Tuesday, July 19, 2011

Penulis Tamu: A Trip to Bangka

Oke, atas dasar ancaman dari kakak terkasih (ntar gak dimodalin lagi buat pergi2), maka aku pun meluangkan waktuku untuk menulis cerita perjalananku ketika pergi ke Bangka. Rencana untuk pergi ke Bangka sebenarnya sudah dikumandangkan sejak liburan semester genap tahun lalu ketika sahabatku Luke Sekar Andari (1081001***) mengajakku untuk pergi berkunjung ke rumahnya yang tentunya ada di Bangka, tetapi pada saat itu, aku masih memiliki tanggung jawab yang mesti aku bereskan di Jakarta, jadi rencana tertunda..

Lalu, pada liburan semester ganjil di awal tahun 2011 ini, aku memutuskan untuk mengisi liburanku dengan pergi ke Bangka, kampung halaman yang dibangga-banggakan teman sekosku ini. -_- Tadinya mau pergi bertiga: Aku, Luke, dan Seri Valentin (1081002***), tapi sayang sekali temanku ini (Seri) tidak bisa ikut serta karena beberapa alasan. Nanti akan kuceritakan mengapa dia tidak bisa pergi bersama dengan kami.

Naaah.. agar liburan pada saat itu terasa lebih menegangkan, aku dan Luke memutuskan untuk pergi ke Bangka dengan menggunakan kapal. Naaah, inilah yang menjadi satu alasan mengapa Seri tidak bisa ikut serta, sebab orang tuanya tidak mengizinkan dia untuk pergi menggunakan kapal mengingat pada bulan itu ombak di lautan sedang tidak bersahabat dan ada banyak isu2 mengenai kecelakaan kapal. Tapi alasan lain, Seri gak ikut karena pada saat itu dia mendapat tawaran magang, hehe.. Jadi gak semata-mata gara2 ombak. Maaf ya ombak, kami tidak bermaksud menyalahkanmu.. #apa coba? Seperti apakah nampaknya kapalnya? Ini dia..
Persiapan pun dilakukan, aku dan Luke mencari-cari informasi mengenai harga tiket kapal dan dimana kami dapat memperolehnya. Dengan dibantuk Om Sutoyo (Papanya Luke) dan beberapa kolega lainnya (cailah), akhirnya kami menemukan bahwa tiket kapal dapat diperoleh di PT Pelni yang ada di wilayah kemayoran, atau TEPAT di dibelakang KOS-KOSAN kakakku. Hahaha…

Karena ombak yang sedang besar pada saat itu, maka Tante Ike (Mamanya Luke) menyarankan kami agar pergi dengan menggunakan kapal besar. Satu-satunya kapal besar yang berlayar ke Bangka adalah Bukit Raya. Bukit Raya berlabuh di daerah Belinyu, 1 jam dari Bangka. Sebenarnya ada kapal yang langsung berlabuh di Bangka, yaitu Cisadane dan Mahakam, namun karena alasan keselamatan tadi, kami lebih memilih menggunakan Bukit Raya.

Harga tiketnya cukup murah, Rp 170.000,00, untuk kelas ekonomi. Sementara untuk kelas 2, tentu harganya lebih mahal, sekitar Rp 300.000,00 – Rp 350.000,00, sementara kelas 1 sekitar Rp 550.000,00 – Rp 600.000,00. Karena kami anak kuliah dengan penghasilan pas-pasan (pas cuma ngarep or-tu), maka kami membeli tiket kelas ekonomi. Hehehe…

Perlu teman-teman ketahui bahwa Bangka dan Belitung adalah dua pulau yang berbeda, bisa dilihat di peta. Tapi keduanya adalah satu provinsi. Dan juga dulu, Bangka Belitung ini merupakan gabungan dari provinsi Sumatera Selatan. Lalu karena tidak begitu diurus (mungkin), akhirnya Bangka Belitung membentuk provinsi baru yang beribukotakan Pangkal Pinang. Dan alasan lain yang menguatkan Bangka Belitung untuk membentuk provinsi sendiri adalah karena kegiatan tambang timah yang sangat berkembang di sana. Papanya Luke juga bekerja di Timah. Kalau gak salah (berarti benar), Bangka Belitung adalah daerah penghsil timah terbesar di Indonesia. Bahkan kantor pusatnya, PT Timah Indonesia, terletak di Bangka. Aku sempat berkunjung ke kantornya Papanya Luke, cukup besar dan kayaknya bangunannya baru.

Nah, kembali ke masalah perkapalan. Jadi, akhirnya pergilah kami pada tanggal ke Bangka pada tanggal 28 Januari dengan menggunakan kapal Bukit Raya. sekitar pukul 7 pagi (sampai 30 jam kemudian pukul 12-an malam keesokan harinya). Waktu awal mau berangkat semangatnya minta ampuun! Secara ini pengalaman pertama naik kapal setelah belasan tahun gak naik kapal, udah gitu tanpa ortu lagi. Hihi..

Tauu gak sihh? Aku dan Luke yang semalaman antusias karena gak sabar pengen banget naik kapal, begitu masuk kapal, sungguh-sungguh kaget karena keadaan di dalam kapal tidak seperti yang kami harapkan. Jorok, bau rokok, banyak kecoa.. Iyuh! Uda gitu isinya bapak bapak dan abang abang semua. Ceweknya jarang banget.

Wah, kami dag dig dug banget tuh, mau turun jelas gak mungkin. Akhirnya kami mencoba mencari-cari tempat yang sekiranya aman buat kami. Puji Tuhan, kami akhirnya mendapat tempat di sebelah abang-abang yang kerja di kapal Bukit Raya, dia bersama dengan istrinya, dan burung peliharaannya.

Suasana kelas ekonomi.

Yang terpenting yang harus kamu bawa ketika naik kapal adalah hiburan. Entah itu hape, entah buku, karena kamu akan mengalami masa-masa bosan. Jalan-jalan kapal kadang bisa mengobati. Tapi besarnya kapal seberapa sih? 2 jam aja udah puas kali ngiterinnya. Walaupun ada bioskop dan café di dalam kapal, tapi kadang males juga masuk ke sana, soalnya filmnya dan lagunya gak jelas. Oya, sekedar informasi, ternyata di laut bisa sms-an dan telfonan tapi hanya untuk beberapa provider.

Karena ombak yang besar, kami yang seharusnya tiba jam ??? jadi tiba jam ???. Saking bosannya, aku berhasil menyelesaikan membaca buku Surga Itu Nyata hingga tuntas. Padahal aku tergolong orang yang lama kalo baca buku. Si Luke juga pake acara mabok, untung sebelum berangkat beli obat anti mabok dulu. Puji Tuhan, kami boleh sampai dengan selamat ke Pelabuhan Belinyu.

Di Belinyu, mas Rangga, abangnya Luke, dan kami pun segera di antarkan ke rumah Luke di Pangkal Pinang. Perjalanan dari Belinyu ke Pangkal Pinang ditempuh selama 1 jam.

Sampai di rumah, aku menyapa Tante Ike yang sudah bangun untuk bersiap-siap memasak. Kami tiba di rumah Luke sekitar pukul 3 pagi. Aku disambut dengan sangat baik oleh keluarga Luke. Sarapan pagi yang enyaaaakk.. Berhubung mamanya Luke pinter masak, jadi selama di sana aku dihidangkan makanan2 yang mak nyooosss.. wkwkw.. Dan juga, mamanya Luke punya warung makan di depan rumah. Tapi bukanya cuma pagi hari doang. Hihihihi..

Salah satu tempat rekreasi yang kukunjungi di Bangka adalah Pemandian air panas. Ada apa di dalamnya? Ada air panas tentunya! Tapi airnya gak dimasak. Airnya panas secara alami karena ada kandungan belerangnya langsung dari sumber mata air panas. Uuuw.. Gak nyangka ka nada tempat seperti itu di Bangka?
Naaah.. Kata Luke sih, cara berendamnya juga jangan sembarangan, nanti kulit kamu kaget. Pertama-tama kita harus berendam di kolam yang hangat, lebih hangat, n paling hangat (panas). Tapi kemaren aku gak melalui kolam yang kedua. Hehe..

Kata papanya Luke, berendam di kolam yang panas ini dapat melancarkan peredaran darah. Dia juga menyarankan untuk merendamkan diri sampai ke kepala. Wuiiihh.. Hot bangettt! Tapi setelah keluar jadi segeeer.. Hehehehe.. Teman2 kudu coba. :D

Selain itu, di dalam tempat wisata ini ada wahananya juga kayak di waterboom, tapi masih sederhana sih. Tapi tetep aja seru. Ini pertama kalinya aku selucuran dari tempat tinggi. Hihihihi…

Oya, ada kejadian lucu loh waktu kita main di wahana. Si Luke kan gak berani terjun dari atas (walopun akhirnya terjun juga setelah aku n mas rangga desak), tapi dia pengen punya foto lagi terjun. Akhirnya fotonya kita rekayasa, dia kita suruh manjat dari bawah n pura2nya berekspresi lagi terjun. Wkwkwkw.. capee deeeh..

Setelah dari pemandian, keluarga Luke mengajakku makan di waroeng tung tau. Hmm.. Apaan tuh? Waroeng Tung Tau itu berisi roti bakar isi..

Warung tampak depan

Waroeng ini udah tua banget loh umurnya, berdiri sejak 1938 oleh Mr. Fung Tung Tau dan istri dan bertahan sampai sekarang. Aku kurang tau apa ada cabang di kota lain. Waroeng ini aja Cuma ada di sungai liat, baru2 ini aja cabangnya dibuka di Pangkal Pinang. Sekarang yang meneruskan adalah cicitnya kayaknya, namanya Tedy SE sejak tahun 2010. (sebelumnya Mr. Budjang Bunawan, diteruskan oleh Mrs. Maria Mat Ali)

Hari minggunya setelah pulang dari gereja, aku diajak lagi menyicipi makanan yang bahasa bangkanya disebut Jam Mian dengan tambahan kuah Teu Fu Kok. Rasanya nikmat sekali. Aku gak bisa menggambarkannya hehe.. mending liat fotonya aja yaa..

Sorenya aku diajak ke pantai dong. Soalnya keluarganya mamanya Luke ngajakin piknik di pantai. Hehe.. seru kaan? Walaupun pantai Bangka gak sebagus pantai belitong, tapi cukup bisa merilekskan pikiran lah. Nama pantainya, pantai Batavia

Malamnya, aku dikasi menu makan malam udang saus tiram buatan mama Luke. bener2 perbaikan gizi. :D

Lalu keesokan harinya lagi, Luke mengajakku sarapan bakso. Nama tempatnya Bakso Muncul. Ini bakso favorit Luke dan sepupu2nya. Sesuai dengan namanya, haha, kata Luke, warung ini suka semena-mena menetapkan jadwal jualan. Bisa kadang2 buka pagi, malamnya tutup. Buka malam, paginya tutup. Hari ini buka, besok tutup. Kadang libur buka, kadang-kadang tutup2. Suka-suka mereka lah. Hehee.. tapi yang herennya, pelanggannya gak kabur, buktinya masih bertahan aja tuh warung. Mungkin ini strategi penjualan si abang kali ya. :D

Ada martabak special yang sangat terkenal di Bangka, namanya Martabak Acau. Martabak ini sangat terkenal di Bangka. ini khasnya Bangka. orang-orang yang ke Bangka musti beli martabak ini buat oleh2. Tersedia martabak biasa n martabak manis. Kata Luke, martabak ini sering dipesan buat nikahan (unik ya hahaha)..

Kata Luke, dulu si pemilik memulai menjual martabak dengan menggunakan mobil. Tapi sekarang mereka sudah punya toko yang tetap di Jl. Mayor Syafrie Rachman PK. Pinang deretan Bank BRI (depan ELJOHN plaza) Hp. 08127366139. Di depan tokonya juga ada jual es lilin. Hehe.. mantap! Slrrrpppp..

Hmm.. berhubung aku gak tega membuat kalian semua ngiler berkepanjangan. Cerita tentang Bangkanya aku stop sampai sini dulu ya. Ntar aku sambung lagi dengan kuliner2 lain yang tentunya tidak kalah serunya. Wkwkwk..
GBU, By: Nita, mahasiswi Bakrie University, hobinya makan dan main dengan dogi

13 comments:

monda said...

sempat bingung kok Clara jalan2nya semester ganjil, memangnya kuliah lagi?

rupanya ada penulis tamu...haloo Nita..

fitrimelinda said...

oh..ternyata ada penulis tamu..sempat heran tadi.. :D

coba ada futu kulinernya..pasti maknyosss

Clara Croft said...

@Bu Monda: hehehe.. iya Bu, adek saya..

Ahh, saya pengen deh cepetan makan semester ganjil lagi :)

@Fitri: fotonya lagi dimasukin Fit, malah ada datanya yang masih tanda tanya tuh, hehe.. susah sih, ngeblog di tempat kursus, terbatas mau ngapa-ngapain :D

NIT NOT said...

jadi ingin merasakan naik kapal laut lagii..udah 10 tahunan...waduh...oke2 mba bagus cerita jalan2nya...gw suka karena disertai dengan gambar...membuat yang membca mudah memahami... :D

Clara Croft said...

Hehe.. saya juga udah lama banget ga naek kapal Mas Nitnot.. asik naek kapal itu kalo rame2, kalo sendiri mah, bosen minta ampun, hehe.. :)

edratna said...

Ini tulisan penulis tamu? Tapi...gaya bahasanya mirip Clara....

Saya malah belum pernah naik kapal besar, yang ada bioskop, kolam renang dll...kemarin saat mau menyeberang ke Tanjungpinang sempat kawatir, ternyata kapal nya besar dan bersih....

Bangka terkenal dengan kuliner nya ya....

Clara Croft said...

Hehe.. besarnya dengan didikan sama Bu, jadi gaya bahasa juga mirip :p

Saya juga belum pernah naik kapal yang ruangan sendiri, kayanya enak deh, bisa tidur :)

Bu Enny ikut kopdar dengan mba EM?

Tuti Nonka said...

Emang berapa jam sih naik kapal ke Belinyu? Aku pernah naik kapal dari Surabaya ke Banjarmasin, kapalnya besar dan ombak pas kecil, jadi kapalnya tenang kayak naik pesawat :)

Bangka memang pernah menjadi penghasil timah terbesar, tapi masa-masa kejayaan itu sekarang kayaknya sudah usai.
Saya kepengin ke Belitung, lihat pantainya yang penuh dengan batu-batu besuaar ...

Clara Croft said...

Berapa jam-nya biar Nita yang jawab.. anaknya belum nongol Bu, lagi sibuk dengan kerjaan baru dia (magang), hehe..

Surabaya Banjarmasin naek kapal yang pernah saya alami bener2 penuh dengan ombak, hehe.. adek saya yang no 2 sampe mabok..

Saya juga pengen ke Belitung, tapi belum ada waktu dan mood.. kayanya di sana indah sekali

Nita said...

hai hai.. ini nita, sang penulis.
terima kasih atas komennya.

iya kemaren kelupaan buat mencantumkan tanggal dan lama perjalanan.

kami berangkat dari jakarta 28 Januari 2011, perjalanan naik kapal selama 30 jam, dari jam 7 malam, sampai jam 12 malam. hehehe..

kulinernya, mantap punya, :O

ide bagus tuh kalo mau jalan2 ke belitong, pantainya bener2 indah. temen saya Luke baru saja ke sana beberapa bulan yg lalu. pantainya masih bersih, penginapan juga masih murah. jadi sebelum jadi mahal dan kotor (bukan mau doain), ayo kita ke sana (@kakak: bayarin lagi dooong hehehe :P)

nanang prasetyo said...

keren

Clara Croft said...

Thank udah berkunjung Nanang :)

Anonymous said...

Hello mate! I completely agree with your thoughts. Thanks for having written this.