Wednesday, November 9, 2011

Surat Cinta

Kapan ya pertama kali dapet surat cinta? Ah, inget deh, waktu SD, kalo ga salah kelas IV atau V, dapet surat cinta dari adik kelas satu tingkat, namanya Ian, orang Batak juga dan rumahnya di BLK. Kenapa coba ingat hal-hal kecil seperti itu? Hmm, mungkin karena itu surat cinta yang pertama, dan yang pertama selalu yang paling berkesan ;)

Surat cinta’ku’ sendiri, yang pertama kutulis itu kutulis gara-gara ospek, sudah pernah kuceritakan di “http://clararch02.blogspot.com/2010/07/masa-orientasi-kejam-pisaaann.html”, senior yang kutulisin surat cinta belakangan ternyata menjadi pacar dari teman baikku, dan surat maut itu berubah jadi bahan olok-olok sepanjang kelas III, hahaha, malang bener deh nasibku…

Surat cinta dari pacar pertama, sangat romantis karena kemasannya satu paket, gabungan cerita-cerita romantis koleksi si dia (yang ga boleh disebut namanya karena Jos pasti marah), dengan lagu-lagu paling romantis masa itu, hmm, salah dua contohnya: Accidentally in Love plus She Will be Loved-nya Maroon Five. Langsung ketahuan kan sekitar tahun berapa surat cinta yang ini dibuat ;)

Pacar yang jadi suamiku sekarang tidak pernah tulis surat cinta… ^%@^*(@^#*)@#&*@^% karena jarinya jempol semua, semua yang di pikirannya ‘diucapkan’ dan tidak ditulis… (-_-‘) Jadi ya susah kalo ingkar janji ga ada buktinya :l

Nah, 1 minggu terakhir ini jadi saat yang menegangkan karena aku menunggu surat cinta versi yang berbeda.. hehehe.. surat cinta dari kampus tercinta.

Balik ke bulan Agustus yang lalu, tepatnya sampai tanggal 26 Agustus 2011, seluruh penerima beasiswa ADS tahun ini (baik itu 8Weekers, 3Monthers, 6Monthers) terkena deadline dan wajib memasukkan pilihan kampus masing-masing kepada pihak ADS.

Jadi ceritanya, saat kami pertama kali membuat proposal untuk mendapatkan beasiswa, kami dianjurkan sudah memiliki kampus tujuan. Aku sendiri waktu itu memilih QUT (Queensland University of Technology) karena ada satu jurusan master yang sangat tepat untuk kondisiku sebagai orang dengan jurusan teknik arsitektur yang bekerja untuk BMKG.

QUT, kampus idaman ;)

Nah, jurusan ini normalnya tidak boleh berubah tapi kampusnya boleh berubah (di tanggal deadline yang kusebut itu) kalo awardee merasa dia memiliki pertimbangan yang lebih baik akan universitas tujuan di kemudian hari. Wajar banget karena kami memasukkan proposal pertama di akhir tahun 2010, hampir setahun yang lalu, dan sampai pada tanggal yang tersebut pasti banyak hal berubah dan banyak pertimbangan baru muncul dan mengubah keputusan beberapa orang di antara kami.

Ada yang berubah pikiran karena kota tujuan, contoh: Melbourne masih tetap yang paling favorit untuk belajar, mungkin seperti Jokjanya Australia, atau Canberra yang kurang cocok untuk orang yang senang keramaian :D (kayanya Alberth ga masuk kategori ini, jadi cocok lah masuk salah satu kampus di Canberra, ANU, yang terkenal sangat bagus dan Alberth belongs to that kind of university ;) pendapatku pribadi)

Ada yang memilih kampus berdasarkan terkenal atau tidaknya, masuk big-8 atau tidak, ada senior atau teman yang dikenal atau tidak, banyak mahasiswa Indonesia atau tidak :D

Ada juga yang memilih kampus berdasarkan musim. Contoh: seorang teman mau bersekolah dimana saja asal empat musim, hahaha... jadi kampus di Queensland tidak masuk hitungan karena musimnya relatif mirip dengan Indonesia. Brisbane is back to business, with its future tallest building ‘Bon-bon” which will be there by the end of 2012

Ada juga yang memilih kampus berdasarkan tempat wisatanya, uh oh, semoga aku bukan termasuk tipe yang ini (x_x)

Karena banyaknya pertimbangan ini, ADS kemudian memberikan even khusus bagi kami sekitar tanggal 18 Agustus 2011, dimana ada sekitar 40-an kampus dan representatif2nya datang ke Grand Melia di Kuningan dan menyediakan diri untuk menampung semua pertanyaan dari kami.

Dengan acara ini jelaslah bagi kami kampus mana yang akan kami pilih. Beberapa teman berubah kampus karena jurusan yang sama di kampus lain ternyata menyajikan detail yang lebih menarik dari pada kampus pilihan awal mereka.

Nah, setelah Information Day ini kami punya waktu sekitar 2 minggu untuk menimbang-nimbang pilihan 1 dan 2 kami, kampus yang kelak akan diproses begitu nilai IELTS kami yang terbaru keluar. Kira-kira begini suasana ‘Information Day’

Aku tetap dengan pilihan pertama QUT, karena jurusan yang sama di dua kampus lain kurang ‘sreg’ dengan background-ku. Kampus ke-2 setelah QUT (yang kemudian jadi pilihan ke-2ku) lebih fokus ke teknik sipil, sedang kampus ke-3 lebih fokus di ekonomi. QUT satu-satunya yang mengarahkan mahasiswa masternya di field arsitektur.

Lagipula dengan fasilitas yang lengkap, terutama dalam hal IT-nya, aku yakin QUT bisa sangat membantu mahasiswanya dalam belajar. Satu kali Barbara pernah menunjukkan perpustakaan QUT dalam salah satu kelas Cross Culture kami dan sistemnya memang baik sekali (not to mention desain ruangnya yang cozy dan bikin aku jatuh cinta, hehehe). Belum lagi menurut silabusnya kelas kami akan terdiri atas seminar-seminar dan tentunya tutorial-tutorial, kelas dengan grup kecil, sekitar 10 orang, yang memungkinkan kami belajar lebih intensif. Semoga saja sebaik yang dipromosikan… :) Uh, sangat berharap juga bisa ikut banyak praktek lapangan, mumpung sedang ada di Brisbane yang terkenal punya infrastruktur yang sangat baik, sama baiknya dengan Melbourne. Catatan kecilku: iklimnya Brisbane lebih mirip dengan Indonesia jadi mudah-mudahan lebih relevan juga.

Tanggal 26 Agustus aku memasukkan pilihan dan deg-degan apakah akan mendapat surat penerimaan atau tidak. Deg-degan karena takut status universitas S1-ku dipermasalahkan, sebab beberapa hari sebelum submit aku mendengar seorang kawan yang ditolak bahkan sebelum memasukkan dokumen, hanya karena universitas S1-nya swasta dan tidak terdaftar di kampus Australia pilihannya. Well, kampusku negeri tapi tetap saja rasa deg-degan itu menghantui.

Tapi, tanggal 13 September 2011 surat cinta itu tiba: aku dapet Conditional Offer dari QUT, horeee… semua rasa cemas sirna, karena surat cinta yang pertama ini cuma berarti satu hal: aku diterima jika IELTS-ku cukup.

Soal IELTS saat itu aku ga begitu khawatir, karena EAP sendiri program yang sangat bagus sehingga aku merasa aku mendapat banyak kemajuan, terutama dalam listening part. QUT meminta nilai IELTS 6,0 dengan tidak ada band yang kurang dari 6,0 (menurut web dan booklet) dan aku merasa aku optimis bisa mendapat overall 6,5 (target ADS sendiri adalah angka ini)

Tanggal 20 Oktober kemaren kami ikut tes dan sampai tanggal 2 November 2011 kami deg-degan menanti hasil tes yang menentukan lulus tidak lulusnya kami ke kampus impian.

Tidak sampai menunggu tanggal 2 Nov, beberapa dari kami sadar kalo mimpi-mimpi yang kami bangun berantakan… Tanggal 1 Nov web IELTS sudah bisa diakses dan hampir 50% dari total seluruh peserta ADS 3monthers dan 6monthers gagal meraih target dan harus tes ulang. Benar-benar rekor buat ADS. Kebanyakan kami jatuh di nilai writing, tidak bisa mencapai band 6, yang bagi kebanyakan kampus adalah nilai mutlak. Kampus ANU contohnya, mentolerir nilai 5,5 untuk band lain, tapi ada term: ielts band score 5,5 for writing is not acceptable, wew, serem banget… katanya sih ANU itu basisnya emang riset jadi mungkin ketat banget di band yang itu…

Aku? Huhu, sama apesnya, writing 5,5, terselamatkan oleh listening tuh makanya masih bisa dapet overall 6,5. Waktu dapet hasil ielts dan melirik angka 5 berderet dengan koma dan lima lagi yang ga cantik itu, down bener deh rasanya… rasanya rusak berantakan bayangan jalan-jalan di sepanjang Brisbane River, fotoan ama koala, huhu…

Pernah tau rasanya diputus pacar? Nah, aku balik ke masa-masa itu… perasaannya equal! Dasar aku ini mellow betul kayanya, apa-apa diasosiasikan dengan romens. Kayanya sekolah di QUT itu udah jadi keinginan dalam hati, bukan lagi soal akademis.

Jadi aku coba kontak si kampus idaman dan ADS juga, barang kali ada excuse buat kasus ini. Di conditional offer-ku sendiri bunyinya: obtain appropriate ielts score 6,0, ga berbunyi soal syarat minimal band itu, jadi ada harapan baru buatku. Aku ga tau kenapa offer-ku beda dengan offer teman QUT-ku yang lain, kemungkinan karena hanya jurusanku yang sama sekali tidak ada tesisnya.

Dan surat cinta yang terbaru pun datang… :)

ADS menginformasikan bahwa IELTS yang kudapat memenuhi syarat, dengan kata lain writing 5,5 tidak dipermasalahkan (konsisten dengan conditional offer dan bukan web). Btw, nanti juga ada IAP 1 bulan yang akan memungkinkanku belajar writing sebelum masuk perkuliahan. Aku janji akan menebus nilai ini di IAP itu. (janji pada diri sendiri)

Yang jelas aku dan QUT akhirnya berjodoh, hehehe… dan rencana mau mengeksplor seluruh sudut-sudut QUT yang ditunjukkan Michael, teman Jermanku, bisa terkabul.

Micha itu produk QUT dan dia menunjukkan kualitas QUT sebagai kampus yang berkualitas. Sampe tahun lalu Micha jadi IT expert di BMKG, sangat bisa diandalkan karena BMKG menggunakan salah satu program (yang hubungannya dengan tsunami) buatan Micha. Dan dia bercerita bagaimana susahnya lulus dari QUT sampai menjadi seperti itu. Hmm.. harus belajar keras pastinya, dan mudah-mudahan tahun depan juga bisa lulus dan jadi satu almamater bareng Micha, aku udah lihat satu spot tempat Micha fotoan dengan toga-nya dan aku akan pastikan aku punya foto yang sama di tempat yang sama kalau aku lulus nanti, hehehe… Aminnnn

Sekarang setelah ketegangan tentang kampus mana lewat, saatnya prepare buat berangkat dan kontak senior yang akan jadi induk semangku kalo aku positif menginap di rumahnya.

Banyak yang mesti dibereskan, tapi akan kulakukan dengan senang hati!

QUT, I love you..

Brisbane, I’m cooommmiiiiigg. By: Lady Clara, foto: website kampus QUT dan koleksi pribadi

6 comments:

monda said...

Syukurlah Clara, semua beres , tinggal nunggu berangkat ya

selamat ya, mudah2an ketemu spot seperti Micha, dan ditunggu foto wisudanya

Clara Croft said...

Hehe, mudah-mudahan lancar Bu, 1 tahun waktu yang pendek, saya takut waktunya kurang tapi akan berbuat yang terbaik pastinya :)

nanaharmanto said...

wah, selamat ya Clara...
pasti seneng banget nih...

Semoga semuanya lancar ya...

Clara Croft said...

Iya seneng banget Mba Na, apalagi karena belakangan aku dapet hasil IELTS terbaru dan nilai overallnya 7,0 dan writing juga naik jadi 6,0, jadi aman :)

Bener-bener bersyukur...

edratna said...

Tak salah milih QUT...ehh aku masih punya simbol ini di mobilku, walau si sulung kuliahnya di UQ....hehehe.
Dan letak QUT di kota, di tepi sungai Brisbane, dan dekat hotel Stamford (saya sempat tidur disini 9 hari saat ikut seminar, sekaligus nengok si sulung).

Semoga semuanya lancar ya Clara...

Clara Croft said...

Wah, kog Ibu malah udah punya simbol QUT, saya malah belum, hehehe.. Temen2 banyak juga yang di UQ, hehe..

Hotel itu nanti saya cari dan foto deh :p

Iya Bu, doakan semua lancar yaa...