Posting ini terkait postinganku sebelumnya yaitu: Akhirnya Sekolah Lagi dan Tahapan-tahapan Beasiswa ADS. Mulai tanggal 25 April 2011 kemarin, aku mulai menjalani salah satu tahapan persiapan kami sebelum berangkat ke Australia. Ya, meskipun kami sudah mendapatkan beasiswa ADS, tapi kami masih berpeluang kehilangan beasiswa jika kami gagal dalam masa persiapan ini.. jadi memang harus bersungguh-sungguh dan serius..
Seperti yang sudah kuceritakan sebelumnya, untuk mendapatkan ADS kami harus memiliki IELTS overall minimal 5,5 dengan tidak ada salah satu band yang kurang dari 5. Nah, selama masa persiapan ini kami akan meningkatkan IELTS kami agar dapat memenuhi standar ADS yaitu IELTS overall 6,5 dengan tidak ada satu band-pun yang kurang dari 6. Wew.. benar-benar beban berat bagiku, sekaligus tantangan yang menarik.. (^_^)
Satu minggu pertama sudah kami lalui, dan aku sudah menyadari sedikit demi sedikit, kenapa IELTS-ku kemaren hanya dapat nilai pas-pasan, 5 – 5,5 – 7 - 5.. hehe.. Selama 1 minggu ini kami mendapatkan beberapa tes-tes kecil yang menunjukkan betapa seringnya aku salah menjawab soal.. hmm..
Pre Departure Class-nya sendiri dibuka dengan sebuah Opening Ceremony pada tanggal 25 April 2011, Senin minggu yang lalu. Upacara pembukaan training ini berlangsung pada pukul 9am dan kami semua para 6 Monthers Jakarta (60 orang) dibagi menjadi 4 kelas. Aku sendiri masuk di kelas terakhir, kelas 6M4, dengan pengajar kami pa David. Tidak hanya kelas kami (6 Monthers Jakarta) yang mulai hari ini, kelas 6 Monthers Bali juga mulai di saat yang bersamaan tapi di IALF Bali. Rekan-rekan kami yang 6 Weekers sudah mulai lebih dulu dan bahkan akan siap berangkat pada bulan Juni nanti.. sementara para 2 monthers akan memulai Pre-departure training pada bulan Agustus nanti..
Name card-ku, harus selalu dibawa setiap masuk ke dalam gedung IALF, agar tetap bisa mendapatkan akses dan fasilitas di sanaTraining ini sendiri tujuannya tentunya mempersiapkan kami semua dalam hal bahasa, kemampuan akademis dan sosial agar nantinya dapat tinggal dan belajar di Australia dengan baik. Jadi dalam training nanti kami akan dibekali untuk berbagai hal, antara lain:
1. Kami dibekali kemampuan bahasa dan keterampilan berkata-kata kritis sehingga nanti bisa berpartisipasi aktif dalam perkuliahan di Australia;
2. Kami dibekali supaya bisa mendapatkan nilai bagus dalam IELTS tes nanti, hehe.. ini penting karena kemungkinan kampus favorit yang kami pilih tidak akan menerima kami jika kemampuan bahasa Inggris kami tidak sesuai persyaratan mereka;
3. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan belajar, khususnya dalam strategi belajar yang efektif kelak saat mengambil master, sebab sangat dituntut kemampuan belajar mandiri, yang mungkin kurang dimiliki sebagian besar mahasiswa Indonesia;
4. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan beradaptasi dengan budaya di negeri seberang, dan memiliki keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dari budaya dan negara lain;
5. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan kemampuan kami dalam interaksi sosial sehari-hari, kelak jika hidup di Australia;
6. Kami dibekali supaya bisa mengembangkan dan mengerti lebih lagi tentang tujuan pengembangan yang diemban ADS sendiri sebagai pemberi beasiswa.
Dalam pembelajaran kami akan diberi pendekatan-pendekatan dengan beragam metode. Yang pertama tentunya kami diharuskan menggunakan bahasa Inggris semaksimal mungkin selama masa pembelajaran, untuk membiasakan kami menggunakan bahasa Inggris. Dengan menggunakan Bahasa Inggris sesering mungkin, kami akan menjadi lebih percaya diri dalam berbicara, dan juga akan makin fasih dalam pengucapannya.. Selain itu dengan koreksi-koreksi dari pengajar, kami juga bisa menggunakannya dengan lebih akurat..
Catatan buatku: meskipun dikatakan begitu, tetap saja kalo pa David berada di sekitarku saat aku sedang mengoceh, aku stop automatically, jiaahhh.. *ternyata masih ga pede juga*
Kami juga diberikan tugas-tugas yang tipenya mirip soal-soal dalam tes IELTS dan juga kelak tugas-tugas yang tipe-tipenya akan kami terima selama masa perkuliahan di Australia.
Pada minggu pertama belum sampe tahapan ini sih, tapi kelak kami akan diminta membuat paper, presentasi tugas, dan kalo aku ga salah tangkap beradu argumen dengan kelompok lain.. Weh, bakal berasa de javu ke jaman skripsi dulu nih.. udah lama banget.. kira-kira 4 tahun yang lalu eh?
Tentu saja kami juga diberi tugas-tugas yang sifatnya sebagai persiapan untuk tes IELTS. Dalam minggu pertama saja, rasanya sudah banyak yang dicocolkan, dimasukkan, dan disumpelkan ke kami.
Sekali waktu kami mendapat tugas writing, kami diminta menulis 250 kata dan menceritakan tentang weakness dalam tugas atau pekerjaan kami. Aku menuliskan tentang kekurangmampuanku bekerja di tengah banyak orang, aku lebih senang bekerja sendiri. Dan besoknya pa David memberikan topik tentang metodologi belajar yang berbeda bagi setiap orang.. ada yang suka belajar sendiri, ada yang senang berkelompok, ada yang senang bekerja dengan musik, ada yang lebih senang kesunyian total. Aku tidak mengatakan hal ini berkaitan secara langsung, tapi dalam training ini, pengajar akan mengakomodir apa yang perlukan. Jadi jika mayoritas kelas meminta materi tentang bagaimana menulis yang baik, pengajar akan memberikannya. Jika mayoritas kelas sudah cukup baik dalam keterampilan menulis dan lemah dalam listening, maka pengajar akan memberikan lebih banyak lagi tugas listening. Dan jika mayoritas kelas kurang mampu belajar secara berkelompok, maka pengajar mungkin saja memberikan tugas kelompok lebih banyak untuk membekali kami kelak dalam kemampuan bekerja tim..
Yang paling penting adalah, biarkan pengajar tahu kebutuhan kita apa, dan jika mayoritas kelas memang membutuhkan hal yang sama, maka permintaan kita akan diakomodir. Jika ternyata hanya kita yang tidak bisa di antara seluruh orang di kelas, maka kita harus berjuang mati-matian mengejar ketertinggalan, atau bisa juga dipindahkan ke kelas lain yang memiliki kekurangan yang sama dengan kita..
Ada beberapa kali tugas listening juga diberikan kepada kami. Pa David memberikan situs-situs yang menarik serta kaset, dan meminta kami mendengarkan dan kemudian menjawab pertanyaan beliau begitu you tube atau kaset selesai diputar.
Satu hal yang menarik dari listening test kami, ternyata tidak hanya menguji kemampuan kami mendengarkan bahasa Inggris dengan baik, tapi juga kemampuan kami beradaptasi dengan bahasa Inggris yang dituturkan oleh pembicara yang bukan native bahasa Inggris.
Kami mendengarkan kalimat-kalimat Inggris dari penutur seorang Italia, atau seorang Jepang, dan tentunya juga penutur berkewarganegaraan Australia. Yang lucu, logat dan penuturan orang Australia itu agak berbeda dengan pengucapan bahasa Inggris asli inggris atau bahasa Inggris Amerika. Aduh, sudah vocabulary terbatas, masih harus menebak-nebak kata-kata yang dimaksud adalah kata apa, hahaha..
Pengucapan yang berbeda itu seperti pada huruf e pada depend (dipen, di Australia dibaca dipin), atau Seven (seven, di Oz dibaca sivin), atau pada kombinasi er di akhir kalimat, contohnya comer (kamer-r-nya tipis, di Oz dibaca kamaa.. weleh weleh)
Latihan speaking tentunya dilakukan setiap waktu, kebanyakan tugasnya adalah berpasangan dan kami diminta saling mengajukan pertanyaan dengan partner kami dan juga sebaliknya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada kami, beberapa kali pa David akan menyimak setiap pasangan bergantian, dan setelah sesi selesai mencatatkan kesalahan-kesalahan kami dan bagaimana memperbaikinya di percakapan berikutnya..
Yang menarik kelas kami itu sangat hangat dan setiap orang merasa langsung dekat dengan yang lainnya cepat sekali, jadi tidak masalah siapa berpasangan dengan siapa, tetap saja cocok, sampai-sampai pa David bingung: “Saya merasa seakan-akan kelas ini sudah menjalani beberapa bulan kursus, karena tidak ada satupun dari kalian yang merasa canggung satu dengan lainnya”.. hehe.. it’s a compliment, dan terima kasih pa David (^_^)
Reading, adalah bagian yang paling susah menurutku, karena aku belum memiliki kemampuan skimming atau skipping sebaik yang dimiliki mba Ajeng, dan menurutku perlu banyak waktu untuk menterjemahkan sebuah paragraf, terutama jika aku kurang familiar dengan kosa katanya..
Tapi aku juga merasa aneh kenapa bagian yang paling sulit menurutku ini justru mendapat nilai paling tinggi dari keseluruhan hasil tes IELTSku, angka 7, ck ck ck.. *apa hasil tes itu akurat? Gedubraakkk!!*
Kelas komputer pertama kami, perkenalan dengan laboratorium komputer dan pemberian email..Kelak kami akan dilatih cara penyusunan tesis yang baik, dan rapi, dan standar, dan juga diberikan akses ke Student Share point di computer IALF. Di sana kelak akan ada jadwal2, pemberitahuan, materi, dan juga tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.
Kami juga mendapatkan alamat email khusus dan bergabung dengan milis ADS kelas kami. Alamat email-ku sendiri adalah: rsihotang@adsjkt6m4.ialf.edu. R- adalah nama pemberian-ku, Sihotang nama belakangku, 6m4 adalah nama kelasku. Email ini akan berguna kelak jika tugas-tugas sudah banyak sekali (katanya sekitar minggu ke-3), dan juga ketika kelak menjadi alumni. Oya, email ini juga digunakan untuk pemberitahuan mengenai allowance, jadi sebaiknya kami menceknya dengan teratur (-_-)
Kami juga mendapat akses ke mesin fotocopy dan internet yang tentunya gratis. Folder penyimpanan pribadi di database, dan akses ke printer yang dijatah Rp 120.000, 00 (kira-kira 2 lembar per hari). Lebih dari itu kami harus bayar kekurangannya, hehe.. Hemat deh, hemat..
Dan ada sebuah perpustakaan yang penuh dengan segala informasi tentang Australia dan budayanya, beberapa buku-buku referensi untuk subyek-subyek tesis yang beragam, jurnal, dan majalah baru, aneka buku latihan IELTS yang sebagian juga dilengkapi dengan CD untuk pelajaran listening, dan novel-novel keren, walah, surganya para kutu buku deh.. sayang untuk meminjam hanya diperbolehkan maksimal 3 buku, dan waktu perpanjangannya hanya 2 kali. Yang seram punishment untuk pengembalian buku yang telat adalah: tidak boleh pinjem buku selama seminggu, hahaha..
Aku baru menghabiskan 1 buah buku, dan itu juga kusantap sepanjang perjalananku dari dan ke IALF, antara Kemayoran-Kuningan. Perjalanan pulangku lumayan lama, sekitar 1 jam, dan 2 jam jika pulang pergi. Rasanya ingin menginap di kos Nita saja, supaya ga capek, mungkin nanti kalo tugas-tugas sudah banyak dan menuntut ke perpustakaan lebih lama.
Pekerjaan kantor juga makin riweh, membuatku jadi lebih cepat emosi beberapa hari belakangan ini. Harus bisa membagi prioritas dengan lebih pintar dan cantik, semoga bisa menjadi 6 bulan yang memuaskan.. By: Lady Clara
20 comments:
wah asik juga ya dapet ADS ini. bukan sekedar dikasih beasiswa tapi juga dikasih training untuk persiapannya ya.... mantep deh! :)
I.R.I.
@Mas Arman: Iya Mas, enaknya kaya gitu.. jadi ga kaget tar kalo di sana..
@Alberth: Halah Beth.. kamu mah udah lolos tahapan yang ini, udah ahli, tar tunggu giliranmu Agustus.. btw, materi cross culturenya asik, yang bawain lucu..
jealous sama allowance-nya,, hiks, kita di sini harus berhemat ria karena cuman dikasih 5.5 euro,,
5,5 Euro per hari? Dikali 30 hari gitu? Sama kayanya.. tadi pagi kami dibagiin yang bulan April dan Mei
jangan dibawa riweuh Clara,
nyantai dikit pikirannya, masih banyak tes juga kan
semoga sukses ya
setdah, perasaan April kan cuman seminggu doang, dibayar full juga??
iya, kalo di bawa ke Indonesia sih lumayan, tapi buat di sini mesti ekstra hemat, biar teteup bisa bawa oleh2,, hehe
untungnya akomodasi sama makan udah ditanggung smua,,
@Bu Monda: akhirnya sadar kalo nyambil ngantor itu ide buruk
@Alberth: tenang Beth, cuma 5 harinya doang, artinya seperempat, hohoho..
ziiiinnnnggggg....
Oleh-oleh klompennya terancam nih?
*menangis bombay*
tenang mba, diusahain koq...
dari dulu pengen ingin dapat beasiswa ke LN...
Waah, hebat! Saya sempet apply ADS, nyampe tahap wawancara.. ujung2nya ditolak, padahal pengen banget dulu sekolah di Aussie :)
Ayo Clara..engkau pasti bisa.
Semangat ya.....
@Nitnot: Coba aja Nitnot :)
@Damz: Coba lagi Damz, masi bisa kan?
@Bu Enny: Thanks Bu.. sedang berjuang ni :p
wahhh..asik banget mbak..aku kapan yah bisa dapat beasiswa...
anyway..semangat ya mbak..
Coba aja daftar Fitri :)
Semangat!
SUKSES kakaaaak.... semoga berhasil di negeri orang sana ya... doakan saya juga ingin menyusul kakak..
berbagi kabar baik juga ni kak... boleh ya..
English Tutors Urgently Required
Easy Speak, A fast-growing National English Language Consultant, is hunting for
English Tutors (English Teachers)
Qualifications:
1) Competent, Experienced, or Fresh Graduates
2) Proficient in English both spoken & written
3) Friendly, Communicative, & Creative
4) Available for being placed in one of the following cities:
a. Pekanbaru 0761-7641321 or 081 363 133 003 (Ms Lie)
b. Balikpapan 0542-737537
c. Batam 0778-460785
d. Palembang 0711-350788
e. Banjarmasin 0511-7069699
f. Makassar 0411-451510
g. Semarang 024-3562949
If you meet the qualifications above, please send your resume to: easyspeak.recruiting@gmail.com.
Or contact our branch offices mentioned above to confirm prior to sending your resume.
Deadline: June 31th, 2011.
Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.
Make sure that you won’t miss this golden opportunity as the day after tomorrow might be too late for you to compete for this position
Hai, salam kenal.
Selamat ya, saya juga akan mengikuti yang 2 monthers. Lumayan deg-degan nih. Kalau boleh tahu, kursusnya mulai jam berapa sampai jam berapa ya. Sepertinya ADS lagi ribet sama gelombang lainnya jadi nanya beberapa pertanyaan kok belum direspon :)
Salam,
Hai Mba Nini.. selamat juga buat Mba.. :)
Kursusnya normalnya mulai jam 9 am sampai jam 3 pm, tapi akan bervariasi tiap minggu karena ada materi lain seperti komputer, culture class, dan workshop yang kadang disisipkan di sela2 waktu kursus, atau sebelum waktu kursus..
Sampai ketemu di IALF ya :)
Hi Clara,
Salam kenal! Congratz for being granted the scholarship:).Saya sdg merencanakan utk apply tahun ini; kebetulan browsing and find out your blog... Mohon input mengenai kursus ini; selama kursus ini, either weekly or monthly, klo dilhat waktunya jam 9am-3pm, berarti udah gak bisa kerja donk, yah?
Klo gak keberatan, blh di-share pengalamannya; setelah mendapatkan scholarship, kapan mgkn adl waktu yg tepat utk meninggalkan pekerjaan, yah?
thanks in advance:)
Benar Silvi, sebaiknya memang segera resign dari kantor atau jika statusnya PNS segera ambil izin belajar, karena waktu kerja sudah bisa dipastikan tidak akan terkejar, belum lagi jika kita mau fokus latihan di rumah untuk memperdalam bahasa.
Saya sendiri harus menjalani EAP 6 bulan sampai Feb-Oktober, smeentara teman saya yang 2 bulan mulai Agustus-Oktober, jadi kami akan selesai di waktu yang bersamaan dan diperkirakan akan berangkat sekitar Januari (untuk kampus di Queensland dan Canberra , beberapa kampus menuntut siswa berangkat sejak Desember)
Nah, dari Oktober sampai Desember akan dipakai untuk mengurus mobilisasi (visa, paspor, tes kesehatan, booking kos, dll), jadi kemungkinan masih cukup sibuk, belum lagi kalo mau bawa keluarga.
Jadi sebaiknya jika sudah mendapat kepastian dapet EAP dan tanggal mulai EAP, segera saja ambil izin atau cuti, karena bekerja normal sudah tidak memungkinkan..
Saya tau beberapa orang yang masih bekerja sambil ikut EAP, tapi itu kondisinya bener2 khusus dan saya tidak bisa menjamin juga kalo hasilnya akan sama maksimalnya :) Salah dua kasus itu terjadi pada teman yang bekerja shift (PNS) dan peneliti (swasta).
Jadi memang masih bisa Silvi, tapi harus [inter2 bagi waktunya.. good luck ya ADSnya :)
Post a Comment