Tuesday, May 24, 2011

Evolusi Piramida Mesir

Gara-gara tugas dari David ini, kami harus membuat sebuah presentasi tentang satu topik yang kami sukai untuk disajikan di depan kelas hari Senin kemaren. Berhubung aku suka sekali dengan budaya Mesir, aku membawakan cerita tentang evolusi piramida ini, sesuatu yang masih akrab sekali dengan materi kuliahku dulu banget waktu tahun pertama S1 :D

Presentasi ini harus kami bawakan dalam waktu 30 menit, 5 menit presentasi dan sisanya tanya jawab. Penyajiannya dalam bahasa Inggris, yang versi sumber lengkapnya bisa dibaca juga di sini: www.touregypt.net, dan khusus untuk tulisan blog kali ini, aku mau tulis versi Indonesianya aja..

Nah, ada ga yang pernah kepikiran, gimana caranya si piramid itu muncul? Muncul dalam waktu satu malam? Jatuh dari langit? Atau seperti candi Prambanan, dibangun dengan kekuatan gaib, sebelum ayam jago berkokok? Weeiiiiss..

Ternyata salah semua, karena piramid itu sebenarnya dibangun dengan serangkaian tahapan evolusi, dimulai dari awal peradaban Mesir Kuno, jauh sebelum raja-raja (Firaun Mesir) bertahta di Mesir..
Mesir dengan permukaan tanah berpasir.. bangsa ini menganggap sebuah kehidupan muncul dari sebuah gundukan, karena setelah musim banjir berhenti, tunas-tunah pohon muda akan tumbuh dari puncak gundukan pasir di tanah-tanah Mesir

Bangsa Mesir Kuno, biasanya membuat makam bagi orang yang meninggal di dalam lubang di pasir. Mereka menggali lubang, biasanya bentuknya oval, meletakkan jenazah, lalu menutupnya dengan pasir. Dalam perkembangan berikutnya, mereka menyempurnakan lubang menjadi segi empat, menutup lubang dengan pasir, lalu menutupnya dengan kayu.

Tapi pada dinasti pertama di Mesir, saat Mesir dipimpin oleh Hor-Aha, sang raja rupanya menginginkan bentukan yang lebih baik untuk dijadikan makam baginya kelak. Beliau menginginkan sebuah makam dengan bentukan yang kokoh, kuat, dan aman sebagai tempat bagi sarkofagusnya nanti, harta-hartanya, serta benda-benda kesayangannya..

Karena rekues khusus dari sang raja inilah kemudian muncul sebuah bentukan makam yang dikenal dengan nama: Mastaba Mastaba, sebuah makam untuk raja. Disebut mastaba yang berarti bangku, karena menyerupai bentukan bangku-bangku khas penduduk Mesir. Mastaba dibangun dengan bahan ‘mud brick’ (batu bata yang dibuat dari lumpur sungai Nil)

Bentukan mastaba ini kemudian dipakai sampai beberapa dinasti, dan masih terus dipakai di kemudian hari untuk orang-orang penting atau orang-orang kepercayaan raja. Tapi untuk makam raja sendiri, bentukan ini mulai ditinggalkan sejak masa dinasti ketiga, saat Raja Djoser (dikenal juga dengan sebutan Huni) memerintah di Mesir. Djoser menginginkan sebuah makam yang lebih besar baginya sendiri, lebih megah, dan juga memiliki teknologi yang lebih baru.

Karena saat itu teknologi pembangunan menggunakan batu mulai dikenal, maka bangsa Mesir mulai membangun piramid dengan menggunakan batu gamping/kapur, yang banyak ditemukan di tambang di sekitar sungai Nil. Mereka mulai membangun bentukan makam baru dari bentukan dasar mastaba yang dilebarkan, dan juga ditinggikan.. dan muncullah bentukan baru makam raja yang kemudian dikenal dengan nama: Piramida Tangga Piramida Tangga, disebut demikian karena bentukkannya bertingkat-tingkat menyerupai anak tangga. Dibangun dengan menggunakan batu gamping dari sekitar sungai Nil. Piramida tangga ini memiliki ruangan-ruangan yang jauh lebih banyak bagi barang-barang berharga raja dibandingkan dengan yang ada di Mastaba

Nah, sejak masanya Djoser ini, bentukan piramida mulai dikenali.. Dan bentukan ini kemudian cukup banyak digunakan oleh raja-raja lain selain Djoser. Mungkin bisa dikatakan, inilah cikal bakal sesungguhnya bentukan piramida yang ada di Mesir.

Tapi, kalopun banyak raja lain yang menyukai bentukan ini, ternyata Sneferu, putra dari Raja Djoser, sang calon penerus kepemimpinan di Mesir, tidak begitu senang dengan ‘Si Tangga’. Sneferu menginginkan sebuah bentukan makam yang jauh lebih baik lagi. Dia menginginkan bentukan yang sempurna! Dia menginginkan bentukan PIRAMIDA sesungguhnya, dengan dasar persegi, ujung meruncing, sudut yang lurus, tanpa tangga-tangga seperti yang ada pada Piramida Tangga.. maka Sneferu pun kemudian membuat beberapa percobaan piramida, untuk membuat sebuah piramida sempurna bagi dirinya sendiri..

Dia memulai pembangunan piramida baru di Meydum, di sekitar Oasis. Percobaannya menghadirkan piramida 3 Tangga ini: Piramida Tiga Tangga.. memiliki 3 tingkatan piramid, masih jauh dari bentukan piramida sempurna yang diinginkan oleh Sneferu..

Kelihatannya sudut yang dibuat Sneferu terlalu curam, piramidanya masih jauh dari sempurna karena masih memiliki 3 tingkatan dan dengan demikian tidak membentuk sudut yang lurus. Meskipun begitu pemilihan bahan bangunan dan desain interior piramida tetap merupakan karya terbaik yang bisa dibuat oleh sang arsitek bagi sang raja yang tengah berkuasa (Sneferu menggantikan ayahnya). Tapi karena masih tidak puas dengan eksperimen pertamanya, Sneferu kemudian membangun piramida keduanya.. Piramida Bengkok, di wilayah Dashour. Sudutnya tidak lurus, karena terjadi perubahan selama masa konstruksi, di tengah-tengah masa pembangunan piramida.

Percobaan kedua ini dibuat di wilayah Dashour. Pada awalnya Sneferu ingin membuat piramida dengan sudut kemiringan 53 derajat. Tapi pada saat pembangunan sudah mencapai setengah dari keseluruhan masa pembangunan, Sneferu harus mengubah sudut kemiringan piramida, dan kemudian menggantikannya dengan sudut yang lebih landai, sekitar 45 derajat. Hal ini terjadi karena dengan sudut semula dan luasan dasar yang ada ternyata kestabilan strukturnya terganggu. Daripada piramida hancur dan roboh, perubahan sudut ini terhitung alternatif yang sangat baik menurut sudut pandang Sneferu. Maka lahirnya si piramida dengan sudut patah: Si Piramida Bengkok di Dashour..

Sneferu menyerah? Wah, ga dong.. beliau pun mulai merancang-rancang untuk membuat percobaan piramida ketiganya, kali ini di lokasi yang sama dengan “Si Bengkok”, di Dashour.. Si Piramida Merah, hasil karya Sneferu, piramida sempurna pertama di sepanjang sejarah Mesir dan juga di sepanjang sejarah peradaban dunia..

Si Merah ini sempurna sekali, dengan sudut lurus tanpa patahan dengan kemiringan sekitar 43 derajad, tanpa tangga-tangga, sempurna dengan pilihan batu gamping terbaik yang ada di Mesir, dengan interior ruangan yang dirancang sempurna dan dengan bahan-bahan bangunan yang terbaik juga.. Si Merah memiliki tinggi sekitar 104 meter, yang tertinggi di masa itu, yang sayangnya ternyata tidak menjadi yang terbesar di dunia beberapa tahun berikutnya.. karena putra Sneferu sendiri, kemudian memecahkan rekor piramida ayahnya tersebut. Piramida di Giza, terbesar di seluruh Mesir dan juga di dunia..

Setelah Sneferu meninggal, dia digantikan oleh putranya, yaitu Khufu (dikenal juga dengan sebutan Cheops di Yunani) dan Khufu menginginkan sebuah piramida yang jauh lebih megah daripada piramida milik ayahnya (wedeh, ga mau kalah). Jika si Piramida Merah tingginya sekitar 104 meter, maka piramida milih Khufu ini tingginya sekitar 146,5 meter, jadi memang jauh lebih tinggi, dan lebih megah juga.

Piramida Giza menjadi piramida termegah dan terbesar yang pernah ada di Mesir dan di seluruh dunia, dan piramida ini menjadi satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Masa Lalu. Para turis biasanya mengenal Giza, jauh lebih baik ketimbang piramida-piramida lainnya, yang jumlahnya sebenarnya ada ratusan, sampai sekitar 138 piramida menurut survey tahun 2008.

Tapi meskipun piramida Giza merupakan yang termegah sepanjang masa, tetap saja bapak piramida-nya bukan Raja Khufu tetapi sang ayah, Raja Sneferu, sang penemu piramida yang telah mengolah bentukan piramida dari bentukan piramida tangga sampai pada bentukan piramida sempurna yang ada sekarang ini.

Memang setelah masa Khufu, piramida-piramida besar lain terus dibangun oleh penerusnya, maupun oleh raja-raja kecil lain pada masa Mesir, namun tidak ada yang bisa menandingi kemegahan Giza. Dan sampai beberapa dinasti setelah Khufu kemudian pembangunan piramida dihentikan, kemungkinan terjadi karena material pembangun piramida yang mulai semakin berkurang, dan ada dugaan juga untuk lebih melindungi jenazah-jenazah raja-raja selanjutnya yang jika diletakkan di piramida kemudian menjadi terlalu mencolok bagi para perampok makam..

Nah, hasil kerjaku untuk David ternyata membuatku tahu satu hal lagi, kalau ternyata piramida itu tidak hanya ditemukan di Mesir, tapi juga ada di China, dan juga ada di Australia.. aww.. malah Australianya itu tepatnya di Queensland. Kalo kata Alberth sih, kemungkinan itu punyaan orang-orang Free Mason, hehe.. ga tau deh, tapi kalo memang merupakan tempat wisata, hmm.. cataatttt.. :p By: Lady Clara

10 comments:

edratna said...

Ahh Clara...saya malah baru tahu riwayat perkembangan piramid dari sini. Thanks ya.
Ada juga piramid di Queensland ya..sayang sekali, 10 hari disana saya hanya sempat keliling Brisbane dan Gold Coast (maklum kesana nya seminar, jadi dibiayai kantor)

Clara Croft said...

Iya Bu, ternyata setelah saya search di internet, memang ada, tapi sepertinya milik pribadi, cuma saya belum tau apa piramidanya bisa dikunjungi orang luar apa ga..

Enak juga ya Bu, dinasnya dapet ke luar negeri gitu.. Ibu ketemu koala ato emu dunk?

Admin said...

ENGLISH TUTORS URGENTLY NEEDED!!!

A Fast Growing National English Language Consultant is hunting for :

=> ENGLISH TUTORS <=

Qualifications:

1. Competent, experienced, or fresh graduate
2. Proficient in English both spoken & written
3. Friendly, Communicative, & Creative

Placement :
=> Batam - Pekanbaru -Balikpapan - Banjarmasin - Palembang - Medan - Makassar

Send your application and resume to : easyspeak.recruitment@gmail.com as soon as possible.

Visit http://www.easyspeak.co.id for further information.

mataharitimoer said...

wuih, keren banget. kapan ya aku bisa ke situ?

Clara Croft said...

@Matahari Timur: sama, saya juga pengen ke sana.. :)

Ata said...

..
wah sejarahnya puanjang juga ya..
aku taunya piramid itu ya yg limas itu, eh ternyata macem2 bentuknya.. ^^
..

Clara Croft said...

Yup Atta.. ternyata perlu proses panjang sampe bisa dapet bentukan yang sebagus sekarang :)

alberth said...

hiiii.. ada namaku..

Wita said...

minggu kemarin, lewat foto satelit, ilmuwan NASA baru nemuin 17 piramid yg terkubur di bawah pasir di kota Tanis, dkt Kairo, diperkirakan msh ada ratusan piramid lg yg terkubur ... jd inget Indiana Jones hehe

Clara Croft said...

@Alberth: Simone mengajarkan kami untuk tidak mengakui quote orang lain sebagai hasil pemikiran sendiri Beth.. (-_-)

@Wita: nice info Wit, thanks.. browsing lagi ahhh.. ;)