SOSIAL MASYARAKAT
Para pemukim sepanjang sungai Euphrat tersebut selanjutnya menjadi petani yang cakap. Bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia bagian selatan adalah bangsa Ubaid. Orang Ubaid selanjutnya mengalirkan air ke sungai-sungai kecil serta waduk-waduk sederhana yang dibangunnya. Karena makanan yang berlimpah dan kehidupan yang cukup terjamin, keluarga-keluarga semakin besar. Semakin banyak orang dapat membantu di ladang, semakin luas pula bidang tanah yang dapat dikerjakan. Sebuah dusun yang pada mulanya terdiri dari beberapa gubug yang terbuat dari gelagah berlapis Lumpur, lambat laun berkembang menjadi desa. Pengaturan irigasi yang rumit, hanya dapat dilaksanakan secara gototng royong, bukan kegiatan perorangan. Hal ini membutuhkan pengaturan yang lebih baik dalam bermasyarakat, sehingga membutuhkan organisasi untuk pengaturannya. Keberhasilan dan prestasi mereka dalam bidang pertanian menyebabkan keinginan bangsa lain untuk dating di wilayah tersebut. Pada 5000 tahun sebelum Masehi, bangsa Semit dari gurun Siria dan Jazirah Arab memasuki daerah pemukiman oaring Ubaid. Perkawinan silang antara kedua bangsa tersebut menghasilkan zaman baru yang lebih produktif, dan pada zaman inilah dipancangkan dasar-dasar peradaban pertama di dunia. Pendiri peradaban tersebut adalah bangsa Sumeria dan berkembang ± 3500 tahun sebelum masehi. Selanjutnya secara susul menyusul bangsa Babilonia dan bangsa Assiria menggantikan bangsa Sumeria.
POLA PEMERINTAHANUsaha-usaha yang pada mulanya merupakan usaha keluarga kini berkembang menjadi masyarakat kecil yang segala kegiatannya terutama terikat pada tempat. Bergesernya keterikatan dari keluarga kepada kelompok, merupakan penyesuaian sosial yang ada dalam proses kelahiran kota. Semakin bertambahnya kemakmuran dan perluasan masyarkat di daerah Mesopotamia bagian selatan, bertambah banyak pula peternakan dan perladangan dibutuhkan, demikian pula terusan waduk yang diperlukan untuk menunjang ekonomi pertanian, karena disana hampir tidak pernah mendapatkan hujan. Terusan dan waduk penampungan yang cukup besar perlu digali, dibersihkan dan dirawat. Hak penggunaan air perlu dibagi secara merata, batas-batas perlu ditandai dan disahkan, perselisihan perlu diajukan ke pengadilan dan diselesaikan, semua faktor tersebut menyebabkan berdirinya organisasi yang mendorong pertumbuhan kota. Organisasi tersebut adalah Pemerintahan sekuler yang mula-mula terdiri dari beberapa orang yang ditunjuk, tetapi akhirnya menjadi birokrasi yang besar. Corak dari pemerintahan desa atau kota Mesopotamia pada awalnya adalah demokratis. Akan tetapi selanjutnya pertikaian antara desa-desa atau kota di Mesopotamia dalam memperebutkan wilayah dan kekuasaan membutuhkan salah seorang warganya yang paling mampu dan berani untuk memimpin mereka agar memperoleh kemenangan atas lawannya. Dengan demikian lahirlah lembaga kerajaan yang mula-mula menunjuk “orang besar” yang bersifat sementara dan terbatas kekuasaannya. Orang besar yang dalam kata Sumeri adalah “Lugal”, berarti raja, setelah krisis militer berlalu ia meninggalkan kekuasaannya dan kembali menjadi warga biasa yang dihormati masyarakatnya. Akan tetapi pertikaian melahirkan pertikaian yang lain yang berkelanjutan dan akhirnya keberadaan seorang Lugal menjadi dibutuhkan secara terus menerus, tidak bersifat sementara lagi. Kedudukan Lugal seterusnya diwariskan mengikuti mengikuti garis kebangsaan serta kekuasaan yang mutlak. Inilah pergeseran dari demokratis yang theokratis menjadi otokratis. Kota pertama yang berhasil menegakkan kekuasaan atas seluruh Sumeria adalah Kota Kish, yang reruntuhannya ± 88 Km disebelah selatan Bagdad (Irak). Kish mencapai puncaknya dibawah pemerintahan Raja Etna, pada tahun ± 3000 sebelum masehi. Tidak lama kemudian pada tahun ± 2700 sebelum masehi, kekuasaan kota Kish mulai disaingi oleh Erekh, sebuah kota sekitar ± 160 km disebelah tenggara Kish, yang mencapai kejayaannya dibawah raja Gilgamesh. Disamping itu, kota lain yang juga muncul adalah kota Ur, yang selalu menjadi persaingan segitiga kekuasaan. Sedangkan kota keagamaan adalah kota Nippur. Selama beberapa abad, terjadi persaingan politik serta kekuasaan, sampai akhirnya raja Sargon yang agung menaklukkan seluruh daerah tersebut. Sebagai panglima militer pemegang pemerintahan serta pemimpin organisasi yang tangguh, Sargon merupakan orang pertama yang mempersatukan Sumeria dan seluruh Mesopotamia bagian utara menjadi satu kekuasaan tertinggi. Kemaharajaan Asia Barat itu berlangsung hingga 200 tahun. Sargon adalah orang bangsa Semit yang lahir tahun ±2350 sebelum masehi. Di salah satu tempat sepanjang sungai Euprat bagian selatan Mesopotamia tengah, yang pada waktu itu bernama Akkad, didirikan ibukota baru bagi Kerajaan Sargon, dan diberi nama Agade. Kehancuran tidak dapat dihindari oleh penguasa Semit ±2200 sebelum masehi, dengan kedatangan bangsa Gut yang bengis dan menghancurkan Agade. Dari perebutan kekuasaan dengan bangsa luar selama 100 tahun akhirnya kekuasaan dimenangkan oleh Utuhegal dan menguasai Sumeria selama 7 tahun saja. Selanjutnya Utuhegal disingkirkan oleh Ur-Namu seorang Jenderalnya. Wangsa-wangsa selanjutnya dibawah Ur-Namu dan keturunannya, Sumeria dipulihkan kembali hingga mencapai kemegahannya. Pembangunan Zigurat untuk persembahan pada Nanna, Dewa bulan yag terdiri dari dasar bangunan raksasa terbuat dari bata meliputi bidang luas 61 x 43 meter masih terlihat sisanya. Bangunan aslinya terdiri dari 3 (tiga) tingkatan dan puncaknya berupa kuil yang menjulang ±21 meter, serta perletakannya berada diatas kota. Dengan hancurnya Ur sekitar ±tahun 2000 sebelum masehi, maka berakhirlah kekuasaan Sumeria. Selama 15 abad berikutnya, Negara-negara kota di Mesopotamia menjadi kerajaan-kerajaan baru dengan ibukotanya masing-masing. Dua diantaranya yang paling menonjol adalah Kerajaan Babilonia disebelah selatan dan Assiria disebelah utara menjadi kemaharajaan yang besar. Di bawah Hammurabi dari Amori, yang naik tahta tahun 1750 sebelum masehi, Babilonia mulai memasuki masa kejayaannya.
KEAGAMAANMasyarakat di Mesopotamia percaya pada banyak Dewa, yang memerintah langit, bumi dan dunia bawah suram, namun mereka mempunyai nafsu dan kelemahan seperti manusia biasa. Bumi menurut orang Mesopotamia merupakan bidang rata, dilingkupi oleh ruang kosong luas yang tertutup oleh lengkungan langit yang membentuk alam raya, disebut An-ki atau “langit-bumi”. Dibutuhkan banyak dewa untuk mengatur alam raya tersebut, para dewa ini diberi tingkatan hirarki sesuai dengan kepentingan, pengaruh serta kekuasaannya. Yang paling besar kekuasaannya adalah para dewa yang menguasai keempat kawasan utama di dalam alam raya yaitu An dewa langit, Enlil dewa udara, Enki dewa air serta Ninhursag dewi agung bumi.
SENI, TEKNOLOGI DAN ARSITEKTURKetika para pengembara mulai menghentikan kebiasaannya dan menetap di dusun-dusun, rumah tinggal dibangun dari bata yang dijemur, dan tiap-tiap rumah terdiri dari 6 sampai 7 ruang berbentuk panjang melorong, yang diatur mengelilingi sebuah halaman dalaman (patio), sehingga hawa yang panas diluar tidak sampai masuk ke dalam rumah. Akan tetapi bagi penghuni rawa gelagah, mereka membangun rumahnya dari bahan yang tersedia, yakni gelagah rawa yang mudah hancur. Bangunan yang dihasilkan mirip terowongan dengan atap melengkung,dengan cara menanam 2 deret ikatan gelagah kedalam tanah untuk membuat pilar, lalu melengkungkan serta mengikat pada ujungnya untuk membuat lengkungan atap gelagah pula, itulah gubug gelagah.
KARAKTER ARSITEKTUR
Patio sebagai halaman dalam, sangat penting artinya bagi orang Mesopotamia. Patio tersebut mengikat ruang-ruang yang mengelilinginya, yang terdiri dari ruang-ruang berbentuk rangkaian segi panjang yang sempit melorong yang ditutup oleh atap melengkung.
Bahan bangunan terdiri dari bata Lumpur yang dikeringkan, sehingga secara struktural merupakan tatanan dinding bata yang cukup tebal, disamping karena bahannya sendiri juga dapat mengkondisikan ruang dalamnya, agar panas dari luar tidak terbawa masuk.
Bukaan pada pintu dan jendela cukup kecil saja, juga agar hawa panas tidak masuk kedalam ruang, sedangkan kesan secara keseluruhan masif.
ANALISA PERKEMBANGANMesopotamia
Bahan bangunan untuk rumah tinggal adalah dari bahan gelagah, yang ditutupi oleh Lumpur ataupun gubug dengan pola dinding duri ikan dari Lumpur yang dikeringkan.
SumeriaKuil Putih, Mosaik berwarna pada dinding kuil mulai digunakan, huruf baji, Zigurat.
Babilonia
Assiria
Persia
Bangunan pada masa ini adalah Serambi Seratus Tiang dari Raja Xerxes, Apadana Darius I.
BANGUNAN/ KARYA ARSITEKTURAL MESOPOTAMIA
Zigurat
Sekitar tahun 2250 sebelum masehi dikenal adanya artificial ‘Hill of Heaven’ yang merupakan monument keselamatan terbesar simusim panas yang bernama ‘The Ziggurat of Ur’ yang merupakan monument penghormatan kepada salah satu Tuhan mereka bulan dan gunung sebagai rumah yang diberikan kepada pendatang pertamanya.
Menurut Sir Leonard Wooley, Zigurat itu setinggi 68 feet yang terletak pada terase setinggi sepuluh feet di atas kota.
Taman Gantung
Pada abad ke lima sebelum masehi (604 -562 sebelum masehi), sebuah taman yang diasumsikan orang sebagai Taman Surga atau ‘paradise’ seperti yang diungkapkan pada setiap kitab suci, ditemukan. Taman ini kemudian dikenal dengan taman gantung Babylonia, yang megah seluas empat are (400 feet square), setinggi 300 kaki (100 feet) sehingga dapat melihat pemandangan-pemandangan lembah dan padang pasir disekitarnya, dan terlihat di sisi Barat sungai Euphrates. Taman Babylon ini termasuk salah satu keajaiban dunia. 