arah sebaliknya, penumpang harus menyeberang jalan terlebih dahulu dan naik dari shelter yang ada di seberang jalan. Kadang-kadang malah ada shelter yang tidak berupa shelter, hanya berupa sebuah tangga yang menjadi tempat turun penumpang, dan kurasa tidak bisa digunakan untuk naik karena aku tidak melihat ada tempat untuk membeli karcis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan jika kita naik busway dari 1 titik, busway akan terus berjalan sampai ujung rute, lalu berputar di rute itu tanpa berhenti, dan kemudian lanjut berjalan menuju ke arah sebaliknya, begitu terus sampai jam tugas busway berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi jika kita ingin berkeliling Pekanbaru dengan busway, cukup dengan 1 kali tiket dan kita bisa melihat semua koridor jalan utama yang ada di kota, hehehe.. itu yang kami lakukan hari itu.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--bhNqCq_GWc/TYXSDap6m-I/AAAAAAAAEL8/aLoEm2iFaeY/s1600/Gedung%2BTinggi%2BPekanbaru%2BRiau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--bhNqCq_GWc/TYXSDap6m-I/AAAAAAAAEL8/aLoEm2iFaeY/s400/Gedung%2BTinggi%2BPekanbaru%2BRiau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586101868959538146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--eSOhJlGxxo/TYXSDUN175I/AAAAAAAAEME/jhop_wHknI8/s1600/Badan%2BPerpustakaan%252C%2BArsip%2Bdan%2BDokumentasi%2BPekanbaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--eSOhJlGxxo/TYXSDUN175I/AAAAAAAAEME/jhop_wHknI8/s400/Badan%2BPerpustakaan%252C%2BArsip%2Bdan%2BDokumentasi%2BPekanbaru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586101867231178642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Hmm.. dan setelah seluruh rute kami jalani, baru aku dan Jos turun dan melakukan hal yang biasa kulakukan jika sedang berjalan-jalan: mencari bangunan unik dan menikmati keindahan arsitektur kota di Pekanbaru..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bangunan berarsitektur modern di Pekanbaru, bangunan terunik yang aku jumpai justru adalah sebuah Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi yang berada di jalan Jendral Sudirman.. hmm..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja sebagian besar gedung di sana dibangun dengan mengaplikasikan arsitektur tradisional Riau juga, khususnya karena bangunan di jalan Jendral Sudirman kebanyakan adalah bangunan milik pemerintah, well, ada aturan tentang hal ini di dalam tata kota. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ISTDnU4NbXs/TYXSDFY7kLI/AAAAAAAAEL0/iw-y8kTKigo/s1600/Langgam%2BTradisional%2BRiau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ISTDnU4NbXs/TYXSDFY7kLI/AAAAAAAAEL0/iw-y8kTKigo/s400/Langgam%2BTradisional%2BRiau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586101863251153074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Langgam tradisional Riau, kita bisa menemukan elemen ini hampir di setiap bangunan pemerintah di Riau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang masih kuherankan sampai saat ini, kenapa bangunan terkeren menurutku di Pekanbaru justru adalah sebuah perpustakaan?? Jiaahh.. coba si arsiteknya menang di semua bangunan di Riau, xixi, pasti keren :) Dan bangunan tinggi yang mirip Casino di Singapura itu, sampe sekarang aku masih penasaran bangunan di samping kantor gubernur itu perkantorannya siapa? Riau, keren deh..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tentu saja aku dan Jos bermain ke mall yang ada di Pekanbaru. Mall-nya bernama Mall Pekanbaru. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-FhmMDsJPYz8/TYXSC6uyBVI/AAAAAAAAELs/BQUvXCigHj8/s1600/Mall%2BPekanbaru%2BRiau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FhmMDsJPYz8/TYXSC6uyBVI/AAAAAAAAELs/BQUvXCigHj8/s400/Mall%2BPekanbaru%2BRiau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586101860390012242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mall Pekanbaru, ramai dan pebuh dengan orang, setiap lantai mall terisi oleh tenant2 yang cukup terkenal, yah, ga jauh beda dengan mall yang ada di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos makan di salah satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stand food court&lt;/span&gt;-nya, Jos menikmati apa yang dinamakan orang sana mie Kung Foo, rasanya enak juga, terutama bagi penggemar makanan berbau mie.. kami juga membeli oleh-oleh kerupuk nanas dan jajanan sagu untuk oleh-oleh bagi teman-temanku satu ruangan di kantor&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke terminal bus. Sesuai rencana, hanya aku yang akan pulang ke Jakarta untuk mengejar hari tesku, dan Jos akan pulang di hari yang sama ke Rantau Perapat dan menaiki pesawat yang tiketnya sudah ku-booking lebih dulu via Medan. Agak sedih juga saat itu karena kami harus pulang sendiri-sendiri sementara statusnya adalah pengantin baru, tapi apa boleh buat, toh nanti di Jakarta bisa bertemu lagi.. tapi agak tenang juga karena Jos pulang nantinya akan ditemani oleh paribannya yang terbang di saat yang sama dari Medan, jadi masalah terselesaikan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tidak lupa satu tempat lagi yang kami kunjungi saat itu untuk mencari oleh-oleh, yaitu sebuah pasar yang bernama Pasar Bawah, sangat terkenal di Pekanbaru karena menjual barang-barang impor dengan harga yang miring.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nNr7VFr54Lk/TYXSCyiOcAI/AAAAAAAAELk/s9e4vk62bZI/s1600/Pasar%2BBawah%252C%2BPekanbaru-Riau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nNr7VFr54Lk/TYXSCyiOcAI/AAAAAAAAELk/s9e4vk62bZI/s400/Pasar%2BBawah%252C%2BPekanbaru-Riau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586101858189864962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pemandangan salah satu stand di Pasar Bawah, yang menjual aneka guji antik dan menarik.. seandainya tasku masih cukup ringan mungkin aku akan membeli satu souvenir pulang.. (belum pernah punya oleh-oleh khas Riau)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak stand yang menjual kain-kain impor, dari berbagai negara, aneka souvenir dari Singapura dan Malaysia, gantungan kunci, hiasan dinding, dan aneka barang yang semuanya juga pernah kulihat di Bugis Street atau China Town Singapura.. ada juga kain khas Riau, aneka perhiasan batu-batu Korea, dan barang-barang elektronik.. harganya murah, karenanya sangat cocok untuk jadi tempat tujuan belanja di Riau :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku dan Jos membeli kaus hitam dengan sablonan bergambar gedung perpustakaan Pekanbaru.. Jos mendapatkan kaosnya, dan aku mendapatkan view-nya, hahaha.. senang sekali melihat bangunan keren itu lalu lalang di depanku nanti setelah kami di Jakarta :D&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya belum puas belanja di Pekanbaru.. semoga lain waktu aku bisa mendapatkan kesempatan untuk membawa salah satu keramik/ guci itu pulang ke rumah. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2645720613026181210?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2645720613026181210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2645720613026181210&amp;isPopup=true' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2645720613026181210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2645720613026181210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/03/pekanbaru-riau.html' title='Pekanbaru, Riau'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eSLDx-w-_hw/TYXSqsoU1XI/AAAAAAAAEMU/UfYUKYbIR3U/s72-c/Tugu%2BAdipura%2BPekanbaru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-7480245549157938438</id><published>2011-03-14T01:58:00.002+01:00</published><updated>2011-03-14T02:06:13.385+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Interesting Places'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Jalan-jalan ke Danau Toba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-VckmHH34jwM/TX1os1_Jk1I/AAAAAAAAELc/BUmZ2L-tRYU/s1600/Danau%2BToba%2Byang%2BIndah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-VckmHH34jwM/TX1os1_Jk1I/AAAAAAAAELc/BUmZ2L-tRYU/s400/Danau%2BToba%2Byang%2BIndah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734232624763730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Danau Toba adalah sebuah Danau Vulkanik sekaligus sebuah Danau Vulkanik terluas di dunia yang terletak di Propinsi Sumatera Utara. Di tengah danau ada sebuah pulai yang bernama Samosir, dan dari pulau itulah nenek moyangku berasal. Bapak pernah bercerita, kalau Opung dulu merantau bersama Ayahnya, dari pulau Samosir menuju Pulau Sumatera, dengan berjalan kaki. Kalo kita liat di peta pulau Samosir dan Danau Toba, maka memang ada daratan pulau yang menjorok cukup jauh sampai hampir menyentuh pulau Sumatera, di sanalah jalan darat yang dumaksud Bapak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami memulai perjalanan kami dari rumah paribanku, di daerah Siantar. Akan ada 3 mobil, khusus dibawa sehingga kami bisa bepergian beramai-ramai, seluruh generasi Sihotang adik-adik Bapak, hehe.. pagi di rumah Anju diawali dengan mie gomak.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-S9Otv0Y-kWg/TX1osiHZuQI/AAAAAAAAELU/lnCDeAVMiUY/s1600/Mie%2BGomak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-S9Otv0Y-kWg/TX1osiHZuQI/AAAAAAAAELU/lnCDeAVMiUY/s400/Mie%2BGomak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734227290667266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mie gomak, mesti dicoba kalo berjalan-jalan ke Siantar, hmmm.. nyam nyam.. Oya, selain mie gomak oleh-oleh khas Siantar adalah kue bolu ganda, yang menurutku memang enak sekali :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan ke Danau Toba kami melihat pemandangan hijau yang tidak ada habisnya, kadang-kadang pemandangan kebun sawit (dan aku tidak melihat lagi pemandangan kebun teh yang dulu biasa kulihat saat pulang kampung), pemandangan aneka macam gereja dan bangunannya yang megah dan unik, juga pemandangan rumah adat khas daerah Batak, hmm.. tentu saya yang satu ini menjadi pemandangan yang selalu akan membuatku menoleh, hehe.. Oya, pemandangan arsitektur rumah akan berbeda jika kita berpindah daerah, karena atap rumah Batak Toba dengan atap rumah Batak Simalungun atau Batak Karo berbeda sesuai dengan rumah adat yang dimiliki masing-masing kebudayaan.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-t6AU6nR3Zl8/TX1onEFfdeI/AAAAAAAAELM/vAoXh9K_1Ss/s1600/Arsitektur%2Bkhas%2BRUmah%2BBatak2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 321px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-t6AU6nR3Zl8/TX1onEFfdeI/AAAAAAAAELM/vAoXh9K_1Ss/s400/Arsitektur%2Bkhas%2BRUmah%2BBatak2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734133330245090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Bangunan khas atap rumah Batak, runcing di bagian depan dan belakang, bagian belakang lebih tinggi dari bagian depannya, filosofinya adalah: anak kelak harus lebih maju dari pada orang tuanya, demikian seterusnya.. (^_^)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan kami hari itu adalah pelabuhan fery menuju Pulau Samosir. Sebenarnya ada beberapa alternatif untuk pergi ke pulau Samosir. Saat kami pulang kampung terakhir kali, kami menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speed boat&lt;/span&gt; untuk sampai ke Samosir, karena saat itu kami cuma pergi ber-5, aku, Yanti, Nita dan orang tua kami. Tapi kali ini, karena kami berencana berkeliling puas-puas di seberang, maka kami harus memboyong 3 mobil menyeberang juga, dan hal ini dilakukan dengan perantara fery.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, saat itu akhir tahun, pelabuhan fery ramai sekali. Kelihatannya sangat banyak wisatawan dan orang lokal ingin pergi ke pulau Samosir, dan kami harus ikut masuk dalam antrian yang panjang sekali. Kami datang sekitar jam 12.00 WIB, dan pada saat itu kami mendapatkan info kalau mobil-mobil yang mengantri mulai jam 10.00 WIB pun bahkan belum masuk fery. Weww.. kami bisa bayangkan berapa lama lagi waktu tunggu yang harus kami hadapi..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika sekitar jam 14.00 WIB kami bisa masuk fery, ditambah perjalanan menyeberang, ditambah jalan-jalan di Samosir, ditambah antrian pulang, dan perjalanan pulang, kami yakin tidak bisa kembali di hari yang sama, jadi seluruh pihak memutuskan untuk membatalkan niat, dan sebagai gantinya menikmati danau dengan kapal motor kecil yang bisa mengantar kami berkeliling di sekitar Danau Toba. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-0kQ1mWi1xXY/TX1omzL4uUI/AAAAAAAAELE/78rvts4M7t8/s1600/Kapal%2BMotor%2Bke%2BDanau%2BToba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-0kQ1mWi1xXY/TX1omzL4uUI/AAAAAAAAELE/78rvts4M7t8/s400/Kapal%2BMotor%2Bke%2BDanau%2BToba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734128793663810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kapal motor yang bisa membawa kita berjalan-jalan berkeliling di sekitar danau. Mestinya sih kapal ini bisa membawa kami ke Samosir juga, tapi karena dia cuma bisa menampung sepeda motor, jadi kami tidak memanfaatkan jasanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tahu satu jenis kapal lain yang memiliki lantai kaca di dasar kapalnya, tapi saat itu tidak bisa menemukan kapal itu, padahal kan lucu sekali jika bisa menikmati pemandangan bawah laut danau dari atas kapal.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CBu5V-rKdEE/TX1ommkggCI/AAAAAAAAEK8/CNTCff-nWqw/s1600/Adik2ku%2Bdi%2BKapal%2BMotor%2Bke%2BDanau%2BToba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CBu5V-rKdEE/TX1ommkggCI/AAAAAAAAEK8/CNTCff-nWqw/s400/Adik2ku%2Bdi%2BKapal%2BMotor%2Bke%2BDanau%2BToba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734125407272994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Adik-adikku, sangat menikmati kapal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian wish number 167-ku belum tercapai.. aku bermimpi mengunjungi kampung tempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my great great grandfather&lt;/span&gt; hidup, desa tempat mereka membesarkan opungku.. kalo menurut Bapak dan menurut orang Batak lain yang pernah kutanyai, memang ada sebuah desa di tengah pulau Samosir yang bernama desa Sihotang, dan aku bisa bayangkan semua warga di desa itu punya relasi dengan margaku, wooooo.. curious.. curious.. tapi wish yang ini mesti menunggu..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gagal menyeberang, kami memutuskan untuk pergi ke pantai Garoga, untuk berenang.. sayang langit sedang tidak cerah, jadi pemandangan danau pun jadi tidak cerah, padahal jika cerah, kelihatan jelas keindahannya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-TqQrKFcAGkw/TX1omWy4KjI/AAAAAAAAEK0/J_pFUmUHuCw/s1600/Pantai%2BGargoba%2BDanau%2BToba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-TqQrKFcAGkw/TX1omWy4KjI/AAAAAAAAEK0/J_pFUmUHuCw/s400/Pantai%2BGargoba%2BDanau%2BToba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734121172576818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pantai Garoga di Tigaras, kecamatan Dolog Pardamean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantai ini rujukan Sihotang bersaudara dan istri-istrinya itu, hehe.. para junior hanya mengekor di belakang. Aku percaya pantai ini punya cerita, karena mereka menyebutkannya dengan sangat bersemangat. Aku malah percaya di masa muda mereka, mereka sering pergi ke pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jos tentu saja ikut berenang, Jos itu seperti ikan, senang sekali berada di air.. hahaha.. dan aku seperti kambing, sama sekali tidak antusias masuk ke air.. apalagi setelah aku merasakan air danau yang.. brrrrrr... dinginnya minta ampun.. teringat bayang-bayang direndam di sungai pukul 1 subuh saat aku diklat mapala..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak ikan itu berenang sampai sore, dan menutup hari itu dengan makan mie kuah hangat di tepi danau.. setelah mereka selesai, kami pun melanjutkan perjalanan, kami akan ke Tigarunggu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada apa di Tigarunggu? Hahaha.. ternyata Mama dan Bapak menunjukkan tempat mereka biasa pacaran waktu muda.. nah loh.. dulu ternyata Opung (dari Mama) tampaknya kurang setuju mereka berpacaran, tentu saja karena seharusnya masing-masing menikah dengan paribannya dan malah mencari marga lain, beda suku pula, haha.. Note: Mama Batak Simalungun dan Bapak Batak Toba. Wah.. wah.. maklum aja kali ya, kan Mama dan Bapak satu generasi sama Siti Nurbaya, xixixi..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kami juga mengunjungi salah satu rumah orang yang ahli menyembuhkan (semacam tabib) Batak yang bisa kami singgahi.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kNT9hnEtXq4/TX1omE8Np0I/AAAAAAAAEKs/qYVyaZqA0_w/s1600/Rumah%2BDukun%2Bpenyembuh%2Basma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kNT9hnEtXq4/TX1omE8Np0I/AAAAAAAAEKs/qYVyaZqA0_w/s400/Rumah%2BDukun%2Bpenyembuh%2Basma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583734116379895618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Rumah dukun/ tabib yang ahli menyembuhkan penyakit.. Yanti punya sejarah dengan tabib ini..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tabib ini memberi kesan dalam bagi Yanti.. terakhir kami pulang kampung, Yanti adalah seorang penderi asma akut, yang jika sedang kambuh, membuat Yanti bernafas dengan bunyi ngik ngik, dan membuatnya seakan-akan berada di ruangan tidak berudara, sangat mengerikan melihatnya saat kambuh, karena dia tidak bisa bernafas secara normal..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Asma itu penyakit menurun, dan Yanti menderitanya bersama 1 orang pamanku. Karena si tabib cukup terkenal saat itu, Yanti dan pamanku dibawa kepadanya. Mereka berdua diberi minuman herbal yang pahit luar biasa, yang membuat mereka muntah hebat, sampai wajah keduanya pucat.. setelah muntah, mereka berdua diurut oleh sang tabib, urutannya kelihatannya cukup serius karena aku ingat Yanti berteriak kencang, wew..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa Yanti dan pamanku menyesal pergi diurut si tabib? Well, ga sama sekali.. karena sekarang Yanti dan pamanku tidak lagi pernah menderita gejala asma.. aneh kan? Sains mengatakan asma itu penyakit yang tidak bisa sembuh, tapi pengobatan alam membuat sang penyakit ngumpet dan tidak pernah nongol sampai sekarang, kira-kira sudah lebih dari 10 tahun berselang..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami saat itu hanya bisa bersyukur, karena penyakit Yanti dan paman tidak muncul lagi, dan semoga tidak akan pernah muncul lagi sampai selama-lamanya.. karena punya asma tidak enak, terlalu banyak pantangannya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, saat itu kami datang untuk menengok si tabib, tapi sayang si tabib sudah tidak ada, dia telah meninggal karena memang sudah sangat tua.. sekarang anak si tabib melanjutkan panggilannya menjadi tabib, mestinya sama hebatnya dengan ayahnya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan cerita ini kubagikan karena banyak sekali orang yang tidak percaya kalo asma bisa diatasi, tapi aku merasakan dan mengalaminya sendiri, dan Yanti sekarang jauh berbeda dari Yanti yang dulu, luar biasa aktif dan tidak lagi bersuara ngik ngik di malam yang dingin (^_^) By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-7480245549157938438?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/7480245549157938438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=7480245549157938438&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7480245549157938438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7480245549157938438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/03/jalan-jalan-ke-danau-toba.html' title='Jalan-jalan ke Danau Toba'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VckmHH34jwM/TX1os1_Jk1I/AAAAAAAAELc/BUmZ2L-tRYU/s72-c/Danau%2BToba%2Byang%2BIndah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-7839039326272182129</id><published>2011-03-07T01:54:00.003+01:00</published><updated>2011-03-07T02:19:37.953+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Pulang Kampung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-H_eqmuHQLWY/TXQuTJtWSJI/AAAAAAAAEKk/CTf3cSAZRrg/s1600/Pulian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-H_eqmuHQLWY/TXQuTJtWSJI/AAAAAAAAEKk/CTf3cSAZRrg/s400/Pulian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136744777402514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ehmm, aku skip dulu bagian cerita di hari H pernikahanku, karena cerita di hari itu sangaaaaatttt banyak sampai aku bingung sendiri bagaimana membuatnya dalam suatu tulisan ringkas blogku. (^_^) Yang jelas di hari H itu, aku dan Jos harus menjalani pemberkatan nikah mulai pukul 10.00-12.00 WIB, dan kemudian melanjutkannya dengan acara adat Batak mulai jam 12.00-21.00 WIB. 21.00 WIB saudara-saudara, dan itu benar-benar lama sekali.. sudah cukup lama jika dilakukan dengan duduk saja, dan lebih lama lagi kalo mengingat-ingat kami melakukannya sambil menari tor-tor non stop, dan aku menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high heel&lt;/span&gt;s 7 cm, fiiuuuhhh...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat kata, aku dan Jos capek sekali, dan aku merasa tidak akan sanggup lagi untuk menghadapi acara adat lain, tidak malam itu.. (tapi ternyata prosesi adatnya masih berlanjut 'bahkan' setelah kami sampai di rumah, dan terus berlanjut sampai pukul 24.00 WIB lebih). Dalam hati aku mencatat: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“tidak ada istilah malam pertama buat orang Batak, wkwkwk”&lt;/span&gt;.. malam itu aku dan Jos berakhir dengan kecapekan, dan sangat memimpikan liburan panjang..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan.. datanglah Mama, Bapak, dan adik-adikku tercinta dengan usul brilian mereka: mereka meminta izin ke mertuaku, supaya bisa membawa aku dan Jos pulang kampung ke desa kelahiran Mama dan Bapakku beberapa hari sebelum tahun baru..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan bagiku: bener-bener deh, bahkan orang tuaku sudah tidak punya hak lagi untuk membawaku kabur tanpa izin mertuaku..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tanya: Halooo.. mereka kan yang melahirkan aku??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawab: Halooooo.. Clara, kamu udah dibeli, sekarang kamu bukan anak orang tuamu lagi, hiks hiks hiks..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untunglah mertuaku sangat bijaksana, dan mereka melepaskan aku dan Jos untuk pergi bersama orangtuaku dan keluargaku pulang kampung ke Pulian dan Bahbolon. Tentu saja dengan catatan: kami akan kembali sebelum tahun baru, dan bertahun baru di rumah di Rantau Perapat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan keputusan ini, bersoraklah adik-adikku, dan sepupu-sepupuku yang imut-imut semuanya, karena hal itu berarti kami bisa berkumpul lengkap dan berjalan-jalan bersama-sama, horayyyy...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bisa menengok gereja GKPS Raya Huluan, gereja dimana dulu aku dibaptis.. Aku lupa umur berapa aku dibaptis, tapi yang jelas aku sudah cukup besar sehingga sudah bisa merasakan air dingin dari tangan pendeta disiramkan di atas kepalaku, dan pak pendeta melakukan hal yang sam di kepala Yanti.. (^_^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ERzqSuqm6DE/TXQuF4ikD-I/AAAAAAAAEKU/6aBLlmhMnrw/s1600/GKPS%2BRaya%2BHuluan%2Btempatku%2Bdibaptis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ERzqSuqm6DE/TXQuF4ikD-I/AAAAAAAAEKU/6aBLlmhMnrw/s400/GKPS%2BRaya%2BHuluan%2Btempatku%2Bdibaptis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136516830466018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Gereja GKPS Raya Huluan, gereja tempat aku dulu dibaptis, menurut ingatanku, gerejanya tinggiiii sekali dan memiliki anak tangga yang banyak..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena kami masih kecil, inilah ingatan yang aku punya tentang gereja GKPS Raya Huluan tersebut: gerejanya sangaaattt besar, dengan langit-langit yang tinggi.. gerejanya berada di tanah yang jauh lebih tinggi dengan jalan raya, dan untuk mencapai gereja kami harus menaiki anak-anak tangga yang sangat banyaaakkkk, karena begitu tingginya gereja itu. Karena gereja berada di tempat yang tinggi, maka jalan raya di bawah rasanya jauuuhhh sekali, dan mobil-mobil di bawah pun terlihat sangat keciiiilll, tentu saja kecil karena gereja kami itu tinggi sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, ga seperti itu.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4Vl8itxV5f8/TXQuFXtuTXI/AAAAAAAAEKM/WsREwzgdgak/s1600/GKPS%2BRaya%2BHuluan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4Vl8itxV5f8/TXQuFXtuTXI/AAAAAAAAEKM/WsREwzgdgak/s400/GKPS%2BRaya%2BHuluan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136508018904434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Ini gereja masa kecil kami. Ga terlalu tinggi, ga terlalu besar, ga terlalu banyak anak tangganya, dan dengan ketinggian cuma beberapa meter begini, mobil-mobil di bawah pasti masih kelihatan besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pikiran masa kecilku sudah menipuku. “Semuanya ini soal perspektif!” Hahaha.. apa yang kupandang dengan pikiran masa kecilku sangat hebat, ternyata kupandang sangat berbeda begitu aku besar.. (^_^) tapi senang juga punya pengalaman seperti ini, hehe.. untunglah gereja kecil kami awet, sehingga saat besar aku dan Yanti bisa tertawa-tawa mengenangnya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-wC9OhyXdFCc/TXQuGEFN3cI/AAAAAAAAEKc/TQtuaXez2qE/s1600/Jalan%2Bke%2Bkampung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-wC9OhyXdFCc/TXQuGEFN3cI/AAAAAAAAEKc/TQtuaXez2qE/s400/Jalan%2Bke%2Bkampung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136519928602050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;Jalan menuju ke kampung halaman Mama dan Bapak, jalan tanah dan kurang terawat, di desa ini Opungku membesarkan keluargaku :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan kami tidur 1 malam di desa Opung ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masa dulu kala, di sinilah tempat Mama dan Bapak menjalin kisah mereka, hehe.. (tentu saja sebelum Mama akhirnya berpetualang ke Padang, Jakarta, Jokja, dan akhirnya mengikuti Bapak ke Kalimantan :p) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nJT79_zm2B0/TXQuFJIEVOI/AAAAAAAAEKE/L5SB3DikGiM/s1600/Pohon%2BAren.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nJT79_zm2B0/TXQuFJIEVOI/AAAAAAAAEKE/L5SB3DikGiM/s400/Pohon%2BAren.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136504102868194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pohon enau/ aren, banyak tumbuh di kampung kami.. cairan dari pohon enau ini biasa diambil oleh opung dan dijadikan bahan pembuat tuak, salah satu minuman khas Batak yang biasa diminum pada pesta-pesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung kami banyak tumbuh pohon enau, yang sarinya biasa dijadikan bahan pembuat tuak. Tuak mengandung alkohol, dan tuak suling asal kampung kami ini cukup enak (menurut standar keluarga Jos), tapi kadar alkoholnya lebih tinggi dibanding tuak yang bisa didapatkan di Rantau Perapat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain enau, di kampung kami juga banyak kujumpai pohon kopi, dan sering kali di samping-samping rumah penduduk kita bisa melihat kopi-kopi dihamparkan di atas terpal dan dikeringkan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VmuqZGBDzjo/TXQuE0kzb_I/AAAAAAAAEJ8/ZV72XEXh5Uk/s1600/Rumah%2BOpung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VmuqZGBDzjo/TXQuE0kzb_I/AAAAAAAAEJ8/ZV72XEXh5Uk/s400/Rumah%2BOpung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581136498586251250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Rumah tua peninggalan Opung, sudah tidak berpenghuni, rusak di sana sini, tapi bagi keluargakum rumah ini punya banyak cerita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami juga pergi mengunjungi rumah tua peninggalan Opungku, rumah yang sudah sangat tua, mungkin seumuran Bapak, atau bahkan lebih. Rumah ini berada di tanah keluarga, namun karena sudah tidak berpenghuni, rumah ini kemudian dikelilingi semak-semak liar dan paku, dan bahkan dijadikan tempat penggembalaan ternak oleh tetangga di sekitar rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bapak dan saudaranya sangat menyayangi rumah ini, pastinya banyak kenangan yang disimpan di sana. Upaya perbaikan disusun, rumah ini akan direnovasi dalam waktu dekat, sehingga kelak bisa dihuni kembali. Mungkin jika tahun depan kami kembali lagi ke kampung, kami punya tujuan kunjungan baru (^_^). Oya, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish number 162&lt;/span&gt;-ku tercapai! By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-7839039326272182129?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/7839039326272182129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=7839039326272182129&amp;isPopup=true' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7839039326272182129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/7839039326272182129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/03/pulang-kampung.html' title='Pulang Kampung'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-H_eqmuHQLWY/TXQuTJtWSJI/AAAAAAAAEKk/CTf3cSAZRrg/s72-c/Pulian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-4814854519536621946</id><published>2011-02-26T13:48:00.004+01:00</published><updated>2011-02-26T14:14:08.575+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ADS'/><title type='text'>Tahapan Menjalani Beasiswa ADS</title><content type='html'>Aku akan berbagi cerita ini bagi para pemburu beasiswa ADS di seluruh Indonesia.. semoga saja bisa membantu dan menginspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama-tama beasiswa ADS adalah beasiswa dari pemerintah Australia yang diberikan melalui AusAid. Tujuannya untuk meningkatkan kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan beasiswa ADS, porsi paling besar memang diperuntukkan bagi PNS dan BUMN. Dari seluruh beasiswa yang diberikan, 2/3 dari jatah akan diberikan pada PNS/pegawai BUMN, dan 1/3 nya akan diberikan bagi pegawai swasta. Hal ini jelas sekali karena beasiswa ADS diperuntukkan bagi pengembangan negara, jadi lebih difokuskan pada orang-orang yang bekerja untuk negara juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Porsi yang adil juga akan diberikan bagi pegawai di wilayah Indonesia sebelah Timur di daerah fokus geografis perencanaan strategis Indonesia, jadi sekitar Papua, NTB, NTT.. ada kuota minimal 30% diberikan bagi mereka-mereka yang melamar dari daerah ini. Jadi 1/3 dari para pelamar pasti dari daerah tsb, bisa lebih tapi tidak mungkin kurang. Hal ini juga diatur agar pembangunan Indonesia makin merata sampai ke daerah-daerah Timur sana. Jadi bagi kamu yang ada di daerah Timur Indonesia, peluangmu juga sama besarnya.. jangan sampai tersandung masalah IELTS, karena jika IELTS kurang dari 5,5 kemungkinan lolosnya makin sedikit. Jika merasa memang bahasa Inggrisnya masih kurang, kenapa tidak mulai sekarang ikut kursus atau berlatih dengan teman-teman yang lebih pintar Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk masalah gender, ada porsi yang seimbang atas peserta yang akan mendapatkan beasiswa ini. Ada porsi 50:50 baik untuk laki-laki dan perempuan. Untuk hal ini, bagi kamu yang perempuan boleh sedikit berharap, karena biasanya pendaftar laki-laki jauh lebih banyak, so kans peserta wanita lebih besar sedikit (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya ada juga pembagian kategori berdarkan targeted atau tidaknya kandidat. Kandidat yang masuk kategori target adalah orang-orang yang bekerja di instansi yang bekerja sama (MoU) dengan pemerintah Australia. Pada saat ini, Kemenkeu dan Kemenlu adalah 2 dari instansi yang sudah melakukan MoU. Pada saat pengumuman kelulusanku, setidaknya ada 30 orang dari Kemenlu yang lolos dan mendapatkan beasiswa ADS ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi tenang saja, bagi yang tidak masuk kategori target, tetap ada porsi 50% untuk mendapatkan beasiswa. Aku sendiri berasal dari BMKG, dan meski BMKG tidak ada MoU tapi aku bersama seorang temanku tetap bisa memperoleh beasiswa ADS&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, 90% beasiswa akan diberikan untuk program Master dan sisanya untuk program Doktor. Bidang studi yang ditawarkan adalah bidang studi yang meliputi : 1) peningkatan kemampuan SDM Indonesia, 2) pembangunan yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan manajemen ekonomi, 3) investasi untuk pembangunan manusia, demokrasi, keadilan dan 4) pemerintahan yang baik, serta perdamaian. Aku sendiri mengambil yang ke-2. Oh ya daftar jurusan yang terkait dengan 4 item ini bisa kamu lihat di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" files="" id="" option="com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=12&amp;amp;Itemid=26&amp;amp;limit=1&amp;amp;limitstart=5&amp;quot;"&gt;(tabel subyek ini)&lt;/a&gt;. Menurut info dari pihak ADS, para penerima beasiswa dari 4 item ini akan berimbang. Dengan kata lain jika kamu dan temanmu sama-sama mengambil item 2) maka kalian sebenarnya bersaing. Tapi jika tidak, berarti kalian bersaing dalam item yang lain (gender misalnya :p)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, pada saat aku mengikuti beasiswa ini, ada 350 beasiswa yang ditawarkan. Pada tahun 2012 akan ada 400 beasiswa yang ditawarkan, tahun 2013 akan ada 450 beasiswa, 2014 ada 500 bea, terus bertambah jadi peluang kita akan makin besar tahun demi tahun. Yah, tapi jangan terus tunggu sampai tahun depan juga, karena generasi depan tentunya makin banyak yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qualified&lt;/span&gt;, dan peluangnya jadi makin kecil..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa tahapan dalam proses seleksi beasiswa ADS ini. Tahap pertama adalah seleksi berkas. Berkas yang harus diisi kurang lebih seperti file ini, silakan di-upload, aku buat link ke &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://adsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=73&amp;amp;Itemid=190"&gt;web ADS di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkas ini akan diseleksi menjadi 2 kali jumlah beasiswa yang ditawarkan. Pada masaku, ada 3600 orang yang mendaftar beasiswa. Untuk beasiswa ada 350 yang ditawarkan. Seluruh 3600 orang tersebut nantinya akan disaring sampai menyusut menjadi 700 orang, dan 700 orang ini kelak disaring menjadi 350 (kuota beasiswa tahun ini).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seleksi berkas ini akan melihat nilai toefl kita, apakah sudah 500 ke atas, juga akan melihat program apa yang akan kita ambil, kejelasan tujuan studi, dan kesesuaian dengan pendidikan yang pernah diambil. Program yang diambil kalau bisa salah satu dari program yang bisa meningkatkan pembangunan di Indonesia, salah satu dari 4 item (liat lagi di atas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perhatikan baik-baik bahwa latar belakang pendidikan, pekerjaan sekarang dengan jurusan yang diambil berkaitan dan saling mendukung. Jika tidak, jelaskan saja dengan alasan yang mantap kenapa kita perlu mengambil jurusan itu. Beberapa penerima beasiswa memiliki pekerjaan yang kelihatannya tidak berhubungan dengan jurusan yang dia ambil.. tapi karena dia bisa menarik benang merah dan dengan tepat menjelaskan dan berhasil meyakinkan pewawancara bahwa dia perlu mengambil jurusan itu, maka dia lulus. Yang penting pewawancara tau kalo kelak orang yang menerima beasiswa ini akan bermanfaat bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam berkas beasiswa, kita akan diminta beberapa hal yang wajib, dan beberapa hal yang tidak wajib. Yang terutama kita harus mengisi form, melengkapinya dengan CV, surat rekomendasi, terjemahan ijazah/ transkrip, dll, dst, yang banyak sekali. Aku sendiri berusaha melengkapi semua yang diminta oleh pihak ADS meskipun yang diminta tidak wajib diberikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa berkas juga diminta, seperti terjemahan akte, terjemahan ijazah, terjemahan transkrip, dan lain sebagainya. Meskipun tidak wajib, aku melampirkannya saat itu sesuai saran dari seorang teman. Katanya, jika kita melengkapi beasiswa kita maka keseriusan kita akan beasiswa itu pun akan terlihat. Tentunya itu akan menyenangkan pihak ADS.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku juga melampirkan seluruh sertifikat yang kupunya, seperti seminar-seminar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;training &lt;/span&gt;dan pelatihan, sarasehan, dan juga dokumen penguat seperti surat pernyataan bahwa aku adalah mahasiswa lulusan terbaik ke-3 pada kelulusanku saat itu. Dokumen yang terakhir juga kuterjemahkan, sehingga para penyeleksi makin yakin kalo aku cukup serius dalam pendidikanku dan bisa mengusahakan yang terbaik bagi mereka. Karena banyaknya dokumen yang kulampirkan ini, dokumenku jadi tebal dan aku putuskan untuk menjilidnya jadi 1. Setelah dijilid, dokumenku jadi buku yang kelihatan rapi, dengan pembatas-pembatas halaman yang menjelaskan tentang apa yang tengah dibaca oleh si penilai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intinya dalam dokumen kita mempromosikan (menjual) diri kita sebisa mungkin supaya para pewawancara tahu kapasitas kita, dan supaya mereka tahu kita orang yang tepat untuk mendapatkan beasiswa itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Informasi seorang teman mengatakan bahwa penilaian terhadap dokumen ini akan dirangking dan akan menjadi 80% nilai dari seluruh aplikasi beasiswa kita. 20% lagi akan dilengkapi pada saat wawancara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari informasi ini akurat atau tidak, tidak ada salahnya kita mempersiapkan dokumen kita sebaik mungkin. Benar kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengumuman akan kelulusan berkas ke tahap selanjutnya akan diberitahukan melalui surat. Bagi peserta yang lulus, akan menerima amplop berwarna cokelat tebal dari JNE yang berisikan petunjuk-petunjuk melaksanakan tahapan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta yang gagal juga akan mendapatkan amplop, tapi yang ini berwarna putih dan dikirim oleh pos, yang berisikan bahwa dia belum beruntung. Jadi apa isi surat sebenarnya sudah terlihat dari warna dan ketebalan amplopnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkasku sendiri saat itu nyasar.. :p Rupanya aku salah menuliskan alamat, dan pihak JNE bingung mencari alamatku. Untungnya aku tidak salah menuliskan nomor HP, sehingga pihak JNE bisa menelponku dan menanyakan alamatku yang sebenarnya. Senang melihat amplop tebal itu di mejaku.. dan aku sedikit menyesali kecerobohanku menuliskan alamat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi aku masih beruntung karena pihak JNE masih bisa mengontakku. Beberapa orang tidak bisa dikontak dan akhirnya mendapat email dari pihak ADS, apakah sudah menerima berkas atau tidak. Jika belum, pemberitahuan kemudian dilakukan via email.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahapan berikutnya adalah tes ielts. ADS membagi tes ini jadi 2 tahapan. Saat itu aku mendapat tes ielts speaking tanggal 5 Januari 2011 dan dan 3 tes ielts lainnya tanggal 18 Januari 2011. Tes tanggal 18, writing, reading, listening dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia, namun tes speaking dilakukan berbeda-beda hari. Temanku yang lain ada yang dapat jadwal tanggal 8 Januari, dan bahkan ada yang belum tes pada tanggal 18 Januari saat kami tes &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing&lt;/span&gt;. Tes &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speaking &lt;/span&gt;memang dibuat dengan soal beragam, jadi sedikit peluang para peserta tes untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cheating&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil tes IELTS ini cukup berperan. Kami harus mendapatkan nilai overal 5,5 untuk lulus, dengan masing-masing band tidak kurang dari 5. Memang pada kenyataannya ada orang-orang yang memiliki salah satu band di bawah 5 tapi lolos atau overall kurang dari 5,5, tapi sangat sedikit dan kemungkinan hal itu berlaku untuk kandidat dengan kondisi khusus (kemungkinan di daerah fokus Indonesia Timur).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap terakhir yang menutup serangkaian proses seleksi adalah tahap wawancara. Aku dapat jadwal wawancara saat itu tanggal 27 Januari 2011, sementara teman-temanku di daerah sudah diwawancara lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak peserta yang lulus dari Jakarta, sekitar 400 orang. Masing-masing peserta akan diwawancara oleh tim yang terdiri dari sepasang pewawancara laki-laki dan perempuan. Pewawancaranya akan terbagi adil, salah satunya pasti laki-laki dan yang lainnya pasti perempuan. Sehingga tidak ada penilaian subjektif gender dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan untuk peserta biasanya beragam. Salah seorang temanku dokumen lamarannya sudah cukup jelas sehingga dia hanya ditanyai ulang tentang apa yang dia tulis di dokumen, dan juga diminta menceritakan tentang diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa yang lain ditanyai tentang jurusan apa yang akan diambil, kenapa memilih jurusan itu, di universitas apa, kiat-kiat apa yang sudah disiapkan untuk mengambil jurusan itu, apa keuntungannya jika terpilih jadi penerima beasiswa, dan apa kontribusi yang bisa diberikan kelak kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku sendiri ditanyai tentang jurusan apa yang akan kupilih, di universitas mana, dan jurusan itu tentang apa.. saat itu untungnya aku sudah mencari tahu tentang QUT dan jurusan yang kuinginkan. Aku juga sudah melihat program studinya selama 1 tahun penuh sehingga aku bisa menjelaskan pada pewawancara bahwa dengan jurusan itu aku bisa mendapatkan manfaat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku juga ditanyai tentang sub bagian tempat aku bekerja sekarang, dan apa hubungannya dengan jurusanku kelak. Aku juga ditanya mengenai hal-hal yang kutulis di dalam formulir, tentang apa-apa saja yang kelak akan kulakukan untuk BMKG begitu aku lulus dari Australia. Sang profesor IPB, pak John rupanya sangat menguasai tentang hal-hal yang ingin kulakukan sehingga beliau mengorek informasi lebih tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pak John bertanya: Menurut Anda, apakah perlu sampe sekolah S2 untuk melakukan hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tips dari seorang teman: yang penting kita menjawab dengan yakin bahwa kita memang perlu sekolah S2, jangan tergoyah atau mulai kelihatan bingung. Jelaskan dengan argumen yang meyakinkan. Oh ya, jika bahasa Inggris kita mulai berantakan karena gugup, kita bisa menggunakan bahasa Indonesia kita karena wawancara ini bukanlah tes bahasa, jadi mereka tidak menuntut bahasa Inggris yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagipula kedua pewawancaraku bisa berbahasa Indonesia, termasuk Ibu Pam dari Australia. Aku sekali saja menggunakan bahasa Indonesia ketika aku lupa bahasa Inggrisnya 'Sekretaris Utama'.. hehe.. selebihnya aku menjelaskan dokumenku dengan bahasa Inggris yang mengenaskan.. (^o^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, aku juga ditanyai tentang apa saja yang akan kulakukan. Aku akan menjadi apa setelah lulus? Pada umur 45 tahun aku menjabat gelar apa? Ahh.. coba tebak saja posisi apa yang kuincar di umur 45!! Narsis luar biasa.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku juga ditanyai tentang manfaat apa yang akan Indonesia peroleh jika aku mendapatkan beasiswa ADS.. aku boleh bangga karena jawabanku saat itu membuat Bu Pam mengangguk-angguk setuju. Intinya bahwa kita harus memberi manfaat bagi negara ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun pertanyaan terakhir dari Pak John membuatku gonjang-ganjing. Saat itu beliau bertanya tentang isu internasional yang tengah terjadi. Aku menjawab banjir di Queensland. Pak John kemudian mengejarku lagi dengan pertanyaan: Apa isu lain yang paling baru yang kau tau? Aku bingung..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, saat itu aku aku baru saja menikah, suamiku di rumah, aku tidak sempat mengecek berita terbaru, aku harus bersiap-siap untuk wawancara di tengah-tengah kesibukanku kembali ke kantor. Pikiranku benar-benar bercabang-cabang..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku jawab pa John, aku tidak tahu yang lain.. (paginya aku stres dan menonton Spongebobs, sehingga tidak dengar berita terbaru mengenai Mesir). Bu Pam pun menanyakan tentang berita apa yang aku ikuti? Aku jawab aku mengikuti berita tentang SBY dan staff2nya. Lalu muncullah pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bu Pam: So where is SBY now?&lt;br /&gt;Aku: In Jakarta? (dengan wajah yang tidak yakin)&lt;br /&gt;Bu Pam: No, he's in India now.. (sambil geleng-geleng)&lt;br /&gt;Aku: …………... (ga tau kalo si Babe sedang dinas luar negeri, xixixi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pikir aku gagal karena kasus pak SBY ini, tapi tanggal 9 Januari 2011, di tengah perjalanan pulangku dari bandara, aku membaca pengumuman emas itu.. nomor tesku tertera di sana, dengan tanggal lahir dan hasil ielts tesku.. aku lulus.. dan perjuanganku mendapatkan beasiswa ADS pun terbayar sempurna.. Brosur tentang ADS di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" id="" files="" pdf=""&gt;sini&lt;/a&gt; By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-4814854519536621946?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/4814854519536621946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=4814854519536621946&amp;isPopup=true' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4814854519536621946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4814854519536621946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/02/tahapan-menjalani-beasiswa-ads.html' title='Tahapan Menjalani Beasiswa ADS'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-4696844337778762653</id><published>2011-02-18T14:03:00.004+01:00</published><updated>2011-02-18T14:24:35.435+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Culture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><title type='text'>Menikmati Budaya Batak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelumnya sudah pernah kuceritakan tentang sedikit dari budaya Batak yang sempat kurasakan dalam keseharianku. Sebagai info sekilas, meskipun orang tuaku Batak tulen, tapi semua anak-anaknya lahir di Kalimantan, berbaur dengan budaya lokal, dan lebih fasih berdialeg Banjar daripada Batak. Tapi, meskipun jauh dari kampung halaman, orangtuaku selalu menerapkan nilai-nilai Batak di rumah kami, sehingga meskipun kami tidak secara langsung belajar mengenai hal itu, tapi kami bisa mengenalinya dan suatu hari tiba-tiba sadar sendiri tentang makna di balik ritual itu. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti salah satu kisahku di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2009/06/trip-to-bogor-international-scholarship.html"&gt;“Jatuh dari Sepeda Motor”&lt;/a&gt; ini. Di situ aku menulis cerita tentang saat-saat aku jatuh dari sepeda motor. Karena &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;keluargaku &lt;/span&gt;(*1) kemudian mendengar, mereka pun akhirnya berdatangan ke rumah, dan di rumah aku diberi wejangan, lalu kemudian kepalaku disiram dengan beras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara penyiraman kepalaku saat itu dengan beras, adalah semacam doa kepada Tuhan untuk memohon turunnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pirni tondi&lt;/span&gt; (roh keras, istilah ini kutanyakan pada Jos (^o^)v) ke atasku, sehingga di hari-hari ke depan rohku bisa menjadi kuat dan tangguh dalam menghadapi segala kemalangan, sehingga di kemudian hari dijauhkan dari mara bahaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, aku berkenalan dengan ritual lain saat aku dan Jos pertama kali tiba di Rantau Prapat. Saat itu, kami baru datang ke Rantau Prapat dan hari sudah malam, kira-kira jam 9 malam. Begitu kami datang, kami disambut dengan acara khusus di rumah Jos. Malam itu Amang dan Inang (mertuaku) mengundang seluruh keluarga Lubis di Rantau Prapat datang ke rumah untuk memberkati kami. Acara itu dilakukan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan bahwasanya sang calon pengantin telah tiba dengan selamat dari jauh dan sampai ke rumah orang tua tanpa kekurangan suatu apapun.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-7TAn-Hk07Lw/TV5ujViQ3hI/AAAAAAAAEJ0/ptITOimLRME/s1600/22.%2BMakan%2Buntuk%2Bselamatan%2Bkami.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-7TAn-Hk07Lw/TV5ujViQ3hI/AAAAAAAAEJ0/ptITOimLRME/s400/22.%2BMakan%2Buntuk%2Bselamatan%2Bkami.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575014942086585874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Hidangan yang disiapkan oleh Amang dan Inang untuk menyambut tamu-tamu dan kami yang baru datang. Menunya tidak usah dibahas, susuai selera orang Batak :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam acara ini kami diberi wejangan tentunya, dan kemudian kepala kami disiram beras juga oleh masing-masing Lubis yang datang ke rumah saat itu, termasuk Abang tertua Jos. Masing-masing Lubis yang menyiram kami dengan beras itu mengucapkan doa dan sepatah 2 patah bagi kami untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan nanti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, beberapa hari setelah pertunangan kami, kami menjalani ritual adat yang lain. Saat itu keluarga Jos mendapat kabar gembira tambahan. Abang Jos yang tertua yang melamar di satu pekerjaan yang sudah lama diimpi-impikannya, akhirnya diterima. Luar biasa kebahagiaan keluarga saat itu karena kami semua tahu bahwa Abang Jos tidak begitu menyukai pekerjaannya sebelumnya. Sekarang setelah apa yangn diinginkan akhirnya terkabul, seluruh keluarga, khususnya Inang dan Amang bersyukur luar biasa kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka acara adat yang lain pun diselenggarakan. Amang dan Inang membeli 'makanan khas selera keluarga Batak' sekali lagi, khusus untuk acara pengucapan syukur ini. Lauk khusus itu dimasukkan dalam piringan lonjong besar, dipegang berdua oleh Amang dan Inang lalu kemudian diserahkan kepada Abang Jos dan istrinya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lseWLYpviXY/TV5ujMgPVtI/AAAAAAAAEJs/QWsGEAw-4DY/s1600/22.%2BAcara%2BAdat%2BBatak%2BAbang%2BJos%2Bdan%2BKakak%2BIpar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lseWLYpviXY/TV5ujMgPVtI/AAAAAAAAEJs/QWsGEAw-4DY/s400/22.%2BAcara%2BAdat%2BBatak%2BAbang%2BJos%2Bdan%2BKakak%2BIpar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575014939662178002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Amang dan Inang memegang lauk bersama-sama dengan Abangnya Jos dan istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Piring itu harus dipegang bersama-sama, sebagai tanda bahwa orang tua (Amang dan Inang) memberi 'pasu-pasu' (berkat) kepada anak mereka ini (baik itu Abang Jos dan istrinya). Ritual ini juga sebagai tanda syukur kepada Tuhan, dan sebagai tanda bahwa orang tua juga mendukung dan merestui apa yang akan dijalani anaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku ingat juga untuk ritual seperti ini cukup sering kami adakan di rumah. Kalo ga salah saat aku selesai dibaptis sidi (sidi=sakramen krisma, tanda seorang anak sudah dianggap dewasa secara Kristen, dan sudah bisa bertanggung jawab atas perbuatan dan kehidupannya sendiri). Saat kami naik kelas dan lulus sekolah dengan nilai yang baik, Mama dan Bapak juga kerap mengadakan ritual ini. Khusus dengan yang 1 ini, kurasa aku sudah cukup familiar (^_^)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oya, soal pegang-memegang piring ini, orang lain seperti aku, Jos, atau tamu Jos yang lain tidak boleh ikut memegang piring. Kalo untuk yang satu itu, aku kurang mengerti alasannya.. hmm.. mungkin.. karena memang bukan porsinya/ peruntukkannya. Dan posisi duduk pun diatur. Abang Jos dan istri harus duduk dimana, aku dan Jos dimana, Amang dan Inang dimana, semua ada aturannya dan tidak boleh salah dilakukan.. sesuatu yang baru aku tau.. kalo menurut adat, tidak boleh seorang anak laki-laki keluarga (seperti Abang Jos), duduk atau bahkan berbicara langsung dengan istri/ calon istri adiknya (dalam hal ini aku). Menurut adat hal itu pantangan keras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal kalo dalam kenyataannya, aku kerap ngobrol ke Abang Jos dengan santai dan tidak ada beban apa-apa. Hmm.. maklum, di keluarga kami tidak ada anak cowo, terutama lagi tidak ada saudara kami yang menikah, jadi didikan Mama dan Bapak belum sampai ke sana.. tapi bersyukur sekarang aku sudah cukup mengerti..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, menurut adat aku tidak boleh memanggil Abangnya Jos sembarangan. Karena selama ini memanggil dia dengan panggilan 'Abang', sekarang sudah tidak boleh lagi. Aku harus memanggil Abang-abang Jos dengan sebutan “Amang” (Ayah), sebab merekalah pengganti ayah Jos nanti kalo Amang sudah tidak ada. Weww.. dan aku harus memanggil kakak2 Jos dengan sebutan “Eda”, dan memanggil suami mereka dengan sebutan “Amang Bao”. Sementara panggilan untuk istri dari Abang-abang Jos adalah “Kakak”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala prosedur panggil-memanggil ini sebenarnya cukup memusingkan, tapi selama aku di Rantau Prapat, aku cukup sering mempraktekannya dan sekarang mukai terbiasa dengan itu.. hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi ritual yang bisa kuceritakan adalah Upacara Pemberian Nama. Abang Jos yang kedua, kebetulan menikah dengan wanita yang bukan bersuku Batak. Abang Jos itu menikah dengan seorang wanita Tiong Hoa. Hehe..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_G909U830qY/TV5ui228dWI/AAAAAAAAEJk/IQMWq1Ans4I/s1600/22.%2BAbang%2Bdan%2BKakak%2BIpar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_G909U830qY/TV5ui228dWI/AAAAAAAAEJk/IQMWq1Ans4I/s400/22.%2BAbang%2Bdan%2BKakak%2BIpar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575014933851829602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Abang Jos dan istrinya yang adalah seorang wanita Tiong Hoa di tengah ruangan berselempang ulos. Kira-kira begini ritual pemberian marga bagi anggota keluarga yang bukan Batak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, pada saat Abang Jos dan istrinya menikah, mereka menikah di gereja, dan belum menikah secara adat. Karena ada keinginan dari pihak keluarga Jos dan keluarga Abang Jos sendiri untuk membuat upacara adat untuk pernikahan mereka, maka istri Abang Jos harus terlebih dahulu diberi marga Batak. Dan setelah proses pemberian marga bagi istri Abang Jos dilakukan, maka kelak Abang Jos pun bisa mempersiapkan upacara adat pernikahan mereka sendiri, yang kelak akan sama besarnya dengan pernikahan kami, hanya saja minus resepsi di gereja, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istri dari Abang Jos kelak akan diberi marga sama dengan Ibu Jos, yaitu Aritonang. Ceritanya, kakak iparku itu akan diangkat anak oleh Tulang dari Jos, yang berarti adalah saudara laki-laki dari Ibu Jos, dan dengan demikian akan bermarga sama dengan Tulang Jos dan tentunya juga sama dengan Ibu Jos. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vUAYTCclhCM/TV5uioIR_yI/AAAAAAAAEJc/WyQ8WRfBspc/s1600/22.%2BDikerumuni%2Bmarga%2BAritonang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vUAYTCclhCM/TV5uioIR_yI/AAAAAAAAEJc/WyQ8WRfBspc/s400/22.%2BDikerumuni%2Bmarga%2BAritonang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575014929898012450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Anggota keluarga mengelilingi Abang Jos dan istri, sebagai bagian dari prosesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang tulang-tulang Jos adalah orang tua dari kakak itu, dan kakak harus memanggil Tulang-tulang Jos dengan panggilan ayah. Dalam prosesi kakak itu duduk sendirian, kemudian dikelilingi oleh seluruh keluarga Ibu Jos, baik saudara laki-laki Inang dan istrinya, juga saudara perempuan Inang dan suaminya. Kakak diberi wejangan, agar memperlakukan seluruh ayah dan ibu barunya dengan baik dan sayang, sama seperti kakak menyayangi orang tua kandungnya sendiri. Kakak juga diajari bagaimana cara bertutur (memanggil orang lain dengan cara Batak) yang baik, yang mana yang harus dipanggil Amang, yang mana Namboru, yang mana Opung, dsb &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dbxrC4qz4MI/TV5uiSCdMtI/AAAAAAAAEJU/EXTxhrnZ5_M/s1600/22.%2BDikasi%2Bulos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dbxrC4qz4MI/TV5uiSCdMtI/AAAAAAAAEJU/EXTxhrnZ5_M/s400/22.%2BDikasi%2Bulos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575014923968000722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pemberian ulos bagi anggota keluarga Aritonang yang baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakak juga mendapat nama baru. Jika namanya yang lama sangat berbau Tiong Hoa, maka nama barunya kali ini sangat berbau Batak, hehehe.. Kakak juga mendapat penjelasan tentang asal marga Aritonang, marga apa saja yang sama dengan Aritonang, dan pengetahuan tentang adat Batak lainnya. Setelah seluruh ritual mangulosi (memberi ulos) dilakukan, dan seluruh wejangan disampaikan, makanan pun digelar, dengan 'menu khusus orang Batak' lagi, dan kami pun menyantap makanan dengan lahap..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ahh.. ritual adat yang banyak sekali.. tapi syukurlah, karena artinya adat Batak ini tetap terpelihara dengan baik, dan ga akan gampang termakan oleh perkembangan zaman. By: Lady Clara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;1. Keluarga di sini maksudnya bukan keluarga kandung, karena tidak ada 1 pun saudara kami yang tinggal di Banjarbaru. Keluarga di sini maksudnya adalah keluarga dalam adat, yang berarti seluruh marga Purba dan Sihotang di Banjarbaru. Pada saat itu yang datang adalah keluarga marga Purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-4696844337778762653?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/4696844337778762653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=4696844337778762653&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4696844337778762653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/4696844337778762653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/02/menikmati-budaya-batak.html' title='Menikmati Budaya Batak'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-7TAn-Hk07Lw/TV5ujViQ3hI/AAAAAAAAEJ0/ptITOimLRME/s72-c/22.%2BMakan%2Buntuk%2Bselamatan%2Bkami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-1114688756448042433</id><published>2011-02-14T03:24:00.006+01:00</published><updated>2011-02-26T14:02:39.743+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My School'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan pekerjaan dan kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><title type='text'>Akhirnya Aku Sekolah Lagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ggPgwK-b_aA/TViT7UFtejI/AAAAAAAAEI8/YlUhGpJgdwE/s1600/ADS2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 398px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ggPgwK-b_aA/TViT7UFtejI/AAAAAAAAEI8/YlUhGpJgdwE/s400/ADS2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573367186085214770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu, begitu lulus kuliah, aku berpikir tentang jenis pekerjaan apa yang akan kuambil setelah lulus. Tentu saja pekerjaan favorit yang kuimpikan sejak awal semester adalah satu: jadi dosen dan arsitek sekaligus, karena begitulah dosen2 kesayanganku adanya (^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi formasi dosen di kampus kosong, jadi aku memikirkan hal lain. Tentu saja aku berpikir untuk bekerja di kantor konsultan di kotaku, dan memang aku menjalaninya.. tapi setelah beberapa bulan, aku merasakan ada yang kurang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kehilangan jalan untuk kuliah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi gaji, meskipun penghasilan yang kudapat lumayan, tapi sangat sedikit jika harus dikumpulkan untuk membiayai kuliah. Padahal kuliah S2 makan biaya yang sangat mahal, sekitar 50juta lebih, belum lagi uang buku, dan kebutuhan penyusunan tesis kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika posisiku adalah seorang dosen, tentu akan jadi lebih mudah karena kampusku memang memfasilitasi para dosennya agar terus mengenyam pendidikan.. banyak beasiswa yang bisa ditempuh, ini terbukti jelas dari para dosenku sendiri yang berhasil mengambil beasiswa ke Jepang (3 orang termasuk pembimbing skripsiku), Inggris (pembimbing 2), Australia (2 dosenku), Belanda (seniorku yang jadi dosen), dan jauh lebih banyak lagi yang kuliah di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kupikir-pikir lagi, mungkin hal itu juga yang menjadikanku menyukai profesi dosen, disamping kegemaran lainku membagi info kepada orang lain (itulah mengapa aku senang punya blog :p).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan momen itu datang ketika masa-masa pembukaan formasi PNS dimulai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanggaku memberitahuku kalau BMKG membuka formasi sarjana arsitektur, dan dengan berbagai pertimbangan, aku akhirnya melamar untuk formasi itu. Aku lulus, dan formasi yang kuambil itu ternyata bertempat di kota metropolitan negeri ini, Jakarta, dimana segala pertukaran informasi begitu lancar dan mudah.. akses yang begitu gampang ke pusat-pusat beasiswa manapun yang pernah kudengar.. dan pusat-pusat pelatihan bahasa serta keterampilan lain yang pastinya kuperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula cukup banyak kesempatan mendapatkan beasiswa yang diberikan khususnya kepada pegawai negeri sipil, karena itulah maka kumantapkan hatiku bekerja di BMKG. Mungkin aku bisa mendapatkan jalanku untuk sekolah lagi di BMKG..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bekerja di BMKG, aku menyadari posisiku di dalam struktur organisasi badan. Kami adalah pegawai minoritas, dan suatu kesadaran lain mulai datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bekerja di Biro Umum, suatu bagian dari BMKG yang bertugas memfasilitasi seluruh bagian lain yang ada di BMKG. Jika di satu rumah ada kamar-kamar, maka bagian meteorologi, klimatologi, dan geofisika adalah kamar-kamar utama, bagian humas dan kerjasama adalah teras rumah, dan biro umum mungkin adalah dapurnya, atau kamar mandinya, atau ruang cucinya, atau ruang pelnya. Aku bekerja di bagian yang menyokong bagian inti BMKG, yaitu MKG (meteorologi, klimatologi, dan geofisika).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memantau keadaan, aku sadar peluang beasiswa dari BMKG memang ada, dan cukup banyak. Tapi.. beasiswa itu diperuntukkan bagi pegawai bagian MKG. Tentu saja penting, karena BMKG perlu pegawai2 yang lebih piawai lagi dalam mengerjakan analisis dan pengumpulan data di bidang MKG. Aku sadar.. bahwa peluang beasiswa yang kuincar, ternyata bukan diperuntukkan bagi bagian umum. Bukan untukku.. dan aku mulai berpikir lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak kaget dengan kondisi itu, sempat berpikir berulang-ulang kali. Apa aku salah pilih? Tapi kemudian kupikir masih banyak jalan yang bisa kutempuh. Toh aku masih boleh mencari beasiswa sendiri di luar, tanpa dana dari kantor.. dan lebih beruntung lagi karena aku punya teman-teman yang sangat semangat belajar dan sama tidak mau menyerahnya.. Thanks God, I have them all..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat pendaftaran yang sama, di Banjarbaru, 3 temanku yang lain, sama halnya denganku adalah pemburu beasiswa.. Mba Ajeng, Alberth dan Khairul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari-hariku bersama Mba Ajeng kuhabiskan dengan membahas tentang beasiswa dan sekolah lagi lebih tinggi. Alberth, seperti yang sudah diperkirakan melihat prestasinya sejak kecil, menjadi salah satu pegawai BMKG yang sering bolak-balik ke luar negeri.. Khairul, sampai saat ini aku tau tidak pernah berhenti meningkatkan kemampuan bahasanya agar bisa bersekolah lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaa, sekolah gratis memang sangat kami impikan.. dan kami selalu mencari-cari celah untuk mendapatkan jalan menuju ke sana. Aku bergabung di milis beasiswa, salah satu milis besar dimana di dalamnya berkumpul orang-orang penuh semangat yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Dari milis itu aku tahu banyak hal, soal beasiswa-beasiswa lain yang sebelumnya tak pernah kudengar, tentang bagaimana cara memenangkan beasiswa, tips-tips bagus yang kuakui memang bermanfaat, dan kesaksian-kesaksian pra penerima beasiswa yang selalu menguatkanku, bahwa sekolah lebih lanjut, dan sekolah di luar negeri bukan hal yang menyeramkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mengikuti seminar-seminar beasiswa, expo-expo, pameran sekolah-sekolah di luar negeri yang selalu tetap memelihara semangatku untuk sekolah lagi. Salah satu perjalananku ke tempat seminar beasiswa pernah kuceritakan dalam cerita &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2009/06/trip-to-bogor-international-scholarship.html"&gt;Trip to Bogor International Scholarship&lt;/a&gt; dan &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2009/11/holland-education-fair-di-hotel-mulia.html"&gt;Holland Education Fair di Hotel Mulia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beasiswa yang paling kuincar tentunya adalah DAAD, yang akan memberikan kesempatan bagiku untuk bersekolah di Jerman, negara tempat teknologi-teknologi keren berkumpul. Kenapa Jerman? Semua karena Bapakku.. dari kecil beliau memberiku semangat untuk terus menuntu ilmu, sampai ke Jerman. Dan aku merasa sangat senang jika suatu saat bisa mewujudkan impiannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku dan Ibuku memang hebat.. semangat yang mereka berikan pada kami anak-anaknya, membuat kami menjadi orang-orang yang tidak pantang menyerah.. orang-orang yang mau mencoba sampai cara yang berpeluang paling kecil sekalipun, untuk memperoleh apa yang kami inginkan.. (tentunya bukan cara yang tidak fair)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beasiswa ke Jerman masih jauh.. aku sadar itu.. TOEFL ku masih kurang, jadi aku perlu meningkatkannya dulu baru ikut berlomba-lomba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama di BMKG lewat, aku dan teman-temanku masih berstatus CPNS, jadi kami tidak diizinkan melamar beasiswa apapun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun keduaku di BMKG, semangat mencari beasiswa mulai luruh, hancur.. pengaruh lingkungan kerja, di biro umum, cukup mengambil peran tentang hilangnya semangat ini. Aku terus bertemu orang-orang yang berpikir untuk apa sekolah lagi jika kami di biro umum.. untuk apa sekolah sampai ke luar negeri.. untuk apa jauh-jauh.. semua itu mimpi. .dan sebagainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun keduaku benar-benar payah, karena aku mulai merasa menikmati apa yang kukerjakan di Biro Umum dan aku mulai merasa kalau aku mestinya sekolah di tempat yang dekat-dekat saja.. di UI atau ITB..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahun itu dibuka beasiswa kerja sama BMKG dan ITB di kantorku.. aku malamar untuk ikut serta, dengan mengambil jurusan geoteknik yang masih ada sedikit hubungan dengan pengetahuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi aku tidak lulus berkas, karena syarat untuk mengikuti beasiswa ITB ini, adalah minimal 3 tahun kerja.. dan semangatku mulai jatuh lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahun berikutnya, aku sudah hampir kehilangan semangat. Tapi lagi-lagi aku beruntung masih memiliki teman-teman yang bersemangat mencari beasiswa. Aku mulai membaca bahwa beasiswa-beasiswa tahun itu mulai dibuka, baik itu beasiswa &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://adsindonesia.or.id/"&gt;ADS (Australian Development Scholarship&lt;/a&gt; maupun &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://www.nesoindonesia.or.id/"&gt;NESO (Netherland Education Support Office)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku tersandung masalah TOEFL. Untuk mengikuti NESO, aku harus mencapai toefl 550. Aku sering ikut TOEFL prediksi, dan hasilnya beragam, mulai dari 523, 530, sampai 553. Tapi karena beasiswa luar menuntut TOEFL Institusional yang harganya cukup mahal (sekitar US$30), tentang TOEFL ada di postingan Tempat Kursus dan Tes TOEFL di &lt;a style="color: rgb(0, 153, 0);" href="http://clararch02.blogspot.com/2009/04/tempat-kursus-dan-tes-toefl-di-lbi-ui.html"&gt;LBI UI&lt;/a&gt; aku harus pasrah dengan TOEFL Institusionalku dengan skor 527.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku melamar untuk beasiswa Australia.. yaitu ADS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADS adalah suatu program beasiswa hasil kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia. ADS hanya menuntut skor TOEFL 500, karena setelah kita memperoleh beasiswa kita akan mendapatkan pendidikan bahasa Inggris lagi, yang akan memungkinkan kita meningkatkan nilai sampai batas yang diinginkan kampus di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya saat itu tidak sebentar dan tidak mudah. Aku mengikuti ADS bersama 6 orang teman lain di BMKG. Sekitar 3000 orang dari seluruh Indonesia ikut memasukkan proposal masing-masing, termasuk aku dan 6 temanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa menanti pengumuan tahap I cukup membuat stres.. dan saat itu tiba. Sekitar awal November aku mendapatkan sebuah amplop cokelat dari JNE, yang menyatakan aku bisa ikut ke tahapan beasiswa ADS berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Alberth lulus.. tapi teman kami yang 5 lagi tidak.. sayang sekali aku kehilangan mereka, tapi semangatku makin menggebu.. karena lulus tahap pertama berarti satu hal: aku akan mengikuti tahap 2 dan akan menjalani tes kemampuan IELTS yang diadakan oleh IALF Jakarta secara gratis bagi kami. Setidaknya aku telah memenangkan tes IELTS gratis (yang harganya tidak murah, sekitar US$150).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Alberth berjuang bersama 698 orang lainnya yang juga lulus tahap pertama. Kami menjalani tahap tes IELTS sebanyak 2 kali, yang pertama tes untuk speaking, yang kedua tes untuk reading, writing, dan listening. Kami harus memperoleh nilai overall TOEFL minimal 5,5 dan masing-masing band (4 item tersebut) tidak boleh ada yang kurang dari 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku tegang, karena kemampuan speakingku masih meragukan. Pastinya aku akan belepotan menjawab pertanyaan-pertanyaan pewawancara. Dalam hal ini aku bersyukur karena sering sok kenal dengan bule-bule di kantor, jadi aku bisa mengatasi masalah grogi pada sang pewawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil tes IELTS keluar, nilaiku 5,5-7-5-5.. overall 5,5. Buseeetttt.. nilai yang pas-pasan banget.. :p Tapi satu hal yang penting: aku lulus tes IELTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alberth juga lulus, itu sudah jelas karena kemampuan bahasa Inggrisnya jauh di atasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu tahapan lagi yang perlu kami jalani, dan tahapan ini cukup menjadi momok bagiku. Tahap wawancara.. tahap wawancara ini akan mengurangi jumlah kami dari 700 orang menjadi 350 orang penerima beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa aku tidak begitu suka dengan tes yang namanya wawancara, baik itu dalam bahasa Indonesia, dan terlebih lagi jika wawancaranya dalam bahasa Inggris.. huff.. cerita tentang tahapan-tahapan ini akan kutuliskan tersendiri, tapi begitu aku selesai melewati tahapan wawancara, aku merasa berantakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aku kurang banyak mempromosikan diriku dan rasanya aku lupa mengutarakan poin-poin penting yang perlu kukatakan. Tapi ada poin-poin lain yang kurasakan cukup memuaskan pewawancara. Aku berharap banyak dari anggukan kepala seorang Doktor wanita asal Australia, dan seorang profesor laki-laki IPB yang mewawancaraiku.. dan perasaanku gonjang-ganjing saat aku menanti-nantikan pengumuman kelulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat itu tiba.. 9 Februari 2010, aku membaca di website ADS, dalam daftar para penerima beasiswa ADS.. dan nomor pesertaku tertera di sana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terkira perasaan bahagiaku.. Tuhan begitu baik, Dia memberiku kesempatan sekali lagi untuk membuat bangga dan senang orang tuaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terngiang kata-kata Bapak dulu: “Lady, Bapak dulu ga punya kesempatan untuk kuliah.. bapak langsung bekerja agar adik-adik Bapak bisa sekolah juga. Nanti Bapak tidak mau kalian begitu.. kalian sekolah tinggi-tinggi.. Setelah S1, nanti kalian sekolah S2. Sekolah S2 nya kalo perlu sampe ke luar negeri.. sampe Jerman.. Bapak tahu kalian bisa. Kalian kan pinter-pinter, anak Bapaaaakkk.. hahahaha..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat percakapan Bapak dan kami itu terjadi di salah satu kota kecil di Kalimantan, orang-orang dulu mungkin akan tertawa.. tapi Bapak tahu tidak pernah ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan jika Tuhan memberkati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapakku sayang.. terima kasih telah memotifasi kami sedemikian rupa.. aku tau semua ini kekuatan motifasi dari Bapak, sampe kami bisa bersemangat begini.. dan aku tahu dengan berhasilnya aku memperoleh beasiswa, 2 adikku yang lain juga ikut termotivasi.. dan teman-temanku di Biro Umum pun ikut termotivasi.. senang rasanya jika apa yang kulakukan bisa menjadi suatu hal yang positif bagi orang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendapatkan beasiswa S2 ke Australia.. dan ini mimpiku yang ternyata menjadi kenyataan.. Terima kasih Tuhan, dampingi aku agar bisa berbuat yang terbaik untuk para pemberi beasiswaku ini.. Amin. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-1114688756448042433?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/1114688756448042433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=1114688756448042433&amp;isPopup=true' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1114688756448042433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/1114688756448042433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/02/akhirnya-aku-sekolah-lagi.html' title='Akhirnya Aku Sekolah Lagi'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ggPgwK-b_aA/TViT7UFtejI/AAAAAAAAEI8/YlUhGpJgdwE/s72-c/ADS2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-6171262700957194828</id><published>2011-02-07T14:04:00.001+01:00</published><updated>2011-02-10T02:00:32.968+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Special events'/><title type='text'>Pertunanganku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFC9c7FBI/AAAAAAAAEHs/vyfSyswUCC4/s1600/111.%2BPertunangan%252C%2Bkebaya%2Bhijau%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFC9c7FBI/AAAAAAAAEHs/vyfSyswUCC4/s400/111.%2BPertunangan%252C%2Bkebaya%2Bhijau%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569762018820035602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 18 Desember 2010, hari pertunanganku. Sejak sampainya kami ke Rantau Prapat sampai pagi itu, justru relatif lebih santai ketimbang hari terakhir aku meninggalkan Jakarta. Sebelum aku berpamitan pada orang-orang di ruangan tanggal 16 Desember, sangat banyak hal yang masih perlu kusiapkan, terutama masalah undangan yang baru kelar 2 hari sebelum aku berangkat, dan perlu disebar. Beruntung sekali aku memiliki teman-teman yang baik yang bersedia meluangkan waktu untuk membantuku menyebarkan undangan itu ke semua orang.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm blesssed&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, seluruh rangkaian acara yang lain seperti marhusip dan pembicaraan pernikahan telah dilakukan oleh pihak orang tuaku dan orang tua Jos seperti seharusnya (baca postinganku sebelumnya: Pernikahan ala Batak). Aku dan Jos rupanya tidak perlu ikut dalam acara itu dan hal itu tidak menjadi masalah. Setiap rangkaian acara dilakukan oleh pihak waliku (Amang Simon Sihotang) yang menjadi orangtuaku selama aku di Rantau Prapat, sampai kami menikah.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCnaqy2I/AAAAAAAAEHk/LtCFj8ysGeA/s1600/111.%2BWaliku%2BSimon%2BSihotang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCnaqy2I/AAAAAAAAEHk/LtCFj8ysGeA/s400/111.%2BWaliku%2BSimon%2BSihotang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569762012904999778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Acara pertunangan di gereja, laki-laki paling kiri di gambar, yang berselempang sarung, adalah Amang Waliku selama aku di Rantau Prapat sampai aku dan Jos menikah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pertunangan kami dilangsungkan di Gereja HKBP Kota, gereja tempat Jos dan keluarganya beribadah. Acara dimulai sejak jam 10.00 WIB, dan dimulai dengan kebaktian pemberkatan pertunangan. Prosesinya sama seperti kebaktian biasa, diiringi dengan doa-doa, lagu-lagu, dan pembacaan firman, serta khotbah dari pak Pendeta yang kelak akan memberkati kami juga dalam pernikahan 2 minggu setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, kenapa acara pertunangan kami dilaksanakan tanggal 18 Desember 2010 dan pernikahannya tanggal 28 Desember 2010? Hal ini, seperti yang pernah kutulis sebelumnya di Pernikahan ala Batak, adalah karena harus ada jarak minimal 2 kali hari Minggu dari sejak kami bertunangan sampai kami akhirnya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami bertunangan hari Sabtu, jadi ada 2 kali hari Minggu yaitu tanggak 19 Desember 2010 dan tanggal 26 Desember 2010. Kenapa mesti 2 kali hari Minggu? Sebab harus ada minimal 2 kali pengumuman di gereja melalui 'ting-ting' (warta jemaat) yang akan menginformasikan kepada seluruh umat di gereja bahwasanya aku dan Jos akan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dimaksudkan agar seluruh orang sempat mengetahuinya dan jika ada pihak-pihak tertentu keberatan atau tidak setuju dengan pernikahan 2 orang tersebut mereka bisa mengajukan keberatan ke pihak gereja dan pernikahan akan ditunda. Pengumuman melalui warta jemaat ini selain dilakukan di gereja HKBP Kota tempat Jos, juga diumumkan di GKE (Gereja tempat aku beribadah di Banjarbaru). Ya, karena aku masih terdaftar anggota gereja di Banjarbaru, maka pengumuman masih dilakukan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika ada orang di Banjarbaru yang keberatan dengan pernikahanku, hal yang sama akan dilakukan, yaitu penundaan pernikahan kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak tau untuk pertunangan orang Batak yang beragama Muslim, tapi mestinya sama juga, pernikahan tersebut mesti diberitakan di tempat peribadatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, karena tidak ada yang keberatan dengan pernikahan aku dan Jos, maka pertunangan kami di gereja bisa berlangsung. Di gereja kami dibawa ke depan jemaat, dan kemudian pendeta sekali lagi mempertanyakan apakah ada orang-orang yang menghadiri acara pertunangan kami itu yang keberatan, atau mempunyai alasan-alasan kenapa aku dan Jos tidak boleh menikah. Mungkin ada yang tahu aku punya pacar, atau ada yang tahu kalau Jos sudah pernah menikah, atau ada yang saking ngefans-nya tidak terima dengan pernikahan itu, hal itu harus diajukan ke hadapan pendeta, dan pernikahan bisa ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang keberatan dari pihak jemaat, mempelai akan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan si pihak yang keberatan saat itu juga di dalam gereja. Jika keberatan si jemaat beralasan, misalnya Jos ternyata tidak pernah menikah, maka pertunangan dibatalkan. Jika keberatan tidak beralasan, misalnya karena aku sudah berhasil meyakinkan orang tersebut kalo aku tidak punya pacar lagi, maka pertunangan dilanjutkan kembali. Jika... misalkan yang keberatan malah justru aku atau Jos sendiri, maka pertunangan akan ditunda sampai minggu depannya, hehe.. memberi waktu bagi kami untuk memikirkan kembali rencana pertunangan tersebut. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCZPVrhI/AAAAAAAAEHc/bCaks97PnYw/s1600/111.%2BTunangan%252C%2Baku%2Bdan%2B2%2BIbuku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCZPVrhI/AAAAAAAAEHc/bCaks97PnYw/s400/111.%2BTunangan%252C%2Baku%2Bdan%2B2%2BIbuku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569762009099382290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aku dan Jos bersama 2 Ibu kami tersayang di depan Gereja HKBP seusai acara kebaktian pertunangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara pertunangan di gereja dilangsungkan, kemudian acara berlanjut di rumah keluarga Jos. Anggota keluarga mulai berdatangan, dan tamu-tamu datang untuk membicarakan pesta pernikahan yang akan dilangsungkan 10 hari kemudian. Dalam adat Batak acara ini dinamakan 'huria raja'. Keluarga Jos bersama orang-orang yang akan terlibat dalam acara ini membicarakan tentang gedung, waktu acara, makanan, dekorasi, jumlah ulos yang akan diberikan, siapa-siapa saja orang yang memberikan ulos, siapa yang akan jadi parhata (pembicara), dan siapa saja yang akan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Jos sendiri biasanya seorang parhata yang baik, dan juga seorang yang terkemuka di dalam adat Batak, namun karena acara ini milik ayah Jos, jadi kali ini ayah Jos bisa santai saja dan menikmati acara bagai seorang raja, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, hal-hal jumlah ulos dan siapa saja yang akan memberikan ulos ini memang harus ditentukan dan diatur dengan jelas, sebab gedung sendiri disewa dalam batas waktu tertentu, dan undangan pun biasanya berharap pesta tidak selesai terlalu larut sehingga ketepatan pengaturan waktu dalam acara sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya juga, dari pihak Jos akan ada pihak pemberi ulos dari kumpulan marga Lubis (marga Jos), dari marga Aritonang (Ibu Jos), dari marga Hutahaean (nenek Jos dari Bapak) dan dari marga Siagian (nenek Jos dari Mama). Dari margaku tentu saja akan ada pemberian ulos dari kumpulan marga Sihotang, marga Purba (Mama), dari marga Sijabat (nenek dari Ayah) dan dari marga Munte (nenek dari Mama). Itu semua belum termasuk pemberian ulos dari keluarga kandung aku dan Jos loh, jadi bisa dibayangkan betapa panjang dan lamanya acara itu nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya banyak keluarga Batak yang berpesan pada anaknya agar mencari boruni Tulang (paribannya) saja.. mungkin salah satunya supaya keluarganya nanti ga lari jauh-jauh banget, dan pesta jadi ga terlalu panjang juga, hehehehe.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCEtDfVI/AAAAAAAAEHU/VUAelMOg7yU/s1600/111.%2BPenjual%2Bdalam%2BGedung%2BPernikahan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCEtDfVI/AAAAAAAAEHU/VUAelMOg7yU/s400/111.%2BPenjual%2Bdalam%2BGedung%2BPernikahan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569762003586874706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aku dan Jos juga meluangkan waktu untuk menengok gedung yang akan kami tempati nanti. Kebetulan saat itu ada pesta pernikahan di gedung yang sama sehingga kami bisa melihat kira-kira nanti seperti apa pesta kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cukup syok karena ternyata pesta pernikahan di Rantau Prapat cukup berbeda dengan pesta pernikahan lain di kota manapun yang pernah kudatangi. ADA ORANG YANG BERJUALAN DI DALAM GEDUNG PESTA PERNIKAHAN. Gubrak.. terus terang membuatku kaget setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Bukannya yang masuk hanya undangan saja? Kenapa orang luar bebas masuk? (si pedagang, red)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Bukannya sudah ada katering, kenapa masih ada orang yang merasa perlu beli kacang, kerupuk, minuman botol, dan barang-barang lain itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: padahal sudah ada toko dan kios di luar gedung yang menyajikan aneka macam makanan, kenapa penjual yang di dalam gedung masih tetap ada yang beli juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aihh.. benar-benar ga habis pikir.. tapi mungkin wajar sekali karena pesta pernikahan ala Batak itu memang terlalu lama dan panjang, jadi wajar kalo para tamunya sempat bosan dan akhirnya jajan. Karena malas keluar, wajar jika membeli makanan di dalam gedung. Yang mengejutkanku adalah nyalinya para penjual itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang orang Batak jiwanya agak-agak masa bodoh, gile bener.. kalo aku jadi si pedagang mungkin aku masih sungkan mengingat itu sebuah pesta dan tidak seharusnya aku berada di dalam sana. Yah, tapi lain ladang lain ilalang, lain Rantau Prapat lain Jawa dan Kalimantan kali ya?? Ingin sekali pergi mencari gedung lain tapi gedung yang akan kami pakai ini alternatif terbaik yang dimiliki Kota Rantau Prapat, jadi aku nikmati saja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah serangkaian acara pertunangan selesai, aku kembali menikmati hari-hariku di Rantau Prapat. Dan karena anak dari kakak-kakak iparku telah datang, makin tambah banyak mainan di rumah.. asiikk.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCMapS4I/AAAAAAAAEHM/zDSvYtwbs8I/s1600/111.%2BSimon%2Bdan%2BColin%2Bponakanku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFCMapS4I/AAAAAAAAEHM/zDSvYtwbs8I/s400/111.%2BSimon%2Bdan%2BColin%2Bponakanku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569762005657144194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Para ponakanku, Simon dan Collin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simon yang kalem dan sok serius dan Colin yang cerewetnya minta ampuuuunnnn.. mereka sedang asik menonton dan mendengar lagu syang diputar oleh ibunya Colin.. Sok serius ya gayanya? Padahal yang ditonton ga ada gambarnya, xixixi.. dasar anak-anak yang menggemaskan.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-6171262700957194828?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/6171262700957194828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=6171262700957194828&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6171262700957194828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/6171262700957194828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/02/pertunanganku.html' title='Pertunanganku'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvFC9c7FBI/AAAAAAAAEHs/vyfSyswUCC4/s72-c/111.%2BPertunangan%252C%2Bkebaya%2Bhijau%2BBali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-186089523913650342</id><published>2011-01-31T04:26:00.002+01:00</published><updated>2011-01-31T04:59:55.040+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><title type='text'>Nostalgia di Rantau Perapat, Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu itu tanggal 16 Desember 2010, aku dan Jos akhirnya pergi bersama menuju Sumatera Utara, ke kota tempat Jos besar, yaitu Rantau Prapat. Karena acara pertunangan kami akan dilangsungkan pada tangal 18 Desember-nya, maka kami harus sudah ada di sana beberapa hari sebelumnya, untuk bersiap-siap. Memang sangat terburu-buru, tapi saat itu aku harus membereskan banyak urusan kantor juga, dan cuti yang kuambil tidak terlalu banyak, hanya 12 hari sampai ke Tahun Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pengalaman pertamaku ke Kota Rantau Prapat, karena asal orang tuaku sendiri bukan dari kota ini, tapi dari sekitar Siantar, sehingga kalo pulang kampung pun, kami tidak akan mampir sejauh Rantau Prapat, paling juga cuma lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, Rantau Prapat itu BUKAN Perapat loh.. keduanya ada di Sumatra Utara, tapi berjauhan. Kalo Rantau Prapat ditempuh 6 jam dari Medan ke arah Riau, kalo Perapat ada di dekat Danau Toba.. Banyak orang yang salah mengira keduanya itu sama, bahkan teman2ku pun mengira jika datang ke pesta pernikahan kami maka mereka bisa sekalian pergi ke Danau Toba, hehehe.. salah kaprah.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwzakrV7I/AAAAAAAAEHA/0LZPYxxwCXw/s1600/11.%2BTugu%2BRantau%2BPerapat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwzakrV7I/AAAAAAAAEHA/0LZPYxxwCXw/s400/11.%2BTugu%2BRantau%2BPerapat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568191649154815922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Kota Rantau Prapat, tempat Jos besar.. saat bercerita tentang kotanya, Jos selalu membanggakan kotanya dan selalu membandingkan Rantau Prapat dengan Banjarbaru seakan Banjarbaru (kota tempat aku besar) lebih kuno dan kampungan.. ternyata, keduanya sebelas dua belas aja.. malah Banjarbaru yang pegang angka 12 nya, hehehe.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan-jalan di Rantau Prapat bisa dilakukan dalam 2 hari saja, kota ini besar karena merupakan kota satelit, muncul karena menjadi tempat perlintasan bagi orang-orang yang bepergian dari Medan menuju Riau atau menuju Padang. Kondisi yang sama dengan Banjarbaru mengingat Banjarbaru muncul sebagai tempat perlintasan orang yang bepergian dari Banjarmasin menuju Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rantau Prapat banyak sekali gereja. Mirip dengan Medan, mayoritas penduduknya adalah orang Batak dan sebagian besar beragama Kristen. Rumah Jos sendiri dikelilingi oleh gereja, ada GKPS (Gereja Kristen Protestan Simalungun), GPdI (Gereja Protestan di Indonesia), GBI (Gereja Bethel Indonesia), GKPA (Gereja Kristen Protestan Angkola), HKI (Huria Kristen Indonesia), GPPS (Gereja Pantekosta Pusat Surabaya), sampai Gereja Kemah Daud. Oya, di Rantau Prapat tidak ada becak, juga tidak ada ojek motor, tapi yang banyak di sana adalah becak motor, seperti juga di Medan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwzPmwEGI/AAAAAAAAEG4/SZElJt-DP-s/s1600/11.%2BBecak%2Bmotor%2Brantau%2Bperapat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwzPmwEGI/AAAAAAAAEG4/SZElJt-DP-s/s400/11.%2BBecak%2Bmotor%2Brantau%2Bperapat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568191646210723938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Becak motor, tarifnya kurang lebih seperti becak dan ojek di kota lain, biasanya ditumpangi 2 orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku sangat suka becak motor, karena membawaku dalam nostalgia masa kecil. Aku masih ingat, dulu waktu pulang kampung bersama Mama Bapak dan Yanti, kami pernah naik becak motor ini, Mama dan Bapak terntunya duduk berdua di tempat penumpang, kalo ga salah ingat Mama memangku Yanti.. dan aku?? Aku ingat sekali aku diletakkan di belakang sopir becak motor itu (membonceng), hehehe.. jadilah kami sekeluarga naik becak motor, pake maksa.. xixixi.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwy9yZm3I/AAAAAAAAEGw/NGWKKP1cdT0/s1600/11.%2BBurung%2Btidur%2Bdi%2Bkabel%2Blistrik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwy9yZm3I/AAAAAAAAEGw/NGWKKP1cdT0/s400/11.%2BBurung%2Btidur%2Bdi%2Bkabel%2Blistrik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568191641427745650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Rantau Prapat di waktu malam, banyak burung tidur di atas kabel-kabel listrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang membuatku bernostalgia di Rantau Prapat, yaitu pemandangan malam harinya di pusat kota, dimana burung-burung pipit kecil, tidur berjejer di atas kabel tiang listrik di atas jalan raya yang sudah sepi.. mengingatkanku pada malam-malamku di Kota Sampit di masa aku kecil. Burung jenis yang sama, tidur di kabel-kabel jenis yang sama.. berjejer, penuh, seakan-akan setiap jengkal kabel itu adalah losmen mereka, dan mereka dengan nyaman tidur di sana tanpa terganggung dengan manusia yang lalu lalang di bawahnya.. nah, kalo kelak seluruh jaringan listrik atau telepon sudah melalui jalur bawah tanah, aku akan sedih memikirkan kemana lagi burung-burung kecil itu akan tidur dan beristirahat malam hari.. dan nostalgia semacam ini akan susah kutemukan lagi di masa-masa akan datang dalam waktu yang tidak akan terlalu lama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, selama di Rantau Prapat aku tinggal di rumah orang tua Jos, dan Jos tinggal di rumah tetua adat marga Lubis di kota itu. Ini bagian dari prosesi adat, karena ceritanya saat itu aku dan Jos menikah dengan cara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mangalua &lt;/span&gt;(kawin lari), artinya sebelum menikah aku sudah diculik oleh pihak keluarga Jos dan dibawa pulang ke rumah, sebab orangtuaku belum tau atau belum merestui, dan aku akhirnya diwakili oleh salah seorang SIHOTANG di kota itu, yang akan menjadi orangtuaku selama aku dan Jos bertunangan sampai kami akhirnya menikah dan orangtuaku diberitahu untuk acara mangadati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: tentu saja dalam kenyataannya Mama dan Bapak setuju 100%, hanya saja Bapak belum mendapat cuti dan Mama juga masih sibuk mempersiapkan acara pertunangan di Siantar sehingga tidak bisa datang ke Rantau, lagipula kami tidak punya rumah di Rantau sehingga cara yang paling mudah adalah membiarkan aku tinggal di Rantau Prapat sampai acara pernikahan dilangsungkan, untuk menghemat biaya (^o^). Normalnya pertunangan dilakukan di tempat pihak cewe.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwyeKSgaI/AAAAAAAAEGo/riGcAktrYh0/s1600/11.%2BMain%2Bsama%2BAyam%252C%2Bbebek%2Bdan%2Banjing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwyeKSgaI/AAAAAAAAEGo/riGcAktrYh0/s400/11.%2BMain%2Bsama%2BAyam%252C%2Bbebek%2Bdan%2Banjing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568191632938008994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Rumah Jos cukup besar, dengan halaman belakang yang sangat luas sehingga bisa memelihara ternah, di sana ada ayam, bebek, dan anjing Jos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Jos sangat menyenangkan.. lagi-lagi aku bisa bernostalgia dengan masa kecilku.. halaman depannya luas penuh tanaman, mengingatkanku pada halaman rumahku sendiri di Sampit, yang penuh buah-buahan dan bunga.. kamar-kamar rumah Jos banyak sekali, sampai keponakan Jos bingung dengan begitu banyak pintu, xixi.. di halaman belakang yang juga cukup luas, ayah Jos memelihara beraneka ragam ternak, ada ayam-ayam dan bebek-bebek, yang hidup berdampingan dengan anjing Jos, si Mopy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja aku paling akrab dengan si Mopy.. hehehe.. kalo sedang tidak dilihat Ibu Jos, aku pasti mengajak Mopy main kejar-kejaran.. (kalo dilihat Ibu Jos ga enak, nanti Ibu pikir punya menantu tukang main-main saja, xixixi..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam dan bebek Jos membuat nostalgia tersendiri, karena di masa-masa aku masih di Banjarbaru aku memiliki puluhan ayam dan bebek. Mereka semua bahkan punya nama, tapi aku tidak bisa ingat lagi dengan nama mereka, hanya beberapa yang berkesan. Salah satu ayamku yang kelabu dan cantik bernama Helena, galaknya minta ampun. Salah satu ayam jagoku bernama Garing (garing=sakit, bahasa Banjar) karena selalu terlihat lemas dan ingusan, meskipun sedang dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Kalo bebek-bebekku, aku masih ingat ada yang bernama Mia, Tina, dan 2 lagi aku sudah lupa. Bebek-bebek kami dulu kami letakkan di samping rumah, makannya dedak, badan mereka bau, dan saat itu bebek kami tidak sampai bisa menikah dan punya telor, karena bebek kami sudah kepalang masuk ke penggorengan.. hmm.. Nita jadi orang yang paling sedih karena dia sayang sekali dengan bebek-bebek itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pasar di Rantau Prapat, juga menjual kembang, sepertinya untuk keperluan jiarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga pergi ke Pasar setempat bersama Ibu Jos. Inang mau membeli bahan-bahan untuk memasak makanan untuk tamu yang kelak akan berdatangan ke rumah kami setelah dan sebelum pesta. Inang masak sendiri, dibantu dengan siapa saja yang turun ke dapur. Yang lucunya di Rantau Prapat ini, taraf kehidupan sepertinya di atas normal. Meskipun aku lihat masih ada pengamen, tapi tidak ada orang yang mau jadi pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tanyakan kepada Jos, kenapa Inang tidak menyewa pembantu?? Karena Inang mestinya sudah bisa bersantai di rumah, dan mereka bisa mengupah orang. Tapi menurut Jos tidak ada orang di Rantau Prapat yang bersedia jadi pembantu. Aku ga tau apa itu masalah harga diri?? Atau bisa juga karena mereka akan lebih memilih jadi pembantu di kebun sawit yang gajinya lebih besar ketimbang jadi pembantu rumah tangga, hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Inang membeli naniura di Pajak (pasar), harganya sangat mahal.. naniura itu bumbu khas masakan Batak.. rasanya khas banget, agak pedas-pedas getir, dan tanamannya kabarnya cuma bagus tumbuh di Batak sini. Jadi aja deh semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bataknese &lt;/span&gt;yang perantauan kangen naniura sampe sakau pengen bawa ke rantaunya amsing-masing. Kemarin waktu Inang beli naniura di pajak, beh.. harganya di Rantau ternyata juga minta ampun mahalnya.. masa sampe 240ribu rupiah sekilo.. tapi memang saat itu menjelang Natal dan Tahun Baru, semua harga barang mahal. Kalo beli di dekat desa penghasil Naniura, kata sepupuku Novri harganya masih di sekitar 150ribu, nasib.. nasib..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di pajak Rantau Prapat juga banyak orang yang menjual bunga.. aku ga nanya untuk apa, tapi kupikir itu pasti bunga yang diperuntukkan untuk nyekar ke makam leluhur. Mengingat orang Batak sangat menghormati para pendahulunya, makam di Batak selalu dipelihara dan ditengok, dicabuti rumput2nya dan diberi kembang.. oya, cerita tentang nyekar itu akan kutulis tersendiri, dan untuk cerita tentang Rantau Prapat kusambung lagi di posting yang lain. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-186089523913650342?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/186089523913650342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=186089523913650342&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/186089523913650342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/186089523913650342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/01/nostalgia-di-rantau-perapat-sumatera.html' title='Nostalgia di Rantau Perapat, Sumatera Utara'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUYwzakrV7I/AAAAAAAAEHA/0LZPYxxwCXw/s72-c/11.%2BTugu%2BRantau%2BPerapat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-8563085581580874053</id><published>2011-01-24T02:22:00.005+01:00</published><updated>2011-01-24T05:12:49.282+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BMKG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Songs'/><title type='text'>Cerita Natal :p (Telat Banget)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz5DxvivBI/AAAAAAAAEGY/WIs2iaOOLt8/s1600/1.%2BNatal%2BBMKG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz5DxvivBI/AAAAAAAAEGY/WIs2iaOOLt8/s400/1.%2BNatal%2BBMKG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565597082810760210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nih, akibat menabung bahan blogging, jadi telat banget deh ceritanya, hehe.. tapi setiap tahun dokumentasi Natal di kantor biasanya selalu kubuat, dan ini salah satu arsipnya. Hmm.. Natal kami tahun 2010 sama seperti tahun lalu jatuh lagi di bulan Januari tahun berikutnya. Aku bersama tim paduan suara kami seperti biasa tampil di 2 pesta Natal, yang pertama pesta Natal Angkasa Pura tanggal 6 Januari 2011, dan yang kedua pesta Natal BMKG tanggal 14 Januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shock &lt;/span&gt;juga, karena terlanjur beli tiket tanggal yang sama, 6 Januari, jadi mestinya tanggal segitu aku masih di Rantau Prapat, huff.. tapi akhirnya bisa beli tiket baru dan aku akhirnya masih sempat ikut gladi segala tanggal 5 Januarinya. Oya, di perayaan Natal kali ini kami menyanyikan lagu-lagu paduan suara bertema Natal seperti biasa. Tapi kalo sebelumnya kami menyanyikan 2 lagu, kali ini 3 lagu, hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu pertama adalah “Deck The Hall”, lagu yang ga asing bagi sapa saja yang merayakan Natal.. lagunya riang dan intinya mengajak kita bersuka ria di Natal yang membawa kebahagiaan. Menyanyikan lagu ini dalam formasi 4 suara, jadi pengalaman baru yang menyenangkan bagiku, dan kata Jos yang mendengarjan lagu ini dinyanyikan oleh kami, jadinya bagus sekali.. syukurlah.. ga percuma juga latihan jauh2 hari dari bulan Oktober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu kedua “Ding Dong” lagu yang baru sama sekali bagiku, ga pernah dengar sebelumnya, jadi sangat menarik. Ding Dong bercerita tentang bunyi lonceng yang memuja-muji kelahiran Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ketiga “Jingle Bells”, naahh.. bahkan bagi yang tidak merayakan Natal pun lagu ini pasti sudah cukup familiar.. hehe.. lagu yang ketiga ini kami nyanyikan juga 2 tahun lalu, jadi kami tidak terlalu kesulitan mempelajarinya. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EpN5IgI/AAAAAAAAEGQ/diJP9K07IBY/s1600/2.%2BBareng%2BIbu-ibu%2Bpaduan%2Bsuara%2Bpake%2Bbrokat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EpN5IgI/AAAAAAAAEGQ/diJP9K07IBY/s400/2.%2BBareng%2BIbu-ibu%2Bpaduan%2Bsuara%2Bpake%2Bbrokat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565595998190379522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Aku bersama bu Retno dan bu Rini, anggota tim paduan suara kami juga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, seragam kami tahun ini adalah brokat hitam, dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bustier &lt;/span&gt;warna bebas. Aku dan Reza memilih warna perak, sementara para ibu sepakat dengan warna merah marun. Hmm.. akhirnya seragam kami benar-benar belang-belang, karena teman lain juga memakai warna lain seperti biru, emas, dan kuning. Untung saja para bapak semua sepakat dengan jas warna abu gelap dan kemeja putih, jadi minimal masih kentara kalo baju yang kami pakai itu seragam, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Natal Angkasa Pura selesai, kami pun harus bersiap dengan Natal BMKG seminggu kemudian. Seperti biasa aku masuk lagi ke dalam seksi dekorasi bersama anggota tim yang tahun lalu juga, tapi kali ini aku bukan sebagai wakil koordinator tapi sebagai koordinatornya sendiri. Repot juga karena di saat yang sama aku juga mempersiapkan pernikahan yang cukup membuat pontang-panting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat-saat menjelang cutiku dulu ke Medan, mestinya soal dekor-mendekor itu sudah beres karena kami menggunakan jasa EO untuk mengerjakannya, tapi memang saat itu kami kurang beruntung sebab EO kami tahun lalu tiba-tiba mengundurkan diri untuk mengambil pekerjaan dekor di Natal kami karena tukang yang biasa membantunya sedang punya kerjaan lain yang belum selesai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EO lain yang biasa dipakai oleh kantor ternyata cuma bisa mengerjakan panggung dan tidak bisa mengerjakan dekor, dan dengan kata lain aku harus mencari EO baru. Waktunya saat itu sangat mepet sampai-sampai aku berpikir untuk membuat dekorasi sendiri, tapi setelah ditimbang-timbang lagi, kami juga kekurangan tenaga kerja karena mahasiswa AMG yang biasa membantu kami di saat yang sama juga tengah sibuk dengan ujian-ujian mereka. Iseng-iseng mencari ide, aku melihat desain dekorasi di mall dekat kantor, Atrium, desain rumah kecil di tengah salju.. bagus juga.. dalam hati aku berharap seandainya EO yang mengerjakan mall ini mau mengerjakan dekor kami.. (^_^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EdaVbkI/AAAAAAAAEGI/7cbtuJXRqbU/s1600/3.%2BDekor%2Bdi%2BAtrium.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EdaVbkI/AAAAAAAAEGI/7cbtuJXRqbU/s400/3.%2BDekor%2Bdi%2BAtrium.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565595995021340226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Dekorasi mall Atrium yang cantik..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pucuk di cinta ulam tiba, ternyata salah seorang temanku, kenal dengan Mba Ling yang mengerjakan dekor di Atrium tadi. Alhasil, kami memakai Mba Ling untuk mulai bekerja sejak H-1 sampai H pagi hari. Seperti tahun-tahun lalu, bahan utama membuat dekorasi adalah stirofom, kali ini dekorasinya berupa toko mainan, dengan dominasi warna bata, dan pilar-pilar membingkainya.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4ELE9a-I/AAAAAAAAEGA/puT-bmhcvdo/s1600/4.%2BMba%2BLing%2Bdan%2Bdekorasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4ELE9a-I/AAAAAAAAEGA/puT-bmhcvdo/s400/4.%2BMba%2BLing%2Bdan%2Bdekorasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565595990099848162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Mba Ling dan rekan-rekannya sibuk menyulap stirofom menjadi dekorasi yang cantik..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Kamis pagi tim EO sudah mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat dekorasi panggung.. membuat dinding bata, pilar tinggi untuk gerbang, dan lelehan salju, semuanya terbuat dari stirofom. Karena ikut serta mempersiapkan dekor ini juga, aku tau ada stirofom sebesar pilar dengan bentuk yang bulat seperti itu, hehe.. dulu masa kuliah, perasaan cuma nemu stirofom paling tebal 5 cm, hmm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, karena dana begitu terbatas, akhirnya juga harus mengadakan 2 EO, satu EO yang mengerjakan dekor, satu EO lagi yang memasang panggung, kursi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sound system &lt;/span&gt;dan tenda. Kami mengambil item yang lebih bersaing harganya dari tiap2 EO, agar dana yang ada bisa mencukupi semua kebutuhan kami. Konsekuensinya: EO yang satu dengan yang lain harus masuk di saat yang tepat, jika yang satu bekerja agak lamban, maka yang lain juga bisa terhambat. Untungnya semua bisa beres tepat waktu, meskipun EO 2 saat itu mengerjakan pangung cukup lama sehingga Mba Ling dan kawan-kawan tidak bisa langsung memasang dekor mereka di panggung. Nah, jadi pelajaran deh buat pekerjaan dekor tahun depan. (^_^)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EIPAT0I/AAAAAAAAEF4/-xqxQc9aXag/s1600/5.%2BMeriah%2BNatal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4EIPAT0I/AAAAAAAAEF4/-xqxQc9aXag/s400/5.%2BMeriah%2BNatal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565595989336674114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Pesta Natal BMKG 14 Januari 2011, sangat meriah, dengan tamu undangan dan para pejabat yang turut diundang dan berhadir dalam acara tepat waktu.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tepat pada waktunya dekor bisa selesai, panggung, latar, gerbang pilar, pohon Natal, kursi tambahan, panggung, dan perlengkapan kecil seperti kantung persembahan, taplak, dan meja lilin. Di tengah acara memang kami akhirnya harus menambah kursi lagi sebanyak 50 buah, karena ternyata undangan membludak dan kursi yang ada sudah tidak mencukupi lagi. Waahh.. rasanya senang sekali melihat antusiasme karyawan BMKG Kristiani menghadiri acara ini, dengan mengajak keluarganya dan juga para pensiunan BMKG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, undangan Natal seperti tahun-tahun lainnya dikirimkan kepada seluruh karyawan BMKG yang beragama Nasrani, seluruh keluarga karyawan tersebut, seluruh pensiunan Kristiani BMKG, seluruh taruna Kristiani AMG (Akademi Meteorologi dan Klimatologi), serta pejabat-pejabat eselon I dan eselon II BMKG, yang paling diharapkan datang tentunya adalah Ibu Kepala BMKG sendiri, dan biasanya beliau memang berkenan untuk hadir, benar-benar toleran sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Natal seperti biasa didahului dengan ibadah Natal, biasanya di dalam ibadah ini para pejabat non-Kristiani belum berhadir. Ibadah diisi dengan kotbah, lagu-lagu, dan doa-doa Natal, seperti umumnya ibadah Natal biasanya. Ibadah Natal berlangsung sekitar 1 jam, setelah itu baru dilanjutkan dengan acara perayaan Natal dan tamu undangan non-Kristiani pun mulai berhadir. Kali ini kehadiran Ibu Kepala BMKG disambut dengan persembahan tari-tarian dari putri salah satu karyawan BMKG, tarian Bali ini dibawakan dengan indah sekali oleh anak-anak yang cantik ini.. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4D2bu6HI/AAAAAAAAEFw/JvUkjAHAi3s/s1600/6.%2BAnak2Penari%2BBali.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz4D2bu6HI/AAAAAAAAEFw/JvUkjAHAi3s/s400/6.%2BAnak2Penari%2BBali.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565595984558221426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 51);"&gt; Tiga gadis cilik yang menarikan tari Bali penyambutan bagi para tamu undangan pada perayaan Natal BMKG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Natal kami berlangsung meriah sekali. Hampir semua eselon-eselon I dan II yang diundang dan tengah berada di Jakarta bersedia hadir dalam acara ini. Para pakar dari Jerman yang juga merayakan Natal pun datang ke dalam acara ini, ada Her Michael dan Her Thorsten berhadir malam itu, sangat menyenangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dipersembahkan pun menarik, perayaan didahului dengan kata-kata sambutan dari Ibu Kepala BMKG dan juga dari ketua Panitia Natal sendiri. Tim paduan suara kami menjadi hiburan pertama setelah kata seluruh kata sambutan disampaikan, dan 3 lagu kami mendapat sambutan meriah. Puji Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari paduan suara kami, ada juga persembahan lagu dari mahasiwa-mahasiswi AMG, dari rekan-rekan karyawan BMKG dengan lagu pilihannya sendiri, dan persembahan lagu dari senior kami di persekutuan. Yang paling menarik tentunya karena setelah itu ada juga persembahan drama dari anak-anak AMG, yang bercerita tentang perjalan seorang mahasiswi bersama temannya keliling-keliling Indonesia. Mereka berkeliling ke Papua, sampai ke Sumatera Utara.. di sinilah persembahan drama tersebut kemudian makin menarik karena dikolaborasikan dengan persembahan tari-tarian sesuai dengan tiap daerah yang dikunjungi oleh si mahasiswi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa ini mempersembahkan tari-tarian dan juga keseluruhan drama mereka dengan bersemangat, dan penonton pun menjadi terbawa atmosfer keceriaan mereka.. benar-benar menutup dengan sempurna malam Natal kami saat itu.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-8563085581580874053?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/8563085581580874053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=8563085581580874053&amp;isPopup=true' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/8563085581580874053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/8563085581580874053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2011/01/cerita-natal-p-telat-banget.html' title='Cerita Natal :p (Telat Banget)'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TTz5DxvivBI/AAAAAAAAEGY/WIs2iaOOLt8/s72-c/1.%2BNatal%2BBMKG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-2451261558749224270</id><published>2010-12-31T17:17:00.003+01:00</published><updated>2011-01-12T10:37:35.167+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my family'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z7gw48ZI/AAAAAAAAEFY/1xsZ0suFFeY/s1600/1.%2Bsms%2Btahun%2Bbaru%2B2011.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z7gw48ZI/AAAAAAAAEFY/1xsZ0suFFeY/s400/1.%2Bsms%2Btahun%2Bbaru%2B2011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561228581116899730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun yang baru.. kali ini benar-benar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;totally &lt;/span&gt;baru buatku.. karena aku tidak lagi berstatus lajang, tapi menyandang status baru, yaitu menikah. Kali ini aku punya keluarga baru, yang adalah keluarga milikku sendiri bersama suamiku dan anak-anakku kelak. (^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun yang baru ini, mulai 1 Januari 2011, aku berniat sungguh-sungguh dari dalam hatiku, agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik, terutama karena aku sekarang telah menjadi seorang istri, dan jika direstui Tuhan juga kelak akan menjadi seorang Ibu, yang tugasnya berat sekali.. beberapa rekan bloggerku seperti Bu Tuti, Mba EM, bu Enny, Mba Nana, bu Monda, Bunda, juga adalah seorang istri dan hampir semua juga seorang Ibu.. sering aku baca dari tulisan-tulisan mereka, bagaimana mereka penuh kasih kepada pasangan mereka, dan terlebih lagi kepada putra-putri mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak semua yang baik itu akan kutiru dan kujadikan pedoman dalam mengurus rumah tanggaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama beberapa hari ini bersama dengan suamiku, aku merasakan masa-masa yang cukup menyenangkan, yang kadang-kadang membuatku lupa menengok blogku sendiri (^_^) Sekarang aku cukup sadar kalo ternyata blog adalah pelarianku dari kebosananku akan rutinitas sehari-hari.. dan setelah ada suamiku yang benar-benar manjanya seperti bayi gede, aku sedikit disibukkan dengan dirinya dan hampir lupa dengan hobi menulisku.. hmm.. tapi dengan kondisi suamiku mendukung sepenuhnya aku ngeblog, keliatannya blogging akan tetap menjadi hobi favorit, kelak jika aku sudah terbiasa dengan ritme baru ini, dan kelak jika suamiku sudah berhenti bermanja2 berlebihan.. hmm.. yup, memang agak berlebihan yang kurasa, karena kondisi kami masih pengantin baru, hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi resolusi untuk tahun baru ini, aku bertekad untuk lebih konsisten dalam ngeblog, dengan jadwal yang sudah kuatur sendiri, seminggu sekali dan kalo bisa hari Senin (Senin grup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arus rajin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking &lt;/span&gt;juga.. dan menambah teman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger &lt;/span&gt;:).. Tidak ada resolusi khusus di tahun yang baru ini, cuma bertekad mengurangi daftar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wishing list&lt;/span&gt; yang belum terselesaikan.. daftar yang cukup panjang itu pastinya lama sekali akan terselesaikan, tapi yang jelas target tahun ini, 10 item lagi harus tercapai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga harus lebih serius di kantor, menutupi kekurangan-kekuranganku selama ini.. jadi lebih baik sehingga makin bisa diandalkan oleh atasan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang sekali mendapat pujian akan kinerja kita.. tapi bagiku semakin kita dipuji, semakin berat beban yang akan kita tanggung, dan aku bertekad kinerjaku selama ini tidak akan turun, bahkan harus cenderung meningkat.. Amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini dipastikan akan sibuk sekali karena ada banyak rencana jangka pendek yang telah kubuat.. beberapa cukup rumit dan sukar.. tapi percaya saja dengan keyakinan dan doa, bisa dilakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga masih berjuang agar bisa melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tingi.. Beberapa tahun &lt;strike&gt;putus&lt;/strike&gt; tidak sekolah kadang membuatku merasa agak lola (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;loading &lt;/span&gt;lambat) dan malas berpikir.. aku takut makin lama aku terbuai dengan kenyamanan bekerja, pola hidup yang cenderung tenang, kelak otakku jadi tidak maksimal lagi.. hiks.. semoga aku tidak lupa dengan pesan para pengajarku dulu untuk terus belajar dan belajar.. terutama di bidang yang kita gemari.. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z8NoRLAI/AAAAAAAAEFo/UzIaQ2MwwyA/s1600/3.%2BSekolah%2Blagi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z8NoRLAI/AAAAAAAAEFo/UzIaQ2MwwyA/s400/3.%2BSekolah%2Blagi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561228593160334338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Sekolah lagi ahhh...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kemungkinan aku akan mengurangi intensitas jalan-jalan, karena harus menyesuaikan dengan status yang baru.. harus lebih rajin menabung juga, untuk hari-hari mendatang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ketat lagi menjaga kesehatan. Meskipun sudah ada perlindungan kesehatan seperti ASKES dan asuransi, tapi olahraga gerak tubuh masih menjadi alternatif yang murah dan sangat sehat menurutku.. jadwal olahraga mingguanku setiap Sabtu pagi nyaris tidak pernah tercapai, entah itu karena aku ada dinas luar kantor, lembur, dan yang paling sering karena hari itu kuisi dengan jalan-jalan entah kemana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang kupikir hobi jalan-jalanku itu berlebihan, hehe.. tapi sepanjang porsinya masih normal dan aku tidak menterlantarkan kewajiban utamaku, kurasa masih bisa ditolerir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus menyediakan waktu lebih banyak untuk keluarga.. tidak hanya suamiku sebagai bagian dari keluarga kecilku.. tidak hanya Mama, Babe, dan 2 adikku, yang adalah keluarga besarku, tapi juga keluarga baruku, yaitu ayah, ibu serta saudara dari Jos, suamiku.. sekarang keluargaku bertambah banyak tapi waktu yang kupunya tetap sama, jadi harus pintar-pintar membaginya.. terlebih lagi karena ke-3 saudara Jos ada di Jakarta, tidak bisa tidak harus menyediakan waktu untuk bersilaturahmi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. kadang aku cukup kesal juga dengan sifat jelekku yang terlalu cuek pada orang lain.. bahkan ke rumah Tulang kandungku sendiri pun waktu yang kusediakan tidak sepantasnya.. berdoa supaya di tahun yang baru ini bisa lebih bijaksana lagi.. Aminn.. tapi untungnya, untuk 1 catatan kecil ini, Jos aku beri 2 jempol karena kepedulian dia terhadap keluarga dan tata karma Batak benar-benar bisa diteladani (^_^) &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z79SkS_I/AAAAAAAAEFg/jR3_JlbtZjA/s1600/1.%2BKeluarga%2BBaruku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z79SkS_I/AAAAAAAAEFg/jR3_JlbtZjA/s400/1.%2BKeluarga%2BBaruku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561228588774345714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarga baruku, dari kiri ke kanan: ka A Ling, Bang Dinan, ka Ida, Santun, Amang, Inang, Jos, aku, ka Anna, Simon, Bang Hery, Colin, ka Ati, Bang Evan.. what a big family &lt;/span&gt;(*_*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus. Hmm.. di tahun yang baru, aku ingin menjajaki kemungkinan aku ikut kursus lagi, entah itu untuk menambah kemampuan bahasaku, atau untuk menambah keterampilanku yang sudah lama tidak terasah.. beberapa kali bertekad untuk belajar sendiri, tapi selalu batal karena ditunda-tunda atau dikalahkan oleh pekerjaan kantor.. satu keuntungan ikut kursus bagiku, aku jadi ‘dipaksa’ menyediakan waktu untuk itu, dan membuat prioritas-prioritas di tempat2 yang tepat.. semoga saja bisa kulakukan tahun ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memburu seminar dan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini satu item yang sangat sering kulakukan di tahun pertamaku bekerja, yang kemudian tidak kulakukan lagi di tahun kedua, karena berbagai macam kesibukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun yang baru aku bertekad menyediakan waktu untuk memburu mereka lagi (^_^), dan mengambil manfaat dari sana. Semoga saja ada dukungan dari kantor, dan niatku ini tidak berhenti di tengah jalan. Satu hal yang perlu kukorbankan hanyalah waktu, selebihnya cuma tekad kuat saja.. semoga bisa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saja deh buat tahun yang baru ini, ga bisa berniat banyak karena semua sudah ada di daftar lis, yang harus kulakukan hanya meneruskan apa yang sudah kumulai di tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang juga membuat refleksi begini karena kita jadi tahu kekurangan kita ada dimana dan bisa mencari cara untuk memperbaikinya. Refleksi dan resolusi tahun baru ini juga membuatku bisa menengok ke belakang dan merasa bersyukur.. bahwasanya di tahun yang lalu aku begitu diberkati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua keinginan dan targetku tercapai, tapi bagaimana aku melewatinya dengan banyak sukacita dan kegembiraan, itu adalah keberuntungan tersendiri.. semoga Tuhan juga berkenan menyertaiku di tahun yang baru ini, agar setiap langkah yang kuambil pun berbuah baik, bagiku pribadi ataupun juga bagi orang-orang di sekelilingku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan terima kasih.. By: Lady Clara&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-2451261558749224270?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/2451261558749224270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=2451261558749224270&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2451261558749224270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/2451261558749224270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2010/12/selamat-tahun-baru.html' title='Selamat Tahun Baru'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TS1z7gw48ZI/AAAAAAAAEFY/1xsZ0suFFeY/s72-c/1.%2Bsms%2Btahun%2Bbaru%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-170858629314470981</id><published>2010-12-24T06:28:00.005+01:00</published><updated>2011-02-10T10:53:12.719+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Interesting Places'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='A Trip To'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Deutsch lernen'/><title type='text'>Schwimmende Markt, Sued Kalimantan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOzKIwJEI/AAAAAAAAEIM/K56nr1ZQfmM/s1600/1.%2BPeace%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOzKIwJEI/AAAAAAAAEIM/K56nr1ZQfmM/s400/1.%2BPeace%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569772742463464514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lasst uns bummeln in die Stadt wo ich aufwuchs.. Banjarmasin.. Die stadt existiert in der Provinz Sued Kalimantan und Sie ist die aelteste Provinz im Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wenn Wir nach Banjarmasin gehen, von viele koennen Wir zum Schwimmende Markt, eine von viele Sehenswuerdigkeiten, besuchen. Wir nennen den Markt Pasar Terapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Im Pasar Terapung, menschen handeln mit ihrem Boot. Es gibt Kaeufer, Sie kaufen uber die Boote Frueher. Vorher, machen Sie der Verkauf mit Austausch.. Ein mann tauscht Seinen gegen Banane eines anderen Mannes. Aber jetzt machen Wir der Verkauf mit Geld, es ist einfacher. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOymc73oI/AAAAAAAAEIE/IZSUqkmXrhE/s1600/2.%2BNita%2Bmengait%2BWadai%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOymc73oI/AAAAAAAAEIE/IZSUqkmXrhE/s400/2.%2BNita%2Bmengait%2BWadai%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569772732884442754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Im Schwimmende Markt gibt es den Eiverkaeufer, den Fruchtverkaeufer, den Fischverkaeufer, den Kuchenverkaeufer, es gibt sogar das Wasser Restaurant (ein Laedchen auf dem Boot).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das bin Ich, meine Geschwister und Anna, (Ihre freunden). Wir gehen zu dem Schwimmende Markt. Der besten Moment zum Schwimmende Markt gehen ist um 4-6 im morgen. Danach, Schwimmende Markt ist zu Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wir haben kein Boot, deshalb mieten Wire in Boot. Das Boot kostet 150 tausend rupiah pro ausflug. Dann, Wir warden zum Markt gebracht. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOyiGCVOI/AAAAAAAAEH8/MbJF10Ai6dI/s1600/3.%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOyiGCVOI/AAAAAAAAEH8/MbJF10Ai6dI/s400/3.%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569772731714655458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nita verkauft die Kuchen. Das ist einzigartig, Nita muesst der Kuchen nehmen von ein Holz Stab. Dann Nita muesst aufstech der Kuchen. Und dann kannt Nita den Kuche verkaufen. Um den Kuchen zu verkaufen, muss der Verkaufer Sein Boot mit Unseren Boot ver binden, damit die Boote nicht getrennt werden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wir haben glueck, das Es nicht Regen. Wenn Es regnet, der Verkaufer kann nicht verkaufen, wegen der Wellen,Sie werde grosser und das ist gefaehrlich. By: Lady Clara &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOyVdb_0I/AAAAAAAAEH0/rOmtxKlQlnk/s1600/4.%2BPos%2Bpolisi%2BAir%2BPasar%2BTerapung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOyVdb_0I/AAAAAAAAEH0/rOmtxKlQlnk/s400/4.%2BPos%2Bpolisi%2BAir%2BPasar%2BTerapung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569772728323145538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7578402892886655238-170858629314470981?l=clararch02.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://clararch02.blogspot.com/feeds/170858629314470981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7578402892886655238&amp;postID=170858629314470981&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/170858629314470981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7578402892886655238/posts/default/170858629314470981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://clararch02.blogspot.com/2010/12/schwimmende-markt-sued-kalimantan.html' title='Schwimmende Markt, Sued Kalimantan'/><author><name>Clara Croft</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03909676826915556808</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/SWgkAkZlBfI/AAAAAAAAABQ/4267_SXWQog/S220/Image1311.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TUvOzKIwJEI/AAAAAAAAEIM/K56nr1ZQfmM/s72-c/1.%2BPeace%2BPasar%2BTerapung%2BKuin%2BBanjarmasin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7578402892886655238.post-6469737064483587732</id><published>2010-11-30T08:06:00.003+01:00</published><updated>2010-11-30T08:40:04.473+01:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Culture'/><title type='text'>Pernikahan ala Batak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TPSjsmmYbsI/AAAAAAAAEEc/KANDz0rGUfI/s1600/Di%2Bpernikahan%2BBatak%2BTika.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6tQZjP4fLFk/TPSjsmmYbsI/AAAAAAAAEEc/KANDz0rGUfI/s400/Di%2Bpernikahan%2BBatak%2BTika.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545237027871026882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dari dulu sudah tau juga sih kalo pernikahan adat Batak itu ribetnya bukan maen.. tapi baru sekarang-sekarang ini saja aku benar-benar mendalami dan menyadari letak keribetan-keribetan itu dan kadang-kadang berandai-andai jika saja aku bersuku lain, atau berbangsa lain.. mungkin lebih sederhana dan menyenangkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah dipikir-pikir lagi, semua pernikahan pasti sama saja.. pasti memiliki letak keribetannya sendiri.. Jadi aku ambil sisi positifnya aja, setidaknya aku punya bahan menulis blog dari kisah-kisah teman-temanku yang sudah mengalami pesta pernikahan ala Batak.. hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang lucu dari pernikahan ala Batak itu.. karena merunut dari adat, jadi elemen-elemennya sedikit masi ada yang tradisional.. tradisional karena pernikahan dua orang sejoli dalam Batak masih bisa diumpamakan seperti 2 orang keluarga yang saling menjodohkan anak mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasarnya saja begini: misalnya saja aku dan Jos yang sudah berpacaran, memutuskan untuk menikah.. meskipun aku sudah siap menerima Jos, dan Jos sudah siap menerimaku, tapi jika kedua orang tua menentang kami, maka kami tetap akan dianggap sebagai pasangan yang kawin lari MESKIPUN kami sudah dipandang sah menikah secara agama dan hukum.. uppss.. ternyata di dalam adat Batak, restu orang tua dan keluarga teramat sangat penting..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya gambaran bagaimana pernikahan Batak itu terlihat dalam proses-proses berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. MESTI MINTA IZIN TULANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. nah, ini juga yang cukup unik dari adat Batak, bagaimana seorang Tulang itu dipandang dan dihormati sekali dalam keluarga. Pengertian Tulang sendiri adalah: saudara laki-laki dari Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. dalam adat Batak, Jos sebagai laki-laki Batak, sesungguhnya dianjurkan menikah dengan putri Tulangnya (paribannya Jos). Karena Tulang Jos bermarga Aritonang, jadi sebenarnya jodoh Jos adalah seorang wanita boru Aritonang. Nah, berhubung dalam kasusku, sekali lagi ini hanya permisalan, Jos ternyata ingin mengambil wanita dari marga lain, dengan kata lain bukan putri Tulangnya, maka Jos wajib meminta ijin pada Tulangnya itu untuk ‘tidak’, menikahi putri Tu
