Perjalanan ke Selatan JogjakartaAku kembali ke Parangtritis setelah sekian lama...
Terakhir ke pantai ini saat aku SMA. Aku sepertinya sudah pernah cerita, kalo saat SMA aku ikut study tour yang diadakan sekolah kami ke Jogja dan kami mengunjungi beberapa objek wisata.
Kegiatan intinya adalah kunjungan ke SMU 3 Jogja, dan kami berjalan-jalan mengunjungi keraton, Malioboro (pastinya), Museum Jogja Kembali, Candi Borobudur (a must!), Candi Prambanan, Kota Gede (iya, sampai ke sini dan kami melihat para pengrajin meski aku tidak beli apa-apa), Kudus, dan yang ga akan lupa kusebut, Pantai Parangtritis.
Kali ini aku berkesempatan ke Parangtritis lagi, dan hmm.. sepertinya kurang lebih sama dengan yang bisa ku-recall. Puluhan kios souvenir berdiri menyambut wisatawan di tepi pantai, menjual banyak sekali barang, dari baju sampai kaca mata. Tidak lupa ada warung-warung makan yang menghadap ke pantai, dan kita bisa menyaksikan ombak besar Samudera Hindia berdebur di pasir..
Tentu semua sudah pada tau, kalo pantai ini salah satu yang paling terkenal di pulau Jawa.. salah satu yang membuatnya makin terkenal adalah mitos angkernya yang bilang kalo pantai ini jadi tempat pertemuan raja-raja Jawa dengan Nyi Roro Kidul, sang penguasa pantai Selatan.
Kabarnya sih, dulunya Nyi Roro Kidul itu salah satu putri Prabu Siliwangi yang bunuh diri karena buruk rupa, yang belakangan justru malah menjelma menjadi seorang wanita yang cantik luar biasa dan menguasai kerajaan khayalan di Pantai Selatan, dan sering menampakkan diri dengan kereta kencana, dan baju warna hijau...
Tentang warna hijau ini, ada mitosnya lagi. Kabarnya siapa yang berani-beraninya datang ke pantai Parangtritis dengan baju hijau, akan ditelan oleh ombak, dan mungkin, akan dibawa Nyi Roro Kidul ke kerajaannya untuk dijadikan hamba.
Namanya juga mitos, jadi ceritanya beredar di masyarakat begitu saja tanpa ada bukti apalagi penjelasan ilmiah tentang orang-orang berbusana hijau yang hanyut di pantai dan tidak ditemukan...
Mamaku sendiri yang lama tinggal di Jogja, pernah mengalami kehilangan seorang teman yang bermain di Parangtritis dan mengenakan baju hijau. Temannya terseret ombak dan tidak pernah ditemukan...
Itu mitosnya... kalo logikanya mungkin karena warna hijau di dalam air memang lebih susah ditemukan tim pencari ketimbang warna mencolok seperti pink atau merah kali ya... hehe.. yah, percaya ga percaya
Kami berempat menikmati pemandangan di pantai yang basah sehabis hujan, dan tentu saja menyalurkan bakat narsis masing-masing.
Di Parangtritis memang kita tidak boleh berenang, tapi masih bisa melakukan hal lain yang asik. Salah satunya nyoba naek ATV (All-terrain Vechile), motor yang beroda seperti gokart dan bisa dipakai berkeliling di pasir pantai. Kalo ga, kita bisa naek bendi yang muat 2 orang plus pak pengemudi yang mengendalikan kuda.
Dan kalo sore sunsetnya kabarnya indah sekali loh, sayang kami ga sampe sore di sana... yang mau nikah foto prewed di sini juga oke, hehe... cari background atau site yang ada tebing-tebing batunya, pasti oke punya. Temen SMA-ku dulu bikin satu foto seperti ini dan bagus banget, dia kelihatan seperti pendekar dari laut Kidul gitu :D
Coba naek ATV (All-terrain Vechile), wohoho, pasti asik...Setelah puas melihat-lihat Parangtritis, kami kemudian menuju pantai sebelah, Pantai Depok. Di tengah jalan bu Tuti menunjukkan gumuk-gumuk pasir yang terhampar dengan kontrasnya di tengah-tengah pemukiman penduduk.
Gumuk-gumuk itu sangat unik. Jadi ada timbunan pasir, yang warnanya agak abu-abu, mungkin pasirnya pasir vulkanik, dan tiupan angin di gundukan pasir itu lalu membentuk alur-alur dan pola-pola yang teratur, bergelombang atau menyirip. Nah, kata bu Tuti sih, gumuk yang kami lewati sering dipakai untuk lokasi foto prewed dan juga tempat belajar fotografi...
Kami tidak mampir, karena sudah hampir waktunya sholat, dan kami langsung ke gerbang pantai Depok dan mereka kemudian menunaikan sholat di salah satu masjid sana. Aku langsung menuju pantai...
Di pantai Depok juga ada banyak ATV, dan jauh lebih banyak orang yang bermain di sini karena hujan sudah lama berhenti. Selain itu juga ada penjual layang-layang dan aku mengamati layangan mereka terbang tinggi dan digoyang-goyang oleh angin kencang.
Memang anginnya terasa lebih kencang di sini, dan pantainya lebih curam di daerah sekitar gerbang utama pantai... tapi makin ke Barat pantainya kembali landai dan aku lihat anak-anak bermain bola tangkap dan sepak bola. Beberapa malah minta berfoto bareng aku dan Imel, halah halah... berasa jadi turis banget, hehehe...
Dan yang tidak kulihat di Parangtritis, yaitu kapal-kapal nelayan ini. Kapal-kapal ini sedang dilabuhkan karena belum saatnya beroperasi. Herannya para nelayan yang punya kapal kelihatan berkeliaran di sekitar kapal mereka juga.. hmm, kapan mereka istirahatnya ya? Kan malam harus melaut?
Pantai Depok ini sepertinya memang tempat untuk transaksi/ jual beli ikan. Dengan fungsi ini, wajar saja kalo aroma di pantai ini agak kurang sedap karena bercampur dengan bau amis ikan dan hasil laut lain.
Oh ya, Imel menghampiri salah satu nelayan dan mereka menjual... HIU!!! Hehehe... hiunya berbadan mini, tapi aku ga yakin itu anak hiu. Kemungkinan sih, memang spesies hiu lokal yang berbadan kecil.
Dan sebelum pulang, kami makan di salah satu rumah makan yang menghadap ke pantai, dengan menunya: tentu saja sea food, hehe...
Aku pesan kerang 1 porsi dan percaya deh... porsinya banyak sekali sampai kami terpaksa membawanya pulang. Tapi rasanya lumayan lah, meskipun jauh jika dibandingkan dengan saus tiramnya warung sea food langgananku di Kemayoran :p
Setelah kenyang, kami pun bersiap-siap untuk pulang dan mungkin akan mampir ke kota untuk membeli bapia. Hmm, aku mau beli 5 kotak untuk teman-temanku di kantor. By: Lady Clara
21 comments:
Nggak ajak2 ke Paris nih... ^^
kopdarnya lanjut lagi dengan bu Tuti dan Atta ya
semakin lengkap deh perjalanan ke Jogja
@Veri: hehehe.. yakin soalnya Veri sudah pernah ke Paris :p
@Bu Monda: Iya Bu, bu Tuti baek banget, Atta juga, masih banyak tempat yang dikunjungi sih, saya punya stok cerita sampai tahun depan nih, hehehe
Hampir setiap pulang kampung, Parangtritis jadi tujuan wisata saya, Mbak.
Tapi beberapa tahun ini saya absen nggak ikutan. Udah mulai bosen.
Eh, ada ATV ya sekarang di sana?
oh di parangtritis ada mitos baju ijo juga ya. yang dulu pas gua masih kecil pernah denger tuh kalo ke sarangan juga gak boleh pake baju ijo. katanya bisa sakit.
@Mba Is: Iya Mba, sekarang ada ATV dan kolam air hangat buatan juga...
kalo orang sana pasti sering yaa... palagi kalo ada temen yang berkunjung
@Mas Arman: Sarangan, telaga? Wah, kenapa bisa sakit? Kalo di Paris karena ada Nyi Roro Kidul siih mitosnya :p
Kalau secara fisik, parangtritis emang gak banyak berubah ya mbak sejak bertahun lalu, masih agak kotor dan kurang terawat. Tapi apapunlah jalan-jalan bareng teman pasti selalu menyenangkan
Iya, hehe.. apalagi kalo temennya ngerti banget tentang tempat yang dikunjungi... hobi narsisnya sama pula :p
duh kemaren aku ke jogja nggak sempet ke sini iriiiiiiiiii
Hehe.. lalu pergi kemana Honey? Sayang banget kalo ga nyampe Paris :p (kompor)
jiah....Clara ke yogya nya sekalian kopdar dgn Mbak Tuti dan Chef Atta rupanya...
pasti tambah berkesan dan menyenangkan ya...
salam
Iiya Bu, mumpung lagi di Jogja, kapan lagi ketemu Chef yang satu itu, agendanya padat, hahaha
..
mau posting paris juga, tp keduluan hehe..
..
gumuk2 itu sering jd tempat syuting FTV lho..wakakakakaka...
..
Oh iya ya, Atta, aku lupa nyebutin klo kamu hapal semua tempat-tempat yang jadi tempat suting FTV, wkwkwkwkwk...
Eh, upload dong liputan Trans TV-nya, aku mau promosiin lagi, xixixi, kmaren temenku nanya:
Cla, aku mau dong link-nya homestay yang taplaknya bunga matahari ituu (dia liat foto FBku) :D
Udah lama gak ke Paris :D
Terakhir kesana ruame banget, jadi lebih seneng ke Sadaranan
Wah, aku malah belum pernah ke Sadaranan.. hehe.. di sebelah mananya emang Ka?
Wah, aku malah belum pernah ke Sadaranan Ka, hehe.. Emang bagus ya?
Ahh asyiknya.....
saya udah lama nggak kesini...berapa puluh tahun yang lalu ya? Padahal dulu sering mondar mandir Yogya-Jakarta, tapi namanya kerja, ya cuma dari hotel ke kantor terus. Paling-paling menyusuri Malioboro...
Saya juga udah lama banget ga ke Paris Bu, kayanya ga serame dulu sih, apa karena kemaren hujan ya? Ga tau juga
Wah, bu ENi udah jalan2 kemana2 ya, sayang ga sempat plesirnya :)
if anyones on here today all the best to yous for 2012
alfie
All the best for you too Alfie :)
Post a Comment