Gain Money by This Adgitize

Friday, November 13, 2009

Medical Check Up Gratis dari PT. ASKES di BMKG

Mulai tanggal 13-15 Oktober sebulan yang lalu di kantorku diadakan kegiatan Medical Check Up gratis bagi seluruh pegawai. Karena begitu banyaknya karyawan BMKG di daerah Jabodetabek, maka pemeriksaan dilakukan bergilir sesuai daftar nama yang diatur oleh pihak Kepegawaian, aku kebetulan mendapatkan hari ketiga. Acara ini dilaksanakan berdasarkan surat PT ASKES (Persero) No: 933/0905/0809 tanggal 18 Agustus 2009 tentang Usulan Peserta Pelayanan Medical Check Up bagi peserta ASKES Sosial, dilaksanakan dalam 3 hari mulai pukul 08.30 sampai 15.00 (yang dalam kenyataannya dimulai pukul 08.00 karena padatnya antrian, hehe). Pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan di Gedung Serba Guna BMKG, Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan providernya Rumah Sakit OMNI. (Iya benar.. OMNI yang itu..) Pemeriksaan pertama adalah urinalisa, pemeriksaan urine. Kami diberi tabung kecil untuk menempatkan air seni. Sayang untuk pemeriksaan yang satu ini aku tidak bisa ikut karena terkendala rutinitas biologis wanita. Tes kedua adalah tes darah. Darah kita akan diambil (saat itu darahku diambil dari tangan sebelah kananku ini) dan dibawa untuk diperiksa. Adapun tes darah meliputi: Tes darah rutin (Hemoglobin, Leukosit, Eritrosit, LED), Lemak Darah (Cholesterol , trigliserida), Gula Darah (glukosa darah sewaktunya), Fungsi Hati (tes SGOT, SGPT, dan Gama GT), Fungsi Ginjal (Creatin clearance, Ureum, Asam Urat). Sementara tes ketiga yang kujalani adalah pemeriksaan Fisik Dokter, dokter yang memeriksa kami sangat muda, dan beliau memeriksa kami menurut formulir isian yang disediakan. Pemeriksaan keempat adalah Pemeriksaan Radiologi, dengan foto Thorax A/P, keluarannya berupa pernyataan tentang bagaimana kondisi paru-paru dan jantung kita. Nah, empat data tes ini akan dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut dari tim dokter OMNI, yang hasilnya akan keluar kurang lebih 1 bulan kemudian, yang persisnya adalah hari Jumat seminggu yang lalu. Ya, kami sudah menerima hasil tes dan hasilnya mengejutkan beberapa orang. Bu Sum misalnya, ternyata didiagnosa memiliki kolesterol, cukup menyebalkan.. Bu Sum sepertinya harus lebih banyak berolah raga. Dan hasil tesku sendiri? Hehehe.. seperti bisa diduga: underweight.. berat badanku masih kurang 2 kilo untuk bisa mengimbangi tinggi badanku. Yah, kamu tau kan rumus praktis perbandingan tinggi badan dan berat badan: Berat = Tinggi -110, kurang lebih mungkin begitu. Yah, tapi hasil UNDERWEIGHT jauh lebih menyenangkan bagiku daripada OVERWEIGHT, karena overweight ujung-ujungnya dekat dengan kolesterol dan teman2nya, dan overweight berarti kita harus mengurangi makan makanan yang kita suka, oh that’s a big no no.. Hasil yang lain dari tesku berkenaan dengan penyakit klasik yang menyebabkan aku tidak bisa menjadi pendonor darah, kesimpulan analisis dokter menyebutnya: kenaikan fungsi enzim hati (berarti tidak lolos lagi tes SGOT, SGPT, atau Gamma GT). Hasil yang menyebalkan sekali bagiku.. meskipun sudah menyangka hasilnya akan menyebutkan hal-hal seperti itu, tapi kenyataan bahwa kondisi badanku tidak lagi seperti dulu membuatku cukup kesal.. kesal pada diri sendiri, dan kesal karena sampai sekarang belum menemukan pemecahan yang baik untuk hal ini. Huhuhu.. Satu hal yang kusyukuri, diagnosa dokter masih bisa diubah di lain waktu jika aku memperbaiki pola makan dan pola hidupku (olah raga, makan makanan yang lebih bersayur, red). Oh ya, sedikit tentang ASKES, PT. ASKES Indonesia atau PT. Asuransi Kesehatan Indonesia (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya. Satu keuntungan dengan menjadi peserta ASKES, kita akan diberi bantuan dalam pengobatan yang kita lakukan di Rumah sakit-rumah sakit rujukan ASKES. Aku sendiri sudah menjadi anggota ASKES sejak tahun lalu, saat itu untuk pertama kalinya aku memproses potongan biaya untuk pembelian kaca mata, dari ASKES sendiri bisa meringankan sebesar Rp 150.000, 00. Memang sisanya harus kita usahakan (tombok) sendiri, tapi nominal sebesar itu tidak diragukan cukup membantu bukan? (^o^) Untuk prosedurnya cukup gampang, kita cukup datang ke kantor ASKES dengan membawa surat keterangan dari kantor, pas foto dan SK Pegawai kita. Saat aku, Didi, Mba Hanny dan Ncen mengurus ASKES kami tahun lalu, prosesnya hanya memakan waktu singkat, kurang dari 1 jam. Waktu yang singkat dibanding dengan proteksi kesehatan kita yang seumur hidup bukan? By: Lady Clara
... (catch more about this topic here.. Danke)

Thursday, November 12, 2009

Stupid Cupid, Salah Sasaran.. Lucu-lucu Konyol

Kali ini menikmati salah satu buku ringan pilihan Mba Ajenk, hehe.. U know what, Mba Ajenk itu biasanya pilihan bukunya yang berat-berat sekelas Hanibal, Black Swan, dan buku-buku psikologi berbahasa Inggris yang setebal bantal itu.. Tapi tumben kali ini hatinya jatuh ke salah satu buku berjudul Stupid Cupid, yang ceritanya lucu abis, mungkin juga sedikit banyak mencerminkan diri kita wanita, yang sesungguhnya di dalam hati sangat menginginkan sebuah pesta pernikahan yang indah dan berjalan lancer, meski tanpa.. membelai pria?? Hehehe.. Ceritanya tentang seorang gadis tomboy bernama Hat Grant, seorang ahli kebun yang bertemu dengan seorang pria cool bernama Jimmy Mack, seorang Scottish yang minta ampun deh.. Setelah melamar Hat dan merencanakan tanggal pernikahan mereka, Jimmy memutuskan menyerahkan segala persiapan pesta pada Hat yang meskipun tomboy, ternyata sesungguhnya sangat ingin memiliki pernikahan yang besar layaknya pernikahan Penny, kakaknya yang cantik dan manis, yang sebelumnya telah lebih dahulu menikah dengan seorang pria keluarga bangsawan. Entah hanya berusaha menyaingi Penny, atau cuma terlalu bersemangat untuk memiliki sebuah pesta, Hat sampai tidak menyadari kalau rencananya kemungkinan bisa saja berubah. Enam minggu sebelum pernikahan, kekasih Scotishnya tiba-tiba memutuskan pertunangan dan menyatakan dengan sangat jelas kalau mereka tidak akan menikah.. jeger.. Bahkan petir di siang bolong pun mungkin kalah hebat efeknya disbanding kenyataan pahit yang tidak disangka-sangka itu bagi Hat. Setelah putus, Jimmy meninggalkan Hat dengan segudang persiapan pesta yang hampir fix, catering yan telah dibayar uang mukanya, baju pengantin yang telah dirancang, bahkan makanan catering yang harus segera dicicipi. Ketimbang memilih patah hati berlarut-larut atau menceburkan diri ke dalam danau karena patah hati, Hat secara naïf justru memilih untuk.. meneruskan persiapan pesta pernikahan!! What? Yap, Hat meneruskan persiapan pesta tanpa kemungkinan hadirnya si pengantin pria ke altar. Hehehe.. kejadian lucunya dimulai di sini, bagaimana Hat yang begitu frustasi menjelang minggu2 yang mendekat kemudian berusaha memenangkan hati pacarnya kembali untuk bisa tetap meneruskan hubungan mereka. Beberaa hal gila yang Hat lakukan: mulai dari berpura-pura diamputasi, MEREBUS BONEKA KELINCI, sampai memakai baju seksi pun dia lakukan, tapi semua cara tidak memberikan hasil yang memuaskan. Kejadian demi kejadian menjadi semakin runyam ketika keluarga Hat, mulai dari Ibu, Ayah sampai Kakak Hat, ternyata INGIN bertemu dengan si calon pengantin pria. Walah walah.. Hehe.. Upaya pengecehon keluarga Hat ini yang kelak justru membawa Hat pada penyelesaian masalahnya.. di akhir cerita Hat menyadari bahwa sebenarnya tidak baik baginya untuk memikirkan sebuah pernikahan sebagai sebuah pesta meriah penuh bunga belaka, tetapi Hat juga harus memperhitungkan landasan dari pernikahan itu yang sesungguhnya.. Hehe.. buku yang sangat bagus khususnya bagi para wanita yang ingin memiliki pernikahan idaman, sangat menarik dan lucu. Alur ceritanya juga menarik. Satu yang kusayangkan hanya karakter Jimmy yang ga banget itu, hm.. tapi sisanya benar-benar oke. Oyah, buku ini karangan Arabella Weir, seorang artis yang berlatar belakang comedian juga. Ah ya, selamat membaca saja deh.. semoga kamu juga menikmatinya sebanyak aku menyukai buku ini. By: Lady Clara
... (catch more about this topic here.. Danke)

Thursday, November 5, 2009

When There is A Will, There is A Way

Dari salah satu milis (Psikologi UNDIP), sesuatu yang harus ditiru oleh kita semua.. Semustahil apapun keadaannya, tetap semangat yaa.. (^o^)
... (catch more about this topic here.. Danke)

Monday, November 2, 2009

Jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah

Salah satu sisi Jakarta yang wajib dilihat: Taman Mini Indonesia Indah. Di kawasan wisata budaya yang satu ini kita bisa mengenal Indonesia secara lebih dekat dan lebih.. mini!! Hehe.. ya.. di dalam Taman Mini Indonesia ini kita bisa melihat miniatur rumah-rumah adat dari berbagai suku yang ada di 26 propinsi di Indonesia (NB: Saat itu Indonesia belum mengalami pemekaran menjadi 33 propimsi.Pembuatan Taman Mini ini diprakarsai oleh Ibu Tien (Siti Hartinah) yang pada saat itu menjadi Ibu Negara kita. Tujuannya tentunya untuk menumbuhkan rasa kecintaan kita kepada tanah air kita Indonesia yang kaya ini.. Hmm.. Nice work Ibu. Waktu berkunjung ke sana kemarin, Taman Mini sangat ramai dikunjungi oleh keluarga-keluarga muda yang membawa putra-putri mereka. Banyak pedagang souvenir juga, menjajakan aneka barang berbau khas Taman Mini.. Banyak yang bisa dilihat, tapi yang terutama sangat mempesona tentunya anjungan-anjungan rumah adat dari berbagai propinsi itu.. Satu per satu aku dan Nita berusaha memasukinya. Kami masuk pertama kali dari anjungan Jambi. Kurang mengenal Jambi sih, jadi agak tertarik juga dengan ornamen-ornamen khasnya, sayang pada saat itu anjungan Jambi sedang mengalami beberapa perbaikan. Anjungan Jambi ini bersebelahan dengan anjungan Riau yang memiliki ornamen yang agak mirip.Masih ingat Gurindam 12 yang khas dari pelajaran sastra kita di SMA? Ada di sini nih..Gerbang Riau Anjungan Riau bersebelahan dengan anjungan Sumatera Barat..Rumah bagonjong khas Sumatera BaratNita di salah satu pelaminan pengantin Minang. Di pernikahan Tussie, aku juga melihat yang seperti ini, tapi jauh lebih besar dan lebarAda banyak pedagang yang menjajakan barang-barang cendera mata yang lucu dan unikDi sebelah anjungan Sumatera Barat, ada Rumah Bolon Sumatera Utara yang luar biasa besarnya.. sangat agung dan mengingatkanku pada rumahnya opung, hehe..Nita dengan tortornya.. Tampak juga rumah khas Batak Karo Ini dia si Rumah Bolon (bolon = besar) Di dalam rumah, banyak dipajang ulos-ulos dengan berbagai motif dan jenis, dari berbagai waktu.. Ada tarombo Batak juga, yang bisa kita dapatkan dengan Rp 60.000, 00. Kalau penasaran dengan posisimu di dalam sejarah raja-raja Batak, kamu bisa lihat di tarombo itu, hehe.. Nita dengan lompat batu ala Niasnya.. Baru tahu ada yang lompat batu sambil bawa-bawa tas.. Kitang.. nah, kalo kamu belum tahu, pekerjaan opung-opung kebanyakan jaman dulu sangat akrab dengan benda ini. Selain bertani, mereka biasanya juga mengambil enau di pohon, alat inilah yang dijadikan wadahnya. Kata Emakku, di masa-masa aku kuliah, dimana di punggungku selalu tersampir tabung rotring tempat menyimpan gambar kerja SPA, aku keliatan so much like opungku.. wahaha.. maksud Mama?? Di jaman dulu yang dibawa-bawa di punggung ya benda seperti ini, kitang.Dan ada juga bubung untuk menangkap ikan. Kalo kamu amati baik-baik, prinsipnya sederhana, ikan bisa masuk, tapi tidak bisa keluar. Dan yang tertangkap hanya ikan-ikan besar, tidak ikan kecil, apalagi bibit ikan. Ramah lingkungan kan?Yang satu ini kelihatannya rumah ada Sumatera Selatan Nah, sekarang kita udah menyeberang pulau nih, ke Borneo sebelah Barat. Di atas ini adalah gambar Nita dengan rumah adat Kalimantan Barat. Ada miniatur tugu kathulistiwa juga. Pakaian adat Kalimantan Barat untuk pesta pernikahan. Ada mesin tenun juga Dan di lemari pajangnya terlihat beberapa guci-guci.. Ya, memang selain suku dayak dan Melayu, mayoritas penduduk di Kalimantan Barat adalah penduduk thionghoa. Nita dan tugu kathulistiwa Tangga kayu yang diukir, transportasi vertikal menuju rumah adat Kalimantan barat. Ada pesawat juga..?? Nah, sekarang mari kita pulang ke tanah Banjar.. hehe.. Dari jauh sudah terlihat Rumah Bubungan Tinggi yang luar biasa megah itu.. rumahnya raja-raja urang Banjar. Dari jauh, ada 2 rumah adat yang mencolok di antar rumah adat yang lain karena ukurannya yang ekstra, yang pertama Rumah Bolon orang Toba, dan yang kedua Rumah Bubungan Tinggi urang Banjar ini. Alat pemotong padi khas Banjar Ukiran khas Banjar, biasanya motifnya bunga atau tanaman, ragam hias ini mengadopsi budaya asalnya di Tanah Jawa sana.Dan ada pameran sasirangan juga, motif khas Kalimantan Selatan. Sambil ngelihat-lihat Bapak yang sedang mendulang intan.. Sapa tau kebagian intan berapa puluh karat, hehehe.. Oya, Kalimantan Selatan terkenal dengan intan dan permatanya juga loh.. Beberapa saat yang lalu malah sebuah intan super besar yang ditemukan di Kecamatan Cempaka, Kalsel, bahkan menarik minat para penawar dari luar negeri (saat itu orang Jerman). Kalo yang ini, sudah menyeberang dikit ke propinsi tetangga, Kalimantan Timur. Kaltim dan suku dayak Kaltimnya terkenal dengan ukiran khas Dayak yang cukup mirip dengan motif khas Kalteng, yah, sama-sama dayaknya.. Suku Dayak memang menyebar di seluruh Kalimantan (terutama pedalamannya), urang Banjar adalah salah satu rumpun suku Dayak yang terpengaruh budaya Jawa. Rumah adat Kaltim. Teras rumah dengan kayu ulinnya yang luar biasa itu, Kayu ulin terkenal dengan sebutan kayu besi karena kekuatannnya. Motif khas dayak Kaltim. Meskipun meloloskan Kalteng (yang terletak dibalik anjungan Kaltim), aku dan Nita akhirnya melanjutkan kunjungan ke pulau tetangga, ah ya.. meskipun haus, tapi jangan sampai buang sampah sembarangan yak.. Nita dicegat boneka simba yang lucu.. Kami sampai di tanah Ambon Manise.. Nita sepertinya melakukan perbuatan nakal sampai-sampai Pak Pattimura marah padanya.. Baju adat pengantin Ambon Aneka oleh-oleh khas Ambon, ada minyak kayu putih, dan anek perhiasan perak dan mutiara. Aneka hiasan dinding yang terbuat dari kerang mutiara. Cendrawasih?? Salah satu hiasan dinding dari bahan kerang mutiara lainnya. Postur Yesus kelihatan bersinar..Masih kesal dengan Pattimura, kelihatannya Nita sekarang ingin berbuat usil padanya, whaha.. Membantu membuat perahu? Atau mengganggu? Kami sampai di Sulawesi Utara. Apa aku salah persepsi, ataukah gambaran ular itu memang mirip dengan anacondanya Amazon? Hmm.. Nita cari masalah lagi.. Rumah adat Sulawesi Utara Kursi goyang untuk oma opa? Pelaminan Nita dan anoa..Sisi Sulawesi yang lain Di sini batasan-batasannya sudah kurang kupahami, berhubung kurang mengenal Sulawesi, aku mungkin tidak sadar lagi ketika kami sudah beralih ke batasan propinsi Sulawesi yang lainnya.. Rumah adat dan motor? Kontras yak.. Nah, kalo Tongkonan pastinya dari Sumatera Selatan. Aduh.. aduh.. Untunglah kali ini Nita akur dengan penduduk Toraja. Nita sedang menghitung jumlah tanduk kerbau yang dipajang di tongkonan yang satu ini. Jumlah tanduk menandakan kemakmuran si penghuni loh.. Nita dan Sultan Hassanuddin.. Rumah-rumah unik lainnya..Anjing yang baeekkk.. Kali ini kunjungan kami sudah menyeberang lebih ke selatan, ke Nusa Tenggara Timur.. rumahnya Sti. Dengan komodonya yang terkenal ke seluruh dunia.. Kalo yang ini kelihatan seperti rumahnya suku Asmat yak?Pesta Nusa Tenggara dengan iringan musik Anak Medan.. haduhh.. Menari.. Anjungan-anjungan yang sudah kami lewai dilihat dari seberang danau. Mari menari di rumah Bali. Seperti layaknya pulau aslinya, anjungan Bali juga paling banyak dikunjungi wisatawan..Rumah-rumah yang ditata khas dengan perletakkan sesuai nilai-nilai lay out rumah di Bali. Banyak turis yang sangat antusias untuk berfoto dengan ornamen-ornamen khas Bali tersebut.. Dan gerbang khas Balinya juga tak ketinggalan. Ahh.. sudah menyeberang lagi ke Tanah Jawa. Inilah umpak khas rumah joglo Jawa, dan 4 tiang yang disebut dengan "saka guru".Anjungan Jokjakarta, Keraton Jokjakarta Anjungan Jawa BaratAnjungan Jawa Timur, karapan sapi.Nita dan Ibu Pelikan.. Anjungannya Abe, Bandar Lampung..Lihat ornamen gajah-gajah Way Kambasnya yang unik itu.. Bukan.. bukan yang baju putih, yang hitam itu.. :D Cape berkeliling, aku dan Nita mampir di sebuah stan yang menyajikan buku-buku lama bermutu yang sudah tidak diinginkan pemiliknya.. Aku mendapatkan 7 buku yang sudah cukup lama kucari dan tidak ada lagi di pasaran, benar-benar menyenangkan.. Buku-buku tua ini dikemas lagi oleh Bapak penjaga stan, dan dirapikanAda banyak sekali koleksi buku-buku tuanya..Salah satunya adalah buku milik salah satu tokoh kemerdekaan Indonesia Bapak Mohammad Roem, buku yang sangat tua, sebagian sisi-sisinya sudah menikmati gigi-gigi rayap, tapi tetapi tetap bernilai tinggi karena usia tuanya.Menurut si Bapak, buku ini akan dihargai dengan 6 angka di belakang koma, wah wah.. Istana Burung di Taman Mini. Selain istana Burung juga ada taman anggrek, taman melati, dan kolam akuarium air tawar.Gerbang ala Bali yang mewakili Indonesia di mata internasional.Kereta layang. Sleain kereta layang, di TMII juga ada gondola yang bisa menghantarkan kita melihat seluruh anjungan dari atas, dan juga memungkinkan kita melihat miniatur pulau-pulau Indonesia di danau buatan TMII. Salah satu kios di sudut yang lain dari Taman Mini yang juga menjual anek pernak-pernik dan cendera mata. Ada beberapa graha dan museum di TMII, di antaranya Museum Indonesia, Museum Pusaka, Museum Transportasi, dan Pusat Peragaan IPTEK. Desa ThionghoaMuseum Perangko Museum Komodo Dan salah satu joglo ini, memajang miniatur Candi Borobudur lengkap dengan stupa-stupanya yang unik. By: Lady Clara
... (catch more about this topic here.. Danke)

Thursday, October 29, 2009

Maximum Ride IV, The Final Warning

Sekali lagi James Patterson menceritakan kisah anak-anak manusia burung, Max, Fang, Nudge, Iggy, Gazzy, dan si anjing cerewet Total. Meskipun sedang menikmati masa-masa memiliki orang tua, Max dan teman-teman tetap tidak bias mempercayai Jeb, ayah kandung Max, yang selama ini kerap menjerumuskan mereka ke dalam bahaya. Bertolak belakang dengan Jeb, dr. Martinez (Ibu kandung Max) mendapatkan kepercayaan dari Max dan teman-teman, meskipun tidak dapat dipungkiri Max tetap saja kuatir kepercayaannya kepada Ibunya bisa saja ditunggangi oleh pihak-pihak lain yang sangat jahat. Di buku Max kali ini, tidak ada lagi Ari, tidak ada ITEX, ataupun flyboy. Tapi muncul seorang sosok jahat bernama Uber Direktur dan GOZEN. Dalam buku ini sang Uber Direktur ingin melelangkan Max dan teman-teman kepada para penawar tertinggi. Seakan-akan kurang banyak saja para pengejar Max CS, hh.. Uber Direktur dan teman-temannya ingin mengadu Max dengan sebuah: topan.. Ah ya, topan, badai, pemanasan global.. Buku Maximum Ride yang ke-4 kali ini berbau-bau BMKG deh.. hehe.. Dalam salah satu kisah, sebelum konflik dengan para ilmuwan gila dimulai, diceritakan Max dan teman-teman dibawa oleh dr. Martinez ke sebuah tempat yang (katanya) cukup aman, yaitu: KUTUB UTARA. Max dan teman-teman diharapkan mau membantu para ilmuwan yang sekarang sedang melakukan penelitian di sana yang berkaitan dengan dampak pemanasan global dan usaha penyelamatan dunia dari ancaman rumah kaca. Dengan proses penjelasan yang alot akhirnya para ilmuwan berhasil meyakinkan Max betapa jahatnya pemanasan global itu. Selain mengancam keberadaan daratan di bumi ini (akibat es yang mencair) kita juga terancam mengalami cuaca-cuaca ekstrim seperti lebih banyak angin ribut, tornado, tsunami, gempa bumi hujan di waktu-waktu yang acak, juga di lain tempat kemarau dan kebakaran hutan. Ya, buku yang kali ini agak-agak mencong juga sih kalo kupikir, ketimbang mengemas petualangan Max dan teman-teman melawan musuhnya (yang sampai sekarang ga jelas siapa), isi bukunya kali ini lebih seperti mengajak para pembacanya mengerti dampak global warming, mungkin maksudnya sekalian propaganda kali yak, tapi inti ceritanya jadi kurang jelas. Tidak ada clue tentang siapa sang suara yang sebenarnya, yang ada malah kemunculan Uber Direktur yang entah dari mana.. dan kemunculan Akila (anjing yang ditaksir Total) juga menambah jumlah kawanan menjadi terlalul banyak: Selain 5 anak burung, ada Total, sudah 6, ditambah Akila, jadi 7 kawanan, belum menghitung Celeste yang selalu dibawa-bawa Angel kemanapun dia pergi, waduh waduh.. I think that’s too much! Ah ya, di buku ini seperti biasa anak-anak burung memperoleh kekuatan-kekuatan baru, yang selalu saja bertambah namun tidak jarang bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Mungkin Petterson bias lebih mengeksplor kekuatan yang ada saj ketimbang menambah-nambah kekuatan lain yang kurang jelas juga peruntukkannya. Angel sekarang bias berubah menjadi binatang, Nudge memiliki sedikit kekuatan magnet, Iggy bisa mendeteksi warna dengan kulitnya (meskipun ia buta) dan Fang bisa menghilang di latar belakang kegelapan. Dan jangan lupa si Total, sekarang sayapnya mulai tumbuh.. I wonder, apakah selain memiliki kekuatan yang bertambah hari demi hari, apa kawanan juga bisa mengalami kehilangan kekuatan ya? Dan Gazzy, kelihatannya kekuatannya tidak pernah bertambah.. hmm.. By: Lady Clara
... (catch more about this topic here.. Danke)

Thursday, October 22, 2009

Mulai Latihan Nyanyi Lagi, Hallelujah Handel, Lagu Tahun Lalu

Ah, akhirnya latihan koor dimulai lagi. Sudah 2 kali sejak 1 minggu terakhir ini, kami mulai berlatih koor lagi secara intensif untuk persipan Natal bulan Desember yang akan datang. Belum tahu pasti judulnya apa, salah satu lagu mungkin Carol and The Drum, satu lagu lagi masih misteri.. hmm.. Seperti biasa, aku beramai-ramai lagi bersama Mba Asteria, bu Retno, Mba Suli cs, dalam formasi Alto. Kangen juga sih dengan formasi sopran, tapi berhubung oktaf yang dipilih Mas Agus cs kadang-kadang kurang manusiawi untuk diafragmaku yang tidak fit lagi, sepertinya lebih baik jika fokus di Alto, sekurang-kurangnya bisa menyanyi duet bareng Reza, Didi ato Titah kalo lagi di luar latihan koor, sekalian menambah pemahaman baca not 'miring'nya.. Kalo tahun lalu kami tampil di 2 pesta Natal, milik BMKG dan Angkasa Pura membawakan 2 buah lagu, satu lagu khas Natal: Jingle Bells, dan satu lagi lagu super klasik milik George Frederic Handel: Hallelujah!!
Sedikit tentang Pak Handel beliau itu ternyata seorang komponis yang awalnya dituntut untuk menjadi seorang ahli hukum oleh ayahnya, weleh weleh.. melencengnya jauh sekali ya Pak.. Lahir tanggal 23 February 1685 dan wafat tanggal 14 April 1759 Handel telah menciptakan lebih dari 120 lagu untuk paduan suara, lagu-lagu trio dan lagu duet; lagu-lagu solo yang tak terhitung jumlahnya; musik-musik gerejawi; ode dan serenada serta 16 konser organ. Nah, kalo Hallelujah sendiri adalah salah satu komposisi musik buatannya yang begitu akrab dengan masa-masa Natal. Ehm.. kalo dipikir-pikir kemudian tidak hanya akrab bagi masa-masa Natal, tetapi sangat akrab untuk dipilih menjadi chorus bagi suatu theme yang bersifat rohani. Ahh.. bahkan film serial Proposal Daisakusen yang kutulis di postinganku yang sebelumnya pun menggunakan chorus Hallelujah Handel ini sebagai penanda kedatangan peri dan kembalinya Ken ke masa lalu.. hehe..Menyanyikan partitur Hallelujah dengan 4 suara, aku berada di kubu Alto, dan Reza, Titah, Didi di sopran. Di kubu Tenor sendiri ada Mas Thomy yang suaranya cukup tinggi.. Hehe.. sedikit note: Mas Thomy adalah seorang solois di gerejanya, jadi tidak heran jika terbiasa dengan not-not indah dengan titik di atas itu.. Dan pada kubu Bass, ada Andersen dan bang Eben cs. Tahun ini Andersen tidak bisa ikut paduan suara sementara karena harus menuntu ilmu ke negeri orang, jadi formasi Bass berkurang nih.. Tapi kelihatannya Mas Agus, sang pelatih kami tahun lalu memilih untuk masuk di kubu Bass, jadi kami pikir Bass akan tetap oke, hehe..Oyah, Mas Agus setahun yang lalu, benar-benar menjadi pelatih yang galak, yang hampir setara dengan Pak Andreas guru SD kami dulu. Setelah mendengar Mas Agus tidak melatih kami untuk tahun ini, ternyata kami menjadi lebih shock karena mendapatkan pelatih koor yang jauh lebih galak dari Mas Agus.. hhhh.. Apa mungkin kami-kami ini hanya bisa dilatih dengan kekerasan yah? Hehehe.. Sudah susah diatur, susah diajarin, pelupa pula. Dikoreksi satu nada, setelah pengulangan kedua sudah lupa lagi.. Yah, semoga saja dengan pelatih baru yang lebih disiplin kami bisa lebih cepat diberi pengarahan nih.. Oyah, ini dia lirik lagu Hallelujah Handel, selamat memuji Tuhan..

Hallelujah (Aleluya)
Written by George Friedrich Händel

Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah

For the lord God omnipotent reigneth
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
For the lord God omnipotent reigneth
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
For the lord God omnipotent reigneth
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah

Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
(For the lord God omnipotent reigneth)
Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah

For the lord God omnipotent reigneth
(Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah)
Hallelujah

The kingdom of this world;
is become
the kingdom of our Lord,
and of His Christ
and of His Christ

And He shall reign for ever and ever
And he shall reign forever and ever
And he shall reign forever and ever
And he shall reign forever and ever

King of kings forever and ever hallelujah hallelujah
and lord of lords forever and ever hallelujah hallelujah
King of kings forever and ever hallelujah hallelujah
and lord of lords forever and ever hallelujah hallelujah
King of kings forever and ever hallelujah hallelujah
and lord of lords
King of kings and lord of lords

And he shall reign
And he shall reign
And he shall reign
He shall reign
And he shall reign forever and ever

King of kings forever and ever
and lord of lords hallelujah hallelujah
And he shall reign forever and ever

King of kings and lord of lords
King of kings and lord of lords
And he shall reign forever and ever

Forever and ever and ever and ever
(King of kings and lord of lords)

Hallelujah hallelujah hallelujah hallelujah
Hallelujah
... (catch more about this topic here.. Danke)

Korean Embroidery Exhibition, Korean Culture Week

Entah bagaimana, sekitar pertengahan Oktober kemarin Mba Ajenk mendapatkan info lengkap tentang Pekan Kebudayaan Korea (Korean Culture Week) di Jakarta. Acara ini dilaksanakan salah satunya adalah untuk menjalin dan menampilkan persahabatan yang lebih akrab antara 2 negara, Indonesia dan Korea. Korean Culture Week ini terdiri atas serangkaian-serangkaian acara besar yang disebar di pusat-pusat Jakarta. Ada Cultural Performances di Balai Kartini (9 Oktober 09), ada Korean Movie Show di Blitzmegaplex, Pasific Place (13-18 Oktober 09), Korean Embroidery Exhibition di Museum Nasional (13-18 Oktober 09), Korean Agricultural Exhibition di Grand Indonesia (16-18 Oktober 09), Music Concert di Usmar Ismail Hall (15 Oktober 09), Korea-Indonesia Study Seminar di UI (13 Oktober 09), dan Korea-Indonesia Friendship Night di Intercontinental Hotel (13 Oktober 09). Harapan duta besar Republik Korea bapak Kim Ho-young, Pekan Budaya ini bisa menjadi ajang pertukaran budaya antara 2 negara dan bisa menjadi sebuah titik yang tepat untuk saling membawakan solidaritas kepada kedua Negara- Indonesia dan Korea. Meskipun keseluruhan acara tampaknya sangat menarik, saat itu aku memilih datang ke Embroidery Exhibitionnya Korea saja, yah, aku cukup suka dunia sulam-sulaman dan bordir-bordiran, it’s a part of art juga menurutku. Sama seperti kamu melukis di kanvas ato menggambar gedung dengan autocad, kamu juga bisa menciptakan seni dari untaian benang-benang. Aku dan Mba Ajenk akhirnya pergi ke Museum Indonesia, sesuai dengan petunjuk peta yang Mba Ajenk dapatkan entah dari mana. Aku curiga dia menelepon Kedutaan Besar Korea langsung untuk menanyakan info tentang pekan budaya ini. Di dalam ruang eksibisi kami dibuat kagum dengan aneka hasil karya bordir yang luar biasa indah, dan juga terpesona dengan hanbok Korea, that’s why I’d made it the main picture, see? Korean Embroidery Exhibition ini mengambil ruang di salah satu sisi Museum Nasional, di dalamnya kita bisa menikmati berbagai barang hasil kerajinan sulam dan bordir. Contohnya seperti alas seterika dengan bordir bunga berwarna pink di atas, san juga pajangan dinding dengan gambar ayah dan anak di bawah ini.Gambar ini mengingatkan kita akan satu cerita petuah dari negeri China: Father, Son, dan The Donkey, dan semuanya dibuat dari untaian benang-benang warna-warni.Jika beruntung, di Korean Embroidery Exhibition ini kita bisa melihat secara langsung Mrs. Han mempertunjukkan cara menyulamnya yang rapi, cepat, dan telaten. Jika tidak, kita juga bisa melihat pertunjukkan yang sama di salah satu rekaman video yang diputar di ruangan pertunjukkan. Oh ya, benang yang digunakan untuk menyulam oleh Mrs. Han bukan benang biasa, melainkan benang sutera. Tidak heran hasil sulamannya terlihat lux dan indah, dan sebagai konsekuensinya harga item yang kecil sekalipun menjadi cukup mahal. Ini salah satu hasil sulaman yang belum selesai, motif sulaman dibentuk terlebih dahulu, baru kemudian ditempa dengan sulaman dan bordiran. Dan tentunya memajang juga hanbok yang sangat unik, pakaian tradisional negeri Korea. Ruangan eksibisi yang cukup luas, menampung beraneka hasil karya Mrs. Han yang menarik. Di bawah ini kita bisa lihat 2 hasil bordiran pada kipas-kipas pengantin putri raja Korea zaman dulu, juga hasil bordiran pada hiasan pakaian pengantin. Beberapa hasil karya bordir berupa hiasan dinding atau sekat pembatas ruangan, semuanya indah, dan tema yang diusung biasanya tentang alam, hewan atau tumbuhan. Bordir di bawah ini menggambarkan serangga dan semak-semak tempatnya hidup. Sementara bordiran yang lain menggambarkan air, burung dan hutan. Bangau dan ombak.. Beberapa menggambarkan naga, harimau, dan membentuk logo-logo kerajaan.Para pemburu..Atau negeri di atas awan seperti ini. Ada bordiran untuk aksesoris-aksesoris seperti ini. Atau untuk simbol dan logo kerajaan. Dan kain dengan tatahan huruf ukir ini.. Karya bordir bunga di bawah ini keliatan hampir seperti lukisan, pengerjaannya sangat rapi sampai ke detail-detail gradasi dan jatuhnya bayangan pada pola bordiran. Beberapa aksesoris kerajaan dengan bordiran flora. Semua hasil karya yang ditampilkan sangat khas dan unik, karenanya disimpan dalam kotak display kaca, tapi beberapa karya seperti hanbok bordir dan baju pengantin pangeran di bawah dipajang di luar kotak. Pakaian pengantin pangeran Korea. Meja kopi puteri dan pangeran, beserta kotak penyimpan yang bertatahkan mutiara. Cendera mata yang bisa dibeli dalam eksibisi ini, bantalan jarum untuk menjahit, dan kantung kecil. Satu kantung kecil ini bisa kita dapatkan dengan harga Rp 200.000, 00. Sebegitu besarnya Mrs. San menghargai seni bordiran. Mrs. Sang Soo Han, sang master yang merajai pameran bordir dan sulaman ini..
Kotak penyimpan dengan tatahan mutiara di atasnya.. Mba Ajenk keliatan begitu menikmati pameran bordir dan sulaman Peralatan menjahit para putri kerajaan Korea, gunting, bantal jarum dan kotak penyimpan Bantal dan alas duduk pangeran dan putri Korea. Seperangkat poci dan gelas minum teh juga ikut mejeng di pameran ini.. Benang sutera. Hmm.. berapa banyak ya korban yang berjatuhan untuk membuat benang ini? (^o^) Nah, ini yang paling aku suka: Judulnya Sounds of Early Autumn- Suara-suara di Awal Musim Gugur
Ada bordiran eggplant, hehe.. lucu.. Dan bordiran flora dan fauna di topi dan selendang pakaian kerajaan pangeran kecil seperti gambar di bawah.Pertunjukkan seni yang luar biasa, dari tangan-tangan yang luar biasa juga.. Sepulang dari pameran bordir ini, kupikir Mba Ajenk ingin melanjutkan perjalanannya ke Grand Indonesia, aku tahu dia sangat menyukai makanan-makanan khas Korea dan cara memasaknya itu (terpesona gara-gara JaeJoong), tapi entah kenapa hari itu dia mengurungkan niat. Kami pun akhirnya bermain ke monas sebentar, sebelum akhirnya pulang ke kosan tercinta. By: Lady Clara
... (catch more about this topic here.. Danke)

Wednesday, October 21, 2009

Syarat-syarat Menjadi Juventini-Indonesia

Satu tahun keanggotaanku di Juventini-Indonesia, benar-benar ga kerasa lama.. Setelah menjadi anggota Juventini-Indonesia mulai Oktober tahun lalu, maka awal bulan ini aku melakukan perpanjangan untuk mendapatkan kartu membership yang baru. Juventini-Indonesia sendiri adalah sebuah wadah berkumpulnya para penggemar klub sepak bola Liga Italia yang super keren, Juventus, di Indonesia, sebuah wadah komunitas yang juga tergabung di dalam sebuah Forum yakni http://www.juventini-indonesia.org/ dan sebuah mailing list Juventini-Indonesia. Komunitas ini sudah sangat teruji karena tidak hanya ada pada saat Juventus berada dalam masa-masa jayanya, tapi juga tetap kokoh di saat Juventus terperosok ke jurang degradasi akibat Calciopoli.. Yah, di saat-saat itulah benar-benar terlihat apakah seseorang benar-benar THE REAL JUVENTINI atau tidak. Oyah, Juventini-Indonesia juga terkait erat dengan link-link ini: www.facebook.com/juventusclubindonesia dan http://www.juventini-indonesia.com/, dan situs resmi Juventus di Indonesia http://www.juventus.co.id/. Oyah, untuk menjadi anggota Juventini-Indonesia, kamu bisa mengikuti petunjuk-petunjuk berikut:

SYARAT – SYARAT KEANGGOTAAN JUVENTINI INDONESIA

1. Warga negara Indonesia atau WNA yang baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar Indonesia
2. Menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaran
3. Pendukung setia klub JUVENTUS.
4. Mengisi formulir keanggotaan dengan benar dan membayar iuran keanggotaan

PAKET KEANGGOTAAN JUVENTINI INDONESIA :

1. FREE MEMBERSHIP

Forum http://www.juventini-indonesia.com/ dan milis juventini-indonesia@yahoogroups.com

2. SILVER MEMBERSHIP

Biaya Pendaftaran: RP 50.000* (berlaku untuk 1 (satu) tahun)

Fasilitas yang diperoleh:
• ID Card
• Pin
• Stiker
• DVD Juventus
• Diskon sampai dengan 10% untuk pembelian merchandise
• Diskon pembelian konsumsi setiap ada acara nonton bareng
• Akses multimedia di forum http://www.juventini-indonesia.com/ dan milis juventini-indonesia@yahoogroups.com

3. GOLD MEMBERSHIP

Biaya Pendaftaran: RP 100.000* (berlaku untuk 1 (satu) tahun)

Fasilitas yang diperoleh:
• T-shirt Juventini-Indonesia (desain khusus gold member, berbeda dengan T-shirt Juve lainnya yang jadi salah satu merchandise)
• ID Card
• Pin
• Stiker
• DVD Juventus
• Diskon sampai dengan 20% untuk pembelian merchandise
• Diskon pembelian konsumsi setiap ada acara nonton bareng
• Akses multimedia di forum http://www.juventini-indonesia.com/ dan milis juventini-indonesia@yahoogroups.com

Untuk pembayaran keanggotaan JUVENTINI INDONESIA bisa dilakukan melalui nomor rekening di bawah ini:

BCA
NO REK : 482 0292 770
Atas Nama: Vebby Bungawan

BNI
NO REKENING : 0017996499
Atas Nama: Vebby Bungawan

MANDIRI
NO REKENING : 125-00-0748378-7
Atas Nama: Vebby Bungawan

Sebelum dan sesudah transfer dimohon konfirmasi kepada yang bersangkutan baik melalui email, sms, atau telepon ke alamat email dan nomor telepon di bawah ini:
- Vebby (nsr_boys@yahoo.com) TELP. 021-99298908 / 05867805121
- Ade (apratista@gmail.com) TELP. 081318177650
- Koko (cah_tebet2004@yahoo.com) TELP. 08131664544*)

Ongkos kirim:
Jakarta : Rp.10.000,-
BODETABEK : Rp.15.000,-
Jawa: Rp.20.000,-
Luar Jawa : Rp. 30.000,-
atau sesuai dengan tarif di TIKI/ Tiki JNE

Formulir pendaftaran JI bisa didownload di

http://www.juventini-indonesia.com/forum/viewtopic.php?f=88&t=2003

Oke, selamat mengagumi klub kesayangan kita ini dan menjadi anggota resmi Juventus dan Juventini-Indonesia. Untuk info lebih jelas di http://www.juventini-indonesia.com/

... (catch more about this topic here.. Danke)

Thursday, October 15, 2009

We Love Indonesia..!!

Paris..? No.. ini lapangan banteng!Midnight at Hongkong? Nope.. it is Thamrin..Pedestrian in US? No, ini di Makasar.. Shanghai.. ? No ,, ini Mangga DuaSeperti bandara di Eropa ya?? Jangan ketipu, ini bukan di New Zeland..tapi Pulau Komodo..Masih serasa di Monaco khan? Jangan salah.. ini di Bunaken! Kalo ini serasa di Afrika… tp sebenarnya Gunung Kidul.. Kayak universitas di Eropa yah..Mirip Kota Gaza... padahal ini Medan Bung!!Wow.. Manhattan banget..Jangan berharap ada Spiderman yahh karena ini gak di NY..Umm.. kayak di Singapura.. padahal ini Gramedia Surabaya loh..Serasa di perkampungan Swiss..Wah, kalo ini serasa mau melintas negara bagian di US.. padahal mau nyebrang Suramadu..Enjoy Indonesia..Sumber: Posting seorang teman dari salah satu milis ... (catch more about this topic here.. Danke)

Wednesday, October 14, 2009

Arsitektur Mesopotamia

Mesopotamia “Tanah diantara dua sungai“, demikian sebutannya, merupakan daerah Irak sekarang ini, sebagian besar terdiri dari dataran bekas endapan. Di tanah yang diapit dua sungai tersebut, manusia pertama kalinya mengenal peradaban, sehingga Mesopotamia pantas untuk dijuluki sebagai “tempat lahirnya peradaban”. Sekitar 5000 tahun yang lalu, suatu bangsa yang dikenal sebagai bangsa Sumeria mengembangkan peradabannya, disusul oleh bangsa-bangsa sesudahnya, yaitu Babilonis dan Assiria. Mesopotamialah yang mengalami timbulnya pusat-pusat perkotaan pertama manusia, dengan kehidupan uang beraneka ragam, dan rumit, serta tempat-tempat zigurat atau menara kuil yang menjulang tinggi, juga tempat usaha perdagangan memperoleh ruang untuk tumbuh dan berkembang serta wadah bagi warga kotanya yang sudah tidak lagi terdiri dari satu suku, akan tetapi lebih merupakan suatu masyarakat sebagai keseluruhan kesatuan.

KONDISI GEOGRAFIS
Mesopotamia terletak di teluk Persia, dan dibatasi oleh dua sungai yaitu sungai Tigris dan Euphrat (sekarang Negara Irak Modern). Daerahnya merupakan daerah bekas paya dan rawa gelagah. Sebelah barat berbatasan dengan Laut Tengah serta Anatolia, dan sebelah barat laut oleh gurun Siria, sedangkan sebelah timur dengan pegunungan Zagros yang membujur sampai ke utara dan sebelah selatan oleh teluk Persia serta gurun Arabia.

KONDISI GEOLOGI
Di daerah ini tidak ada mineral dan hampir tidak ada batu ataupun kayu untuk bahan bangunan, kecuali bahan gelagah. Sedangkan tanahnya kalau tidak dirawat, amat gersang dan tandus.

KLIMATOLOGI
Iklimnya panas dan kering, musim panas sangat panjang serta sengatan matahari membara, dan pada musim yang sangat kejam itu, angin dari arah sisi barat laut yang sangat panas pun menerpakan debu-debu halus yang menyesakkan napas. Kemudian bila musim dingin tiba, angin kencang dari arah selatan yang membuat langit berawan dan kadang membawa hujan deras sehingga datarn menjadi paya berliku-liku. Selanjutnya pada musim semi yang singkat, dataran menjadi hijau segar oleh tumbuhan. Pada musim semi jugalah hujan dan lelehan salju dari pegunungan Zagros di sebelah timur sampai utara menaikka air sungai Tigris dan Euphrat sehingga terjadi banjir. Luapannya mengenangi daerah sekitarya dan membawa malapetaka bagi pemukiman disekitarnya. Akan tetapi kawasan tersebut mempunyai kelebihan yang alami, sepanjang wilayah sungai Euphrat yang berliku- liku bederetlah tanggul-tanggul alam yang terbentuk oleh sungai yang airnya sering meluap. Hal ini menjajikan para pemukim suatu kesempatan yang baik untuk membudidayakan daerah tersebut menjadi daerah pertanian yang subur.
SOSIAL MASYARAKAT
Para pemukim sepanjang sungai Euphrat tersebut selanjutnya menjadi petani yang cakap. Bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia bagian selatan adalah bangsa Ubaid. Orang Ubaid selanjutnya mengalirkan air ke sungai-sungai kecil serta waduk-waduk sederhana yang dibangunnya. Karena makanan yang berlimpah dan kehidupan yang cukup terjamin, keluarga-keluarga semakin besar. Semakin banyak orang dapat membantu di ladang, semakin luas pula bidang tanah yang dapat dikerjakan. Sebuah dusun yang pada mulanya terdiri dari beberapa gubug yang terbuat dari gelagah berlapis Lumpur, lambat laun berkembang menjadi desa. Pengaturan irigasi yang rumit, hanya dapat dilaksanakan secara gototng royong, bukan kegiatan perorangan. Hal ini membutuhkan pengaturan yang lebih baik dalam bermasyarakat, sehingga membutuhkan organisasi untuk pengaturannya. Keberhasilan dan prestasi mereka dalam bidang pertanian menyebabkan keinginan bangsa lain untuk dating di wilayah tersebut. Pada 5000 tahun sebelum Masehi, bangsa Semit dari gurun Siria dan Jazirah Arab memasuki daerah pemukiman oaring Ubaid. Perkawinan silang antara kedua bangsa tersebut menghasilkan zaman baru yang lebih produktif, dan pada zaman inilah dipancangkan dasar-dasar peradaban pertama di dunia. Pendiri peradaban tersebut adalah bangsa Sumeria dan berkembang ± 3500 tahun sebelum masehi. Selanjutnya secara susul menyusul bangsa Babilonia dan bangsa Assiria menggantikan bangsa Sumeria.
POLA PEMERINTAHAN
Usaha-usaha yang pada mulanya merupakan usaha keluarga kini berkembang menjadi masyarakat kecil yang segala kegiatannya terutama terikat pada tempat. Bergesernya keterikatan dari keluarga kepada kelompok, merupakan penyesuaian sosial yang ada dalam proses kelahiran kota. Semakin bertambahnya kemakmuran dan perluasan masyarkat di daerah Mesopotamia bagian selatan, bertambah banyak pula peternakan dan perladangan dibutuhkan, demikian pula terusan waduk yang diperlukan untuk menunjang ekonomi pertanian, karena disana hampir tidak pernah mendapatkan hujan. Terusan dan waduk penampungan yang cukup besar perlu digali, dibersihkan dan dirawat. Hak penggunaan air perlu dibagi secara merata, batas-batas perlu ditandai dan disahkan, perselisihan perlu diajukan ke pengadilan dan diselesaikan, semua faktor tersebut menyebabkan berdirinya organisasi yang mendorong pertumbuhan kota. Organisasi tersebut adalah Pemerintahan sekuler yang mula-mula terdiri dari beberapa orang yang ditunjuk, tetapi akhirnya menjadi birokrasi yang besar. Corak dari pemerintahan desa atau kota Mesopotamia pada awalnya adalah demokratis. Akan tetapi selanjutnya pertikaian antara desa-desa atau kota di Mesopotamia dalam memperebutkan wilayah dan kekuasaan membutuhkan salah seorang warganya yang paling mampu dan berani untuk memimpin mereka agar memperoleh kemenangan atas lawannya. Dengan demikian lahirlah lembaga kerajaan yang mula-mula menunjuk “orang besar” yang bersifat sementara dan terbatas kekuasaannya. Orang besar yang dalam kata Sumeri adalah “Lugal”, berarti raja, setelah krisis militer berlalu ia meninggalkan kekuasaannya dan kembali menjadi warga biasa yang dihormati masyarakatnya. Akan tetapi pertikaian melahirkan pertikaian yang lain yang berkelanjutan dan akhirnya keberadaan seorang Lugal menjadi dibutuhkan secara terus menerus, tidak bersifat sementara lagi. Kedudukan Lugal seterusnya diwariskan mengikuti mengikuti garis kebangsaan serta kekuasaan yang mutlak. Inilah pergeseran dari demokratis yang theokratis menjadi otokratis. Kota pertama yang berhasil menegakkan kekuasaan atas seluruh Sumeria adalah Kota Kish, yang reruntuhannya ± 88 Km disebelah selatan Bagdad (Irak). Kish mencapai puncaknya dibawah pemerintahan Raja Etna, pada tahun ± 3000 sebelum masehi. Tidak lama kemudian pada tahun ± 2700 sebelum masehi, kekuasaan kota Kish mulai disaingi oleh Erekh, sebuah kota sekitar ± 160 km disebelah tenggara Kish, yang mencapai kejayaannya dibawah raja Gilgamesh. Disamping itu, kota lain yang juga muncul adalah kota Ur, yang selalu menjadi persaingan segitiga kekuasaan. Sedangkan kota keagamaan adalah kota Nippur. Selama beberapa abad, terjadi persaingan politik serta kekuasaan, sampai akhirnya raja Sargon yang agung menaklukkan seluruh daerah tersebut. Sebagai panglima militer pemegang pemerintahan serta pemimpin organisasi yang tangguh, Sargon merupakan orang pertama yang mempersatukan Sumeria dan seluruh Mesopotamia bagian utara menjadi satu kekuasaan tertinggi. Kemaharajaan Asia Barat itu berlangsung hingga 200 tahun. Sargon adalah orang bangsa Semit yang lahir tahun ±2350 sebelum masehi. Di salah satu tempat sepanjang sungai Euprat bagian selatan Mesopotamia tengah, yang pada waktu itu bernama Akkad, didirikan ibukota baru bagi Kerajaan Sargon, dan diberi nama Agade. Kehancuran tidak dapat dihindari oleh penguasa Semit ±2200 sebelum masehi, dengan kedatangan bangsa Gut yang bengis dan menghancurkan Agade. Dari perebutan kekuasaan dengan bangsa luar selama 100 tahun akhirnya kekuasaan dimenangkan oleh Utuhegal dan menguasai Sumeria selama 7 tahun saja. Selanjutnya Utuhegal disingkirkan oleh Ur-Namu seorang Jenderalnya. Wangsa-wangsa selanjutnya dibawah Ur-Namu dan keturunannya, Sumeria dipulihkan kembali hingga mencapai kemegahannya. Pembangunan Zigurat untuk persembahan pada Nanna, Dewa bulan yag terdiri dari dasar bangunan raksasa terbuat dari bata meliputi bidang luas 61 x 43 meter masih terlihat sisanya. Bangunan aslinya terdiri dari 3 (tiga) tingkatan dan puncaknya berupa kuil yang menjulang ±21 meter, serta perletakannya berada diatas kota. Dengan hancurnya Ur sekitar ±tahun 2000 sebelum masehi, maka berakhirlah kekuasaan Sumeria. Selama 15 abad berikutnya, Negara-negara kota di Mesopotamia menjadi kerajaan-kerajaan baru dengan ibukotanya masing-masing. Dua diantaranya yang paling menonjol adalah Kerajaan Babilonia disebelah selatan dan Assiria disebelah utara menjadi kemaharajaan yang besar. Di bawah Hammurabi dari Amori, yang naik tahta tahun 1750 sebelum masehi, Babilonia mulai memasuki masa kejayaannya.

KEAGAMAAN
Masyarakat di Mesopotamia percaya pada banyak Dewa, yang memerintah langit, bumi dan dunia bawah suram, namun mereka mempunyai nafsu dan kelemahan seperti manusia biasa. Bumi menurut orang Mesopotamia merupakan bidang rata, dilingkupi oleh ruang kosong luas yang tertutup oleh lengkungan langit yang membentuk alam raya, disebut An-ki atau “langit-bumi”. Dibutuhkan banyak dewa untuk mengatur alam raya tersebut, para dewa ini diberi tingkatan hirarki sesuai dengan kepentingan, pengaruh serta kekuasaannya. Yang paling besar kekuasaannya adalah para dewa yang menguasai keempat kawasan utama di dalam alam raya yaitu An dewa langit, Enlil dewa udara, Enki dewa air serta Ninhursag dewi agung bumi.

SENI, TEKNOLOGI DAN ARSITEKTUR
Ketika para pengembara mulai menghentikan kebiasaannya dan menetap di dusun-dusun, rumah tinggal dibangun dari bata yang dijemur, dan tiap-tiap rumah terdiri dari 6 sampai 7 ruang berbentuk panjang melorong, yang diatur mengelilingi sebuah halaman dalaman (patio), sehingga hawa yang panas diluar tidak sampai masuk ke dalam rumah. Akan tetapi bagi penghuni rawa gelagah, mereka membangun rumahnya dari bahan yang tersedia, yakni gelagah rawa yang mudah hancur. Bangunan yang dihasilkan mirip terowongan dengan atap melengkung,dengan cara menanam 2 deret ikatan gelagah kedalam tanah untuk membuat pilar, lalu melengkungkan serta mengikat pada ujungnya untuk membuat lengkungan atap gelagah pula, itulah gubug gelagah.

KARAKTER ARSITEKTUR
Patio sebagai halaman dalam, sangat penting artinya bagi orang Mesopotamia. Patio tersebut mengikat ruang-ruang yang mengelilinginya, yang terdiri dari ruang-ruang berbentuk rangkaian segi panjang yang sempit melorong yang ditutup oleh atap melengkung.
Bahan bangunan terdiri dari bata Lumpur yang dikeringkan, sehingga secara struktural merupakan tatanan dinding bata yang cukup tebal, disamping karena bahannya sendiri juga dapat mengkondisikan ruang dalamnya, agar panas dari luar tidak terbawa masuk.
Bukaan pada pintu dan jendela cukup kecil saja, juga agar hawa panas tidak masuk kedalam ruang, sedangkan kesan secara keseluruhan masif.

ANALISA PERKEMBANGAN
Mesopotamia
Bahan bangunan untuk rumah tinggal adalah dari bahan gelagah, yang ditutupi oleh Lumpur ataupun gubug dengan pola dinding duri ikan dari Lumpur yang dikeringkan.
Sumeria
Kuil Putih, Mosaik berwarna pada dinding kuil mulai digunakan, huruf baji, Zigurat.
Babilonia
Assiria Persia
Bangunan pada masa ini adalah Serambi Seratus Tiang dari Raja Xerxes, Apadana Darius I.

BANGUNAN/ KARYA ARSITEKTURAL MESOPOTAMIA
Zigurat
Sekitar tahun 2250 sebelum masehi dikenal adanya artificial ‘Hill of Heaven’ yang merupakan monument keselamatan terbesar simusim panas yang bernama ‘The Ziggurat of Ur’ yang merupakan monument penghormatan kepada salah satu Tuhan mereka bulan dan gunung sebagai rumah yang diberikan kepada pendatang pertamanya.
Menurut Sir Leonard Wooley, Zigurat itu setinggi 68 feet yang terletak pada terase setinggi sepuluh feet di atas kota.
Taman Gantung
Pada abad ke lima sebelum masehi (604 -562 sebelum masehi), sebuah taman yang diasumsikan orang sebagai Taman Surga atau ‘paradise’ seperti yang diungkapkan pada setiap kitab suci, ditemukan. Taman ini kemudian dikenal dengan taman gantung Babylonia, yang megah seluas empat are (400 feet square), setinggi 300 kaki (100 feet) sehingga dapat melihat pemandangan-pemandangan lembah dan padang pasir disekitarnya, dan terlihat di sisi Barat sungai Euphrates. Taman Babylon ini termasuk salah satu keajaiban dunia.
... (catch more about this topic here.. Danke)