Akhirnya sampe juga di Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, kota tempat aku akan menghabiskan kurang lebih 1 tahun ke depan untuk menuntut ilmu. Brisbane adalah kota paling padat ketiga di Australia (setelah Melbourne dan Sidney) meskipun kota ini hanya berpenduduk sekitar 2 juta orang (coba bandingkan dengan Indonesia, jauh banget deh) saja.
Tanggal 18 Januari, setelah luntang-lantung ke sana kemari menghabiskan waktu penantian keberangkatan, akhirnya malam itu pukul 21.00 WIB, Qantas mengantarkanku ke benua lain. Termasuk telat kalo dibandingkan dengan anak ADS lainnya memang, karena mereka sudah jauh lebih dulu berangkat, mungkin malah ada yang sekarang sudah akan memasuki masa perkuliahan, sementara aku baru mendarat tanggal 19 Januari dan masih harus menjalani masa IAP (Introductory Academic Program) yang kurang lebih isinya tentang persiapan sebelum masuk perkuliahan yang sebenarnya. Di IAP kami diberi gambaran situasi kuliah, bagaimana seminar, bagaimana tutorial, culture shock, presentasi, enroll mata kuliah, dll deh.
Pesawat Qantas yang kami naiki sampai di Sidney jam 3 pagi waktu Jakarta, yang di Sidney ternyata sudah jam 7-an, wew, beda 4 jam... badan masih dalam mode tidur malam, tapi seluruh indera lain sudah merasakan nuansa pagi hari. Agak bingung juga sih (dan ini perlu ditebus tidur panjang sampai jam badanku normal lagi).
Setelah transit di Sidney 3 jam, dan perjalanan lewat udara lagi selama 1,5 jam, akhirnya sampai juga di SUNSHINE STATE, alias Queensland, dan menginjakkan kaki di Brisbane, horaaayyyyy...
Kami dijemput di bandara oleh perwakilan dari ISS QUT, dan aku minta diantar ke alamat 4 temanku yang lain karena senior kami yang baik hati (Mas Dwi dan Mas Beli) memutuskan untuk menyambut kami dengan makan siang.
Istri mas Dwi pinter masak deh, dan untuk pertama kalinya aku mencicipi nasi Australia, hehehe... dan ayam gulai Australia, dan bolu Australia, dan sirup Aus... sudah cukup. Intinya masakan Indonesia tapi bahannya dibeli di sini, xixixi... aku pikir, kalo menunya begitu terus, aku pasti tahan hidup di sini sampe kapan pun :p (pertanyaannya: sanggup ga bikin menu yang begitu?? Hayooo...)
Para senior itu (terutama yang bawa keluarga) lebih memilih sewa rumah yang punya 1 atau 2 kamar, trus menyewakan kamar yang kosong ke orang lain. Foto di atas itu gambaran rumah yang disewa senior yang berkeluarga. Atau sewa rumah besar yang didalamnya ada beberapa unit, trus tiap unitnya disewakan lagi.
Enaknya sewa rumah tipe seperti ini: kita bisa merasa bebas karena kitalah sang tuan rumahnya kan? Tapi ga enaknya, apa2 mesti urus sendiri: bersihin dapur, taman, cuci kain. Belum lagi kalo ga ada yang sewa unit kita yang lain, nah, malah jadinya nombok kan?
Sementara ini aku menyewa kamar dari senior yang menyewa 1 rumah. Tapi, mungkin nanti aku pindah untuk coba tinggal di tempat lain buat ganti suasana kalo bosan. Sementara ini, belum bosen sih :p
Brisbane itu biru dan indah deh... Harusnya dapet julukan Sunshine City juga. Tapi asal ga datang musim banjir aja, hedeh, image birunya bisa hancur berantakan.
Buat menunjukkan betapa biru dan indahnya Brisbane, khusus posting yang ini aku tunjukin foto-foto dulu deh... kameranya kamera Sony biasa dan bukan DSLR jadi harap maklum akan kualitasnya :p Foto-fotonya kuambil di sepanjang perjalananku menuju kampus.
Pemandangan kampus di dekat gedung A dan B. Di samping kiri ada Botanical Garden.
Well, 1 tahun ke depan mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar. Lulus dengan nilai baik, dan memenuhi wishing lists yang menanti. Hey, I’m Brisbaners now... :p By: Lady Clara
10 comments:
semoga betah ya di brisbane...
bagus ya kotanya... langitnya biru banget.. :)
Iya Mas, biru banget. Di sini lagi summer, jadi terang benderang meskipun sekali-kali ada hujan juga.
selamat menikmati kehidupan baru, suasana baru...
semoga betah ya Clara..
kotanya cantik ya..
It's cool to come back to school, isn't it? :)
Good luck and enjoy new experiences!
@bu Monda: iya Bu, saya masi menyesuaikan diri terutama dgn mkanannya. Lidah saya kan suka yg asin bgt, manis bgt, pedes. Di sini kyanya mknn hambar2 semua
@damz: yup, lg antusias menanti masa perkuliahan. Tapi takut jg sih klo trnyata ritmenya g cook, apalagi Ada perbedaan bhs begini (^_^)
kapan ya bisa ke sana (sambil menghayal) kotanya bersih... semoga cepat menyesuaikan diri dan dilancarkan segala aktifitasnya.. :)
Halo garamanis, coba aja daftar ADS, trus nyusul deh :) Thank udah mampir ya...
Perjalanan ke suatu tempat baru memang menyenangkan. Membaca tulisanmu ini mengingatkanku pada masa laluku empat tahun silam ketika aku pindah ke Australia.
Selamat datang di Australia, semoga betah dan menyenangkan! :)
Mas DV dimana di Sidney? Teman2ku banyak sekolah di UNSW, aku mungkin akan ke sana dan fotoan di Sidney Opera. Kayanya akan betah Mas, sayang saya cuma 1 tahun dan ga bisa nambah, hehehe...
Yang jelas saat ke Brisbane 10 hari (seminar, sekaligus menengok si sulung yang kuliah di UQ), saya suka kebersihannya, sungai-sungainya yang bersih...dan sangat suka naik Citicat.
Saya tidur di Stamford Hotel, bersebelahan dengan QUT, dari jendela terlihat perahu yang lalu lalang menyusuri sungai Brisbane.
Rumah asli penduduk Brisbane (Queenslander), seperti dalam foto-foto Clara, dari kayu bertingkat 2, yang bawah dulunya untuk ternak...sekarang biasanya untuk gudang.
Ayo, menulis terus, ceritakan petualanganmu di benua lain....saya dulu tak sempat kemana-mana, si sulung sibuk kuliah...dan seminar selesai jam 5 sore, padahal toko di Brisbane sebagian besar tutup jam 6 pm :P
Post a Comment